SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 173


__ADS_3

Dengan tubuh yang sangat lelah, Alfaro langsung menuju ke perusahaannya karena masih jam satu siang, setelah membersihkan tubuhnya di kamar mandi ruangan kerjanya, Alfaro segera keluar dan di kejutkan dengan kedatangan seseorang.


"Astagfirullah..kenapa bisa ada disini?"


"Memangnya seorang istri harus ada di samping siapa?" Saut seorang wanita yang sudah ada di depan Alfaro.


"Ya aku tau honey..tapi kan kita sepakat pulang menunggu aku jemput, kenapa sekarang ada disini, sama siapa ke sini?" Tanya Alfaro cemas dan membawa istrinya duduk disampingnya lalu mencium keningnya.


"Sama pengawal kita..gak perlu khawatir, aku sudah baikan, tadi pagi juga sempat olah raga bareng sama Zahra dan Louise"


Byur..


Alfarao yang sedang minum hampir saja tersedak.


"Kenapa?, Pelan-pelan saja honey" ucap Kirana sambil menepuk punggung suaminya pelan.


"Sorry.. maksudnya, kamu tadi ketemu dengan Zahra?" Tanya Alfaro memastikan lagi apa yang dia dengar.


"Iya, memangnya kenapa?"


"Ya nggak ada, kenapa kamu tanya seperti itu honey?"


"Harusnya aku memang tanya kan, kenapa kamu tidak memberitahu soal Zahra?" Suara Kirana mulai meninggi.


"Sstt.. sudah, kita bicarakan yang lain saja, atau kita pulang ya?" Sahut Alfaro berusaha mengelak dan menenangkan istrinya.


"Jawab dulu pertanyaan ku Alfaro Rich Eagle" ucap Kirana yang makin jengkel dengan ulah Suaminya.


"Astagfirullah.. honey.. kamu sedang hamil, harus banyak tenang dan pikiran positif, jangan sampek terjadi apapun sama calon bayi kita, aku akan menceritakan nanti..okey..?"


Dan Kirana pun menunduk, sebenarnya dia juga tidak mengerti dengan dirinya yang mudah sekali bete dan ingin menangis, terjadilah kini dimana air matanya tidak bisa di bendung lagi.


"Astaga honey..malah nangis, sudah..maaf kalau aku salah.." ucap Alfarao yang kini sudah memeluk istrinya.


Cup


Satu kecupan di bibir di berikan oleh Alfaro untuk menenangkan istrinya kembali, dan perlahan Kirana akhirnya bisa mengendalikan dirinya lagi.


"Maaf honey...aku hanya ingin tau yang sebenarnya, kenapa sepertinya kalian semua menganggap ku tidak ada, aku tidak tau apapun soal Zahra, padahal kalian semua tau, seperti ada yang kalian tutupi dariku, aku tidak suka hal itu" ucap Kirana jujur.


"Iya honey..nanti aku ceritakan semua di rumah, sebaiknya kita pulang dulu saja ya?" Ucap Alfarao yang membantu menyeka sisa air mata istrinya.


Kirana mengangguk, Alfaro tersenyum dan mencium berkali-kali wajah istrinya, mengusap lembut perutnya seolah ingin menyapa calon buah hati dan memastikannya baik-baik saja, setelah itu Alfaro segera beranjak dengan merangkul istrinya untuk pulang lebih awal.


Perjalanan beberapa menit di dalam mobil menuju Mansion rupanya membuat mata Kirana terpejam dengan nyaman dalam pelukan suaminya. Sampai di Mansion, Alfaro segera membopong tubuh istrinya dan menjaganya agar tidak terbangun.


"Di mana ini honey?" Ucap Kirana yang terbangun setelah tubuhnya ada di atas kasur.


"Tidurlah kembali honey..kita sudah sampai Mansion" jawab Alfarao yang bersiap membersihkan diri ke kamar mandi.

__ADS_1


Kirana menarik selimutnya, merasa tubuhnya masih lelah dan ingin memejamkan matanya kembali, melihat hal itu Alfaro tersenyum, berjalan mendekat dan membenarkan letak selimut, hingga berada di tubuh istrinya dengan nyaman.


"Tidurlah honey.." bisik nya.


"Hem" Kirana menjawab dengan mata yang sudah terpejam kembali.


**


Dua hari telah berlalu, dimana semua proses hukum sudah dijalankan, di dalam sebuah ruangan sempit, kini Harry Milton tengah merenungi nasibnya, setelah satu hari kemaren menjalani persidangan, rupanya pengacaranya sudah angkat tangan karena banyaknya bukti kejahatan yang di berikan oleh pihak Alfaro.


"Sialan..dasar breng-sek.. bagaimana mungkin pengacara goblok itu menyerah begitu saja, setelah uang aku habiskan untuk membayar nya..!" Ucap Harry Milton dengan emosi.


Hukuman yang setimpal telah diterima oleh Harry Milton, kini perusahaan sedang terguncang dan bahkan banyak kolega bisnis memutuskan kontrak kerjasamanya karena ketakutan akan kondisi perusahaan.


Sedangkan Zahra yang sudah di perbolehkan pulang, kini berada di dalam Mansion bersama dengan Christopher Nolan.


