
Sementara itu Christopher segera menghubungi Zahara, dan seperti yang ada dalam perkiraannya, kini Zahra dalam keadaan tidak baik-baik saja, terdengar tangisan Zahra pecah karena masalah yang sedang dihadapinya.
Hingga beberapa saat kemudian Zahra sudah berada di suatu tempat bersama dengan Christopher untuk menenangkan nya.
"Aku tidak tau, kenapa hidupku sangat menyedihkan sekali, bahkan ada seorang laki-laki yang menolak ku dengan tegas dan begitu menyakitkan bagiku" ucap Zahra.
"Tenanglah, sabar...hidup itu isinya kan sebagian besar memang ujian untuk mendewasakan kita" jawab Christopher.
"Sakit rasanya Chris, menyukai seseorang yang menolak ku dan bahkan mungkin sekarang malah membenciku karena apa yang sudah di lakukan oleh Deddy"
Christopher mengerutkan keningnya tidak mengerti, "kalau Alfaro menolak mu itu wajar, sudah ada Istrinya di hati dan hidupnya, bagaimana mungkin dia bisa memasukkan wanita lain lagi, tapi kalau soal Daddy mu, maksudnya bagaimana?" Tanya Christopher penasaran.
"Deddy membuat rencana untuk menyakiti Kirana dan Nona Alena" jawab Zahra sambil memijit kepalanya yang terasa sedikit pening.
"What..!!" Teriak Christopher terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Zahra.
"Iya, aku juga terkejut Daday melakukan hal itu, masalahnya..tuan Edward sudah datang dan memporak porandakan Mansion"
"Ya Tuhan, lalu bagaimana dengan Daddy mu, dia baik-baik saja?" Tanya Christopher cemas.
"Tentu saja tidak, aku tidak tau apa yang terjadi detail, tapi aku lihat Daddy sepertinya shock karena suatu kejadian yang menimpanya, bahkan para pengawal khusunya banyak yang terluka parah"
"Aku sudah menduga akan hal itu, sebaiknya kau peringatkan Daddy mu, hentikan tindakan konyolnya, jangan lagi berani berurusan dengan tuan Edward, apalagi sampai ingin menyakiti istrinya, kau tidak tau kekuatan macam apa yang mereka miliki"
"Apa mereka sangat kuat?" Tanya Zahra.
"Sudahlah, kau tidak akan bisa membayangkan nya, Alena dan Kirana bukan wanita yang lemah, walaupun terlihat kadang mereka begitu lembut, aku tidak bisa menjelaskannya padamu" jawab Christopher.
Zahra terdiam, dalam hatinya dia menjerit mendapati kenyataan bahwa Kirana memang wanita yang sangat luar biasa dan spesial di hati suaminya.
Christopher memperhatikan sahabatnya, nampak sekali Rona kesedihan yang ada di wajahnya, hingga kemudian dirinya merangkul Zahra dan menghiburnya.
"Sudah, kau itu juga wanita yang kuat, cantik dan spesial, lihat saja kemampuanmu memimpin perusahaan yang sangat besar ini, tidak ada bandingannya" ucap Christopher.
Zahra tersenyum, lalu kemudian dirinya segera mengusap air matanya yang menetes tanpa sengaja. "Makasih ya Chris, kau sahabat terbaikku, selalu ada disaat aku membutuhkan seseorang untuk membangkitkan semangat ku kembali"
__ADS_1
"Iya, tenang saja, aku bisa kau andalkan dalam hal ini, tapi_" ucap Christopher tertahan.
"Kenapa ?" Tanya Zahra terkejut.
"Aku sudah punya kekasih saat ini, kau tau sendiri kan?"
"Tentu saja, Louise kan?"
"Hem, dan dia kurang nyaman jika aku terlalu dekat denganmu, yah aku tau.. mungkin dia cemburu dan takut kalau kita ada hubungan lain, dan aku memakluminya..jadi_"
"Tenanglah..aku tau, kau bisa menjaga jarak dengan ku, jangan terlalu dekat seperti dulu, aku juga tidak ingin membuatmu serba salah dengan Louise, jaga perasaannya, jangan sampai menyesal" ucap Zahra.
"Yap..kau memang the best, terimakasih Zahra, aku selalu berdoa semoga kau segera menemukan orang yang sangat baik dan tepat untuk menjadi pendamping mu"
"Aamiin.. Thanks " sahut Zahra sambil tersenyum.
Dan akhirnya Christoper bisa pulang dengan tenang, setelah melihat keadaan Zahra yang jauh lebih baik dari saat pertama datang.
