SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 71


__ADS_3

"Kak Alena, tuan Edward dan tuan Alfaro..kenapa kalian ada disini?" Tanya Hani kebingungan, sementara Alfaro segera berlari kesebuah kamar yang di tempati oleh Ronan.


Dan benar apa yang dikhawatirkan Alfaro , rupanya Ada seorang perempuan didalam sana dan sepertinya sedang melakukan sebuah Ritual untuk memasangkan sesuatu ke tubuh Ronan yang terdiam tak bergeming.


Alfaro segera mengangkat tangannya dan bersiap menggunakan kekuatan tenaga dalam nya untuk mencegah apa yang akan dilakukan oleh wanita itu.


"Hentikan..atau kau akan menyesal, bajingan..!" Ucap Alfaro mengagetkan sosok wanita yang menghentikan aksinya.


"Maaf Anda siapa, berani menghalangi ku, lancang sekali" ucap perempuan itu yang degan berani menyentuh tubuh Ronan, namun dengan gerakan tangan Alfaro, perempuan itu berhasil di hempasan mundur menjauhi Ronan.


Alfaro segera mengguncang tubuh Ronan untuk membuatnya sadar kembali, namun yang dilakukan tidak menemukan hasil.


"Brengsek..apa yang sudah kau lakukan padanya ha..!!, harusnya aku yang bertanya siapa kau, sebelum aku akan membuatmu menyesal!" Teriak Alfaro yang kini sudah bersiap untuk memberikan pelajaran ke perempuan yang masih berusaha untuk berdiri.


Perempuan itu segera bangun dan mengeluarkan senjata rahasianya yang berupa susuk emas yang di lemparkan dengan cepat kearah tubuh Alfaro, tidak menduga akan serangan yang dilakukan lawannya, senjata itu kini menancap dan masuk ke dalam tubuh Alfaro dengan cepat.


Saat Alfaro merasakan sakit yang luar biasa, dari arah belakang rupanya Edward segera menempelkan tangannya di punggung Alfaro untuk mendorong susuk keluar dari tubuh Alfaro dengan tenaga dalamnya.


Hingga kemudian Alfaro bisa terhindar dari senjata susuk yang mematikan, selesai menyelamatkan Alfaro, Edward tidak tinggal diam, sosok wanita yang sudah berlari keluar dengan melompat jendela kini sudah dia dapatkan kembali.


"Ampun..lepaskan aku!!" Teriak perempuan itu.


"Aku akan melepaskan mu dan juga ilmu hitam dari dalam tubuhmu, setelah ini kau akan menjadi manusia biasa lagi tanpa kekuatan apapun..bersiaplah..!!" Teriak Edward yang sudah mengeluarkan cahaya dari tangan kanannya dan diarahkan tepat di tubuh perempuan itu.


"Tolong..jangan lakukan ituuu..!!"


Seketika suara jeritan yang memilukan terdengar, dan disaat yang sama, seseorang dengan tubuh yang merah menyala menyala membawa pergi wanita itu keluar dari Mansion dengan cepat untuk lari menyelamatkan diri.


Edward yang ingin mengejar di cegah oleh Alena.

__ADS_1


"Jangan honey...mereka terluka parah, aku kira untuk saat ini tidak akan membahayakan lagi" teriak Alena.


Edward segera menghentikan pengejarannya, lalu bersama Alena langsung masuk ke dalam Mansion untuk memeriksa keadaan Ronan dan Hani.


**


Beberapa saat sebelumnya, Kirana yang makin penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Alfaro segera menghubungi Ronan ,dan benar saja, dari penjelasan yang di berikan..kini Kirana sudah paham dengan duduk permasalahannya.


Dengan terpaksa Kirana akhirnya memutuskan untuk segera menyusul keberadaan Suaminya di Mansion miliknya, dengan langkah yang masih menahan nyeri dan tertatih-tatih, Kirana kini menuju lantai bawah untuk memanggil pak sopir untuk segera menjemput Alfaro di Mansionnya.


"Astagfirullah..keterlaluan sekali kau Faro, dasar...awas saja..!!" Gumam Kirana yang kemudian di kejutkan dengan kedatangan Kaisar yang kini tepat di hadapannya.


"Ada apa..kenapa wajahmu cemas sekali, apa kau mau keluar ?" Tanya Kaisar denah tatapan curiga ke adiknya.


"Hani dan Ronan dalam bahaya kak, ada sesuatu yang terjadi dengan mereka di Mansion ku" jawab Kirana yang kini bergegas ingin melangkah.


