SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 107


__ADS_3

Sementara itu, Kirana dan Alfaro kini sudah ada di Mansion yang ditempati oleh Hani dan keluarga besarnya, keduanya kini tengah berbincang hangat dengan orang tua Hani dan berapa saudaranya di ruang tengah.


Mereka semua mengucapkan terimakasih atas bantuan Kirana dan Alfaro yang sudah di berikan ke Hani selama ada di Paris, lalu pembahasan tentang persiapan pernikahan Hani kini sedang di bicarakan kembali.


Mereka semua bersyukur persiapan pernikahan sudah 90 persen, dan rencanannya hari ini Hani dan Ronan akan melihat persiapan pernikahan di gedung megah yang sudah di sewa.


"Ingat.. hati-hati saat kemanapun, tiga hari lagi kalian akan menikah, jaga kesehatan dan juga pikiran, jangan terlalu stres dan kelelahan" ucap Kirana memberikan nasehat ke Hani saat bersiap pergi meninggalkan Hani dan keluarganya.


"Iya..makasih Sayangku..maaf ya.. jadi merepotkan mu" sahut Hani.


"Kau itu ngomong apa, dasar.., aku akan lanjut ke Villa menemui Ronan dan keluarganya, untuk sementara Agensi sudah aku serahkan ke sekertaris kita" ucap Kirana.


"Oke..salam buat Ronan ya, dan juga keluarganya"sahut Hani.


"Siap..salam kangen kan sama Ronan?"


"Apa sih..salam biasa saja lah.. kangennya nanti aja waktu kita ketemuan" jawab Hani.


"Eh..jangan macam-macam lo, masih belum halal..awas ya..!" Ucap Kirana yang kini sudah ada di dalam mobilnya.


"Hahaha..siap..!" Sahut Hani sambil tertawa melihat wajah serius Kirana yang memberikan peringatan.


Alfaro segera meluncurkan mobilnya menuju ke Villa yang ditempati oleh Ronan dan keluarganya untuk sementara. Saat tiba disana rupanya Ronan sudah menyambut kedatangan mereka.


Segera Alfaro dan juga Kirana masuk ke dalam dan menyapa semua anggota keluarga Ronan yang sudah berkumpul di ruang tengah, melihat kedatangan Alfaro dan juga Kirana semuanya segera menyambut dengan penuh suka cita.


Sama halnya dengan apa yang dilakukan keluarga Hani, disini tidak kalah heboh membicarakan seputar persiapan pernikahan yang sebentar lagi akan di langsungkan, orang tua Ronan bahkan sempat menitikkan air mata saat menceritakan betapa terkejutnya saat mendapat kabar dari sang Putra ingin segera menikah.


Kebahagiaan mereka terasa lengkap sudah saat datang ke rumah Hani dan ternyata mendapat sambutan hangat dari keluarganya, kedua orang tua Ronan juga tidak menyangka kalau Ronan mendapatkan jodoh seorang wanita baik dan kuat Agamanya seperti Hani, mengingat berapa rusaknya kehidupan anaknya dulu.


Setelah perbincangan yang cukup lama, akhirnya Ronan mengajak semuanya untuk sekalian makan siang bersama, setelah itu Ronan ikut Alfaro dan juga Hani pergi dengan tujuan yang berbeda, Alfaro dan Kirana kembali ke tempat kerja masing-masing, sedangkan Ronan menuju ke Mansion untuk menjemput Hani yang berencana mengecek persiapan pernikahannya di sebuah gedung mewah.


Di dalam perjalanan, Kirana mendapatkan pesan masuk di handphone nya yang membuatnya sangat bahagia.

__ADS_1


"Siapa honey.. Sepertinya kamu senang sekali?" Tanya Alfaro penasaran.


"Rahasia.."


"Heh..apa..?, Jangan berani macam-macam ya" sahut Alfaro yang langsung menyahut handphone istrinya.


"Honey..apaan sih, kamu lagi nyetir, bahaya..kembalikan handphone ku"


Bukannya mengembalikan handphone nya, Alfaro langsung minggir dengan cepat dan berhenti lalu mengecek handphone istrinya.


"Kau ini..dasar..sengaja bikin aku kesal?" Ucap Alfaro yang kemudian menarik Kirana dan memberikan ciuman panas yang menuntut setelah tau bahwa yang membuat istrinya tersenyum tadi adalah pesan dari Alena yang mengabarkan telah terbang ke Paris hari ini.


"Emmh..hentikan honey..!!" Teriak Kirana berusaha mendorong tubuh Suaminya.


