SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 73


__ADS_3

Ronan masih merebahkan tubuhnya di atas kasur, banyak beristirahat saat ini adalah pilihan yang tepat baginya untuk segera pulih dari keadaannya, Di lihatnya handphonenya yang tergeletak di atas meja di dalam kamar yang di tempati nya saat ini.


"Hehh..rupanya masih belum ada kabar soal dalang insiden terbakarnya perusahaan, bahkan kepolisian juga belum mengabarkan apapun" Ronan bergumam sendiri.


"Apa kau lebih senang bicara sendiri dari pada denganku?" Ucap seseorang mengejutkan Ronan.


"Faro..kau mengejutkanku..dasar.." sahut Ronan yang meletakkan kembali handphonenya.


"Ada apa..bagaimana keadaanmu sekarang, lebih baik?" Tanya Alfaro yang sudah duduk di kursi yang di seret tepat di samping Ronan yang sedang Rebahan.


"Aku sudah lebih baik sekarang, hanya masih sedikit lemas saja, aku mengkhawatirkan kasus yang menimpa perusahaan, kenapa seolah tidak ada kemajuannya..ini sudah tiga hari, tapi tidak ada kabar apapun" ucap Ronan.


"Aku juga merasa sangat aneh, itu artinya dalang dibalik semua itu adalah orang yang punya kekuasaan juga di pemerintahan, susah sekali untuk kita mencari petunjuk yang jelas, sama dengan kasus kematian_"


"Hei sudahlah Faro..jangan mengingat pengalaman kelam hidupmu lagi, kau harusnya berbahagia saat ini bersama dengan Kirana bukan?" Sahut Ronan tidak ingin Alfaro mengingat kembali masa lalunya yang begitu menyakitkan.


"Tentu saja..Dia harus bahagia bersamaku..la kan honey..?!" Sahut suara seorang perempuan yang tak lain adalah Kirana dan kini sudah ada di belakang Alfaro.


Alfaro terjingkat lalu terdiam beberapa saat, dirinya takut akan kemarahan Kirana karena merasa belum siap untuk menceritakan kenyataan pahit yang telah dialaminya di masa lalu.


"Maaf honey..aku belum berani menceritakan semua itu padamu, dan kini kau malah mendengar semuanya dalam keadaan seperti ini" ucap Alfaro sambil menunduk.


"Masa lalu adalah sesuatu yang kadang tidak perlu kita bawa ke masa kini jika dampaknya tidak baik untuk masa depan..cukup itu dijadikan pelajaran hidup, aku tidak perlu tau semua kisah masa lalu mu honey...cukup dengan dirimu di masa ini dan nanti" ucap Kirana yang kemudian mencium sejenak bibirnya.


Ronan yang tanpa sadar melihat hal itu sangat terkejut dan secepatnya mengalihkan pandangan nya.


"Jangan sampai kalian lupa diri..di sini masih ada aku..sialan..!" Ucap Ronan, membuat Kirana tersadar dan segera menelusup kan wajahnya di dada bidang siaminya karena malu.


"Maaf Ron..Kirana terlalu menikmati mejadi istri seorang Alfaro..jadi sedikit lupa dimana dia berada, iya kan honey..?"


"Apa sih..sorry Ron..aku pergi dulu" ucap Kirana yang ingin segera lari dari tempat itu, namun Alfaro tidak mengijinkan, suaminya menahan pelukannya hingga Kirana tidak bisa beranjak dari tempatnya, sejenak Ronan dan Alfaro terkekeh melihat raut muka Kirana yang memerah, lalu Alfaro membiarkan istrinya berlari pergi.


"Dasar kau itu Faro...suka sekali mengerjai istri sendiri" ucap Ronan yang terkekeh kembali.


"Makan malam sudah siap..!!, eh..dimana Kirana, bukannya tadi ada disini?" Tanya Hani yang terkejut saat melihat di kamar itu hanya ada Ronan dan Alfaro.


"Kirana barusan pergi, kau tidak masuk Han?" Tanya Ronan.


"Masuk..kemana?" Tanya Hani heran dengan pertanyaan Ronan.


