SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 62


__ADS_3

Kirana segera melompat dan menerjang untuk segera sampai didekat Alfaro yang telah tergeletak setelah terpental beberapa jengkal ketika mendapat serangan dari Kaisar.


Sementara Edward dan Alena langsung menghentikan aksinya saat melihat apa yang terjadi dengan Alfaro.


"Faro bangun.., Faro..jangan membuatku takut, Alfaro bangun..aku mohon!" Teriak Kirana yang terus mengguncang tubuh Alfaro yang sudah ada dalam dekapannya.


Ronan segera berlari kencang hingga terjatuh saking paniknya melihat keadaan Alfaro, sementara Hani menutup mulutnya dengan tangannya sendiri dan masih tak percaya dengan apa yang sudah terjadi.


"Bangun Faro..hei..jangan mudah menyerah, ayolah..aku tau kamu kuat..bangun Faro!!" Teriak Ronan yang masih shock dengan keadaan Alfaro.


Edward benar-benar marah kali ini, lalu kemudian segera melesat menyerang Kaisar.


"Brengsek..kali ini kau sangat keterlaluan Kaisar!!" Teriak Edward yang kini sudah bertarung melawan kaisar denan kekuatan tenaga dalamnya yang tidak diragukan lagi kedahsyatan nya.


Alena serba salah melihat keadaan yang makin membuat Kaisar terpojok dengan serangan dahsyat dari tenaga dalam Edward, hingga Kaisar hampir saja terkena pukulan. Mematikan dari Edward.


"Hentikan Honey..!, Kau bisa membunuh Kaisar!" Teriak Alena yang kini sudah berdiri tepat di depan Edward untuk menghalanginya menyerang Kaisar kembali.


"Minggir Bee, aku akan membuat perhitungan dengannya, dia sudah berani menyakiti Anggota keluarga Eagle, dan aku tidak akan membiarkannya!" Teriak Edward dengan penuh amarah.


"Kau salah paham Edward, aku akan menjelaskan sesuatu, kendalikan amarahmu, ini tidak seperti yang kau lihat" ucap Kaisar yang masih waspada akan serangan Edward yang tentu saja tidak akan bisa terus dilawannya.


Sementara Alena berusaha menghentikan aksi Suaminya, mereka di kejutkan dengan Kirana yang kini sudah menangis histeris melihat keadaan Alfaro yang tidak juga membuka matanya.


"Tolong...tolong Alfaro..!!" Teriak Kirana dalam tangisnya, sontak Alena dan Edward segera mengalihkan perhatiannya.


Kirana menangis tiada henti, semua air matanya seakan tertumpah merasakan sakit dihatinya melihat keadaan Alfaro yang berada dalam dekapannya.


"Kenapa kak Kai begitu kejam padanya, dia tidak salah apapun dengan mu kak, kenapa kakak tega!!" Teriak Kirana lagi.


Lalu kemudian mereka semua mendengar suara lantang dari Edoardo.


"Diam..!!, Kalian semua berisik sekali..!, Tenanglah..tidak akan terjadi apapun dengan Alfaro" Teriak Edoardo dengan tatapan tajamnya menyusuri satu persatu setiap orang yang ada disana.

__ADS_1


"Dan kau Alfaro.. Acting mu sudah cukup, bangunlah, atau aku akan benar-benar membunuhmu sekarang juga!!' teriak Kaisar yang kini sudah duduk di kursi taman kembali.


Sontak semua diam membisu, masih mencerna apa yang di maksud oleh Kaisar dan Edoardo.


"Terimakasih Kirana.." ucap lirih sosok Alfaro yang tiba-tiba saja membuka matanya dan tersenyum di pangkuan Kirana.


Sontak Kirana sangat terkejut dan tak percaya dengan apa yang terjadi, antara senang karena Alfaro sudah membuka matanya kembali dan jengkel karena merasa telah dipermainkan, hingga Kirana akhirnya dengan kasar menjatuhkan kepala Alfaro ke tanah.


"Awh, sh*it!, Sakit sekali..!" Ucap Alfaro yang kini berusaha duduk sambil menggosok kepalanya sendiri.


"Kau keterlaluan!!" Teriak Kirana sambil menangis, lalu segera pergi dari tempat itu tanpa menoleh ke siapapun.


Bug.


"Kau ini..dasar sialan..!!" Ucap Ronan yang sudah memukul Alfaro dengan keras, namun kemudian segera memeluknya dengan erat.


"Eh..sudah Ron, aku gak bisa nafas, bisa mati beneran aku" sahut Alfaro, dan kemudian Ronan segera melepaskan rangkulannya.


Sementara Edward dan Kirana terbengong dengan apa yang terjadi sekarang, hingga kemudian Edward mendekati Alfaro dan men jitak kepalanya dengan keras.


