
Alfaro memejamkan matanya sesaat sambil menarik nafas panjang ketika menyadari siapa wanita yang ada dibalik pintu.
"Masuklah Honey..aku mohon" ucap Alfaro.
Dan pintu pun akhirnya terbuka perlahan, tampak Kirana sedang memandang ke arah Alfaro lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan.
Viona terkejut melihat kedatangan Kirana yang tidak pernah disangka nya, segera dirinya berdiri menatap Kirana dengan penuh Kebencian.
"Maaf, sebenarnya aku tidak bermaksud mengganggu perbincangan kalian, aku datang kesini ingin meluruskan masalah dengan mu Viona, tapi rupanya Alfaro sudah menjelaskan segalanya"
Viona terkekeh, bahkan Dimata Kirana wanita yang ada didepannya ini berubah menjadi sosok yang sangat mengerikan.
Perlahan Viona berjalan mendekati Kirana, "kau kira aku percaya dengan kata-katamu wanita sialan.!, Jangan harap kau akan mendapatkan Alfaro dengan mudah, ingat..ada anaknya yang kini sedang berada dalam rahimku" ucap Viona dengan penuh penekanan.
Kirana tersenyum, tidak ada rasa gentar sama sekali, "kalau memang benar itu anak Alfaro, kau tidak perlu khawatir, dia akan bertanggung jawab, tapi masalahnya..kenapa Alfaro sendiri malah meragukan mu..atau jangan-jangan, anak itu_?"
"Kau_!!" Teriak Viona sambil melayangkan tangannya.
"Hentikan Viona!, Jangan berani menyentuh Kirana, atau aku akan berbuat kasar padamu!"
"Apa kau bilang..aku sedang hamil anakmu, dan teganya kau akan berbuat hal seperti itu, keterlaluan!!' sahut Viona.
"Dia bukan_"
"Cukup..!!, Ingat, ada janin yang tidak bersalah sedang tumbuh dalam rahimmu Viona, jangan perdengarkan dirinya akan kata-kata kasar dan kebencian dari mulut kalian berdua, aku rasa tidak ada gunanya juga aku disini, kalian bicaralah baik-baik, aku pergi dulu" ucap Kirana.
"Apa..tunggu..honey.. please?!" Ucap Alfaro yang kini sudah memegang tangan istrinya dan memohon untuk tetap menemaninya.
"Aku masih banyak pekerjaan honey.. selesaikan masalahmu dengan Viona baik-baik, aku percaya kamu bisa mengatasi hal ini dengan bijak, okey?" Ucap Kirana dengan lembut, memeluk Alfaro sesaat sebelum dia akhirnya pergi meninggalkan tempat itu.
Suasana menjadi hening.
"Bangsat..bagaimana mungkin wanita ja-lang itu begitu santai dan tenang menghadapi masalah ini, atau jangan-jangan dia sudah tau kalau aku sedang berbohong?" Batin Viona dengan wajah yang mulai cemas.
Alfaro kembali duduk didepan Viona, sesaat kemudian dirinya membuka pembicaraan.
"Baiklah..aku ingin kau melakukan tes DNA, dan aku yang akan menentukan dengan dokter siapa kita akan melakukannya"
__ADS_1
"Jadi kau meragukan kalau ini adalah darah daging mu?"
"Tentu saja, mengingat kau dulu juga sudah tidak pera-wan saat pertama kali melakukannya denganku, itu berarti kau bisa tidur dengan siapa saja bukan?"
"Beraninya kau menuduhku Alfaro!" Teriak Viona.
"Sudahlah..jaga emosimu..persiapkan dirimu untuk segera melakukan tes itu" ucap Alfaro yang kemudian bergegas pergi meninggalkan Viona.
*
Sementara itu dua perusahaan besar yang sedang bertemu dan mendiskusikan pelepasan dirinya dari perusahaan Fernandes company. Mereka tak lain adalah Fardat Kertoz dan Artes Hotler.
Fardat duduk dengan wajah yang sangat serius, "Jadi kau juga sudah menyelidiki perusahaan Fernandes Company?" Ucapnya.
"Hem, sudah..dan semua data yang diberikan oleh Tuan Alfaro ternyata memang benar, selama ini..pandai sekali perusahaan itu menyembunyikan kebusukannya" jawab Artes.
"Vaden benar-benar kurang ajar, bahkan keuntungan yang didapat dari perusahaan kita tidak di bagi rata, dia memanipulasi data untuk memperkaya dirinya sendiri" ucap Fardat.
Alasan itulah yang membuat kedua perusahaan ini kini sudah ada diruangan privat menunggu kedatangan Vaden Fernandes. Mereka ingin segera terlepas dari perusahaan Fernandes Company.
