
Sementara itu, tanpa di sadari sudah ada yang semakin begidik ngeri saat tanpa sengaja mendengar teriakan Ronan.
"Astagfirullah..memang sesakit itu ya, aku jadi takut, gimana ini?" Ucap lirih Kirana yang kemudian di kejutkan dengan suara seseorang.
"Hei..!!"
"Astagfirullah..!, Kak Aaal..!, Ngapain sih?!!" Sahut Kirana sambil memegangi dadanya.
"Kamu sendiri ngapain disini?" Tanya Alena sambil menatap dengan curiga.
"Hhh..memang kak Al lupa, aku sekarang ada di depan pintu kamar Alfaro suamiku..itu berarti di depan pintu kamarku kak, dah paham?" Jawab Kirana.
"Iya iya tau, dih..yang sudah jadi nyonya Alfaro Rich Eagle, selamat ya.. habis ini kamu bakalan di bantai sang Casanova.." goda Alena
"Kak Al..!!, Sengaja menakuti ku?" Sahut Kirana kesal.
"Eh..siapa yang nakuti kamu, memang sakit kalau masih pertama kali cantik, gak percaya..rasakan saja nanti, apalagi Alfaro tidak diragukan lagi pengalaman soal itu, jam terbangnya tinggi..kamu harus bisa membuatnya puas tuh.." ucap Alena lagi sambil tersenyum genit.
"Ih, kak Al..ngapain ngomong gitu sih, aku takut kak, gimana ini?" Ucap Kirana dengan wajah yang aneh dan membuat Alena langsung tertawa.
"Ada apa ini, Bee..jangan menggoda pengantin baru, sudah malam, ayok kita istirahat, ingat besok kamu harus mengeluarkan tenaga dalam mu lagi untuk mengobati paman Aliando" ucap Edward yang tiba-tiba muncul di belakang Alena.
Alena hanya tertawa kecil lalu segera berbalik arah menuju kamarnya dan berjalan dalam rangkulan suami tercinta.
Kini tinggal Kirana yang makin ragu saat mau membuka kamar Alfaro, dirinya terdiam sesaat dan membayangkan apa yang dikatakan oleh Alena hingga sentuhan tangan begitu lembut menyapa pinggangnya.
"Ayo masuk..kenapa bengong disini?" Ucap Alfaro yang sudah menyambar pinggang Kirana dan membawanya masuk ke dalam kamarnya.
Seketika jantung Kirana bagaikan genderang perang, rasanya hampir mau keluar dari tubuhnya, lalu kemudian Kirana segera menjauh saat rangkulan tangan Alfaro sudah terlepas dari pinggangnya.
"Ada apa?, Kamu gerah, keringetan gitu, aku tambah volume AC nya ya?" Tanya Alfaro yang kemudian tidak jadi melangkah saat menyadari kalau sekarang sedang musim dingin di Paris.
Alfaro membalikan badannya pelan, menatap Kirana lagi dan tersenyum.
"Ini musim dingin, gak mungkin kamu kepanasan kan..atau kamu sakit?" Tanya Alfaro sambil perlahan mendekat kembali ke Kirana dan memeriksa keningnya.
"Aku gak kenapa-kenapa..mungkin capek saja, aku ke kamar mandi dulu, ganti baju sekalian membersihkan diriku" ucap Kirana.
__ADS_1
"Hem..okey" ucap Alfaro yang ikut berjalan mengikuti Kirana dari belakang.
"Eh tunggu.. kamu mau kemana?" Tanya Kirana.
"Kemana?, Kan mau ke kamar mandi.. bersihkan diri sekalian bantu kamu, memang mau kemana lagi?" Ucap Alfaro heran dengan pertanyaan sang istri.
"What..!!, gak bisa, kita gantian saja, aku belum terbiasa di kamar mandi di barengi seseorang" ucap Kirana.
"Tapi_"
BRAK
Kirana segera menutup pintu kamar mandi dengan cepat, takut kalau Alfaro keburu menyusulnya.
"Astaga.., ada apa dengan wanita ini" ucap Alfaro lirih setelah terjingkat kaget mendengar pintu kamar mandi di tutup sedikit keras oleh Kirana.
Didalam kamar mandi Kirana segera membersihkan dirinya, koper yang sempat dibawa masuk olehnya tadi segera di buka untuk mencari baju tidur yang akan dipakainya.
Kirana berpikir keras mengatasi ketakutannya, semua perkataan Ronan dan juga Alena membuatnya merinding dan juga tidak percaya diri.
"Ya Allah..apa yang harus aku lakukan, benarkah akan terasa sangat sakit, dan apakah aku bisa membuat Alfaro bahagia saat melakukannya denganku" ucap lirih Kirana yang akhirnya dia putuskan untuk memakai pakaian seksi yang sempat di bawakan oleh Hani.
"Astagfirullah..haruskan aku memakai pakaian seperti ini, kenapa aku merinding melihatnya" batin Kirana, namun kemudian dia ingat akan pesan Alena kalau harus bekerja keras untuk bisa melayani seorang Casanova.
