
Sontak Aliando sangat terkejut dan segera menghubungi kembali ibu Aisyah, namun tidak bisa tersambung lagi.
"Oh sial..ada apa ini, aku harus kesana, sepertinya ada yang tidak beres" Ucap Aliando segera berlari dan mengajak sopir dan dua orang pengawal segera meluncur ke Kediaman ibu Aisyah.
Perjalanan ditempuh dengan kecepatan yang lumayan tinggi, hingga kemudian Aliando dikejutkan dengan banyaknya orang yang ada disekitar rumah mewah milik ini Aisyah, bahkan ada beberapa mobil polisi yang sudah ada disana.
Aliando segera menembus kerumunan dan masuk ke dalam, dilihatnya ibu Aisyah yang terlihat masih gemetaran, melihat ada Aliando datang, ibu Aisyah segera berdiri dan mendekat.
"Apa yang terjadi?" Tanya Aliando dengan penuh kecemasan.
"Mantan suamiku masuk dan mengancam ku, tuan Aliando, aku takut sekali" ucap Ibu Aisyah masih dengan tubuh yang gemetar.
Dan tak lama kemudian, terlihat Hani datang berlari masuk.
"Ibu Aisyah..ibu baik-baik saja kan Bu?" Ucap Hani langsung memeluk ibu Aisyah yang akhirnya menangis kembali, sesaat kemudian Hani tampak terkejut baru menyadari ada Aliando di sana, "Tuan Aliando?" Ucapnya lirih, dan Aliando tersenyum.
Ibu Aisyah akhirnya menceritakan semuanya, dimana mantan suaminya kini datang kembali dan meminta surat-surat rumah yang ditempati oleh ibu Aisyah untuk di jual.
"Kenapa bisa begitu, apa nama sertifikat rumah ini masih atas nama mantan suami anda?" Tanya Aliando dan ibu Aisyah menjawab dengan anggukan.
Rupanya Rumah yang ditempati Ibu Aisyah adalah rumah yang dibeli oleh ibu Aisyah tapi dengan tipu daya suaminya, sertifikat bukan diatas namakan dirinya.
Pihak kepolisian tidak bisa menangkap mantan suami Ibu Aisyah begitu saja, karena tidak ada bukti yang menunjukkan adanya kekerasan ataupun ancaman, hingga akhirnya Aliando menyarankan kepada ibu Aisyah untuk tinggal sementara bersama dengan Hani di Mansion yang banyak di jaga oleh para pengawal.
Hani sependapat dengan Aliando dan Ibu Aisyah tidak punya pilihan lain karena merasa trauma akan apa yang sudah terjadi. Kini Ibu Aisyah segera bergegas pergi bersama dengan Hani, sementara Aliando mengawal dari belakang sampai keduanya tiba di Mansion dengan selamat.
"Terimakasih tuan Aliando, saya akan membuatkan anda obat herbal lagi untuk mengatasi keluhan anda" ucap Ibu Aisyah.
"Maaf, bagiamana anda tau akan hal itu?" Tanya Aliando ditengah keterkejutannya.
"Alena sebelumnya sempat memberitahu saya tadi sebelum kejadian ini" ucap Ibu Aisyah.
__ADS_1
Aliando mengucapkan terimakasih sebelumnya, lalu segera pamit pergi meninggalkan ibu Aisyah yang untuk sementara ini tinggal besama hani di Mansion.
*
Sementara itu, Kirana yang tadi diantar oleh mobil Alfaro dan berada di ruang kerjanya merasa heran kenapa Hani belum juga sampai, padahal dia pamit pulang duluan ke tempat kerja, beberapa kali di hubungi juga masih belum bisa, pesan yang di kirimkan belum ada balasan, "Kemana Hani, kok belum menghubungiku kembali" batin Kirana.
Baru saja dirinya meletakkan handphone di atas meja kerjanya, suara panggilan dari handphone terdengar, Kirana segera menyambar handphone dan ternyata sesuai yang di harapkan, Hani telah menghubunginya.
Terdengar Hani berbicara dan menjelaskan semua kejadian yang berhubungan dengan ibu Aisyah, dan sontak Kirana sangat terkejut, "Astagfirullah..lalu bagaimana keadaan ibu Aisyah Han?" Tanya Kirana dengan cemas.
"Alhamdulillah baik-baik saja, sudah bisa tenang dan untuk sementara akan tinggal di Mansion bersamaku"
"Okey, Alhamdulillah..ya sudah, aku akan ke sana nanti, menunggu Alfaro menjemput ku dulu" ucap Kirana, perbincangan pun dihentikan dan Kirana kembali melanjutkan pekerjaannya yang tinggal sedikit, kemudian akan bersiap pulang karena sudah pukul 5 sore.
