
Saat ibu Aisyah, Hani dan Ronan hampir saya membuka pintu ruangan rapat, tiba-tiba mereka di kejutkan dengan suara dua orang yang sedang berbincang aneh menurut mereka.
"Itu suara Kirana kan?" Bisik Ibu Aisyah ke Hani, dan Hani pun mengangguk.
"Sh*it!, dan itu juga suara Alfaro..apa yang mereka lakukan..Dasar..!!" Ucap Ronan.
"Astagfirullah..Kirana, ada apa denganmu..!!" Ucap kesal Hani, dan..
BRAK
Apa yang kalian lakukan!!" Teriak Hani setelah membuka pintu dengan kasar.
Sontak Kirana dan Alfaro menoleh ke sumber suara bersamaan dengan raut wajah penuh heran.
"Kirana?" Ucap ibu Aisyah dan Hani bersamaan.
"Alfaro?" Ucap Ronan.
"Kalian ini kenapa?, Aku sedang mengobati luka Alfaro, mau minta tolong Ronan tadi gak ada, terpaksa aku yang membalutnya" ucap Kirana kemudian dan membuat ketiga orang itu memasang wajah konyol dan serba salah.
"Oh..jadi begitu, maaf kami salah sangka..ya sudah lanjutkan dulu hehe.." ucap Ronan yang akan keluar lagi, diikuti oleh senyuman bersalah dari Ibu Aisyah dan Hani.
"Eh tunggu...Ronan, kau bisa lanjutkan ini, kenapa malah pergi, Ronan!!..kalian tunggu!!" Teriak Kirana yang heran dengan ketiga orang yang pergi begitu saja meninggalkan dirinya.
"Sudah..kalau kau keberatan, biar aku balut sendiri"ucap Alfaro.
"Mana bisa, tanganmu cuma satu yang bisa kamu pakai, sudah sini...biar aku selesaikan, tinggal sedikit, lagian kau ini dapat luka seperti ini dari mana, berkelahi?"
"Begitulah, Viona dan anak buahnya membuat kerusuhan di Agensi, aku mencegahnya dan terpaksa harus menggunakan kekerasan untuk mengatasinya" ucap Alfaro menjelaskan.
"Ha?!, Kok bisa, bukannya Viona juga memegang kendali di Agensimu?" Sahut Kirana terheran.
"Sekarang tidak, Agensiku akan aku urus kembali di bantu Ronan, dan Viona masih sakit hati dengan keputusanku"
"Jadi kau putuskan memecat Viona begitu?"
"Tidak, Viona tetap aku ijinkan bekerja disana, tapi bukan sebagai penentu kebijakan lagi"
"Oh, jadi karena itu dia tidak bisa terima?"
"Bukan"
"Lalu?"
"Karena aku memutuskan hubungan kami" ucap Alfaro.
Kirana terkejut dan sesaat tangannya terdiam menghentikan aktifitasnya, entah apa yang dirasakan Kirana kini, yang jelas ada perasaan lega di hatinya saat mendengar Alfaro mengambil keputusan untuk menyudahi hubungannya dengan Viona.
"Kirana..ada apa, kau melamun?" Tanya Alfaro.
__ADS_1
"Oh, maaf, tidak..aku hanya..sudahlah.. sebaiknya kau hati-hati, sepertinya dibelakang Viona ada orang-orang kuat dan berkuasa" ucap Kirana masih sibuk membalut luka Alfaro.
Tak lama kemudian..
"Sudah selesai, nanti dirumah ganti balutannya kalau terkena air, insyaallah..tiga harian lukanya sudah baikan..kamu bisa melepas balutannya" ucap Kirana.
"Makasih..kau masih sangat baik dengan ku, padahal aku begitu menyakitimu Kirana.. maafkan aku, ada hal yang tidak bisa aku hindari dan terpaksa harus meninggalkanmu" ucap Alfaro.
"Aku sudah memaafkan mu sebelum kau minta...bukan untukmu, tapi lebih untuk ketenangan jiwaku, memaafkan memang tidak mudah, tapi bukan berarti tidak bisa kita lakukan" ucap Kirana.
"Kenapa kau bisa semudah itu memaafkan ku?"
"Butuh kesadaran penuh saat melakukannya, apa kau tau..Kebencian, kesombongan, iri hati dan dengki adalah Racun yang sangat mematikan..itu bisa merusak iman mu, menggerogoti pikiranmu dan bahkan menghancurkan fisikmu secara perlahan-lahan, aku tidak ingin parasit semacam itu tumbuh dalam diriku" ucap Kirana.
Alfaro menunduk, ada raut penyesalan dalam dirinya.
"Aku sangat malu dengan Allah atas semua yang aku lakukan selama ini, apa dia masih mau mengampuniku?"
"Allah memaafkan hambanya yang banyak dosa tanpa menyebutkan sebagai orang-orang pendosa, melainkan tetap menyebutkan sebagai hambanya dengan lembut, bahkan saat kita melakukan dosa, diam-diam dimalam hari Allah berbisik kepada sang malaikat..jangan catat dulu, mungkin besok dia bertaubat..Sebesar itu kasih sayang Allah kepada hambanya Faro..tidak ada kata terlambat untuk bertobat"
Alfaro terkejut dengan apa yang dikatakan Kirana, seketika rasa gundah dihatinya perlahan terangkat, senyumannya mulai nampak dalam pandangan Kirana.