"Hhhh...apa yang harus aku lakukan, sial, kenapa harus ribet kayak gini sih.., ayo Kirana kamu harus bisa, melayani Suamimu adalah kewajiban yang pahalanya sangat besar..ayo.. Bismillah kamu pasti bisa..!" Gumam Kirana memberikan semangat untuk dirinya sendiri.
Akhirnya Kirana mengambil kembali ling*erie yang masih ada beberapa di dalam kopernya, dipilihnya warna hitam yang menurut nya tidak terlalu menyolok dan bisa menyamarkan kulit tubuhnya.
Hampir satu jam Kirana ada di dalam kamar mandi, Alfaro yang heran dengan apa yang dilakukan Kirana, akhirnya mengetuk pintu kamar mandi.
"Kirana, kau baik-baik saja?" Ucap Alfaro setelah mengetuk pintu kamar mandi.
Kirana terjingkat mendengar teriakan Alfaro memanggilnya.
"I..Iya, sebentar, sedikit lagi selesai dan aku akan keluar" ucap Kirana.
Perlahan pintu kamar mandi akhirnya terbuka, Alfaro terkejut setengah mati saat melihat sosok wanita yang sangat cantik dengan pakaian se*ksi yang melekat ditubuhnya.
__ADS_1
Alfaro menelan ludahnya pelan, berusaha mengontrol pikirannya, jantungnya berdetak dengan kencang, has*ratnya seketika naik dan terpaksa dengan susah payah berusaha dia kendalikan.
Sementara Kirana semakin bingung dan takut akan tatapan Suaminya yang tidak juga terlepas darinya, ling*erie yang dipakainya membuat dirinya semakin merinding, tangan Kirana reflek menarik bagian bawah ling*erie yang hanya beberapa senti dari area in*tim nya berkali-kali.
Alfaro seketika berusaha menyadarkan pikirannya saat melihat apa yang dilakukan Kirana didepannya.
"Maaf, aku tidak terbiasa pakai gaun seperti ini, tapi aku usahakan nanti akan memakainya saat melayani mu'" ucap Kirana masih berdiri di depan pintu kamar mandi.
Alfaro tersenyum dan mendekati Kirana perlahan.
Seketika bayangan apa yang diucapkan oleh Alena dan Ronan membuatnya merasa gemetaran karena takut, keringat pun perlahan keluar dari pori-pori kulitnya sebagai bentuk pertahanan tubuhnya untuk berusaha mengatasi ketakutannya.
Kini jarak Alfaro hanya beberapa senti saja dari Kirana, bahan hembusan nafas dapat dirasakan satu sama lainya, tangan Alfaro perlahan menyusuri tepian wajah istrinya, hingga kemudian bibirnya menempel perlahan menyapa pipi Kirana dengan lembut.
Kirana sangat terkejut dengan sensasi yang dia dapatkan dari apa yang sudah dilakukan oleh Alfaro, Rasa yang membangkitkan sesuatu namun membuatnya semakin takut dan gemetaran.
"Apa kau siap memberikan dirimu seutuhnya?" Tanya Alfaro lirih di telinga Kirana setelah melepaskan ciuman di pipinya.
Kirana menatap mata Alfaro, lalu segera menghindarinya kembali saat dirinya terkejut dengan sentuhan tangan suaminya yang kini sudah berada di lehernya, lalu perlahan turun kebawah menyapu dada atasnya kemudian meluncur pelan ke pundaknya, dan kini meraih tali ling*erie yang ada di bahunya.
Alfaro menatap Kirana dengan senyuman yang mengembang perlahan, terlihat dengan jelas wajah cemas dan ketakutan dari istrinya hingga dia merasakan tubuh istrinya gemetar.
"Tunggu..!" Ucap Kirana pada akhirnya, saat Alfaro mulai menyentuh telinga Kirana dengan kecupan lembut beberapa kali.
"Kenapa hemm?" Ucap lembut Alfaro menyudahi aksinya.
"Aku..aku..tidak apa-apa" ucap Kirana kemudian yang berusaha untuk menahan rasa takutnya.
"Benarkah..setelah ini aku tidak akan menahan diriku lagi, kau siap kan Honey?" Ucap Alfaro yang tiba-tiba saja membalik tubuh Kirana lalu memeluknya dengan erat dari belakang,
Kirana sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Alfaro terhadapnya, dirinya masih terdiam, tubuhnya semakin gemetar saat di depannya terlihat bayangan dirinya dan juga Alfaro yang nampak jelas di dalam cermin.
Alfaro menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Kirana, menghirup dalam-dalam bau tubuh istrinya, tangannya mulai mengusap lembut perut Kirana dan Akhirnya..
Tahan nafas dulu gaes...
Bersambung.
__ADS_1
Mohon bersabar menanti kelanjutannya, yuk kirim VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMEN sebanyak-banyaknya dulu dong..
INFO : sudah Update lagi cerita kisah masa Kecil Alena dan Alex di Novel AKULAH WANITAMU..yuk segera mampir gaes..dijamin semakin seru