
Semua mata kini tertuju pada sosok yang menggunakan jubah hitam dan serba tertutup, hingga kemudian semua membelalakkan mata ketika orang misterius itu membuka jati dirinya.
"DADDY.." Ucap Alfaro dan Kirana bersamaan dan tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Sementara semua orang yang melihatnya sangat terkejut dengan sosok Aliando yang telah dikabarkan mengalami kelumpuhan akibat sebuah kecelakaan dahsyat yang terjadi beberapa bulan yang lalu.
Viona masih menatap bingung dengan apa yang dilihatnya saat ini.
"Tuan Aliando..bagaimana mungkin dia bisa sembuh secepat ini" batin Viona
Alfaro segera berdiri dan berlari menghampiri keberadaan Daddy-nya, memeluknya dengan erat lalu mengajaknya duduk bersamanya.
Kirana menyambut kedatangan Aliando dengan senyuman bahagia, memeluknya sekejab dan kini mempersilahkan duduk disampingnya, acara Jumpa Pers dilanjutkan kembali.
Aliando kini tersenyum miring menatap Viona yang masih berdiri di tempatnya.
"Selamat bertemu kembali dengan saya para wartawan semua, saya sangat senang hari ini di beri kesempatan untuk mengungkap kebenaran yang berhubungan dengan nama baik anak saya Alfaro Rich Eagle" ucap Alindo.
Segera dirinya membuka sebuah dokumen yang menyatakan bahwa seorang dokter spesialis kandungan yang memeriksa Viona Fernandez telah memalsukan hasil pemeriksaannya dikarenakan paksaan dan ancaman.
"Bohong..itu semua adalah rekayasa anda tuan Aliando, hanya karena anda ingin menyelamatkan nama baik anak anda bukan?!" Teriak Viona berusaha menyangkalnya.
"Jangan asal bicara Nona Viona Fernandez.. aku beri kesempatan dirimu untuk mengakui semuanya dan akan aku hentikan sampai disini, atau kau memilih kehancuran mu sendiri" ucap Aliando dengan menatap tajam Viona.
"Berani anda mengancam ku di depan semua orang?!" Sahut Viona tidak mau kalah.
"Baik..sepertinya anda sudah menentukan pilihan, selain bukti yang aku bawa ini, masih ada satu lagi pertunjukkan sebuah video yang durasinya tidak begitu panjang, tapi aku yakin bisa membuat semua orang bisa berpikir sendiri, seperti apa seorang Viona Fernandez yang sebenarnya" ucap Aliando.
"Dad?!" Ucap Alfaro.
"Tenanglah..semua akan selesai hari ini juga" ucap Aliando.
Dan sesaat kemudian sebuah video hasil dari rekaman Cctv yang ada disebuah hotel mewah tampil di layar, dan apa yang terjadi?
Semua orang di buat hampir tidak bisa bernafas, Kirana sampai memejamkan mata tidak tahan melihat apa yang tengah dilakukan oleh Viona, begitu juga dengan Alfaro yang menepiskan pandangannya.
Viona jatuh terduduk, bibirnya terasa Kelu, sesaat kakinya tiba-tiba lemas dan seakan tidak kuat untuk menahan tubuhnya.
"Tidak...ini tidak mungkin..tidak..aku tidak mungkin melakukan hal itu.. tidak...Tidak..!!' Viona berteriak histeris, tayangan Video yang sangat memalukan dan ditayangkan live itu sontak menuai hujatan dari semua orang yang melihatnya.
Viona semakin ketakutan, dia pun sekuat tenaga menggerakkan tubuhnya dan berlari meninggalkan tempat konferensi Pers yang masih berlangsung.
Sebuah rekaman video yang didalamnya ada seorang wanita yaitu Viona Fernandez sedang bersetubuh dengan kakaknya sendiri Vaden Fernandes dengan sangat brutal di sebuah kamar hotel.
Seketika kabar beredar di semua media masa, Vaden yang juga melihat berita itu sangat terkejut, Kedua adik dan kakak itu bahkan menuai kutukan dari semua orang,
*
__ADS_1
Aliando kini sudah duduk di ruang tengah Mansionnya, mempersiapkan diri untuk bercerita tentang kejadian yang sebenarnya.
