
Semua berteriak mendapati pemandangan mengerikan yang hampir saja membuat kedua orang itu tersambar kobaran Api dari ledakan yang terjadi, Beruntung Kirana membawa lari sang paman tepat waktu dan akhirnya selamat.
Hani me nyonsong Kirana dan segera membantunya, beberapa orang yang ada disana juga ikut serta mengamankan keadaan dan tak lama kemudian terdengar suara ambulan yang rupanya sudah berada dekat di tempat kejadian.
Kini Aliando sudah berhasil di bawa masuk ke dalam ambulan dan mendapatkan pertolongan pertama, sementara Kirana dengan keadaan yang berantakan masih setia di samping pamannya yang tidak bergerak sama sekali.
**
Sementara itu di dalam sebuah perusahaan, Alfaro dan Ronan sudah bisa bernafas lega karena setelah melakukan transaksi pembayaran hutang ke Vaden Fernandez, namun ada yang membuat hari Alfaro begitu tidak tenang.
"Ada apa Faro?" Tanya Ronan.
"Entahlah, perasaanku tidak tenang hari ini" jawab Alfaro.
"Mungkin kamu terlalu stress memikirkan masalah perusahaan beberapa hari ini, sebaiknya kamu beristirahat dulu, biar aku yang melanjutkan pekerjaannya" sahut Ronan.
Alfaro terdiam, lalu dirinya berjalan menuju meja kerjanya untuk mengambil air minum, Namun tiba-tiba saja tanpa disengaja gelas yang dipegangnya terlepas begitu saja dan pecah berkeping-keping dilantai, disaat yang sama entah mengapa Alfaro teringat Daddy nya seketika.
"Daddy?" Ucap lirih Alfaro.
Ronan yang terkejut segera berjalan mendekat dan membantu Alfaro menjauh dari pecahan kaca.
"Kau tidak apa-apa?" Tanya Ronan sambil melihat keadaan Alfaro yang masih terdiam.
Ronan segera memanggil Office boy untuk membereskan semuanya, lalu kemudian, handphone Ronan berdering, dilihatnya suara panggilan masuk yang ternyata dari Hani.
"Tumben sekali wanita ini menelpon ku lebih dulu, tidak biasanya, mungkinkah ada hal penting?" Ucap Ronan bertanya-tanya dalam hati, setelah itu segera mengangkat sambungan telepon nya.
"Assalamu'alaikum..Ron, paman Aliando mengalami kecelakaan, tolong sampaikan ke Tuan Alfaro, kami menuju rumah sakit sekarang, keadaanya sangat parah.. wassalamu'alaikum."
"Apa..waalkum salam..tunggu Hani..Han..Hani..!!" Teriak Ronan segera menghubungi Hani yang tidak diangkat kembali.
"Ada apa?!" Tanya Alfaro merasa ada yang tidak beres.
"Paman Aliando.. kecelakaan"
"Apa!!, Bagaimana keadaannya, sekarang ada dimana?!" Ucap Alfaro yang kelihatan begitu ketakutan.
"Tenanglah..ayo ikut aku, biar aku yang mengantarmu ke Rumah Sakit" ucap Ronan segera berjalan cepat keluar dari ruangan dan diikuti dengan Alfaro.
__ADS_1
**
Bacaan ayat suci terus di perdengarkan di telinga Sang Paman tak henti-hentinya oleh Kirana, hingga sampai di Rumah Sakit yang di tuju, Hani yang membawa mobil pribadinya segera masuk ke dalam ruang IGD untuk mencari keberadaan Kirana.
"Kirana, bagaiman paman Ali?" Tanya Hani yang juga terlihat begitu cemas.
"Masih ditangani, aku juga tidak tau pasti" ucap Kirana yang kini masih berusaha menenangkan diri.
"Astagfirullah..aku lupa memberitahu Alfaro" ucap Kirana tiba-tiba.
"Sudah..aku yang memberitahu Ronan tadi diperjalanan menuju ke sini" sahut Hani dan membuat Kirana memasukan handphone nya lagi.
Tak berapa lama sang dokter yang menangani Aliando berjalan keluar ruangan dengan wajah yang tidak baik.
"Apa ada yang bernama Nona Kirana dan Tuan Alfaro disini?' ucap sang dokter.
Sontak Kirana terkejut dan segera mendekat.
"Saya Kirana, ada apa dokter?" Tanyanya penuh kecemasan.
"Dan saya Alfaro!" Ucap seseorang dibelakang Hani yang membuat semuanya terkejut melihat kedatangan nya, Alfaro segera mendekat dan berdiri tepat di samping Kirana.
