
Hampir satu Minggu telah berlalu, sudah saatnya Kirana kini di perbolehkan pulang karena keadaanya sudah membaik dan bisa melanjutkan perawatan masa pemulihan dirumah dengan jadwal kontrol yang sudah diberikan.
"Honey..ada yang ingin aku sampai kan sebelum kita pulang, dan aku meminta bantuan dokter untuk lebih jelasnya lagi, apapun itu..aku mohon..kuatlah.. aku akan selalu bersamamu, aku bersumpah" ucap Alfaro membuat Kirana langsung bisa merasakan kabar buruk yang akan di dengarnya.
Kirana mengangguk dan kemudian bersama dengan Alfaro segera masuk kedalam ruangan dokter spesialis kandungan, dengan duduk berdua dan genggaman tangan suaminya yang tidak pernah lepas, akhirnya Kirana kini mendengarkan satu persatu penjelasan dari dokter tentang keadaannya.
Kirana sangat terkejut dan tangannya bergetar saat mendengar kenyataan pahit dimana ternyata dia telah mengalami kegu-guran dan juga kehilangan satu in-dung telurnya. Tangisan Kirana tidak bisa dibendung lagi saat sang dokter telah menyelesaikan semua penjelasan yang diberikan.
setelah beberapa saat, Kirana akhirnya bisa tenang kembali dan memutuskan untuk segera pulang ke Mansionnya sendiri bersama dengan Alfaro.
"Jadi kau tidak ingin ke tinggal di Mansion Daddy dulu?, Keadaan kamu kan masih agak lemah honey, disana ada Mommy Aisyah yang bisa menjaga kamu" ucap Alfaro.
"Tidak..jangan merepotkan terus, lagi pula aku sudah baikan, nanti di Mansion kita juga ada beberapa asisten rumah tangga yang bisa membantu ku honey" jawab Kirana.
"Baiklah.. apa kita jadi mampir ke ruangan Christopher?, Aku dengar dia besok baru di perbolehkan pulang" ucap Alfaro.
Kirana mengangguk, Alfaro dengan sigap mengambilkan kursi roda untuk Kirana, karena jarak ke ruangan Christopher cukup lumayan jika ditempuh dengan berjalan kaki, apalagi bagi Kirana yang habis melakukan operasi.
Sampai diruangan Christopher, terlihat Zahra ternyata juga ada di sana, Kirana tersenyum lalu masuk bersama dengan Alfaro. "Bagaimana keadaanmu Chris?" Tanya Kirana setelah kini ada di hadapan Christopher yang kebetulan sedang duduk.
"Aku baik, bagaimana denganmu Kirana?" Jawab Christopher.
"Aku juga baik, dan hari ini aku sudah bisa pulang, aku dengar kamu besok juga sudah di perbolehkan pulang kan?" Tanya Kirana.
"Iya, aku minta maaf" ucap Christopher Nolan yang tampak sedih dan menunduk, Zahra sampai dibuat terkejut dengan sikap yang di tunjukkan Christopher kepada Kirana, sedangkan Alfaro menyadari bahwa mereka berdua perlu waktu untuk bicara empat mata.
"Nona Zahra, ada yang ingin saya bicarakan, bisa anda ikut dengan saya?" Ucap Alfaro sengaja mengajak Zahra keluar dari ruangan.
__ADS_1
"Apa..oh..iya..mari" sahut Zahra yang nampak terkejut, namun segera mengikuti Alfaro keluar ruangan segera.
Alfaro menepuk tangan Kirana lembut sebelum dia keluar dan menge-cup kening istrinya.
Christopher menatap Kirana, dia tau apa yang tengah terjadi dengan wanita yang pernah dia cintai dan kini ada dihadapannya."aku turut berduka dan maaf...aku tidak bisa melindungi mu" ucap Christopher sambil tertunduk kembali.
"Tidak apa-apa, apa yang terjadi denganku pasti sudah digariskan dan aku berusaha mengikhlaskan semuanya, mungkin ada sesuatu yang lebih indah sedang dipersiapkan untuk ku oleh sang Pencipta, dan aku pribadi, sangat berterimakasih padamu Chris...kau sudah mengorbankan diri untuk menolongku.. aku tidak bisa membalas itu dengan apapun" jawab Kirana yang membuat Christopher tak percaya dengan ketabahan dan kekuatan hati Kirana.
"Kau tau Kirana.. semakin aku mengenal mu, aku semakin menyesal, kenapa tidak dari dulu aku bertemu denganmu, sebelum ada Alfaro yang mengisi hatimu"
Kirana tersenyum kembali, "karena aku bukan terbaik untukmu Chris.. akan ada wanita yang jauh lebih baik dan pantas untuk mengisi hatimu dan mendampingi mu, percayalah.."