"Mau sampai kapan kamu akan seperti ini?" Ucap Christopher.


"Aku masih belum berani keluar dengan menggunakan kursi roda ini Chris" ucap Zahra.


"Aku tau perasaan mu Ra, tapi ini tidak benar, kamu harus terus bangkit, kamu masih punya isi kepal yang brilian untuk menjaga perusahaan mu" sahut Christopher.


"Aku tidak berharap apapun lagi Chris, perusahaan ku mulai goyah, banyak kolega bisnis yang sudah memutuskan kontrak, aku tidak tau lagi harus apa, mungkin aku akan menyetujui perpindahan perusahaan ke tangan paman ku"


"Jangan konyol, apa kau mau perjuanganmu selama ini akan sia-sia, ayolah Ra..dimana semangat kamu yang dulu..?!" Ucap Chris yang terkejut dengan keputusan sahabatnya.


"Chris..aku harus tau diri, aku tidak sama dengan yang dulu, keadaanku sudah berbeda dan tidak memungkinkan lagi memegang kendali perusahaan yang sekarang butuh sosok yang kuat untuk memulihkan kondisi perusahaan "


"Aku tau Chris, dari dulu memang pamanku menginginkan jabatan Daddy sebagai pemilik perusahaan, tapi itu lebih baik untuk sekarang ini, aku akan menjadi pemegang saham yang sedikit pasif saja sampai aku siapkan mental ku terjun ke dunia bisnis lagi"


"Jangan gegabah memutuskan sesuatu Ra, pikir baik-baik dulu" sahut Christopher.


Zahra tersenyum, merasa bersyukur karena mempunyai sahabat yang selalu bis support dan berada di sampingnya.


"Sudahlah Chris..jangan terlalu memikirkan ku, kamu tidak makan siang bersama Louise?, Nanti dia mencari mu, jangan sampai dia cemburu padaku"


"Tentu saja tidak, aku sudah ngomong sebelum kesini tadi"


"Pulanglah, aku tidak apa-apa, jaga perasaan Louise, jangan sampai menyakitinya, dia wanita yang baik dan sangat menyayangimu"


"Aku tau, dan kami akan segera menikah"


"Alhamdulillah.. benarkah..kapan?" Tanya Zahra dengan antusias.


"Mungkin satu bulan lagi, dan Louise ingin kamu bisa menemaninya di acara sakral kami nanti"


"Ijab Kabul maksudnya?"


"Hem..itu yang Louise inginkan, dan aku harap kau akan datang menemani kami"

__ADS_1


"Tentu saja.. insyaallah" jawab Zahra yang kemudian terdiam seperti sedang bersedih mengingat sesuatu.


"Ada apa?" Tanya Christopher yang melihat kesedihan sahabatnya.


"Deddy..,aku ingat padanya" ucap Zahra.


"Mau aku antar ke tempatnya?" Tanya Christopher.


Zahra menggeleng dan tersenyum getir, "Nanti saja kalau aku sudah siap" ucap Zahra lagi.


"Ya sudah.. kalau begitu aku tinggal dulu tidak apa-apa kan?" Christopher meminta ijin.


"Iya, aku baik-baik saja, lagian juga sudah bisa menggunakan kursi roda dengan baik, ada asisten rumah tangga juga yang siap membantu ku" jawab Zahra


Christopher segera meninggalkan Mansion sahabatnya dan menuju ke perusahaan kekasihnya bekerja.


Tanpa di sadari, Louis yang sedang bersiap keluar dari ruangannya untuk istirahat siang di kejutkan dengan kedatangan seseorang yang tidak di sangka.


Cup


Bug


"AW..astaga..keras sekali pukulan mu Louise" ucap seseorang yang menahan sakit di lengannya.


"Chris..?!, Sorry..gak sengaja, habisnya kamu nyium sembarangan gitu, aku kaget..!" Ucap Louise menggosok lengan Christopher.


"Di kasih enak malah mukul..harusnya seneng" ucap Christopher yang kini begitu posesif menarik tubuh kekasihnya.


"Chris..hentikan..ini di ruangan kerja" Louise memperingatkan.


"Kan tertutup juga..gak ada yang lihat, sebentar saja, obat kangen.."


"Memphh.." Louise berusaha menahan luma-tan bibir Christopher, dan tentu saja percuma. Justru ciumannya semakin dalam dan menuntut, hingga kemudian terlepas saat Louise benar-benar kehabisan nafas dan terengah-engah.


"Kau ini kenapa sih Chris..dasar..!" Ucap Louise yang merasakan bibirnya bengkak.


"Gemes, kangen..yuk nikah sekarang juga..?!"


"Konyol.." sahut Louise.


"Gak tahan honey.." sahut Christopher berusaha memeluk kembali, namun Louise berusaha menghindar sebelum ketahuan yang lain.


"Satu bulan lagi Chris.. itu juga gak lama, sabar.. sudahlah..ayo keluar..aku lapar" ucap Louise mengalihkan perhatian.


Saat mereka membuka pintu, keduanya langsung ter jingkat kaget mendapat kan sorotan tajam dari seseorang.


"Ikut ke ruangan ku sekarang..!"


Jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMENnya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2