
"Ingat Fey? kalau kamu mempunyai seseorang yang kamu suka, kamu harus berusaha membuat dia juga suka sama kamu, dan kamu harus berusaha mempertahankan nya, atau kamu akan menyesal nantinya." Ucap Linda sambil menyentuh pundak ku.
"Tentu! terimakasih atas sarannya! kalian memang sahabatku yang terbaik" Fey pun menjawabnya sambil tersenyum.
"Benarkah?" tanya Linda yang sangat senang.
"Tentu! kalian berdua adalah sahabatku yang paling berharga!" Ucap Fey sambil tersenyum manis.
"F..Fey! kurasa kami berdua telah jatuh cinta kepadamu, meskipun kamu sedang menyamar, tetapi aura mu masih terlihat saat kamu terseyum seperti itu, benar kan mel?." Ucap Linda yang termenung saat melihat ku.
"Kamu benar Lin!" Ucap Amel yang juga menatapku.
"Pft.. ha-ha-ha." Setelah itu kamipun tertawa bersama di dalam kelas.
Tak lama kemudian pelajaran pun dimulai, Fey melihat Fadil dari belakang, Fey rasa dia masih merasa bersalah akibat insiden kemarin, Fey berfikir apa yang harus aku lakukan setelah membaca pesan dari Fadil tadi, tiba-tiba Linda pun berteriak sambil mengangkat tangan kanan nya dan berkata "Pak! Fey bilang dia sedang pusing, aku rasa dia harus segera di bawa ke UKS untuk beristirahat."
"Siapa yang pusing?" Bisik Fey sambil menyenggol Linda.
"Tenang saja!" Bisik Linda sambil mengedipkan matanya.
"Benarkah!, apa kamu merasa pusing?" tanya pak rony.
"I..iya pak" jawab Fey yang sedikit ragu.
"Kalau begitu Linda, bantu dia pergi ke UKS!" suruh pak rony.
"Gimana kalau Fadil saja yang mengantarkan nya pergi ke UKS pak, saya masih sibuk!, Fadil kamu mau kan mengantarkan Fey ke UKS?" tegas Linda sambil menendang kursi Fadil dari belakang.
"T..tentu!" jawab Fadil yang sedikit ragu.
"Apa yang sedang kamu pirkan Linda?" batin Fey.
Fey pun pergi bersama Fadil menuju uks, tanpa berbicara satu kata pun. Sesampainya di UKS Fadil pun berkata sambil memalingkan wajahnya "Sudah sampai!.... aku kembali dulu ke kelas dan sekali lagi aku meminta maaf untuk yang kemarin."
"tunggu!, sebenarnya aku sudah tau kalau itu hanya kecelakaan, jadi lupakan saja!" jawab Fey sambil duduk di kasur dan tersenyum manis.
Fadil pun menatap ku sembari berkata "be.. benarkah? apa kamu sudah tidak marah lagi terhadapku?."
"Marah?. kapan aku marah, kemaren aku hanya terkejut saja" jawab Fey sambil tersenyum.
__ADS_1
"Begitu kah?, kira kamu marah terhadapku, tapi kenapa kamu bilang jangan dekati aku lagi dan pergi begitu saja meninggalkan ku" jawab Fadil sambil menatapku.
"Aku harus jawab apa?, mana mungkin aku menjawab seharusnya waktu itu kamu harus menghentikan ku" bantin Fey.
"Ah, itu karena... aku kaget aja! tiba-tiba kamu memelukku" jawab Fey yang sedikit ragu.
"Begitu ya! syukurlah aku kira kamu marah karena aku memelukmu mu" jawab Fadil sambil menghela nafasnya.
"K.. kalau kamu membahas nya lagi! aku akan benar-benar marah" jawab Fey sambil mengerutkan alisnya.
"Be...begitu yah! kalo begitu ma.. maaf, ohya apa kamu sudah merasa baikan?" tanya Fadil yang sedikit cemas.
"Ah.. aku lupa, aku pergi ke UKS karena merasa pusing." batin Fey.
"Su..sudah mendingan, kamu bisa pergi ke kelas" jawab Fey sambil mengeluarkan keringat dingin.
"Begitu kah, coba aku cek!" jawab Fadil sambil mendekat dan memegang kening Fey.
"A.. apa yang kamu lakukan" jawab Fey sambil menjauh dari Fadil.
"Ma.. maafkan aku! aku cuma pingin melihat apakah kamu sedang demam" jawab Fadil sambil mundur menjauh dari tempat tidur.