"Hem.. aku harap juga begitu" ucap Chris yang tiba-tiba saja tersenyum saat bayangan Louise melintas di pikirannya, "dasar wanita aneh" ucap Christopher lirih. Membuat Kirana sedikit mendengar dan merasa heran.
"Apa kau sedang bicara sesuatu Chris?" Tanya Kirana.
Kirana tertawa dan kemudian mereka berdua kini melanjutkan perbincangan.
Sementara di luar ruangan, nampak Zahra juga berbincang dengan Alfaro, "Oh..jadi Christopher pernah menginginkan Nona Kirana, pantas saja..dari cara memandang dan bersikap sangat berbeda sekali, aku tidak pernah melihat Christopher sampai seperti itu menghadapi wanita" ucap Zahra.
Alfaro hanya mengangguk sekali, dan kemudian duduk terdiam kembali, sementara Zahra tanpa sengaja memperlihatkan laki-laki yang kini tengah duduk disampingnya. "Dia sangat berkharisma, dan sepertinya Alfaro sangat mencintai Kirana" batin Zahra yang tiba-tiba saja merasakan dadanya begitu sesak.
"Aku ikut berduka dengan musibah yang kalian alami" ucap Zahra kemudian.
Alfaro menoleh sejenak ke arah Zahra sambil tersenyum sekilas dan menarik nafas panjang, "Terimakasih" ucap Alfaro.
"Aku melihat Kirana adalah sosok wanita yang sangat kuat, dia sepertinya bisa mengatasi kesedihannya dengan baik, aku bahkan hampir tidak bisa melihat dia sangat terpukul saat ini" ucap Zahra.
__ADS_1
"Tidak akan aku biarkan dia bersedih terlalu lama, apalagi sampai terpukul, tidak akan aku biarkan itu terjadi" sahut Alfaro dan membuat Zahra semakin merasakan bahwa cinta Alfaro sangat besar untuk istrinya.
"Hem.. bagus, beruntung Kirana memiliki mu tuan Alfaro"
"Bukan dia..tapi aku yang beruntung memiliki wanita berhati malaikat seperti Kirana, dia bahkan menerima dengan tulus diriku disaat aku berada di titik terendah"
"Oh ya..." Sahut Zahra sangat terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Alfaro.
"Dia tidak akan berpikir dua kali, seandainya nyawanya diminta untuk menggantikan keselamatan ku, bisa anda bayangkan sendiri bukan.. wanita seperti apa Kirana, dan aku yakin tidak ada laki-laki yang akan melepaskan wanita seperti itu begitu saja, apalagi saya, yang sudah menjadi pemiliknya, bahkan dunia seisinya tidak akan bisa menggantikan posisinya di hati saya" ucap Alfaro begitu terus terang.
Zahra terdiam, dia tidak pernah menyangka seorang Alfaro akan berbicara begitu tegas tentang perasaan cintanya yang begitu besar dan tulus untuk istrinya.
Hingga kemudian terdengar panggilan Kirana yang membuat Alfaro segera beranjak dengan senyuman bahagianya, masuk ke dalam ruangan lalu berbincang kembali dengan Christopher Nolan.
Tidak dengan Zahra yang kini masih terdiam duduk di kursi, tubuhnya seakan sangat sulit digerakkan untuk beranjak, semua hal yang dikatakan oleh Alfaro membuat hatinya tidak karuan, bahkan berulangkali dia harus menarik nafas panjang untuk mengontrol dirinya.
Tak lama kemudian, Alfaro dan Kirana akhirnya pamit untuk pergi, Christopher melepas kepergian mereka dengan senyuman, dihatinya ada perasaan lega saat melihat bagaimana Alfaro terlihat begitu menjaga dan menyayangi Kirana dengan sepenuh hatinya.
Sementara Zahra kini sudah ada di dalam ruangan Christopher kembali dan duduk di sofa dengan menyandarkan kepalanya.
"Kau kenapa?, Kalau capek, pulang saja Ra, aku kan sudah baikan, besok juga boleh pulang, bisa mengurus diriku sendiri " ucap Christopher.
"Menurut mu, apa aku bukan wanita baik?" Tanya Zahra yang membuat Christopher melongo.
Ayo waktunya VOTE VOTE VOTE.. Jangan lupa ya, ditunggu juga HADIAH, LIKE, dan KOMENnya.
Ketik: Sinho Channel di YouTube, untuk menikmati Cerpen-cerpen karya Author yang tak kalah seru.
__ADS_1
Bersambung.