
Hingga suara seorang perempuan menyapa mereka.
"Kirana, kau baik-baik saja?..apa terjadi sesuatu hingga semua berkumpul disini?" Tanya Hani terkejut.
"Tidak apa-apa Han..kemari lah.." ucap Kirana menarik tangan Hani.
Sementara Alfaro dan Ronan berusaha mengatasi para wartawan yang menyerbu Alfaro dengan pertanyaan tentang hubungan diluar nikah atau hubungan terlarang dengan Kirana yang sudah berhembus.
Alfaro mengatakan dengan tegas, tidak ada perzinahan di antara dia dan juga Kirana, dan hubungan dengan Kirana akan diumumkan nanti disaat yang tepat dan tidak bisa di ungkapkan hari ini, hingga akhirnya para wartawan pun segera pergi.
Alfaro kembali berjalan mendekati Kirana dengan tatapan mata yang masih penuh amarah.
"Ronan, bawa mobil ku..antar Hani dan juga Louise pulang" ucap Alfaro.
Ronan tidak berani menjawab dan hanya mengangguk melakukan apa yang diperintahkan Alfaro karena dia sangat tau kalau saat ini sahabatnya itu masih sangat emosi.
"Honey..masuk..!" Ucap Alfaro memberitahu Kirana yang kemudian segera masuk ke dalam mobil di ikuti oleh Alfaro.
Sepanjang perjalanan tidak ada satu katapun yang diucapkan oleh Alfaro, begitu juga Kirana yang merasa tidak enak hati karena peristiwa yang pasti sudah terlihat oleh banyak orang dan juga suaminya.
Tiba di Mansion, Alfaro segera bergegas pergi masuk kedalam kamar, Kirana menarik nafas panjang..lalu mengikuti langkah suaminya.
Baru saja Kirana masuk kedalam kamar, suara lantang langsung terdengar di telinganya.
"Berhentilah bekerja mulai besok dan jangan keluar Mansion tanpa se ijinku!" Ucap Alfaro.
"Apa.?!" Tanya Kirana terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Alfaro.
"Apa aku harus mengulangi perkataan ku?" Sahut Alfaro.
"Tapi..bagaimana mungkin kau memutuskan hal itu begitu saja, kontrak kerjasama ku masih banyak dengan Agensi dan perusahaan yang lain, mana mungkin aku keluar begitu saja" jawab Kirana berusaha menjelaskan.
"Jadi maksud mu kau lebih suka di pegang dan di peluk laki-laki lain lebih sering lagi, seperti yang dilakukan Christopher padamu dan kau tidak melakukan apapun?!" Ucap Alfaro yang mulai bernada tinggi.
"Apa maksudmu..mana mungkin aku suka mendapat perlakuan seperti itu honey..perbaiki cara bicaramu..kau keterlaluan!"
__ADS_1
"Kau yang keterlaluan..!!, Semua orang di dunia ini bahkan mungkin sudah melihat apa yang dilakukan Christopher Nolan terhadapmu tadi..!!"
"Dan aku juga tidak pernah menginginkan hal itu terjadi..!!" Sahut Kirana.
"Untuk itu aku ingin kau keluar dari pekerjaan mu honey!!"
"Itu bukan solusi yang bijak saat ini, mana mungkin aku meninggalkan begitu saja Agensi dengan banyaknya pekerjaan yang ada disana, ada saatnya aku akan menjadi ibu rumah tangga seutuhnya..tapi tidak untuk saat ini, semua harus dipersiapkan terlebih dahulu Honey..bukan dengan Emosi!"
BRAK
Alfaro membanting pintu dengan keras sebelum pergi meninggalkan kamarnya, sedangkan Kirana yang sangat terkejut akan hal itu langsung terduduk dan menangis.
"Astagfirullah..maafkan aku ya Allah..aku tidak bermaksud menentang perkataan suamiku" ucap lirih Kirana didalam tangisannya.
Malam itu keduanya tidur di tempat masing-masing, Kirana yang tidur diatas kasur di kamarnya tidak bisa memejamkan matanya, begitu juga dengan Alfaro yang merebahkan dirinya di kursi sofa Ruang kerjanya, keduanya sama-sama gelisah dan susah untuk tertidur.
**
Rupanya Malam yang menyesakkan bukan hanya di alami oleh Kirana, tapi juga Hani yang kini sudah duduk di samping seorang wanita cantik yang datang bersama dengan Ronan.
"Maaf..boleh kita berkenalan?" Ucap Louise dengan sopan.
"Oh begitu...saya Louise Anastasya, sekretaris tuan Alfaro di perusahaan Eagle Company, dan saat ini saya lebih sering bekerja sama dengan Ronan.
