SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 127


__ADS_3

Louis segera bersiap untuk berangkat ke perusahaan besar yang menguasai kota Paris, dimana lagi kalau bukan gedung perusahaan Milton Company.


"Sebaiknya tidak usah bawa mobil sendiri Louis, kita berangkat bersama saja, sekalian Ronan sebentar lagi juga akan tiba" ucap Alfaro.


"Baik tuan, jadi kita satu mobil dengan Ronan?" Tanya Louise.


"Iya, kita bisa membicarakan pekerjaan juga saat di perjalanan, waktu akan lebih efektif, kau mengerti kan maksudku?" Ucap Alfaro.


"Saya mengerti" jawab Louise yang tentu saja tidak bisa menolak dan harus menjalani perjalanan satu mobil bersama dengan Ronan.


Tak lama kemudian Ronan sudah sampai di perusahaan tepat seperti yang di perkirakan, ketiganya akhirnya segera berangkat menuju Milton Company agar sampai di sana tepat waktu.


"Sudah kau cek ulang semua file yang harus kita bawa Louise?" Ucap Alfaro memperingatkan.


"Tadi sudah saya cek ulang sebelum kita berangkat dan saya pastikan semuanya sudah lengkap Tuan Alfaro" jawab Louise.


"Sepertinya kau sudah terbiasa mengurus segala sesuatunya sendiri setelah kepergian ku Louise?" Sahut Ronan.


"Tentu saja, memangnya aku harus mengandalkan siapa lagi" jawab Louise.


"Syukurlah kalau begitu, kau memang bisa diandalkan, aku meninggalkan Alfaro jadi tidak khawatir lagi" ucap Ronan.


Tak berapa lama kemudian, tanpa terasa sudah sampai di tempat tujuan. Ketiganya segera turun dan di sambut oleh beberapa pegawai yang memang di perintahkan untuk menyambut kedatangan mereka.


Memasuki gedung yang begitu megah, membuat Louise berdecak kagum, berjalan sambil menikmati pemandangan dan arsitektur unik nan indah di dalam perusahaan, hingga tanpa sengaja..


BRUG


"Aw..!, Aduh.." teriak Louise saat dirinya hampir saja terjatuh karena menabrak seseorang, sementara Alfaro dan Ronan yang sudah jauh tidak menyadari yang terjadi dengan Louise.


"Maaf Nona_LOUISE.?!!" Ucap sosok laki-laki yang di tabrak oleh Louise.


Sementara Louise ikut tersentak kaget saat seorang laki-laki yang dia kenal sudah menarik tubuhnya yang hampir terjatuh.


"CHRIS..?" Ucapnya lirih, dan kemudian Louise segera membenarkan posisinya.


"Maaf, aku tidak sengaja, kau baik-baik saja?" Tanya Christopher.


"Ya ..tentu saja, sorry..aku duluan, sudah ketinggalan tuan Alfaro" jawab Louise yang segera berlari meninggalkan Christopher tanpa basa basi lagi.

__ADS_1


"Sial..kenapa juga harus bertemu Christopher dengan cara seperti tadi, menyebalkan.." batin Louise yang terus melangkah cepat menuju ruang pertemuan.


Begitu juga dengan Christopher Nolan yang sempat tertegun melihat sikap Louise yang semakin jauh berbeda dan sepertinya berusaha untuk menghindarinya. Christopher menarik nafas panjang lalu kemudian segera melanjutkan langkahnya kembali.


Pertemuan ke empat perusahaan akhirnya telah terjadi, sudah hampir satu jam rapat telah dilakukan, dan akhirnya kesepakatan kerjasama telah di tanda tangani.


"Semoga kerja sama yang akan kita lakukan membawa kemajuan di perusahaan kita" ucap Zahra sebelum mengakhiri rapat penting siang itu.


"Amin..saya pribadi berharap demikian" sahut Ronan.


"Semoga kedepannya perusahaan kita akan lebih besar lagi dengan kerjasama yang baik dan saling mendukung satu sama lain" ucap Alfaro menambahkan.


"Tujuan yang sama di tambah saling menjaga kepercayaan, bisa dipastikan keinginan perusahaan kita akan terlaksana" sahut Christopher Nolan yang saat itu juga sedang melihat ke arah Louise yang sibuk dengan laptop di yang ada didepannya.


Zahra yang telah mengambil tempat duduk tepat di samping Alfaro sejak awal menggeser tempat duduknya lebih dekat untuk menanyakan sesuatu. "Maaf tuan Alfaro..kalau tidak salah istri anda pemilik Agensi NAHA bukan?"


"Iya benar sekali, memangnya kenapa nona Zahra?" Tanya Alfaro sedikit penasaran dengan pertanyaan wanita yang ada didepannya.