"Maaf, aku tidak pernah memberitahu kabar baik ini ke kalian, karena aku ingin membuat kejutan"
"Alhamdulillah Daddy..aku sangat bersyukur Daddy sudah sembuh..urusan yang lain aku tidak perduli" sahut Alfaro saking senangnya melihat keadaan Aliando yang sudah pulih kembali.
"Iya Dad.. Alhamdulillah.." ucap Kirana yang baru saja duduk membawa minuman untuk dinikmati.
"Alhamdulillah..semua karena pertolongan Allah SWT lewat orang-orang hebat seperti keluarga Nugraha, aku sangat kagum dengan kekuatan tenaga dalam kyai Rahmad dan juga Alex, sungguh luar biasa" jawab Aliando.
"Kalian harus lebih berhati-hati mulai sekarang, aku yakin Vaden dan Viona Fernandez tidak akan tinggal diam setelah apa yang terjadi Hari ini, tentu kalian juga sangat penasaran bagaimana Daddy mendapatkan semua bukti itu bukan?"
"Iya Dad, itu yang ingin kami ketahui?" ucap Alfaro.
Sebelum aku pergi, aku menyadari akan bahaya yang mengancam kalian berdua, dan itu berada dari Vaden dan juga Viona, untuk itu aku meminjam orang terlatih anak buah Alena dan Edward untuk menyelidiki mereka berdua, dan hasilnya luar biasa bukan, seperti yang kau lihat hari ini"
"Ohh, jadi begitu?" Ucap Alfaro terkejut.
"Terimakasih Dad, walaupun kau sakit masih memikirkan kami" ucap Kirana sambil memegang tangan ayah mertuanya.
Melihat apa yang dilakukan istrinya, Alfaro segera menyahut tangan Kirana dan mengganti dengan tangannya, Aliando tertawa melihat kelakuan anaknya, sementara Kirana tersenyum kecut sambil menarik nafas panjangnya.
"Pegang tanganku saja, biarkan aku yang memegang tangan Dady" ucap Alfaro sambil tersenyum tengil.
"Dasar!" Sahut Kirana dan segera berdiri untuk membantu menyiapkan kamar untuk ayah mertuanya.
"Aku tau Dad, tapi hatiku tidak rela saja kalau dia lebih memperhatikan orang lain daripada aku suaminya" jawab Alfaro membuat Aliando makin tertawa.
**
Kebahagiaan Alfaro dan Kirana rasanya lengkap sudah dengan kedatangan Aliando Runcel Eagle, setelah memastikan sang Daddy beristirahat dimalam hari, Alfaro bergegas masuk ke dalam kamarnya.
Kirana yang sedang membuka laptopnya tersenyum melihat kedatangan suaminya, "Bagaimana keadaan Daddy?" Tanya Kirana sambil menutup laptopnya.
"Baik, Daddy sudah beristirahat barusan, baru aku tinggal kesini" ucap Alfaro yang kini sudah membelai lembut rambut istri nya, "mulai sekarang kamu harus lebih berhati-hati, Vaden dan Viona tidak akan tinggal diam" ucap lirih Alfaro.
"Siap honey..kau juga harus selalu berhati-hati" ucap Kirana sambil memindah duduknya dan kini sudah ada dipangkuan Suaminya.
"Sepertinya istri cantikku ini merindukanku, Apa kau ingin kita bertarung malam ini?"
"Apa kau takut?"
"Takut?" Ungkap Alfaro tersenyum geli, "Tidak ada kata takut dalam kamus percintaan ku denganmu honey" ucap Alfaro yang kini sudah menyerang Kirana dengan sangat ganas.
(WARNING, 21++)
Len-guhan suara Kirana mulai terdengar berkali-kali saat tangan nakal suaminya kini tengah bermain di dalam miliknya.
__ADS_1
"Sshh..honey...ohh" lirih suara Kirana diikuti dengan tubuhnya yang mulai menggeli-njang.
Kirana pun tidak mau kalah, kini gantian tangannya yang mulai mencari sesuatu yang tegang dan rupanya sudah berdiri kokoh di bawah sana, dengan lembut tangannya menyapa, sesekali membelainya dengan lembut.