"Jangan tersenyum seperti itu padaku, kau bisa menggoyahkan imanku" ucap Kirana.
"Oh..maaf Kirana, aku hanya merasa sangat bahagia"
**
Di sebuah ruangan rahasia yang sangat besar, seseorang penguasa dunia Mafia sedang melihat sebuah maha karyanya tentang menciptakan sebuah kekuatan yang bisa di masukkan ke dalam tubuh manusia, disana terlihat seorang manusia percobaannya kali ini mampu disatukan dengan kekuatan supranatural dari seseorang yang di ambil darahnya untuk dimasukkan kedalam tubuhnya, dan hasilnya sangat mengerikan.
Orang itu menunjukkan perubahan kekuatan yang luar biasa, namun disisi lain dia mengalami perubahan fisik yang mengerikan, bentuknya hampir mirip gorila yang tidak berbulu dan mempunyai sayap.
"Bagaimana tuan, bahkan dia juga bisa terbang"
"Bagus..ini sangat indah, tapi sayang, perubahan bentuk itu masih terjadi dengan permanen..sempurnakan lagi, aku ingin perubahan fisik tidak terjadi kalau tidak menggunakan kekuatannya"
"Kami akan berusaha lagi tuan, tapi kami butuh tubuh manusia hidup untuk terus melakukan uji coba"
"Tenang saja, itu urusanku..aku akan menggunakan tubuh orang-orang yang pantas mati bagiku" ucap sang penguasa dunia hitam.
"Lalu tuan, bagaimana dengan mayat manusia yang mempunyai kekuatan supranatural dan sudah kita ambil darahnya?" Tanya anak buahnya lagi.
"Kubur saja mereka, atau buang ke mana terserah, asal jangan sampai tercium oleh siapapun" Jawabnya.
**
Diskusi tentang kerjasama yang akan dilakukan dengan ibu Aisyah berjalan dengan lancar, bahkan inovasi-inovasi baru bermunculan dan bisa di kolaborasikan dengan baik hingga membuat keunikan yang nantinya di harapkan bisa menarik konsumen dengan cepat.
"Aku puas sekali dengan ide-ide kalian anak muda, rasanya mood booster ku kembali lagi, dan membuatku semangat melakukan even terbesar ini" ucap Ibu Aisyah.
__ADS_1
"Rasanya hampir mirip dengan orang yang sedang kasmaran ya Bu" celetuk Hani.
"Eh.. jangan bicara yang tidak-tidak, kalau maksudmu menyindirku karena kedatanganku dengan sorang laki-laki tadi, kalian salah paham, dia cuma berniat membantuku saja, tidak lebih" ucap Bu Aisyah.
"Itu kan awalnya Bu" sahut Ronan sambil tersenyum.
"Memang ada akhirnya?" Tanya Bu Aisyah.
"Kalau itu terserah Anaknya juga kan Bu, iya kan Faro?" sahut Ronan.
"Maksudnya?" Ucap Alfaro.
Alfaro mengerutkan alisnya, masih tidak mengerti apa yang diomongkan oleh Ronan sahabatnya, begitu juga Kirana yang masih tidak nyambung sama sekali dengan pembicaraan Hani dan Ronan.
"Tadi Bu Aisyah kesini diantar oleh laki-laki dan se payung berdua, romantis nya.." ucap Hani dengan mata berkedip cantik ke arah Bu Aisyah.
"Oh..jadi begitu, wah..aku ketinggalan kabar terbaru ni" sahut Kirana.
"Lalu apa hubungannya denganku?" Tanya Alfaro masih tak mengerti.
"Laki-laki itu yang berhubungan denganmu Faro" ucap Ronan.
"Kok bisa?"
"Dia Daddy mu!"
Byur..
Alfaro terkejut, Air dalam gelas yang hampir saja masuk dalam mulutnya, langsung menyembur keluar dan kini membasahi bajunya dan juga baju Ronan.
Sontak Hani, Kirana dan Ibu Aisyah tertawa melihat apa yang tengah terjadi dengan Alfaro, berbeda dengan Ronan yang mendengus kesal karena menjadi korban perbuatan sahabatnya.
Kirana segera berdiri mengambil tissue dan mengganti air minum Alfaro kembali, sedangkan Ronan masih melongo dengan apa yang dilakukan Kirana untuk Alfaro yang tanpa sadar membantu membersihkan baju atasan Alfaro yang basah.
"Ehem..bukan mahram, dilarang pegang-pegang!!" Celetuk Hani membuat Kirana terjingkat kaget dan tersadar, lalu segera menjauh dari Alfaro.
"Nanggung Kirana, sekalian aku juga ni..kamu bantu nge lap" sahut Ronan.
BUK, BUK
dua lemparan sebuah benda dari Alfaro dan Hani mendarat sempurna di kepala Ronan, hingga membuatnya berteriak dan meringis kesakitan.
"Kalian keterlaluan!!" Teriak Ronan masih menggosok kepalanya yang sakit, Semuanya terkekeh melihat penderitaan Ronan.
Ibu Aisyah segera mengakhiri pertemuan hari ini, lalu mengajak makan siang bersama sebelum nantinya kembali ke tempat kerja masing-masing.
Bersambung.
Yuk Buruan VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMEN.
__ADS_1