"Oh tidak, saya berencana untuk membeli gaun pesta Mus-limah.. yah..persiapan jika ada undangan pesta sewaktu-waktu, dan saya lihat di media sosial, Agensi NAHA juga mengeluarkan rancangan-rancangan luar biasa gaun khusus wanita mus-lim, benarkah?"


"Anda benar sekali, saya persilahkan Anda untuk datang di beberapa butik milik Agensi NAHA, biar nanti akan saya sampaikan ke Kirana istri saya" jawab Alfaro.


"Silahkan Nona.." jawab Alfaro dan kemudian keduanya berbincang ringan, di temani oleh Ronan.


Sementara itu, Louise yang tengah memasukkan beberapa data hasil dari pertemuan ke laptop, dikejutkan dengan kedatangan seseorang.


"Sepertinya kau sibuk, mungkin aku bisa membantu?"


"Ha..oh Christopher..tidak perlu, ini sudah tugasku dan sudah biasa aku lakukan, maklum aku hanya sekretaris disini, tidak seperti Nona Zahra" sahut Louise tanpa menoleh ke arah Christopher dan masih memainkan jari jemarinya menyelesaikan data yang ada di laptop.


"Aku rasa pertanyaan ku tidak ada hubungannya dengan Zahra" jawab Christopher Nolan.


"Benarkah?, Aku hanya takut kamu lupa, kalau wanita yang kau ajak bicara ini, bukan pemilik perusahaan atau seorang Bos, tapi hanya_"


"Wanita yang memberikan ciu-man pertamanya" sahut Christopher Nolan.


Sontak semua terdiam dalam keterkejutan dengan perkataan yang keluar dari mulut Christopher begitu saja, kini semua tatapan mata tertuju pada dua insan yang sedang membicarakan ciu-man pertama.


"Kau_!" Teriak Louise yang menahan kaget dan malu.

__ADS_1


Christopher Nolan segera tersenyum kearah semua mata yang memandangnya, "Maaf..hanya salah paham saja" ucap Christopher berusaha menormalkan suasana kembali.


Dan Louise kini sudah berdiri, keluar dari ruangan itu setelah meminta izin untuk pergi dari ruangan dan kembali ke perusahaan lebih dulu.


Christopher juga segera pamit ke semua rekan bisnisnya dan juga Zahra, untuk segera kembali ke perusahaan.


Ditengah teriknya sinar matahari, Louise yang ingin segera mendapat taksi di pinggir jalan, mengumpat beberapa kali karena tidak berhasil mendapatkannya, akhirnya Louise menyerah dan akhirnya mencari taksi online sambil berdiri mencari tempat yang teduh.


Senyumnya langsung mengembang saat taksi online yang di pesannya sudah tiba dan menghampirinya, hingga detik berikutnya keadaan berubah total, saat tiba-tiba saja tangan seorang laki-laki menariknya dan memasukkan dirinya secara paksa ke dalam mobilnya.


"Buka pintunya Chris.. apa-apaan kau ini!" Teriak Louise.


"Diamlah..aku akan mengantarmu ke perusahaan, pakai sabuk mu"


"Tidak mau..buka pintunya, aku ingin keluar dan naik taksi, buka Christopher Nolan!" ucap Louise lagi.


Bukannya membuka pintu mobilnya, Christopher Nolan malah mendekatnya tubuhnya ke arah Louise, hingga membuatnya terkejut. "Apa yang kau lakukan..!!" Teriak Louise menahan tubuh Christopher dengan kuat.


Ceklek


Suara sabuk pengaman telah di pasang oleh Christopher Nolan.


"Aku hanya memasang kan sabuk pengaman mu, jangan berharap aku akan menci-um mu" sahut Christopher yang kemudian segera melajukan mobilnya.


"Dasar..pe-maksa" gumam Louise.


"Aku bisa mendengar mu Louise, dan ada yang ingin aku tanyakan padamu" ucap Christopher.


"Silahkan saja..tapi kalau yang kau tanyakan soal ciu-man waktu itu, aku pastikan kau tidak akan mendapat kan apapun" ancam Louise dengan wajah yang dongkol.


Christopher tertawa kecil sambil menatap Louise yang kelihatan sangat lucu dengan ekspresi wajah sekarang ini. Louise semakin di buat kesal dengan tingkah Christopher lalu memukulnya beberapa kali, hingga kemudian.


Ciiit.. Brug..


Rupanya ada beberapa mobil yang sengaja menabrak untuk menghentikan mobilnya dan kini sudah menghadang.


Ayo SENIN waktunya VOTE VOTE VOTE.. Jangan lupa ya, ditunggu juga HADIAH, LIKE, dan KOMENnya.


Ketik: Sinho Channel di YouTube, untuk menikmati Cerpen-cerpen karya Author yang tak kalah seru.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2