"Tunggu.. aku ikut, siapa tau kalian akan membutuhkan bantuan ku" Sahut Kaisar yang kemudian segera mengikuti langkah Kirana yang ada didepannya .


Sampai di Mansion, Kirana segera turun dari mobil di pintu gerbang yang tumben tidak ada pengawalnya, sementara Kaisar terus masuk kedalam untuk memarkirkan mobil di area parkir belakang mansion.


Dan ketika akan masuk ke Mansionnya, Kirana dikejutkan dengan dua orang asing yang tergesa-gesa keluar dari Mansion miliknya.


Seseorang dari mereka sudah bersiap akan menyerang Kirana, namun salah satu mereka sangat terkejut melihat Kirana yang bersiap siaga akan hal buruk yang tejadi, hingga kemudian salah satu kedua orang itu mengucapkan sesuatu yang membikin Kirana sangat terkejut.


"Kirana.???" Ucap lirih salah satu dari mereka yang begitu terkejut melihat sosok Kirana ada sangat dekat dengannya.


"Maaf..anda mengenal ku?" Tanya Kirana tanpa jawaban dari keduanya, hingga akhirnya kedua orang itu menghilang dari pandangan.


Kaisar segera berlari menjemput Kirana yang masih terbengong dengan apa yang baru saja dialaminya.

__ADS_1


"Jangan bengong Kirana, tetaplah waspada, sebaiknya kita segera masuk ke dalam dan melihat apa yang sebenarnya terjadi" ucap Kaisar yang kini sudah menggandeng tangan Kirana.


Kedatangan Kaisar dan Ronan membuat semua terkejut, Kirana yang melihat suaminya sedikit berantakan membuatnya segera Berlari menghampirinya.


"Astaga..ada apa ini, apa yang terjadi honey?" Ucap Kirana sambil mendekat ke arah Alfaro dengan wajah yang cemas.


"Aku tidak apa-apa honey, kenapa kau bisa kesini?" Jawab Alfaro yang juga terheran melihat Kirana menyusul dirinya, belum sempat Kirana menjawab pertanyaan suaminya, dia di kejutkan dengan Hani yang terbuat shock dan ketakutan.


"Kaka Al, apa yang sebenarnya terjadi, Hani..kau tidak apa-apa kan?" Ucap Kirana yang kini sudah memiliki Hani untuk menenangkannya.


Sementara Kaisar segera bergabung dengan Edward dan Alfaro untuk mencari tau juga apa yang sebenarnya bari saja terjadi.


Alfaro menceritakan semuanya, Kaisar sangat terkejut mendengar hal itu dan menyarankan agar setidaknya Hani dan Ronan di jaga dahulu, yang itu artinya, salah satu dari mereka harus ada yang tinggal bersama dengan Hani dan Ronan di Mansion Kirana.


"Begini saja Ed, bagaimana kalau kalian dan Paman Edoardo tinggal di Mansion Deddy, sedangkan aku, Kirana dan Kaisar akan berada di Mansion ini untuk menjaga Hani dan Ronan" ucap Alfaro.


"Hem, ide yang tepat, lagi pula aku masih harus rutin membantu Paman Aliando dengan tenaga dalamnya" jawab Alena yang kemudian mendapat anggukan dari semua orang yang ada disana.


"Dan nanti jangan lupa, kita harus tetap waspada, dan saling memberikan kabar" sahut Edward.


Kini Alena satu persatu memberikan bantuan pertolongan ke Ronan dan juga Hani untuk benar-benar memulihkan keadaanya yang sudah terkenal ilmu hitam dari seseorang yang belum di ketahui.


Dan di tempat yang tak jauh dari mereka, rupanya ada orang yang berhasil melarikan diri masih tertegun dengan apa yang dilihatnya.


"Apakah itu tadi wanita yang sedang kita cari?" ucap wanita yang sudah terluka karena serangan Edward, dan beruntung nyawanya masih bisa di selamatkan oleh temannya sendiri.


"Hem, benar sekali, Akhirnya aku menemukannya, ayo kita segera melaporkan hal ini kepada sang ketua" ucap laki-laki itu yang kemudian segera bergegas untuk memberikan informasi kepada sang ketua.


Bersambung.

__ADS_1


Hari SENIN..waktunya memberikan VOTE, VOTE, VOTE...jangan lupa ya Gaes..di tunggu juga HADIAH, LIKE, dan KOMEN.


__ADS_2