"Tidak akan..ini hukuman mu sudah mempermainkan ku" ucap Alfaro yang semakin memperdalam ciumannya, hingga beberapa kali Kirana susah untuk bernafas. Lalu kemudian..


Tok Tok Tok..


Sebuah ketukan dari kaca mobilnya membuat keduanya terjingkat dan Alfaro segera melepaskan Kirana. Rupanya seorang polisi lalu lintas yang sedang berpatroli sedang memberikan peringatan kepada Alfaro untuk tidak berbuat macam-macam di dalam mobil denhan memarkir sembarangan.


"Ish..siapa yang ketangkep.. lagian kita kan suami istri, sah-sah saja kau ngelakuin apa saja di mana saja."


"Hehh..dasar, di kasih tau malah membela diri, memangnya berani melakukan di tempat umum?!" Ucap Kirana.


"Boleh..bagaimana kalau kita coba?"


"What.. dasar gila..!" Sahut Kirana terkejut.


Dan Alfaro tertawa melihat ekspresi istrinya yang tampak shock mendengar apa yang dikatakannya.


*


Sementara itu Bima yang kini ada di hadapan Tuannya sedang mendengarkan apa yang telah di perintahkan.

__ADS_1


"Dengan senang hati Tuan, kebetulan saya punya dendam pribadi dengan wanita itu, dia dan suaminya sudah berani mempermainkan ku, dan ini adalah kesempatanku untuk membalasnya!" Ucap Bima dengan penuh amarah.


Lalu kemudian Bima segera keluar dan kembali ke tempatnya, dia mengeluarkan handphone untuk menghubungi kenalan lamanya.


"Aku ingin kau segera terbang ke Paris, aku butuh bantuan kekuatanmu menghadapi masalah ini, bawa beberapa orang terhebat mu, dan aku pastikan kalian akan hujan uang setelah itu," ucap Bima lalu segera menutup panggilan handphonenya.


"Kali ini semua akan berjalan sesuai keinginanku dengan mudah, dengan bantuan kalian semua, pasti membawa Kirana ke sini bukan hal sulit lagi," batin Bima dengan senyuman kepuasannya.


*


Tepat jam 9 malam, sebuah pesawat pribadi sudah tiba di bandara Charles de Gaulle kota Paris, perjalanan dengan total lama 15 jam yang di mulai jam 6 pagi sampai jam 9 malam, benar-benar membuat rombongan keluarga Nugraha itu merasa cukup kelelahan.


Ailina yang sudah tidak tahan ingin buang air kecil segera berlari menuju sebuah toilet kemudian di susul dengan kedua kakaknya.


"Ai.. hati-hati!" Teriak Evan yang kini tengah berjalan bersama dengan Ethan menyusul keberadaan Ailina yang sudah menghilang dari pandangan.


Akhirnya Ailina menemukan tempat yang dicari, lalu masuk dan segera buang air kecil, namun ketika Ailina keluar dari toilet dan berjalan agak cepat, tanpa sengaja menabrak seseorang cukup keras.


BRUG


"S-hit..!" Teriak orang itu membuat Ailina yang sama-sama terpental kemudian membenarkan tubuhnya kembali, namun sesuatu diluar dugaannya terjadi, dimana laki-laki itu tiba-tiba saja melayangkan tangannya ingin memukul Ailina.


Belum sempat tangan itu menyentuh Ailina, muncul seorang anak laki-laki yang sudah menangkis tangan nya tanpa terlihat dari mana datangnya, sontak laki-laki itu sangat terkejut dan mundur seketika saat merasakan tangkisan itu mengandung kekuatan yang tidak biasa.


"Ada apa Tuan?" Tanya seorang pengawal nya.


"Anak ini_"


Belum sempat laki-laki itu menjelaskan, tiba-tiba saja datang Ethan, "Maafkan kedua adik saya tuan, dan saya rasa anda tidak perlu melakukan kekerasan hanya untuk masalah seperti ini, kami masih anak-anak" ucap Ethan.


Sontak laki-laki itu segera menatap ke arah Ethan, di saat itulah Ethan mengeluarkan kekuatannya, menembus alam pikiran lewat tatapan mata orang yang ada di depannya, Ethan sangat terkejut saat melihat bayangan seseorang yang sangat dikenalnya ada dalam alam pikiran laki-laki itu.


Yang makin penasaran..yuk, jangan lupa hari SENIN waktunya memberikan VOTE, VOTE, VOTE..biar karya Author makin di promosi kan dan jangan lupa HADIAH LIKE dan KOMENnya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2