"Em..jadi begitu, baguslah..aku lihat kalian memang cocok" sahut Hani membuat Ronan terkejut dan hampir saja oleng ke kiri.
"Ron.. hati-hati nyetirnya, kau ini, membuatku takut saja" ucap Louise sangat akrab.
Hani hanya terdiam dan lebih sering menatap keluar jendela mobil untuk melihat keindahan pemandangan malam, Louise ikut terdiam melihat keadaan Hani yang memejamkan mata saat dia ingin mulai pembicaraan kembali.
"Ron.. pelan-pelan, nona Hani tertidur, sepertinya dia sangat lelah, jangan sampai kau mengganggu tidurnya, kasihan" ucap Louise.
"Iya, tenanglah.." jawab Ronan yang kemudian mengurangi kecepatan mobilnya.
Dan Hani tetap saja memejamkan matanya walaupun dia bisa mendengar semua yang dibicarakan oleh Ronan dan Louise, dalam hatinya, entah mengapa tiba-tiba merasakan sesak yang tidak dia pahami, hingga membuat dirinya memilih tetap diam dan pura-pura tertidur.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian sudah sampai di Mansion, Hani yang akan dibangunkan oleh Louise tiba-tiba saja dengan cepat sudah membuka mata, dan beranjak membuka pintu mobil tanpa menunggu Ronan yang sudah keluar untuk membantu nya.
"Terimakasih..selamat malam, hati-hati dijalan" ucap Hani yang langsung masuk Mansion begitu saja.
Ronan melongo tanpa menjawab apapun, hanya menatap kepergian Hani yang secepat kilat dari hadapannya.
"Ada apa dengan Hani, apa mungkin karena dia kelelahan sekali ya?" Batin Ronan yang kemudian segera masuk kembali ke dalam mobilnya.
"Apa nona Hani orangnya memang sedingin itu?" Tanya Louise yang ikut merasakan tidak enak hati.
"Sudahlah jangan kau pikirkan..mungkin dia hanya terlalu capek saja" jawab Ronan yang kini mempunyai satu tugas lagi yaitu mengantar Louise Anastasya ke Apartemennya.
**
Tak terasa pagi sudah datang menyapa, Alfaro segera bangun lalu masuk kembali ke kamarnya untuk melakukan sholat subuh, Kirana sudah menjadi makmum walaupun keduanya masih belum ada yang mau bicara.
Tidak seperti biasanya, Kirana masih menggunakan baju santai setelah mandi pagi, dirinya segera pergi ke bawah membantu para asisten Rumah tangga untuk menyiapkan sarapan paginya.
Kini di meja makan sudah lengkap menu sarapan pagi, Alfaro menatap sejenak ke arah Kirana dengan heran karena masih menggunakan pakaian rumahan, namun bibirnya terbungkam walaupun banyak pertanyaan yang ingin dia ucapkan.
Selesai sarapan pagi, Kirana mengambil koper kecil milik suaminya dan juga sepatu yang sudah disiapkan di depan pintu.
"Aku pergi dulu.." ucap Alfaro menatap Kirana yang masih tertunduk di depannya, sungguh dalam hati Alfaro benar-benar tidak tega melihat Kirana tidak secerah biasanya.
"Iya, hati-hati, aku akan tetap tinggal di Mansion seperti yang kau inginkan.." ucap Kirana segera membalikan badan dan melangkah masuk ke dalam Mansion setelah menjawab salam dari suaminya.
DEG
Hari Alfaro ikut merasakan sakit saat dilihatnya wajah datar istrinya dan kata yang terucap dengan penuh luka dihatinya.
Masih dengan Ego masing-masing, Alfaro segera berangkat kerja, sedangkan Kirana segera menghubungi Hani untuk menghandle pekerjaannya karena dia pengen mengambil cuti selama satu Minggu kedepan.
Hani terkejut dengan apa yang dikatakan Kirana, namun dirinya tidak berani menanyakan alasannya karena dia tau kalau saat ini Kirana mungkin sedang ada masalah dengan suaminya, dan kejadian tempo hari yang tentu saja kini sudah heboh di semua media.
Bersambung.
__ADS_1
Yuk kasih VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMEN sebanyak-banyaknya untuk semangat author menulis kelanjutannya.
PROMO: Cuplikan Novel tentang Ketiga Bocah Kembar (ETHAN, EVAN, AILINA) yang akan di Rilis setelah menyelesaikan Novel ini, sudah tayang di Channel YouTube, Ketik: Cerpen SELEBAR DAUN KELOR by Sinho..yang penasaran, yuk segera mampir.