SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 84


__ADS_3

Kirana melakukan pertemuan penting dengan perusahaan yang ingin bekerjasama dengannya, sebuah perusahaan besar yang kebetulan diincarnya karena berperan penting di perusahan Fernandez Company.


"Baiklah Nona Kirana, aku setuju dengan kerjasama yang akan kita lakukan, dengan semua persyaratan yang anda ajukan" ucap pemilik perusahaan Fardat Kertoz.


"Baik tuan Fardat, saya hanya ingin kerjasama murni perusahaan anda, tidak di campur adukan dengan perusahaan yang bekerjasama dengan anda, terutama perusahaan Fernandes Company" ucap Kirana.


"Kenapa?, Apa anda ada masalah dengan Vaden Fernandez, dia adalah seorang pekerja keras menurut saya" tanya Fardat.


"Saya harap anda tidak tertipu dengan apa yang hanya tampak di depan mata tuan Fardat, untuk itu kita perlu berhati-hati" ucap Kirana sambil menatap Fardat Kertoz yang terlihat semakin penasaran dengan apa yang Kirana katakan.


"Kau hanya tidak mengenal Vaden saja nona Kirana, dia itu orang yang baik, kami lama bekerjasama dan tidak pernah ada kendala" ucap Fardat Kertoz.


Kirana tersenyum, kemudian dirinya menunjukkan data penting yang ada di laptop nya, Kirana menekan enter dan muncullah semua data tentang keuangan Vaden Fernandes yang mencengangkan, bahkan Fardat Kertoz tidak percaya akan hal itu.


"Apa ini?" Ucap Fardat saat melihat banyaknya data pencucian uang yang dilakukan disana, bahkan dia tidak menyangka bahwa Vaden adalah salah satu anggota Mafia yang berkedok seorang pengusaha.


"Ya Tuhan..siapa sebenarnya Vaden Fernandes?" Tanya Fardat Kertoz terkejut bukan main.


"Untuk itu saya ingin membuka mata hati anda tentang Fernandez Company, itu hanya perusahaan yang di gunakan untuk menyamarkan pencucian uang ilegal yang di dapatkan Vaden dalam penjualan barang-barang terlarang, saya sudah mempelajari hal ini beberapa Minggu yang lalu, dan hasilnya..sungguh luar biasa" ucap Kirana.


"Brengsek..dia.menggunakan perusahan-perusahaan besar untuk menyamarkan kebusukannya" kata Fardat Kertoz dengan tangan mengepal.


"Tuan Fardat jangan percaya dengan saya begitu saja, selidiki semua informasi yang sudah saya berikan, sebenarnya ini masih belum seberapa, nanti akan saya bagi lagi informasi mengejutkan tentang Vaden Fernandez disaat yang tepat, tuan" sahut Kirana.


Dan pertemuan itu pun akhirnya selesai dengan Hasil yang cukup memuaskan bagi Kirana.


**


Sementara itu di perusahan Eagle Company, nampak Alfaro dan juga Ronan tengah mengatur strategi agar kali ini mampu menembus kerjasama beberapa pemilik perusahan Besar yang ada di belakang Fernandez Company.


Alfaro di temani oleh Ronan sudah menyambut hangat kedatangan seorang tamu yang Rupanya pemilik dari perusahaan besar Artes Hotler dari perusahaan Hotler Company.


Perbincangan serius tentang kerjasama perusahaan kini sedang berlangsung, baik Alfaro maupun Ronan sebisa mungkin memberikan kesan terbaik dari perusahaan nya agar mendapatkan kontrak kerjasama sesuai yang di harapkan.


Hingga akhirnya diujung perbincangan, kata sepakat dari kedua perusahaan bisa terlaksana.


"Maaf tuan Artes, dalam kerjasama yang akan kita lakukan ini, saya berharap ada kerjasama yang jujur satu sama lain, saya tidak ingin secuil pun mengambil hak perusahaan anda, untuk itu kejujuran dan saling terbuka dalam kerjasama kali ini harus bisa kita jaga" ucap Alfaro.


"Tentu saja tuan Alfaro..saya akan melakukan nya, dan perusahaan kami juga menjaga akan hal itu" jawab Artes.


"Iya tuan, dan saya berharap anda juga berhati-hati saat ini dengan Fernandez Company"

__ADS_1


Deg


Sejenak Artes terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Alfaro.


"Oh itu..iya..tentu saja, memangnya anda mengetahui sesuatu tentang Fernandes Company?" Tanya Artes kemudian.


Lalu kemudian Alfaro menunjukkan rekaman kejahatan yang dilakukan oleh Vaden.


"Sh-it!, Jadi selama ini Vaden menipuku?" Ucap Artes seakan tak percaya dengan semua data yang dia lihat sekarang ini.


"Vaden adalah Mafia besar di balik embel-embel seorang pengusaha, dia hanya menggunakan perusahaannya untuk tameng atas semua tingkah busuknya, saya bisa saja menyerahkan semua ini ke pihak yang berwajib, tapi saya tuai itu tidak akan cukup"


"Maksud anda?"


