SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 56


__ADS_3

Tiba di Mansion Alena dan yang lainya segera membersihkan diri dan menuju ke kamarnya masing-masing untuk beristirahat sejenak, namun tidak dengan Kirana yang membantu menyiapkan makanan untuk nanti siang.


Para asisten rumah tangga sudah pada penasaran menanyakan tentang saudara dari Indonesia yang kini sedang berada di Mansion.


"Maaf non, jadi yang namanya Tuan kaisar kakak kandung Non Kirana?" Tanya salah satu asisten rumah tangganya.


"Iya bik"


"Oh, terus yang wajahnya mirip sama tuan Alfaro itu siapa?"


"Oh, itu..sepupu Alfaro, anak dari saudara kembar Daddy nya, yang kebetulan suami dari kakak perempuanku Alena" jawab Kirana sambil membantu masak.


"Ooo..begitu ya, tau sekarang, kakak non Kirana itu cantik sekali yan Non, murah senyum, dan lemah lembut" sahut salah satu asisten rumah tangganya lagi.


Kirana mengangguk sambil tertawa sejenak, dalam hatinya berkata, "kalian tidak tau saja kalau kakakku itu singa wanita yang mengerikan disaat yang tepat"


Jam 1 siang disaat semuanya sudah berkumpul di taman belakang setelah menjalankan ibadah bersama, Kirana segera ikut bergabung dan menawarkan makan siangnya.


"Kak Al, kita makan dimana?, Di taman sini apa di dalam rumah, aku sudah siapkan makan siangnya" ucap Kirana.


"Disini saja, suasana sangat cerah, kita bisa makan siang sambil menikmati pemandangan, Mansion kamu ini lumayan indah, aku suka" sahut Alena.


Dan kemudian Kirana meminta bantuan asisten rumah tangganya untuk membawa makan siangnya ke Taman belakang.


"Hem..hidangan yang sangat lezat" ucap Kaisar sambil menatap hangat adik tercintanya.


"Makasih kak Kai..yok kita makan dulu" ucap Kirana, dan kemudian Edward segera memimpin Doa, sebelum akhirnya mereka semua menyantap makan siang ya dengan lahap, nampak Rona Bahagia di wajah Kirana melihat keluarganya yang bisa berkumpul di Mansion nya walaupun tidak lengkap seperti di Indonesia.


Setelah makan siang, perbincangan kecil terjadi.


"Aku melihat kabar tentang kalian di pemberitaan Televisi dan juga media yang lain" ucap Alena sambil menatap kearah Kirana yang masih menikmati minumannya.


"Atau kau memang benar punya hubungan seperti itu dengan Alfaro?" Sahut Kaisar dengan tatapan menyelidik.


"Astagfirullah..mana mungkin kak Kai, sampai detik ini aku dan Alfaro tidak punya hubungan apapun, hingga janji yang aku ucapkan karena permintaan Daddy nya sebelum Coma" ucap Kirana.

__ADS_1


"Lalu kabar itu dan semua Foto-foto kedekatan kalian yang sudah beredar di media masa, bagiamana?" Sahut Edward.


"Itu semua fitnah kak, aku tidak mungkin melakukan hal itu, kami masih menyelidiki siapa dalang dibalik semua ini, pasti sebentar lagi kami akan menemukannya" ucap Kirana.


"Tidak usah terlalu memikirkan hal itu, hanya akan membuang waktumu Kirana, manfaatkan saja situasi ini berbalik menjadikan keuntungan buatmu" kata Alena.


"Maksudnya kak?, Aku harus menerima pemberitaan tidak benar tentang ku, nanti dikira semua orang aku sudah melakukan perzinahan selama ini dengan Alfaro" jawab Kirana terkejut.


"Dengarkan dulu..kau adalah publik figur yang sangat trend di dunia model di Paris ini, kabar negatif sudah terlanjur tersebar, sekuat apapun kalian menyangkalnya, pasti akan tetap ada pro dan kontra..jadi maksudku, segera langsungkan pernikahan sah kalian, tapi tidak usah diketahui publik, dan disaat yang tepat, kalian bisa gunakan hal itu untuk mencambuk mereka dengan semua tuduhannya pada kalian, mengerti maksudku?" Ucap Alena dengan senyumnya.


"Aku setuju, dengan begitu kau akan mendapat berlipat keuntungan" sahut Edward.


"Dan yang pasti, itu akan menjadi pukulan mental bagi orang-orang yang berniat tidak baik padamu, mereka akan berpikir seribu kali saat ingin menyakitimu lagi" kata Kaisar kemudian.


Kirana terkejut sekaligus tidak menyangka dengan solusi yang diberikan oleh keluarganya, mungkin karena jam terbang mereka sudah tak terkira dalam menghadapi semua masalah-masalah berat dalam kehidupannya selama ini, hingga dengan mudah memberikan solusi dari sudut pandang memanfaatkan situasi tanpa harus membuat keributan.


Kirana segera memeluk Kaisar yang ada di sampingnya dan mengucapkan terimakasih, lalu dirinya teringat dengan Alfaro yang akan bertarung dengan Kaisar dua hari lagi.


