
Doa terbaik dipanjatkan oleh semua teman dan saudara yang tengah menunggu Kirana menjalankan operasi nya.
Aliando dan Ronan setia duduk mendampingi Alfaro yang masih sangat bersedih akan musibah yang dialaminya. Sebagai orang tua Aliando sangat mengerti duka yang terlalu dalam dirasakan oleh anaknya saat ini.
"Bersabar lah.. yakinlah Allah memberikan semua cobaan untuk umatnya dengan maksud yang baik, akan ada hikmah yang besar dibalik semua musibah" ucap Aliando sambil merangkul Alfaro yang kini masih terdiam dan meneteskan air matanya.
Begitu juga dengan Ronan yang mengusap punggung Alfaro beberapa kali untuk menguatkan hatinya.
Sementara itu, Aisyah yang yah kini tengah duduk bersama dengan Hani dan Louise, tiada henti membacakan doa untuk kelancaran proses operasi Kirana.
Air mata Hani yang sudah mengering semakin menyiratkan bahwa dirinya sangat berduka dengan musibah yang dialami Kirana saat ini, hingga Aisyah teringat akan sesuatu.
"Maaf Hani, apa tidak sebaiknya kita memberi kabar tentang hal ini ke Alena dan keluarga di Indonesia?" Tanya ibu Aisyah.
"Astagfirullah..iya Bu, saya lupa" sahut Hani terkejut.
"Baiklah..biar aku saja yang menghubungi Alena" ucap Ibu Aisyah yang kemudian segera mengambil ponselnya dan segera memberitahukan keadaan Kirana.
Sontak Alena sanggat terkejut mendengar hal itu dan bersama dengan Kaisar akhirnya merencanakan kembali lagi ke Paris untuk melihat keadaan Kirana.
Waktu berjalan terasa sangat lambat, dimana semua orang sedang menunggu dengan semua doa yang terbaik untuk Kirana, hingga kemudian tiba dimana operasi telah selesai dilakukan.
Terlihat salah satu dokter yang memimpin jalannya operasi segera membuka pintu untuk mengabarkan, Alfaro segera berlari menghampiri dokter yang masih diambang pintu "bagaimana dokter?" Tanya Alfaro.
"Alhamdulillah..semua berjalan lancar, untuk sementara pasien akan di letakkan di ruang pemulihan dulu sampai nanti tersadar, dan mohon maaf hanya satu orang yang bisa menunggu di dalam" ucap sang dokter spesialis kandungan.
"Baik, biar saya saja nanti yang menunggu di dalam" ucap Alfaro.
"Itu akan lebih baik, karena orang terdekat yang paling disarankan untuk menjaga pasien untuk menenangkannya nanti saat siuman" jawab sang dokter, dan Alfaro pun mengangguk, lalu bergegas pergi masuk ke ruangan yang dimaksud.
Hati Alfaro rasanya tidak kuat melihat Kirana yang kini tergeletak tak berdaya di bawah pengaruh o-bat waktu dilakukan operasi, perlahan langkah kaki Alfaro terus mendekat dan kini sudah duduk perlahan di kursi yang disediakan di samping tempat tidur.
"Honey...maafkan aku..tidak bisa melindungi mu dengan baik, maafkan aku.." ucap lirih Alfaro yang kini sudah menggenggam erat tangan istrinya yang masih terasa begitu dingin.
__ADS_1
Tidak kuat menahan sakit di dadanya melihat keadaan Kirana, air mata menetes begitu deras di tengah tangisan yang berusaha ditahan oleh Alfaro sejak tadi.
Sementara itu diluar sana, Hani menangis kembali sambil memeluk suaminya, rasanya tidak tega melihat keadaan sahabatnya yang sempat terlihat dari kaca sebelum korden ditutup kembali oleh tenaga kesehatan yang bertugas.
"Sayang..tenanglah, Kirana sudah ditangani oleh dokter terbaik di rumah sakit ini, pasti sebentar lagi dia akan tersadar dan segera pulih kembali" ucap Ronan menenangkan istrinya, walaupun sebenarnya dia juga sangat mengkhawatirkan keadaan Alfaro.
Aisyah juga memeluk Aliando untuk menguatkan dirinya melihat keadaan Kirana, "Kirana wanita yang kuat...aku yakin sebentar lagi dia akan segera sadar, Aku berharap Alfaro bisa menenangkannya setelah hal itu terjadi" ucap lirih Aliando.
"Semoga saja yang...aku tidak tega melihat keadaan mereka berdua, Alfaro harus dua kali kehilangan Anaknya dan Kirana juga harus menderita kehilangan buah hati yang pertama, belum lagi kenyataan dia harus kehilangan satu in-dung telurnya, aku tidak bisa membayangkan perasaanya nanti saat tau kenyataan pahit yang harus dia terima" jawab Aisyah sambil menangis dalam pelukan suaminya.
