SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 129


__ADS_3

Kirana ikut menjerit saat seseorang menghadang serangan yang ditujukan padanya, dan kemudian dirinya segera berusaha bangkit untuk membangunkan.


"Christopher..!!, Bangun..Chris..!!" Teriak Kirana sambil mengguncang tubuh Christopher yang diam tak bergerak lagi.


Sementara Bima ikut terkejut saat serangannya ternyata menghantam tubuh Christopher yang melindungi Kirana. "S-hit.!, Kenapa bisa begini!" Umpat Bima yang kini melihat keadaan Christopher yang sangat parah.


"Kau selalu mengacaukan semua rencana ku, wanita sialan..!!, Hari ini kau harus mati ditangan ku!" Teriak Bima yang sudah tidak bisa lagi menahan emosi, lalu dirinya segera bersiap menyerang Kirana kembali.


"Kirana..awas..!!' teriak Louise yang menyadari akan bahaya yang kesekian kali akan menghampiri Kirana.


Tersadar akan teriakan Louise, Kirana segera mundur dan berusaha untuk berdiri sambil memegangi perutnya yang masih sangat nyeri, "ya Alloh, ada apa dengan ku, kenapa rasa nyeri ini semakin hebat" batin Kirana yang berusaha sekuat tenaga untuk tetap tenang.


Hingga akhirnya serangan mematikan dari tenaga dalam Bima di arahkan tepat di tubuh Kirana..


BLAM


disaat yang bersamaan sebuah serangan tenaga dalam yang sangat besar melesat menghantam tubuh Bima hingga terjungkal ke belakang.


"HONEY..?!" Ucap lirih Kirana yang melihat sosok Alfaro kini sudah ada di sampingnya.


"Kau tidak apa-apa honey..?" Tanya Alfaro cemas melihat keadaan Kirana.


"Aku baik.. hati-hati, mereka dari Klan Hitam yang lolos kemaren" sahut Kirana memberikan peringatan.


Alfaro mengangguk, lalu segera maju untuk menghadapi Bima kembali, sementara Louise sudah berlari mendekat ke arah Kirana, dan Ronan yang juga ikut segera memberikan bantuan ke Christopher Nolan yang terluka cukup parah.


"Berani kau menyentuh istriku, bajingan..!!" Teriak Alfaro yang kini sudah mengeluarkan tenaga dalamnya dan melesat menyerang Bima yang baru saja berdiri dengan benar, pertarungan terjadi dan tentu saja Bima bukan tandingan Alfaro.


Dengan Emosi yang dirasakan oleh Alfaro karena melihat istrinya disakiti, serangannya begitu kuat dan penuh dengan gerakan yang mematikan, bahkan beberapa anak buah Bima yang ikut membantu kini tumbang, tidak ada satupun yang bisa berdiri kembali.


Hantaman yang cukup keras mendarat tepat di dada Bima dengan sempurna, hingga membuatnya terpelanting ke tanah dan batuk darah, rupanya tenaga dalam Alfaro berhasil mengenai organ dalamnya.


Alfaro menghentikan serangannya, dia sangat yakin Bima tidak akan mungkin bertahan dengan kondisi tubuhnya yang terluka cukup parah kali ini, "aku masih berbaik hati membiarkanmu hidup kali ini, sebentar lagi pihak berwajib akan memboyong mu ke penjara, tempat paling tepat untukmu menjalani hukuman seumur hidupmu!" Ucap Alfaro.

__ADS_1


Alfaro segera berbalik saat mengingat akan keadaan Kirana, namun..baru saja dirinya melangkah, Alfaro bisa merasakan ada serangan yang tiba-tiba saja datang dari belakang. Dengan kedua tangan yang mengepal, Alfaro segera berbalik dan menghantam Bima yang sudah ada di belakangnya dengan kekuatan penuh tenaga dalamnya.


"AKH..!!"


Jeritan terakhir dari Bima sempat terdengar sebelum akhirnya dia terkapar tak bernyawa.


Semua sangat terkejut melihat apa yang sudah terjadi, Alfaro yang reflek mengeluarkan tenaga dalamnya tidak pernah menyangka akan membuat Bima menghembuskan nafas yang terakhir.


"Maaf..kau sendiri yang memilih jalan ini" ucap lirih Alfaro menatap tubuh tak bernyawa Bima.


Lalu kemudian Alfaro segera menghampiri Kirana yang masih bersama dengan Louise, "Bagaimana keadaanmu honey?" Tanya Alfaro.


"Perutku sangat nyeri..rasanya aku tidak kuat lagi" ucap lirih Kirana yang masih meringis kesakitan.


"Okey..kita kerumah sakit sekarang..!" Ucap Alfaro yang sudah menggendong Kirana untuk di bawa masuk ke dalam mobilnya.