"Aku sudah mantap keluar dari perusaan itu, semua aset ku akan aku ambil dan tentu saja aku sekarang ini melirik perusahaan tuan Alfaro, aku berharap masih Bisa untuk bekerja sama dengannya" ucap Artes Hotler.
"Lalu bagaimana dengan agensi NAHA, aku dengar kau juga sedang dalam rangka menjalin kerjasama?" Tanya Artes.
"Tentu saja, kami bahkan sudah memulai pekerjaan, Agensi NAHA punya dedikasi yang tinggi dalam pekerjaannya, aku sangat suka bekerja sama dengan nya"
Tak lama setelah mereka berbincang datanglah orang yang sudah ditunggu-tunggu.
Vaden Fernandes segera duduk di depan mereka, sebuah senyuman seperti biasanya dia tampakkan untuk memberi kesan baik di depan mata para kolega bisnisnya.
"Baik, kita akan memulai pertemuan kali ini, apa ada yang ingin anda berdua sampaikan?" Ucap Vaden yang sepertinya masih belum tau maksud pertemuan kali ini.
Artes memulai bicaranya, tanpa basa basi lagi dirinya segera menyampaikan maksud hatinya bahwa perusahaanya tidak akan lagi memperpanjang kerjasamanya, begitu juga dengan Fardat Kertoz, dengan semua bukti-bukti kecurangan yang diberikan oleh kedua perusahaan besar ini, Vaden tidak bisa lagi berkata-kata, kali ini dirinya sama sekali tidak bisa membela dirinya.
Hingga kemudian pertemuan itu berakhir, Vaden masih berdiam diri di tempatnya, berusaha mengontrol keterkejutannya dan juga rasa khawatir yang mulai dia rasakan.
"Bangsat kalian..!, Dari mana mereka bisa mengetahui semua data Rahasiaku, bagaimana mungkin mereka tau soal penggelapan dana yang aku lakukan, Sial..setelah ini aku pasti kesulitan menjalankan perusahaan, bagaimana ini, Brengsek..!!" Teriak Vaden dengan amarahnya.
__ADS_1
**
Kirana baru saja menjalankan sholat Ashar, dalam doa panjangnya dia menyerahkan semua masalah yang ada, seketika beban hidupnya terasa ringan kembali, sementara tanpa dia sadari, Alfaro sudah duduk di sebelahnya.
Kirana mengakhiri doanya dan terkejut melihat suaminya sudah ada disampingnya.
"Astagfirullah..!, Honey..kau mengagetkanku" ucap Kirana.
Alfaro tersenyum dan berniat memeluk istri tercintanya, "Eh tunggu, mandi dulu, kamu masih kotor gitu dari luaran sana" ucap Kirana.
"Apa kau baik-baik saja honey..?" Ucap Alfaro dengan wajah cemasnya.
Kirana tersenyum, membingkai wajah suaminya dengan kedua tangannya, "Aku baik-baik saja honey, soal Viona..aku lebih percaya padamu" ucap Kirana lalu mencium bibir suaminya sekejab.
Alfaro tersenyum,"Terimakasih honey.." ucap Alfaro lalu kemudian dirinya segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah makan malam, Alfaro mengajak Kirana masuk kedalam ruang kerjanya untuk membicarakan hal yang serius.
"Aku berencana melakukan tes DNA atas kehamilan Viona, bagaimana menurutmu honey?" Tanya Alfaro.
"Bukannya aku tidak setuju, tapi apa kau yakin akan melakukan hal itu, setahuku tes DNA terhadap janin dalam kandungan resikonya sangat besar, itu bisa membahayakan, akibatnya bisa terjadi kelainan pada bayi dan juga keguguran"
DEG
Alfaro langsung terdiam, dia tidak pernah memikirkan hal itu sebelumnya.
"Tapi honey..aku rasa hanya itu satu-satunya cara untuk membuktikan itu anak siapa"
"Aku tau honey..tapi tidak seharusnya kita membahayakan janin yang tidak berdosa, bukankah itu terlalu kejam?" Ucap Kirana.
"Lalu apa yang harus aku lakukan honey?"
"Tunggu sampai anak itu lahir, tes DNA lewat darah yang bisa diambil darinya nanti tidak akan mengakibatkan resiko apapun, bahkan sangat aman, hasilnya juga lebih akurat, bagaimana menurut mu?" Tanya Kirana.
"Tapi itu terlalu lama honey, butuh waktu beberapa bulan lagi, sedangkan Viona bisa saja merencanakan sesuatu yang lain lagi" jawab Alfaro.
Sejenak Kirana terdiam, berusaha mencari jalan keluar yang lain, hingga kemudian dirinya tersenyum saat menemukan jalan keluar terbaik.
__ADS_1
Jalan keluar apa yang Kirana sudah temukan, yuk kita tunggu episode selanjutnya..mohon dukungan ya Gaes..VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMEN.
Bersambung.