"Orang seperti Vaden adalah orang-orang yang kuat menancapkan kekuasaannya di semua tempat, dia pasti mempunyai orang-orang yang ada di pemerintahan, untuk itu saya harus mempunyai bukti yang benar-benar kuat dan lengkap untuk menyeretnya dan menghancurkannya"


"Sialan..dia benar-benar orang yang sangat berbahaya, aku juga harus berhati-hati untuk melepaskan diri dari perusahaanya" ucap Artes adalah kekhawatiran nya.


Pertemuan itu pun segera berakhir, Alfaro memberikan beberapa saran ke Artes untuk lebih berhati-hati saat mengambil tindakan di dalam perusahaan Fernandez Company, karena Vaden tidak akan berpikir panjang untuk menyakiti siapapun yang membuatnya kecewa.


**


Satu bulan yang sangat melelahkan bagi Alfaro dan juga Kirana untuk melakukan semua rencananya, tapi semuanya tidak sia-sia.


CUP


Sebuah ciuman Alfaro mendarat sempurna di bibir Kirana disaat sedang mengotak-atik laptop di ruang tengah.


"Ish..honey..kau itu, masih banyak orang ini, main samber saja" sahut Kirana sambil melebarkan matanya memberikan peringatan.


Alfaro terkekeh, bukannya menjaga sikapnya, malah menarik istrinya ke pangkuannya.


"Honey!!" Pekik Kirana tekejut.


"Diamlah..aku sangat merindukan istriku, rasanya lama sekali kita tidak bisa bermesraan" ucap Alfaro sambil menelusup kan wajahnya di ceruk leher Kirana.


"Bukannya setiap malam kamu sudah memelukku, saat tidur pun kamu susah sekali melepaskan tubuhku, aku sering kerepotan kalau mau ke kamar mandi" ucap Kirana sambil memanyunkan kan bibirnya.


"Oh ya..bibir biasa saja, mau aku samber disini?"


"Ish..mulai ni" jawab Kirana waspada.

__ADS_1


Masih menikmati bau tubuh istrinya, Alfaro melihat ke dalam layar laptop yang di buat oleh Kirana, semua data tentang perusahaan Vaden rupanya sedang terpampang disana.


"Sebentar lagi saatnya kita akan mengguncang perusahaan Vaden Fernandes, dan kita akan menghadapi musuh yang tidak bisa di anggap enteng honey" ucap Alfaro.


"Hem, aku tau..kejahatan Vaden Fernandes tidak bisa kita biarkan lagi, dia sudah berbuat terlalu jauh terhadap kita selama ini, dia pikir kita diam dan takut padanya" jawab Kirana.


"Honey..kau tau..semakin kesini, aku semakin takut" ucap Alfaro.


"Dengan Vaden Fernandes?" Tanya Kirana.


"Tentu saja tidak, tapi kamu"


"Takut padaku?" Ucap Kirana.


"Bukan..aku begitu takut kehilanganmu, takut terjadi sesuatu denganmu seperti yang dulu aku alami, aku tidak sanggup lagi kalau sampai hal itu terjadi" jawab Alfaro.


Kirana bergeser menghadap suaminya, dilihatnya wajah Alfaro dengan lekat, senyuman kini mengembang di bibirnya, perlahan Kirana mendekatkan bibirnya dan mencium lembut bibir Alfaro.


"Tidak akan terjadi apapun denganku honey.. kalaupun nanti aku harus meninggalkanmu di dunia ini, kita akan bertemu juga di akhirat pada akhirnya, kematian pasti akan menjemput kita satu persatu..karena dunia ini memang sementara, untuk itu kita jangan sampai lupa mempersiapkan diri untuk kembali ke pada-Nya di alam kekal nanti" ucap Kirana.


Alfaro memeluk istrinya dengan erat, seakan tidak mau terlepaskan lagi.


"Aku tau, tapi aku rasanya belum siap kalau harus kehilanganmu" ucap lirih Alfaro.


"Aku tidak akan kenapa-napa honey... tenanglah, kita hadapi semuanya bersama, istrimu ini bukan wanita yang lemah, ingat itu" ucap Kirana sambil mengusap lembut punggung Alfaro.


"Aku tau,.kamu memang wanita yang kuat.. setiap malam itu juga terbukti" sahut lirih Alfaro.


"Apa..?!, Dasar kau..ish!"


Bug


Kirana melepaskan pelukannya dan mendaratkan satu pukulan di dada bidang suaminya yang sudah terkekeh melihat kekesalannya.


"Jangan tertawa, serius juga aku menanggapi omongan kamu, ujung-ujungnya malah kesana juga..!" Ucap Kirana.


"Aku jujur honey...kamu sekarang memang hebat di ranjang, kalau tidak percaya bagaimana kalau kita buktikan setelah ini?" Ucap Alfaro yang dengan cepat sudah menggigit telinga istrinya.


"Honey.!!" Geli ih, dasar..!" Teriak Kirana yang sudah disambut senyuman nakal Suaminya.


Bersambung.

__ADS_1


jangan lupa waktunya kasih VOTE sebanyak-banyaknya ya, HADIAH, LIKE, KOMEN juga jangan ketinggalan, dan dapatkan hadiah diakhir episode nanti.


PROMO: Sekilas tentang Ketiga Bocah kembar ada di channel YouTube, ketik: Cerpen SELEBAR DAUN KELOR by Sinho, jangan lupa mampir.


__ADS_2