
Dua hari berlalu, pagi yang sangat cerah dimana semua tengah berkumpul di Mansion Alfaro dan Kirana, ketiga pasangan akhirnya berbincang mengutarakan pendapatnya setelah makan pagi selesai.
"Jadi, langkah apa yang akan kamu ambil selanjutnya Edward?" Tanya Alfaro.
"Sepertinya kita akan segera pulang ke Indonesia, sudah tidak ada lagi yang perlu aku urus disini, bukan begitu Bee?" Sahut Edward.
"Hem, aku rasa begitu honey..urusan kerja sama dengan Milton Company sudah positif kita cancel kan?" Jawab Alena.
"Kenapa, apa ada masalah?, Bukankah perusahaan itu cukup besar dan sangat menguntungkan untuk bekerja sama saat ini?" Tanya Aliando heran dengan keputusan yang diambil oleh keponakannya.
Edward dan Alfaro saling melirik sebentar, tidak ingin Aliando sampai tau dengan apa yang tengah terjadi sesungguhnya. Alena pun segera mengerti apa yang diinginkan oleh kedua laki-laki yang tengah terdiam sesaat.
"Tidak ada apapun paman, hanya saja kita memang belum pas dengan kerja sama yang di tawarkan oleh Milton Company" sahut Alena kemudian.
"Oh..jadi begitu" jawab Aliando yang sebenarnya menaruh curiga dengan jawaban Alena, namun dia sangat tau kalau pasti ada sesuatu yang serius sudah dialami oleh Edward, hingga menolak kerja sama dengan perusahaan sebesar Milton Company.
Saat Aliando ingin menanyakan sesuatu lagi, Aisyah segera memegang tangan suaminya untuk memberikan kode agar membahas masalah yang lain.
"Jadi.. bagaimana dengan hari ini, apa kita akan jadi jalan-jalan?, Kita akan berkeliling untuk menemani Alena bukan?" Ucap Aisyah mengalihkan pembicaraan.
"Oh iya..tentu saja, bagaimana kalau kita segera bersiap?" Sahut Kirana yang juga mengerti akan maksud hati Aisyah.
"Good..I love Kalian..Ayo..!" Ucap Alena segera beranjak.
"Tunggu..!, Kali ini aku ikut..jangan sendirian lagi kalau keluar" ucap Edward yang langsung menyambar tubuh istrinya dan merangkulnya masuk kedalam kamar untuk bersiap.
"Dasar posesif..!" Ucap Kirana mencebik, di susul dengan tawa kecil ibu Aisyah sambil menggelengkan kepala.
"Apa aku_" ucap Aliando tertahan saat sang anak segera menyahut.
"No..ingat perusahaan perlu Dady..hari ini aku akan keluar kota untuk mengurus rapat kerjasama dengan perusahaan baru" sahut Alfaro mengingatkan Deddy nya yang berniat ikut bergabung mengantar para wanita berbelanja.
"Iya..Daddy tau, ya sudah, ayo kita berangkat" ucap Aliando agak kesal dengan anaknya.
Sementara Kirana dan Aisyah hanya terkekeh geli melihat kedua laki-laki yang habis bersitegang.
Alfaro memeluk dan mencium kening istrinya sebelum berangkat, maklum untuk satu hari ke depan mereka tidak akan bertemu karena kesibukan Alfaro yang mengharuskan untuk pergi keluar kota.
"Hati-hati disana..jangan aneh-aneh" pesan Kirana.
"Iya..kamu juga honey..jaga diri baik-baik disini ya, jangan keluar tanpa pengawalan, aku hanya sehari disana besoknya langsung balik"
"Jadi dengan Ronan dan Louise kan?"
"Iya, Hani dan Christopher juga ikut, mereka juga saling keterkaitan dengan bisnis ini"
__ADS_1
"Oh..jadi begitu.. seandainya kak Alena tidak ada disini, aku juga pasti akan menemani mu honey" ucap Kirana.
"Sudahlah, aku tidak apa-apa, lagi pula tidak lama"
"Iya sih..apa Zahra juga ikut?" Tanya Kirana perlahan.
"Memangnya kenapa, tidak percaya padaku?" Jawab Alfaro.
"Bukan..hanya bertanya saja, memang tidak boleh?"
Alfaro tersenyum lalu mencium bibir istrinya dengan lembut, saat ingin melanjutkan melu-matnya, suara dari seseorang membuatnya terkejut dan mengurungkan niatnya.
"Ini kawasan umum, jangan keterlaluan, ayo berangkat..!" Ucap Aliando yang tiba-tiba muncul di samping Alfaro.
"Daddy..dasar.!" Ucap Alfaro yang kemudian segera berlalu.