"Ya kesini..siapa tau ingin memeriksa keadaan ku lagi" jawab Ronan sambil tersenyum aneh.


"Ha..ogah..ngapain juga..kamu dah nampak sehat gitu kok, ya sudah ayo kita makan malam, ditunggu di meja makan, aku akan mencari Kirana dulu" ucap Hani.


Dan di saat Ronan sudah berdiri akan beranjak, tiba-tiba saja terdengar suara handphonenya, Ronan segera mengangkatnya dengan semangat, Rupanya panggilan itu berasal dari orang bayaran yang di tugaskan untuk menyelidiki kasus perusahaan.


"Jadi begitu..kau yakin dengan apa yang kalian temukan?" Tanya Ronan memastikan, lalu segera menutup handphonenya kembali.

__ADS_1


"Akhirnya..kalian sebentar lagi akan menerima balasnya" ucap Ronan lirih.


"Dari orang-orang kita?" Tanya Alfaro penasaran.


"Yap..akhirnya mereka menemukan beberapa bukti yang mengarah ke satu orang"


"Vaden Fernandes" ucap Alfaro dan Ronan bersamaan.


"Good..rupanya tebakan kita selama ini tidak salah, pantas kenapa kepolisian juga begitu sulit untuk melacaknya, rupanya ketua mafia itu dalang di balik semuanya"


"Kita harus berhati-hati Ron..seorang Vaden bukan hal yang remeh untuk di hadapi..ingat.. dia mempunyai jaringan yang kuat di manapun" ucap Alfato mengingatkan.


Keduanya kini keluar dari kamar dengan sedikit perbincangan tentang rencana pekerjaannya, hingga akhirnya sampai dimeja makan, dimana sudah ada Kaisar, Kirana dan Hani disana.


**


Di meja makan yang lain, Tampak seorang wanita seksi yang gemar memamerkan kemolekan tubuhnya sedang makan di temani seorang laki-laki.


"Bagaimana kabar Alfaro..apa kau sudah mendengarnya Viona?..aku beberapa hari ini tidak melihat Kirana sama sekali, hanya Hani sahabatan nya itu yang aku lihat keluar masuk Agensinya"


"Aneh..aku juga tidak melihat Alfaro beberapa hari ini, apa mungkin dia sudah depresi lagi kak..seperti dulu yang pernah terjadi?" Ucap Viona sambil menatap tajam kakaknya.


"Hem..itu yang aku harapkan dengan bajingan itu, karena dia berani membuat masalah denganku dan juga menyakiti mu, dasar bajingan..tidak tau diri sekali laki-laki yang begitu kau puja itu" sahut Vaden.


"Jangan macam-macam kak, kau tau aku bisa gila kalau sampai kehilangan Alfaro lagi, aku harap kakak ingat akan hal itu" Viona memperingatkan.


"Aku setuju kak..asal kakak juga harus ingat, Kirana bukan wanita yang lemah dan mudah tertindas, kita juga tidak bisa menyentuhnya secara fisik karena sang Ketua yang sudah memperingatkan kakak..ingat itu" sahut Viona.


**


Alfaro masuk kedalam kamar Kirana yang baru saja hari ini ditempatinya.


"Honey..kau di dalam?" Tanya Alfaro mengedarkan pandangan mencari sosok istrinya di dalam kamar.


"Aku di balkon honey, langit sangat cerah, bintangnya juga begitu indah terlihat dari sini" jawab Kirana yang masih tersenyum menikmati indahnya malam di balkon kamarnya.


Alfaro tersenyum melihat kali ini istrinya tanpa memakai hijab dengan rambut indahnya yang tergerai melambai-lambai tertiup semilir angin malam, sejenak Alfaro menatap keindahan istrinya yang tampak begitu mempesona.


"Jangan terlalu lama disini honey..cuaca sekarang ini tidak menentu, ini masih masuk Musin dingin, nanti kamu sakit" ucap Alfaro yang sudah mendekap tubuh istrinya dari belakang.


"Tenang saja..aku sudah merasa lebih hangat sekarang" jawab Kirana sambil tersenyum dan membelai wajah suaminya.