*
"Sepertinya aku terkenal juga di kalangan pegawai Agensi mu ini" ucap Alena.
"Begitulah..siapa yang tidak penasaran dengan putri satu-satunya dari keluarga Nugraha Hem..?"
"Ish kau ini, kau lupa..kalau kau juga salah satu putri dari keluarga Nugraha?" sahut Alena yang kini sudah duduk di kursi ruangan kerja Kirana sambil membaca beberapa buku yang ada di sana.
"Tentu saja aku akan mengingat itu seumur hidupku kak, karena hal itu sesuatu yang sangat berharga melebihi nyawaku" jawab Kirana yang kini sudah memeluk Alena manja dari belakang.
Alena tersenyum mendapati perlakuan Kirana, lalu menasehati nya untuk selalu berhati-hati me jalankan bisnis di negeri orang, kekuatan keluarga Nugraha untuk membantu ya saat ada sesuatu juga tidak bisa maksimal.
Kirana merasa sangat bahagia dengan perhatian yang di berikan oleh Alena, hingga kemudian datanglah Louise yang mengantarkan sesuatu dari perusahaan Eagle Company dan harus di tandatangani mengingat keduanya saling bekerja sama.
Ketiga wanita ini pun akhirnya berbincang, dimana pada akhirnya Louise memberanikan diri untuk konfirmasi tentang penyerangan yang terjadi dengan kedua wanita yang ada di depannya.
"Oh itu..benar, tapi hanya insiden kecil saja, tidak usah di pikirkan" jawab Alena dengan santai.
__ADS_1
"Tenanglah Louise, kita akan baik-baik saja, tidak akan mudah mereka menyentuh kami, kau pasti paham kan?"
"Iya.. syukurlah, tapi aku juga sangat takut, soalnya yang kalian hadapi adalah Harry Milton pemilik perusahaan berkuasa saat ini di Paris, dan sedang bekerja sama dengan kita" sahut Louise.
Alena tersenyum dan kemudian memberikan nasehat untuk berhati-hati saat bekerja sama dengan Harry Milton, karena pada dasarnya dia bisa menggunakan berbagai cara untuk mencapai semua tujuannya.
**
Zahra baru saja tiba di Mansion dan masuk dengan jalan yang pelan karena fisiknya yang terlalu lelah untuk hari ini. Duduk didepan kaca melihat bayangannya sendiri terasa kembali mengingat masalahnya, hingga tak terasa air matanya menetes.
"Kuatlah Zahra..kau bukan wanita lemah" batin Zahra berusaha menyemangati dirinya sendiri.
Sementara itu, Harry yang baru saja keluar dari kamarnya, berjalan masuk menemui Zahra di kamarnya yang terlihat baru saja mengusap air matanya.
Harry meminta maaf kepada putri satu-satunya sambil duduk dan menatapnya.
"Aku ingin mereka tidak meremehkan kita, terlihat sekali bagaimana seorang Edward sangat menyepelekan tawaran kontrak kerjasama, itulah yang membuat Daddy memutuskan untuk menggunakan berbagai cara, Ini semua demi kita, demi harga diri kita dan untuk menunjukkan ke mereka kekuatan kita"
"Tapi Dad..kita bisa mencari jalan yang lebih baik, tidak menggunakan kekerasan seperti yang Deddy lakukan" jawab Zahra.
"Kalau begitu, menurutmu jalan seperti apa?"
"Nanti akan aku pikirkan, yang jelas, jangan lagi Daddy menggunakan cara kekerasan pada mereka, aku tidak suka, itu bisa membahayakan Daddy sendiri"
"Lalu memangnya mau dengan cara apa lagi?"
"Kita punya prestasi Dad, dan perusahaan kita juga tidak tumbuh besar begitu saja, disana banyak perjuangan yang sudah terjadi, kenapa kita tidak serius melakukan hal itu, aku yakin aku pasti bisa"
"Tapi itu terlalu lama, kau jangan terlalu naif"
"Dad, sudahlah.. jangan terbuat macam - macam lagi, aku mohon, biar aku yang memikirkan caranya untuk bisa menembus pasar Asia..pasti ada celah yang lain dan lebih baik lagi"
Harry hanya terdiam, dia berpikir bahwa putri ya ini masih terlalu polos dengan kerasnya dunia bisnis, tanpa tau sekarang ini sudah banyak yang telah berubah untuk menjalaninya.
Jangan lupa VOTE HADIAH LIKE dan KOMENnya..Mohon maaf Author tidak bisa aktif seperti dulu dikarenakan kesibukan pekerjaan di dunia nyata.
__ADS_1
Bersambung.