SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 5


__ADS_3

( Hening )


Pada saat ini, posisi kami bertiga saling duduk merapat dan membentuk sebuah lingkaran di kamar Fey yang sepi.


...............


"He...hei! aku cuma mau bicara tentang permintaan ku, bukan sedang mengadakan sebuah upacara untuk pemujaan atau sebagainya, jadi jangan duduk seperti ini!" pinta Fey sambil menghela nafas dan menundukkan kepalanya.


"Maaf kami terlalu bersemangat karna ingin bertemu dengan Andrian!." Ucap linda dengan sangat senang.


"Hah.. seganteng itukah Andrian, sampai-sampai kalian seperti ini" batin Fey.


"Yah... permintaan ku cuma satu, yaitu, tolong jaga rahasia kalau aku sebenarnya adalah Feyza, asal kalian tau! aku mendonasikan beberapa uang untuk merahasiakan identitas ku disekolah, bahkan di absen namaku diganti dengan Fey saja dan tidak ada kepanjangannnya." jelas Fey dengan sangat serius.


"Yah sebenarnya aku mendonasikan uang itu untuk membantu murid-murid yang kurang mampu, tapi mana mungkin aku mengatakannya." batin Fey.


"Memang kenapa kalau semua teman kelas kita tau kalau kamu adalah Feyza Amelia?" tanya Linda.


"Bukannya aku mau sombong, coba bayangkan apa yang akan terjadi kalau seorang bintang besar berada di tempat umum?" Tanya Fey.


"Hemm, benar juga yah!. Pasti akan ada banyak wartawan, fans dan akan menjadi sasaran orang-orang yang tidak suka terhadap mu. Merepotkan juga yah menjadi seorang bintang besar!. Baiklah! deal, jadi kapan bayarannya?. (maksutnya, bayaran untuk bertemu dengan Andrian)" Ucap Linda yang sok serius menatapku sambil memegang dagunya


"Nanti aku kasih kabar!" Ucap Fey.


"Ok, siap bos!" Ucap Linda dan Amel dengan sangat bersemangat sambil memberi hormat kepadaku.


"Gara-gara Andrian teman-teman ku jadi seperti ini, kamu harus bertanggung jawab Andre." batin fey.


"Malam hari di kamar Fey"


(Chating)


"hey! Dri" Fey.


"Hay beb" Andrian.


"bab beb bab beb, Dri kamu besok minggu pukul 9 pagi ada waktu kosong gk?" Fey.


"Ada!, mau ngajak ngedate?" Andrian.


"Ngedate?, boleh juga, tapi ajak juga menejer mu dan aku akan mengajak menejer ku!" Fey.


"Itu namanya bukan ngedate, tapi meeting" Andrian.

__ADS_1


"Hhhh, aku serius, berarti kamu Minggu bisa dateng ke stasiun kan?" Fey.


"Bisa! memang ada perlu apa?" Andrian.


"Aku ada temen, aku sudah berjanji akan mengenalkan mereka dengan mu" Fey.


"Ok, apa sih yang enggak buat kamu hhh." Andrian.


"Ok, terimakasih" Fey.


(Ke kesokan harinya di sekolah)


Saat aku sedang berjalan menuju ke kelas, aku bertemu dengan Linda dan aku pun memanggilnya sambil melambaikan tangan ku "Lin!."


"Oh, Hay Fey!" jawab Linda sambil berjalan mendekat menghampiriku.


"Ada apa?" Ucap Linda.


"Besok Minggu pukul 9 kita harus berada disetasiun untuk bertemu dengan Andrian." Bisik Fey.


"Wha.. beneran! padahal aku cuma bercanda lho" teriak Linda sambil kegirangan.


"Jangan keras-keras." Bisik Fey.


"Maaf" Ucap Linda sambil tersenyum.


"Ada apa nih?" tiba-tiba kami dikagetkan dengan Amel yang sedang memakan permen karet dari belakang.


"Wha.. sialan kaget aku! tiba-tiba nongol kayak hantu saja" Saut Linda yang terkejut.


Aku pun membisikan ke Amel, bahwa kita akan bertemu dengan Adrian, tiba-tiba Amel pun teriak "Benarkah! kita akan bertemu dengan andr..hemp". Kami berdua secara reflek menutup mulut Amel, sambil berkata "Jangan keras-keras!"


"Maaf, aku terlalu bersemangat!" bisik Amel.


Kamipun mengobrol sambil berjalan menuju kelas, saat kami berjalan menuju ke ruang kelas aku sempat melihat Fadil mengobrol dengan seorang gadis, mereka terlihat sangat dekat, aku pun bertanya ke Linda dan Amel sambil berjalan pelan.


"Hey! kalian tau siapa gadis yang sedang ngobrol bersama Fadil itu?" tanya Fey yang sangat penasaran.


"Oh, dia Sindy kelas sebelas C." jawab Linda.