"Ada kabar baik Honey.. orang-orang ku sudah mulai menemukan bukti-bukti keterlibatan seseorang atas apa yang menimpa Perusahaan ku"


"Alhamdulillah..benarkah honey..apa seperti dugaan kita kalau itu dilakukan oleh Vaden Fernandes?" tanya Kirana yang kini sudah berbalik ke arah suaminya.


"Hem..begitulah, tapi kita harus berhati-hati untuk membuktikan semua perbuatannya, kelihatannya dia mempunyai kekuasaan dimana-mana" sahut Alfaro yang sudah membingkai wajah istrinya dengan tatapan yang mulai aneh bagi Kirana.

__ADS_1


"Kenapa menatapku seperti itu..ada yang aneh dengan ku?" Tanya Kirana.


"Tentu saja, katakan padaku, kenapa kau membuatku selalu merindukanmu hemm?" Tanya Alfaroa yang kini sudah menatap dirinya dengan kabut ga*irah.


Perlahan Alfaro menurunkan baju Kirana, membelai halus pundak dan lehernya, dikecupnya kembali bibir sang istri perlahan, kecupan bertambah intens dan dalam, melihat Kirana mulai mende*sah, Alfaro semakin tidak kuat untuk menahan dirinya.


Hingga akhirnya Alfaro membawa tubuh istrinya masuk ke dalam kamar tanpa melepaskan ciuman panasnya, dengan cepat kini keduanya sudah sama-sama polos.


"Ough... honey....sshh..ahh" ucap Kirana saat bibir dan lidah suaminya menyapu perlahan bagian bawah miliknya yang kini mulai basah.


Alfaro begitu memanjakan Kirana, tangannya terus bermain apik di kedua bukit kembar istrinya, sedangkan bibirnya kini semakin mence*cap apa yang terlalu nikmat di bawah sana.


"Honey...aahh!!' tidak terasa teriakan Kirana sedikit kencang saat jari jemari Alfaro kini tengah bermain di dalam area in*tim miliknya.


"Hhh...sshhh..." Lirih terdengar suara ungkapan hati Alfaro yang mulai merasakan keinginannya yang kian tidak bisa ditahan.


Perlahan sang pusaka kini di tekan dan mulai memasuki rumah miliknya.


"Ahhh.. honey..pelan..masih sakit " ucap Kirana.


Alfaro tersenyum dan menyambar bibir Kirana, bertepatan itu pula sang pusaka di dorong begitu kuat hingga masuk kembali ke sarangnya.


"Emhh..shhh..nikmat honey, milik mu sangat sempit..ahh" ucap lirih Alfaro.


Kini tangan Alfaro membuat posisi terbaru lagi untuk Kirana, di angkatnya kaki Kirana dan di taruh dalam bahunya, proses keluar masuk pusakanya begitu jelas terlihat olehnya, dan tentu saja itu membuat gairahnya seketika melesat naik.


Alfaro membuat tempo penyatuan yang semakin cepat, tubuh Kirana sampai terguncang hebat..kini sakit tidak dirasakan lagi, hanya kenikmatan yang hakiki.


"Honey..ah..ah..aku...mhh..mau keluar" teriak Kirana yang sudah tidak kuat lagi.


Dan akhirnya Alfaro membuat sang pusaka keluar masuk dengan cepat dan sesekali bibirnya mempermainkan kedua puncak bukit kembar milik istrinya.


"Honey..ough...ayo..sedikit lagi" ucap Alfaro yang semakin kuat mengguncang tubuh Istrinya dan akhirnya..


"AAAHH..!!


keduanya kini mencapai puncak kenikmatan bersama-sama, hingga lahar panas sudah menyembur kembali kedalam milik sang istri.


"Honey..?" Panggil Alfaro yang sudah tergeletak ditengah nafasnya yang terengah-engah.


"Ada apa honey..? Jawab Kirana yang juga masih mengatur nafasnya kembali.


"Enak.., lagi ya..?" Ucap Alfaro yang sudah menancapkan kembali miliknya yang ternyata masih begitu tegak tak tergoyahkan.


Bersambung.


Jangan lupa VOTE VOTE VOTE, ditunggu juga HADIAH, LIKE, dan KOMEN.

__ADS_1


__ADS_2