Kirana tertawa kecil, lalu kembali masuk untuk menyusul Alena dan Aisyah yang sedang bersiap. Tak lama kemudian mereka pun akhirnya berangkat untuk menghabiskan satu hati untuk jalan-jalan dan belanja, tentu saja dengan pengawalan ketat dari Edward dan beberapa pengawalnya.
*
Sementara itu Christopher sudah menuju ke perusahaan Eagle Company untuk ikut rombongan Alfaro menuju ke Bandara, tentu saja itu dilakuan untuk bisa berdekatan dengan Kekasihnya Louise.
Alfaro heran melihat Louise masih mondar-mandir saat diajak masuk ke dalam mobil yang sudah bersiap untuk berangkat.
"Eh tidak tuan Alfaro, hanya saja ini.."
"Ini Apa?"
"Ini Tuan..saya.."
"Saya apa?"
"Apa ya.."
"Kamu itu wanita paling cerdas di perusahaan saat ini, lalu kenapa ngomong saja jadi susah.." sahut Aliando yang kesal sendiri dengan kelakuan Sekretarisnya.
"Maaf tuan..saya_"
Tiba-tiba saja terdengar teriakan seseorang yang berlarian menuju ke arah Louise.
"Oh.. syukurlah..aku tidak terlambat, ayo ikut mobilku Louise..!" Ucap Christopher sambil mengatur nafasnya.
"Oh..jadi ini yang buat kamu jadi gangguan bicara, ya sudah sana pergi..dasar..!" Ucap Alfaro kemudian segera masuk ke dalam mobil dan sudah ditunggu oleh Ronan dan Hani.
Sementara Louise yang merasa tidak enak segera menatap horor laki-laki yang kini sudah menjadi kekasihnya.
__ADS_1
"Kenapa..?" Tanya Christopher tanpa dosa.
"Kau ini..hampir saja telat..dasar..membuatku pusing saja..ayo..!" Ucap Louise segera berjalan cepat menuju ke mobil Christopher.
"Honey..tunggu..!!"
"Berisik..!!" Sahut Louise tak kalah melengking.
Akhirnya perjalanan menuju bandara lancar dan kini semuanya sudah berkumpul lengkap, begitu juga dengan Zahra yang sudah tersenyum saat semuanya sudah berkumpul dan akhirnya terbang bersama.
Sampai beberapa waktu kemudian, sampai juga di kota tujuan, dan dengan mobil yang sudah siap membawa rombongan, akhirnya mereka menuju hotel mewah yang sudah di persiapkan.
"Kota Nantes memang sangat indah, bukan begitu?" Ucap Ronan.
"Hem..aku suka sekali, apa kita punya waktu untuk jalan-jalan nanti?" Tanya Hani.
Ronan melirik ke Alfaro yang tengah sibuk dengan handphone nya untuk mengecek keadaan istrinya.
"Bagaimana Faro?" Tanya Ronan.
"Apa?" Tanya Alfaro yang baru saja sadar akan pertanyaan Ronan.
"Bisakah kita nanti jalan-jalan?"
"Jalan-jalan?, Terserah..aku akan pulang tepat waktu, kalau kalian ingin tinggal lebih lama, tidak masalah!" Ucap Alfaro cuek dan masih melihat layar handphone nya.
Ronan mengerutkan kening, sementara Hani tersenyum melihat suaminya yang sedang jengkel dengan sahabatnya.
"Sudahlah..nanti kita jalan-jalan kalau memang ada waktu, kalau memang sibuk dan acara padat, lain kali saja kita ke sini berdua saja..oke?!" Ucap Hani kemudian, untuk memperbaiki suasana hati Suaminya.
Setelah semuanya sampai di Hotel yang dituju, masing-masing masuk kedalam kamar yang sudah disediakan, tentu saja semua kamar saling berdekatan untuk memudahkan segala urusan yang sifatnya emergency.
"Hati-hati, sebelah kamar mu kamar nona Zahra, jangan sampai salah masuk" ucap Ronan sengaja menggoda.
Alfaro hanya terdiam menatap dengan jengah sahabatnya, lalu segera masuk, begitu juga dengan Zahra yang hanya tersenyum sekejab, lalu segera membuka pintu kamar hotelnya.
Sementara itu di sudut ruang yang lain dan tidak jauh dari sana, seseorang sudah tersenyum saat mendapatkan laporan bahwa orang yang ditunggunya ternyata sudah sampai di sana sesuai perkiraan.
"Bagus.. berhati-hati lah kalian, ingat, kali ini aku tidak ingin ada gangguan apapun" ucap seseorang dengan tatapan tajamnya.
Dan beberapa orang itupun menunduk patuh, mereka segera keluar dari sebuah ruangan mewah untuk melanjutkan apa yang telah di perintahkan oleh sang Tuan.
Jangan lupa VOTE HADIAH LIKE dan KOMENnya.. Terimakasih sudah setia mengikuti cerita Author.
bersambung.
__ADS_1