"Ron..kau tunggulah di sini sampai bantuan dari rumah sakit datang, keadaan Christopher parah, dan Louise..tolong ikut denganku, pegangi Kirana di kursi belakang, aku akan menyetir sendiri mobilnya menuju rumah sakit!" Teriak Alfaro meminta kerjasama.


"Pergilah..jangan khawatir!" Teriak Ronan yang kini duduk di didekat Christopher.


Seketika itu juga Alfaro sangat terkejut dan menginjak gas mobil melesat cepat menuju Rumah sakit terdekat.


Sampai di IGD Rumah Sakit, Kirana segera mendapat kan pertolongan, para tenaga kesehatan memberikan tindakan cepat untuk menghentikan perdarahan yang terjadi, sementara itu Alfaro tidak bisa tenang dan mondar mandir di ruang tunggu yang telah disediakan.


"Ya Allah..tolong selamatkan istriku, jangan sampai terjadi sesuatu yang buruk dengan nya..aku mohon" ucap lirih Alfaro di dalam kecemasannya.


Tak lama kemudian datanglah ambulan yang ternyata membawa Christopher yang tengah tak sadarkan diri ditemani oleh Ronan, sontak Louise berdiri dan mendekat kearah Ronan untuk menanyakan keadaan Christopher.


"Bagaimana keadaan?" Tanya Louise.


"Masih belum sadar, tapi sudah di periksa oleh dokter, kita tunggu saja.. lalu bagaimana dengan Kirana?" Ucap Ronan.


"Masih ditangani, tadi juga gak sadarkan diri" sahut Louise.

__ADS_1


Ronan segera mendekat kearah Alfaro dan memeluknya sejenak, "Tenanglah Faro, Kirana pasti akan baik-baik saja, dokter ahli sudah melakukan penanganan yang terbaik untuknya" ucap Ronan, memberikan support untuk menenangkan Alfaro.


"Thanks Ron, aku berharap semoga semuanya baik-baik saja" jawab Alfaro.


Tak lama kemudian, pintu penanganan pasien gawat darurat terbuka, seorang dokter keluar, "Maaf..apa ada keluarga dari ibu Kirana?" Tanya seorang dokter dengan sopan.


Alfaro segera beranjak dari tempatnya, mendekat ke arah dokter dengan wajah yang penuh dengan kecemasan, "Saya Suaminya dokter, bagaimanapun keadaan istri saya?" Jawab Alfaro.


Dokter itu pun menarik nafas panjang sebelum menjelaskan sesuatu hal yang sangat penting dan berkaitan dengan keadaan Kirana saat ini. "Alhamdulillah..nyawa Ibu Kirana bisa kita selamat kan, dan kami akan segera memberikan transfusi darah karena perdarahan hebat yang dialami oleh istri anda" ucap sangat dokter.


"Alhamdulillah..iya dok, lakukan yang terbaik untuk istri saya..apapun itu" sahut Alfaro.


"Syukurlah..saya ikut senang mendengar nya" ucap Louise yang juga mendengar penjelasan dari dokter.


Begitu juga dengan Ronan yang mengucap syukur akan kabar dari Kirana.


"Tentu saja, kami dari pihak Rumah sakit akan memberikan penanganan yang terbaik untuk ibu Kirana, namun ada berita tidak baik yang perlu saya sampaikan juga" ucap Dokter itu yang kini tengah menata hati dan ucapannya.


"Katakan saja dokter, ada apa dengan istri saya?" Jawab Alfaro yang kini tampak cemas kembali.


Dokter itupun segera menceritakan keadaan Kirana, dimana sebenarnya dia tengah hamil 4 Minggu dan tim medis tidak bisa menyelamatkannya karena keadaan yang tidak bisa ditolong lagi.


"Astagfirullah.." ucap lirih Alfaro yang terkejut sekaligus sangat sedih dengan kabar itu.


Dan satu kabar lagi yang membuat Alfaro sangat shock, dimana Kirana akan segera dilakukan operasi pengangkatan satu tempat indung telur di perut kirinya yang kini pecah dan hancur Karena benturan atau pukulan yang sangat keras dan menimbulkan perdarahan yang terus menerus.


Alfaro terduduk lemas, dua Kabar berita yang sangat membuat dirinya merasa shock, namun dia harus segera memutuskan dan menandatangani persetujuan operasi untuk menyelamatkan nyawa istrinya.


"Lakukan yang terbaik untuk menyelamatkan nyawa istri saya Dokter" ucap Alfaro setelah menandatangani surat persetujuan operasi.


Ayo waktunya VOTE VOTE VOTE.. Jangan lupa ya, ditunggu juga HADIAH, LIKE, dan KOMENnya.


Ketik: Sinho Channel di YouTube, untuk menikmati Cerpen-cerpen karya Author yang tak kalah seru.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2