*
Ditempat yang lain, terlihat juga Louise yang kini sedang berada dalam ruangan ICU, menunggu di samping Christopher Nolan yang masih belum sadarkan diri.
Louise menatap sendu wajah Christopher, "Kau hebat..bisa dengan mudah mengorbankan dirimu untuk menyelamatkan orang lain, tapi juga bodoh..sudah tau tidak mungkin kau kuat menghadang pukulan musuh mu, dasar...!" Ucap lirih Louise sambil menyeka air matanya.
"Cepatlah bangun Chris, maafkan aku yang beberapa hari ini memperlakukanmu dengan tidak baik, kau terlalu menyebalkan, membuat hatiku sakit dan rasanya ingin sekali aku membuang mu ke laut, tapi aku juga merindukanmu.." ucapnya pelan dengan memegang tangan Christopher Nolan.
"Christopher..?, Kau sudah sadar..?" Ucap Louise sangat terkejut melihat laki-laki yang ada didepannya, kini sudah membuka matanya walaupun dalam keadaan yang masih sangat lemah.
"Hem..aku haus" sahut Christopher kemudian.
Dan Louise segera menekan bel untuk memanggil dokter dan perawat yang berjaga diluar, akhirnya semuanya segera berlari masuk dan melakukan pemeriksaan intensif.
Louise mundur untuk memberikan ruang, dan masih menunggu sambil merasakan perasaan yang bercampur aduk menjadi satu, tapi yang pasti dia saat ini sangat bersyukur Christopher sudah membuka matanya kembali.
Setelah dinyatakan dokter keadaan Christopher sudah lebih baik, akhirnya dipersiapakan kepindahannya diruang perawatan lanjutan VVIP, Louise masih terus menemaninya, sampai akhirnya Christopher kini sudah dipindahkan diruang yang berbeda dari sebelumnya.
"Anda bisa membantunya memberikan minuman sedikit demi sedikit dan makanan ***** yang sudah disediakan dari Rumah sakit" ucap sang dokter saya melihat Louise yang masih setia di samping Christopher.
"Oh..iya dokter, baik, terimakasih" jawab Louise agak kikuk, kemudian sang dokter dan perawat segera pergi.
Louise masih berdiri di saling tempat tidur Christopher Nolan, keadaan kini semakin canggung dan membuatnya merasa bingung.
__ADS_1
"Kau mau berdiri saja atau membantuku minum?, Aku haus sekali" ucap Christopher Nolan.
"Oh iya..maaf" ucap Louise yang kini segera mengambil air minum dan menyuapkannya sedikit demi sedikit menggunakan sendok.
"Apa kau juga mau bubur ini?" Tanya Louise lagi.
"Nanti saja, perutku masih tidak enak rasanya, ini sudah jam berapa?" Tanya Christopher kemudian.
"Jam 8 malam, kenapa?" Tanya Louise.
"Kau menungguku dari siang sampai sekarang, apa sudah makan?" Tanya Christopher sambil menatap mata Louise yang sedikit melebar karena terkejut dengan pertanyaan Christopher Nolan.
"Sudah, Bagaimana kau tau aku menunggumu dari tadi siang?" Tanya Louise terheran.
"Saat aku tidak sadarkan diri, aku bisa merasakan kehadiran seseorang di samping ku, aku juga lirih mendengar suara yang sama persis denganmu sedang mengomel, sedikit berisik"
"Apa..?!, Dasar kau..!, Aku melakukanya karena kau membuatku cemas" sahut Louise kemudian.
"Jadi kau mencemaskan laki-laki yang mencuri ciu-man pertama mu?" Ucap Christopher membuat mata Louise makin melebar, pasalnya disaat yang sama melintas dua perawat yang kemudian tersenyum mendengar perkataan Christopher.
"Kau ini, tidak tau malu sekali, baru juga sadar, sudah bicara ngaco..diam, istirahat saja!" Jawab Louise yang makin jengkel dan malu.
"Sorry..tapi aku suka mendengar suaramu" sahut Christopher yang membuat Louise terdiam seketika, dan merasakan detak jantungnya yang makin tak normal.
Disaat yang sama, datang seorang wanita cantik dengan terburu-buru dan berlari masuk kedalam kamar Christopher Nolan. Tanpa melihat dan memperdulikan Louise yang berada disana, wanita itu langsung mendekat ke Christopher dengan wajah yang sangat cemas.
"Astagfirullah Chris..kau tidak apa-apa?, kau sudah sadar?, Katakan apa yang kau rasakan?, Aku akan cari dokter terbaik biar kau cepat sembuh Chris!" Ucap wanita itu dan membuat Christopher tersenyum.
Ayo waktunya VOTE VOTE VOTE.. Jangan lupa ya, ditunggu juga HADIAH, LIKE, dan KOMENnya.
Ketik: Sinho Channel di YouTube, untuk menikmati Cerpen-cerpen karya Author yang tak kalah seru.
Bersambung.
__ADS_1