Alfaro segera bergegas meninggalkan ruang kerjanya, melewati ruangan Ronan dan terkejut saat melihat sahabatnya masih ada di sana dengan menyandarkan kepalanya di kursi, "kau ingin menginap disini?" Tanya Alfaro mengagetkan Ronan.
Ronan segera menegakkan duduknya, "Kau ini, mengagetkanku saja, tentu saja tidak, aku sudah bersiap untuk pulang, hanya saja kepalaku sedikit pusing" ucap Ronan sambil menatap Alfaro yang kini sudah duduk di depannya.
"Pusing kenapa, aku antar ke Rumah sakit lagi?" Tanya Alfaro.
Alfaro membenarkan duduknya dan kini menatap Ronan dengan serius, "Calon istri..?, Siapa..?" Tanya Alfaro.
"Siapa lagi, kau tau kan siapa sebenarnya yang ada di hatiku" sahut Ronan yang kini berdiri sambil membereskan meja kerjanya.
"Hani..?"
"Iya..siapa lagi, aku tadi menembaknya karena aku melihat kesempatan yang bagus, disaat dia sepertinya sedang cemburu padaku, bukankah itu artinya ada rasa di hatinya untukku?" Ucap Ronan yang kini duduk kembali di kursinya.
"Hem...bagus, lalu apa jawabannya?" Tanya Alfaro.
"Besok, sepertinya Hani tadi sangat terkejut dan aku tau dia tidak mungkin menjawab saat itu juga, melihat beberapa kali aku bersama Louise mungkin dia merasa ragu dengan diriku, tapi aku berharap Hani bisa melihat jelas bahwa aku sungguh-sungguh padanya" ucap Ronan.
__ADS_1
"Kalau begitu tinggal berdoa saja semoga hati Hani terbuka untuk mu, dan sebaiknya kamu menjaga jarak dengan Louise, aku melihat wanita itu sepertinya terlalu nyaman denganmu, jangan sampai nantinya akan menjadi masalah"
"Benarkah?, Aku merasa hubunganku dengan Louise biasa saja, kebersamaan kami juga karena pekerjaan yang kau berikan" jawab Ronan.
Alfaro tersenyum kemudian memberikan saran ke Ronan untuk jangan terlalu sering berdua saat bekerja sama, Ronan mengerti dan kini mereka berdua berjalan beriringan meninggalkan gedung Eagle Company untuk kembali pulang ke tempat nya masing-masing.
Alfaro menghubungi kembali istrinya bahwa dirinya sebagai meluncur menjemput dirinya, sesaat kemudian perjalanan terlihat tenang dan baik-baik saja, hingga kemudian ada tiga mobil yang telah memblokir jalannya, Alfaro terkejut dan terpaksa mobilnya berhenti, dua pengawalnya segera keluar dari mobil untuk melihat apa yang terjadi.
"Kenapa kalian menghadang kami?!" Teriak salah satu pengawal Alfaro.
Tidak menjawab pertanyaan yang diberikan, empat dari mereka malah menyerang dengan cepat pengawal Alfaro, hingga terdesak mundur, melihat hal itu Alfaro segera keluar dari mobilnya.
"Hentikan..apa yang kalian inginkan?!" Teriak Alfaro setelah membantu kedua pengawalnya.
"Ikut bersama kami!" Jawab salah satu dari mereka.
"Aku?" Tanya Alfaro tidak heran lagi.
"Tentu saja, dan jangan berani melawan kali ini, akan sia-sia saja tuan Alfaro Rich Eagle, kami sudah menyiapkan segalanya" ucap seseorang yang baru saja keluar dari mobilnya.
Alfaro mundur beberapa langkah, bersiap untuk lebih waspada menghadapi mereka, dia merasakan ada aura hitam yang sangat kuat ketika sosok laki-laki keluar dari mobil di barengi lima orang lainnya, "sepertinya mereka punya kekuatan Supranatural juga" batin Alfaro.
Pertarungan pun tak terelakkan lagi, Alfaro meloncat dan berusaha bertahan dan menyerang ketika enam orang yang mempunyai kekuatan supranatural telah menyerangnya, bukan hal mudah untuk menjatuhkan seorang Alfaro Rich Eagle, walaupun mereka melakukan serangan bertubi-tubi, tapi Alfaro masih bisa mengatasi serangannya.
Salah satu dari mereka akhirnya memberikan kode untuk melancarkan aksi liciknya dengan menembakkan sesuatu yang membuat area di sekitarnya seketika berkabut putih dan tebal, Alfaro yang tidak menyangka akan hal itu langsung waspada dan berusaha mundur untuk tidak menghirup gas yang sepertinya beracun.
"Sial..mereka menggunakan gas beracun, pandanganku mulai kabur, dan aku_"
DOR
Di saat itulah..sebuah tembakan terdengar nyaring.
__ADS_1
Apakah yang terjadi dengan Alfaro..?, Yuk kita simak di Episode selanjutnya, Jangan lupa memberi VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMEN.
Bersambung.