"B..benar juga, k..kalau begitu aku pergi ke kelas dulu" jawab Fadil sambil berjalan mundur, dan keluar dari ruangan UKS.
"Kok aku merasa seperti sudah mengenal Fadil begitu lama yah, siapa sebenarnya dia? ah sudahlah mungkin cuma perasaan ku saja, lebih baik aku menggunakan waktu ini untuk tidur" batin Fey
***
"Putri jagan duduk di sana, nanti kamu jatuh" Ucap anak laki-laki berbaju merah.
"Benar! nanti kamu jatuh, kalau kamu jatuh nanti kami yang di marahi, lebih baik kamu kesini saja, air nya tidak begitu deras kok" jawab laki-laki berbaju hijau.
"Biarin saja dia, dia kan sedang sakit, nanti kalau tiba-tiba pingsan gimana? nanti kita yang dimarahin sama ayahnya, lagi pula Ngapain kalian ajak dia bermain, sudah tau dia itu sakit" Ucap si gadis kecil yang sedang bermain bersama dua anak laki-laki tersebut.
.........
Tes.. tes... tes (tetesan darah)
Darah!.. kenapa aku melihat begitu banyak darah?.. dan darah siapa ini?.dan kenapa disini tiba-tiba menjadi sangat gelap gelap?..
__ADS_1
Triiinnnngggg... (bunyi bel tanda istirahat)
Fey pun membuka matanya dan terbangun dari tidurnya. "Tak kusangka, lama-lama mimpi itu akan menjadi semakin menyeramkan, untung tadi itu cuma mimpi." batin Fey sambil bernafas ter senggal-sengal.
"Ada apa Fey? kamu sampai keluar keringat dingin, apa kamu benar-benar sakit?" Ucap Linda yang khawatir.
"Kenapa disini ada Linda, Amel dan Fadil?" batin fey
"Aku baik-baik saja, aku hanya bermimpi buruk, dan sejak kapan kalian berada disini?" tanya Fey sambil menatap mereka dan memegang dadanya.
"Kami baru saja datang, apa kamu benar-benar tidak apa-apa? Tanya Linda sambil memegang kening ku.
"Badan kamu sedikit panas Fey, lebih baik kamu pulang saja!" jawab Linda yang sedikit khawatir dengan keadaan Fey.
"Aku tidak apa-apa, le...lebih naik kita ke kantin saja, aku cuma butuh sedikit air minum" Ucap Fey sambil bangun dari tempat tidurnya.
"Oh, kalau begitu kamu kekelas saja, biar aku saja yang pergi ke kantin dan membelikan kamu minuman" Ucap Linda.
"Kalau begitu, terimakasih dan maaf aku sudah merepotkan mu" jawab Fey.
"Tida kok, yasudah aku pergi dulu" jawab Linda sambil berjalan keluar UKS.
"Fey! lebih baik kamu pulang saja!" jawab Amel sambil mendekat dan membantuku berdiri dan berjalan pergi keluar dari UKS.
"Tidak usah, terimakasih sudah mengkhawatirkan ku" jawab Fey.
"Apa kamu butuh sesuatu lagi?" Tanya Fadil yang sedikit khawatir.
"Tidak! aku cuma butuh minum dan sedikit istirahat saja, terimakasih" jawab fey.
Fey berpikir, Entah mengapa mimpi tersebut sangat terasa begitu nyata, apa mungkin aku ada kaitannya dengan mimpi tersebut, aku merasa anak yang duduk di jembatan itu adalah aku, tapi kalo dipikir-pikir lagi, itu tidak mungkin karena sejak berumur sekitar sepuluh tahun yang lalu aku sudah takut sama yang namanya ketinggian, tunggu! sepuluh tahun yang lalu berarti aku masih berumur tujuh tahun kan, kenapa aku tidak ingat kejadian saat aku berumur tujuh tahun?.
"Fey, Fey, hei Fey apa kamu dengar!" bisik Linda sambil menggoyang kan badan ku.
"Pk Rony dari tadi memanggil mu, apa kamu tidak dengar?" bisik Linda.
"Ma.. maaf pak tadi saya melamun" tegas Fey sambil berdiri.
"Hah kamu ini, jangan kebanyakan melamun, cepat keluar dan cuci muka mu" Pinta pak rony sambil menghela nafasnya.
__ADS_1
"Iya pak" jawab Fey sambil keluar dari ruang kelas nya.