"Dasar sinting, berani kau mempermainkan ku ha, ingin rasanya aku menghajar mu Faro, sialan..!" Ucapan Edward yang kemudian berjalan kembali duduk, lalu segera minum, untuk menenangkan dirinya yang emosi karena perbuatan Alfaro.


Sementara Alena, segera menarik nafas panjang dan duduk di samping suaminya sambil menatap tajam Kaisar yang ada di depannya.


"Kenapa kau menatapku seperti itu Al, jangan membuatku tertarik kembali padamu, ingat..kau memiliki kecantikan yang bisa menyihir seseorang"


Dug


"Akh!, Apa yang kau lakukan..sakit sekali tendangan mu Al!" Teriak Kaisar yang sudah meringis kesakitan karena tendangan Alena yang mendarat dengan keras di kakinya.


"Itu belum seberapa dibandingkan dengan kekacauan yang kau timbulkan Kai, Dasar..!, Ingin rasanya aku mencincang mu sekarang juga, sejak kapan kalian merencanakan semua ini?" Tanya Alena.


"Sejak semalam, aku sudah menelpon Alfaro untuk melakukan sandiwara ini, sekalian untuk membuktikan feeling ku kalau Kirana sebenarnya masih sangat mencintai Alfaro, dan aku bisa melihat hal itu tadi" jawab Kaisar.

__ADS_1


"Brengsek..aku hampir saja membunuhmu Kai, dan Daddy juga, kenapa tidak memberitahuku kalau tau tentang rencana ini sejak awal?" Sahut Edward masih dengan mode kesal.


"Maaf, Daddy ingin mendukung totalitas Alfaro dan Kaisar dalam acting nya, dan aku kira mereka berdua sangat lumayan bukan?"


"Oh, ya Tuhan...kalian semua benar-benar sudah tidak waras" sahut Edward.


"Lalu apa keputusanmu setelah melihat semuanya Kai?" Tanya Alena Kemudian.


"Tentu saja akan secepat nya menikahkan Kirana dan Alfaro, aku tidak ingin mereka terus-menerus berdekatan tanpa setatus yang halal, itu akan menumpuk dosa, dan aku tidak bisa membiarkannya" Jawab Kaisar.


"Sesuai rencana mu Kaisar, aku sudah menyuruh Alfaro mengurus surat-surat yang diperlukan untuk menikah sah dua hari lagi, bagaimana menurutmu?" Ucap Edoardo.


"Terlalu lama Paman, aku sudah mantap untuk menikahkan Kirana dan Alfaro besok, dan Alfaro sudah menyetujui hal itu, dia sudah mempersiapkan segalanya hari ini lewat bantuan teman-teman nya" sahut Kaisar.


"Bagus, lebih cepat lebih baik, aku mendukung rencana mu, tapi sepertinya Alfaro punya tugas berat untuk meminta persetujuan Kirana, bagaimanapun Kirana pasti sangat marah karena perbuatan kalian" ucap Alena.


Kaisar dan Edward tersenyum membayangkan Alfaro yang pasti akan dihajar oleh Kirana. Tak berapa lama kemudian Edoardo menerima panggilan di handphone nya dan mendapat kabar bahwa Aliando saudara kembarnya sudah membuka matanya beberapa menit yang lalu.


Sementara itu, Alfaro sudah berlari mengejar Kirana yang sudah masuk ke dalam Mansion.


Alfaro bertanya kepada beberapa asisten Rumah tangga tentang keberadaan wanita yang saat ini ingin sekali di peluknya.


Perlahan Alfaro mengetuk pintu ruangan kerja Kirana, namun tidak ada jawaban dari wanita yang sedang berada di dalam sana, hingga kemudian, perlahan Alfaro membuka pintu dan berjalan masuk.


Alfaro lega setelah melihat Kirana yang sedang duduk di sofa dibalik Rak buku yang ada di sana, dengan pelan Alfaro memanggil nama calon istrinya.


"Kirana, kau tidak apa-apa..?, Maaf.." ucap Alfaro yang kemudian sangat terkejut melihat apa yang akan dilakukan oleh Wanita yang ada didepannya.


"Kirana hentikan..apa yang kau lakukan.?!" Teriak Alfaro yang sudah melesat maju mendekati wanitanya.


Bersambung.


Yang makin kepo dan penasaran harap bersabar..segera kirim VOTE, HADIAH, LIKE dan KOMEN yang sellau ditunggu.

__ADS_1


Jangan lupa ikuti juga kisah masa KECIL ALENA yang sudah Update di Bonus Chapter 2 dengan membaca kembali "AKULAH WANITAMU"


__ADS_2