"Oh, Sindy yah!" Ucap Fey sambil mengangguk kan kepalanya.


"Cie...kamu cemburu ya Fey!" Ejek Linda, sambil tersenyum dan merangkul pundak ku.

__ADS_1


"Ha-ha-ha, ngaco kamu, aku cuma tanya doang, gk lebih!" Jawab Fey sambil tertawa.


"Benarkah, Fadil lumayan ganteng lho! dan menurut kami, selain kami berdua cuma Fadil yang selalu dekat denganmu. Yah! karena insiden kemarin kalian jadi saling menjaga jarak! jagan-jangan sebelum nya kalian itu pacaran yah?." cetus Amel sambil merangkul pundak ku juga.


"Benar juga! jangan-jangan, sebelumnya kalian berdua itu berpacaran yah, ha-ha-ha" sahut Linda sambil tertawa.


"Bukannya aku sedang menjauhinya! tapi aku cuma gak tau mau berkata apa, seharusnya Fadil dulu yang menyapa ku, bukannya aku berharap fadil mengejarku, tapi aku... Tunggu! apa yang sebenarnya ku inginkan dari Fadil? apa aku benar-benar suka sama dia? tapi kan kami baru bertemu dua hari yang lalu!, Ah.. lupakan lah." batin Fey.


Akupun melepaskan pundaku dari rangkulan mereka berdua, dan berjalan mendahului mereka sambil berkata, "Baik lah! karena kalian berbicara Fadil Fadil dan Fadil terus! jadi, lebih baik kalian bertemu sama Fadil saja dan aku akan batalin pertemuan kalian dengan Andrian." ucap Fey sambil menyedekap kan tangannya.


"Tunggu Fey! kami tidak akan berbicara tentang Fadil lagi!" ucap Linda dan Amel Sambil mengejarku.


"Baiklah! Sebagai gantinya aku minta permen karet yang dimakan sama Amel!" Pinta Fey sambil tersenyum.


"Tentu! Amel, cepat keluarin semua permen karet yang ada di sakumu, dan berikan kepada Fey!" pinta Linda sambil memegang kedua pundak Amel dengan ekspresi yang sangat serius.


"Baiklah! ini aku kasih semuanya! totalnya ada empat, tapi aku kasih tiga saja yah!, soalnya aku masih ingin memakannya!." Jawab Linda dengan penuh semangat sambil mengeluarkan semua permen yang ada di dalam sakunya.


"Ha-ha-ha." karena kejadian itu, kami bertiga tertawa bersama.


Setelah sampai di kelas, aku menemukan selembar kertas yang di timpa dengan sebuah penghapus dan pensil di kursiku, akupun mengambil kertas tersebut sambil duduk di kursiku.


"Kertas apa itu Fey?" tanya Linda yang penasaran.


"Tidak tau, sebentar kulihat! soalnya ini ada tulisannya juga!" jawab Fey sambil melihat tulisan yang ada di kertas tersebut.


"Maaf, kemarin aku tidak sengaja memelukmu, dari Fadil." isi dari selembar kertas tersebut.


"Pft... ha-ha-ha." aku pun tertawa melihat isi dari selembar kertas tersebut.


"Kenapa kamu tertawa Fey?, ini Fadil sedang meminta maaf lho!" jawab Linda sambil mengambil selembar kertas tersebut dariku.


"Gak Apa-apa, sebenarnya aku juga tau, kalau kejadian yang kemarin itu hanyalah sebuah kecelakaan." Ucap Fey sambil tertawa.


"Melihat ekspresimu yang sekarng, ternyata dugaan kami selama ini salah! aku kira kalian itu sangat dekat, ternyata kamu hanya menganggap Fadil itu seperti orang asing." Ucap Linda.


"Hah... kenapa kamu berkata seperti itu?, aku kan dari awal sudah bilang! aku itu tidak ada hubungan apa-apa sama Fadil" jelas Fey sambil menghela nafasnya.


"Tapi! kemarin waktu kamu menjelaskan tentang kejadian saat pertama kali bertemu dengan fadil, kamu terlihat sangat bersemangat dan sangat bahagia, jadi kami kira, Fadil itu orang yang sangat sepesial bagimu." Ucap Linda sambil melihat selembar kertas tersebut.


"Itu karena aku terlalu senang mendapatkan teman yang sangat baik." jawab Fey sambil tersenyum manis.


"Benarkah kemarin aku terlihat seperti itu?." Batin Fey.

__ADS_1


"Oh begitu ya, tapi ingat Fey! saran ku, kalau kamu mempunyai seseorang yang kamu suka, kamu harus berusaha membuat dia juga suka sama kamu, dan kamu harus berusaha mempertahankan nya, atau kamu akan menyesal nantinya." Ucap Linda sambil menyentuh pundak ku.


"Tentu! terimakasih atas sarannya! kalian memang sahabatku yang terbaik" Fey pun menjawabnya sambil tersenyum.


__ADS_2