"Ouhh.. honey..emhh" desa-han dari bibir Alfaro akhirnya terdengar.
Rupanya Alfaro ingin memberikan sensasi yang berbeda, dibawa nya tubuh istrinya berdiri dan menempel di sebuah jendela kaca yang sangat besar didalam kamarnya.
Kirana terkejut dengan apa yang dilakuan suaminya, "honey..apa yang kau lakukan?!" Ucap lirih Kirana.
"Membuatmu menjerit malam ini..bersiaplah Honey.." ucap Alfaro lalu segera melu-mat bibir istrinya dengan lembut dan menuntut, pagu-tan dan gigitan yang dia lakukan mampu membuat Kirana terasa melayang.
Masih dengan posisi berdiri, keduanya kini sama-sama tidak memakai sehelai benangpun di badannya, tubuh mereka polos, dengan penerangan lampu yang diubah temaram, membuat suasana semakin nyaman dan romantis.
Alfaro menjelajahi tubuh istrinya, kini dirinya berjongkok dan bermain apik di bagian bawah istrinya yang selalu membuatnya mabuk, permainan lidah dan hisapan kuatnya membuat Kirana menjerit tidak karuan.
"Honey...!!, Ohh, aku tidak kuat lagi..!" Teriakan indah keluar dari bibir Kirana, hingga lendir hangat kini memenuhi lubang surgawi nya.
Alfaro tersenyum dan mengehentikan aktifitasnya, dia tidak ingin ledakan dari hasrat istrinya tidak dibarengi oleh miliknya.
"Giliran mu membuatku panas honey.." bisik lirih Alfaro ditelinga Kirana yang masih terengah-engah mengatur nafasnya.
Rupanya Kirana sudah banyak belajar dari mantan sang Casanova, kini dirinya segera bergerak menjelajahi tubuh suaminya, gantian Kirana mendorong tubuhnya menempel ke jendela kaca.
"Ough..sshh..yes honey..good job" ucap Alfaro saat tangan Kirana mulai meremas, membelai dan mengo-cok sesuatu yang besar dan benar-benar berdiri kokoh siap menerjang dirinya.
Tidak tahan lagi dengan apa yang dilakukan istrinya, Alfaro segera mengambil alih kembali permainan, posisi Kirana kembali menempel di sebuah jendela kaca, kedua tangan istrinya di angkat oleh cekalan tangannya.
Kedua bukit kembar yang makin menonjol terlihat begitu sempurna, Alfaro segera melahapnya hingga Kirana makin mende-sah tidak karuan.
Alfaro tersenyum sesaat, melihat istrinya begitu sangat tidak bisa menahan diri, perlahan sang pusaka di masukkan dengan mengangkat satu kaki istrinya, tidak mendapatinya ruang yang cukup, kini Alfaro mengangkat tubuh Kirana dan sang pusaka berhasil mele-sak masuk dengan sempurna.
Seketika suara era-ngan tertahan dari bibir Kirana terdengar indah, dan kemudian irama gerakan ero-tis dari keduanya saling menyempurnakan satu sama lain, semakin cepat sang pusaka keluar masuk menerjang kedalam.
"Ohh..yes honey..sebentar lagi..oughh" bisik Alfaro yang masih mengguncang tubuh istrinya.
Dan akhirnya jeritan kenikmatan tidak bisa lagi dihentikan, teriakan cukup keras keduanya terdengar hampir bersamaan.
Sekali tidak akan pernah cukup bagi Alfaro, permainan pun dilanjutkan dengan merebahkan sang istri diatas kasur, dan untuk seterusnya aktifitas panas pun terus di lakukan di semua tempat, hingga keduanya terkulai lemas diatas karpet bulu yang tebal dengan berbalut satu selimut yang sama.
Mohon maafkan Author Gaes.. kalau kali ini terlalu panas, mohon bijaklah dalam membaca karena sudah ada peringatan sebelumnya.
Yuk..menuju Vaden Viona menuai hasil dari perbuatannya..yang penasaran harap bersabar.
Jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMEN selalu ditunggu.
Bersambung.
__ADS_1