"Keadaan tuan Aliando sangat parah, saya tidak tau apa yang akan terjadi kedepannya, ada perdarahan di kepalanya yang tengah terjadi, dan kemungkinan kita akan melakukan operasi pembedahan disana, sekarang ini tuan Aliando baru saja tersadar..dan dia mencari anda berdua" penjelasan sang dokter.
Alfaro terduduk lemas di kursi yang berada di samping tempat tidur Daddy nya yang terbaring lemah.
"Kuatkan hatimu faro" ucap Kirana lirih di samping Alfaro.
Alfaro mengangguk lalu mengusap air matanya, tampak sang Daddy tersenyum ke arahnya dengan tatapan yang yang sangat lemah, Aliando memberikan kode untuk Alfaro lebih dekat lagi padanya.
"Dad.." ucap Alfaro sambil memegang tangan sang Dady yang begitu banyak luka lecet di sana.
"Kirana.. mendekat lah.." ucap Aliando lirih.
Alfaro menoleh ke arah Kirana dan mengangguk untuk meminta Kirana lebih dekat lagi ke Daddy nya.
"Iya paman, aku disini" ucap Kirana, yang kini sudah sangat dekat dengan Aliando, dan kini Aliando sudah diapit oleh kedua orang yang sangat ingin di temui nya saat ini.
"Aku mohon Kirana..jagalah Alfaro" ucapnya lirih.
__ADS_1
"Iya paman, saya akan menjaga Alfaro, paman tenanglah, dan sebaiknya jangan terlalu banyak bicara dulu" ucap Kirana.
"Kalian menikahlah"
DEG
Alfaro dan Kirana langsung terdiam, seketika bumi terasa berhenti berputar bagi mereka berdua, permintaan Aliando membuat keduanya langsung terbungkam dan hanya saling memandang dengan sorot mata yang nampak bingung.
"Maaf paman, saya_ " ucap Kirana tertahan saat Aliando segera menggenggam tangan Kirana dengan tatapan memohon.
"Aku mohon..?!" Ucap lirih Aliando.
"Dad..sudahlah, jangan memaksa Kirana, sebaiknya ayah istirahat dulu"
"Tidak Faro..kau harus menikahi Kirana, hanya dia yang_" tiba-tiba saja keadaan Aliando semakin memburuk, nafasnya sedikit tersengal, membuat Alfaro dan Kirana terkejut.
"Berjanji..lah..to.. long..berjanjilah..kalian akan menikah dan saling menjaga..kira..na"
Keadaan semakin buruk, Kirana yang panik tidak kuasa untuk menolak keinginan sang Paman.
"Baik paman..aku akan melakukanya"
Tut..Tut..Tut..
Monitor alat yang digunakan untuk mendeteksi keadaan Aliando berbunyi, disaat itulah Aliando langsung memejamkan mata tak sadarkan diri, Kirana menjerit begitu juga dengan Alfaro.
Beberapa Dokter segera melakukan pertolongan kejut jantung untuk mengembalikan detak jantung Aliando, sementara Petugas kesehatan yang lain mengamankan Alfaro dan Kirana untuk segera menjauh dari Alindo yang sedang mendapatkan penanganan darurat.
Terdengar Monitor berbunyi, detak jantung Aliando akhirnya bisa kembali, tubuh Alfaro seketika lemas dan terjatuh ke lantai, Kirana yang melihat hal itu terpaksa menyokong tubuh Alfaro dengan memeluk nya.
"Kuatkan dirimu Faro, istighfar..aku mohon.. paman Ali pasti akan berjuang untuk kembali" ucap lirih Kirana dan tubuh Alfaro semakin terguncang menahan tangis dalam pelukan Kirana.
Pelukan erat dan ucapan Kirana memberikan efek yang luar biasa bagi Alfaro, dia merasakan kenyamanan dan ketenangan sebuah perlindungan seperti saat dulu dirinya berada dalam pelukan almarhum sang Mommy.
"Tolong jangan meninggalkanku, biarkan seperti ini sebentar lagi" ucap lirih Alfaro saat Kirana hendak melepaskan pelukannya.
Kirana terdiam, dan perlahan memeluk erat kembali Alfaro sambil mengusap lembut punggungnya. Kedua insan itu hanya bisa merasakan kesedihan yang melebur menjadi satu, namun juga menyimpan kekuatan untuk bisa saling menguatkan, bahkan kebahagiaan bisa muncul bersamaan dengan serangkaian kejadian yang sangat memilukan yang mereka alami hari ini.
Tim dokter akhirnya memutuskan untuk segera melakukan operasi besar yang akan di lakukan di kepala dan juga kaki Aliando, persetujuan didapatkan dari Alfaro dan kemudian tindakan segera dilakukan.
__ADS_1
Bersambung.
jangan lupa VOTE ya Gaes...yok buruan kasih HADIAH, LIKE, dan KOMEN.