"Ehem.. Kak Kai, boleh aku meminta sesuatu?" Tanya Kirana pelan dan sedikit manja.


"Kalau permintaan mu itu untuk menggagalkan pertarungan ku dengan Alfaro, jangan harap aku akan mengabulkannya" ucap Kaisar dengan tegas.


"Tapi kak..kau tau sendiri kan, tidak mungkin Alfaro bisa mengahadapi mu, apalagi selama ini aku yakin Alfaro tidak pernah melatih fisik dan tenaga dalamnya, jelas kekuatanya jauh di bawahmu kak"


"Itu salahnya sendiri, bukan urusanku, lagi pula kenapa kau begitu membelanya, setelah apa yang dia lakukan selama ini padamu, seenaknya meninggalkan mu dengan janjinya dan main perempuan dengan kehidupan bebasnya, kau kira aku tidak ingin menghajarnya..bahkan kalau saja bisa..aku sudah membunuhnya saat pertama kali bertemu dengannya..Dasar..manusia tidak berguna!!" Ucap Kaisar.


"Jaga ucapanmu Kai..Alfaro sedang menjalani masa berhijrahnya saat ini, setidaknya kita mendukung niatnya, kau lihat sendiri bagaimana dia rela meladeni tantangan mu, padahal dia sangat tau tidak akan bisa melawan mu" sahut Edward.


"Sudah..jangan mulai lagi kalian ini, aku gak suka lihat perdebatan seperti ini, ingat..semua manusia pernah melakukan kesalahan dalam hidupnya..tapi bukan berati tidak ada tempat maaf dan bertaubat" ucap Alena.


"Iya bener kak, itu maksudku..jadi kak Alena mendukungku kan?" Tanya Kirana dengan penuh harap.


"Tentu saja aku mendukungmu" jawab Alena.


"Alhamdulillah.." sahut Kirana

__ADS_1


"Tapi bukan berati aku tidak setuju dengan kaisar yang akan bertarung dengan Alfaro, hehe" ucap Alena kemudian.


"Kak Al..!!" Teriak Kirana jengkel.


Ketiganya langsung tertawa melihat Kirana sudah mencak-mencak dan sewot dengan keputusan ketiga kakaknya. Dan tak lama kemudian terdengar panggilan hari handphone Edward yang ternyata dari Daddy Edoardo yang menanyakan keadaan di Mansion Kirana.


"Kami semua baik-baik saja Dad, kalau Daddy merasa kesepian hanya bersama Alfaro saja, kita akan kesana nanti malam sebelum ke Rumah Sakit, atau Dady bisa tinggal di sini saja bersama kami" goda Edward.


Alena tertawa kecil mendengar apa yang dikatakan suaminya, Sedangkan Kirana dan Kaisar sesekali berbincang sambil melihat ke arah Edward yang masih berbicara dengan Daddy nya.


Sore hari, Kaisar bersama dengan Kirana pergi ke Rumah Sakit untuk menggantikan Ronan dan Hani, setiba disana rupanya sudah ada Alfaro dan Edoardo yang sudah menggantikan berjaga dan duduk di ruang tunggu, Kirana dan Kaisar segera memberi salam lalu duduk berbincang seputar perkembangan keadaan Aliando yang rupanya sudah melewati masa kritisnya, sedangkan Alfaro kini menatap Wanita yang ada di depannya.


Tak lama kemudian Alfaro mengambil handphone di sakunya dan mengetik sesuatu, beberapa detik kemudian, handphone Kirana bergetar dan segera dibukanya, rupanya ada pesan dari Laki-laki di depannya yang tak lain adalah Alfaro.


Kirana menatap heran Alfaro yang tersenyum kearahnya, setelah itu Kirana menggelengkan kepala, saat melihat lagi isi pesan dalam handphone nya yang tertuliskan


'kau sangat cantik, bagaimana kabarmu calon istriku?'


Kirana segera membalas, 'jangan senang dulu, ingat..kamu akan bertarung dengan kak Kai, berlatihlah, jangan sampai aku melihatmu terluka, mengerti?!'


Alfaro tersenyum bahagia setelah melihat balasan dari pesan yang dikirim oleh Kirana, kemudian Alfaro segera berpindah tempat di sampingnya, sontak Kirana terkejut, dan saat akan bergeser..tangan Alfaro menahan lengannya.


"Faro..!!"


"Apa.?!"


"Lepas..!!"


"Aku lepas, tapi tetap disini, aku hanya ingin berbincang saja, okey..?"


"Iya..lepas.. memang ada apa?" Tanya Kirana kemudian setelah pegangan tangan Alfaro dilepaskan.


Bersambung.


Yok Buruan kirim HADIAHNYA gaes..biar author makin semangat nulis, jangan lupa juga VOTE, LIKE, dan KOMEN selalu ditunggu..

__ADS_1


PROMOSI: yang pengen tau keseruan kisah lahirnya ALENA di Dunia dan masa kecilnya..buruan baca kembali di Novel "AKULAH WANITAMU"


__ADS_2