
Alfaro membuka matanya dan menatap sosok wanita yang tengah terlelap di sampingnya, rupanya keduanya tertidur kembali setelah sholat subuh berjamaah, kelelahan akibat pertarungannya semalam membuat tenaga mereka terasa terkuras habis.
Di belainya dengan lembut wajah sang istri, ciuman Kini mendarat di kening istrinya perlahan, Kirana melen-guh sesaat, ketika merasakan ada sesuatu yang menyentuh wajahnya.
"Bangun honey..bagaimana keadaan mu?" Ucap Alfaro sambil tersenyum menatap istrinya.
"Hem..badanku terasa sakit semua, jam berapa honey?" Tanya Kirana.
"Sudah jam 6 pagi"
"Apa?!, Astagfirullah..cepet mandi, kita jadi ke Rumah Sakit kan?"
"Tentu saja" ucap Alfaro yang segera bangun dan menyambar tubuh istrinya, sontak Kirana terkejut.
"Honey..!!" Teriak Kirana.
"Kenapa, jangan teriak, kita mandi bareng biar cepet" sahut Alfaro.
Kirana tersenyum dalam gendongan Suaminya, keduanya memasuki kamar mandi dan mengisi bathtub untuk berendam sejenak menyegarkan tubuhnya.
Tak berapa lama kemudian keduanya sudah siap berangkat ke Rumah Sakit dengan sebelumnya sarapan bareng terlebih dahulu.
*
Sementara itu di sebuah Rumah Sakit tampak Louise tengah berjalan keluar dari ruang perawatan menuju ke ruang ICU untuk melihat keadaan Ronan yang masih berada disana.
Louisa masuk dan duduk di samping Ronan,
"Ron, bagaimana keadaan mu, kau baik-baik saja?" Tanya Louise.
"Hem..aku baik, kau sendiri bagaimana?" Ucap Ronan menatap wajah Louisa sejenak dan terkejut melihat perban yang menempel di pipinya.
"Aku baik"
"Tapi itu kenapa pipi kamu?" Ucap Ronan dan reflek memegang pipi Louise untuk melihat keadaan lukanya.
Louise terkesiap saat tangan Ronan kini memegang lembut pipinya, ada perasaan hangat yang menyelimuti hatinya, hingga kemudian Ronan tersadar dengan apa yang di lakukannya.
__ADS_1
"Oh sorry..aku tidak sengaja" ucap Ronan seketika menarik kembali tangannya.
Sementara di balik kaca yang tembus pandang ke dalam, Hani terpaku melihat pemandangan yang ada di depan matanya, rupanya Louise sudah ada di dalam ruangan itu dan apa yang dilakukan Ronan terlihat sangat nyata dalam penglihatannya.
"Maaf Nona, anda mau berkunjung?" Tanya salah satu perawat yang ada disana mengejutkan Hani.
"Oh, tidak..saya hanya mau melihat keadaan teman saya, dan sepertinya dia sudah membaik"
"Kalau maksud nona Tuan Ronan, benar seperti yang anda katakan, keadaannya sudah lebih baik, dan sebentar lagi akan di pindah ke ruang perawatan" ucap perawat itu.
"Oh iya iya.. Alhamdulillah, terimakasih infonya, saya pamit dulu" ucap Hani perlahan meninggalkan tempat itu dengan hati yang tidak bisa dia artikan.
"Hhh..ada apa dengan diriku, kenapa ada perasaan tidak enak melihat mereka berdua seperti itu, bukankah mereka sama-sama masih lajang, kalaupun punya hubungan itu sah-sah saja, ya Allah Hani.. ayolah..jaga hatimu, Ronan tidak ada hubungan apapun dengan mu" terjadi perang batin dalam diri Hani saat dirinya kini merebahkan kembali tubuhnya.
Tak berapa lama kemudian dirinya dikejutkan dengan kedatangan Kirana dan Alfaro yang sudah masuk kedalam ruangannya.
"Alhamdulillah..Hani..kau sudah sehat, aku senang sekali" ucap Kirana yang sudah menubruk tubuh Hani.
"Aww.. pelan-pelan Kirana, bukannya sembuh, bisa-bisa aku malah terluka lagi kalau kamu tubruk gini" sahut Hani yang kini tengah meringis menahan sakit di tubuhnya.
"Oh iya..maaf..maaf cantik, kau sudah baikan kan?" Tanya Kirana, sementara suaminya yang ada di belakang sudah tersenyum lebar melihat kelakuan Istrinya.
"Sudah, barusan Kita dari sana, rupanya disana ada Louise yang sedang bersiap untuk membantu Ronan pindah keruang perawatan.
"Kau sendiri sudah melihat keadaanya?" Tanya Kirana membalikan pertanyaan.
"Aku..oh, itu, belum, aku masih kurang enak badan, jadi aku gunakan untuk beristirahat dulu dari tadi" ucap Hani yang tengah berbohong.
Perbincangan pun dilakukan keduanya, Kirana tampak sangat bahagia yang melihat Hani tidak menunjukan rasa trauma yang berlebihan akan kejadian mengerikan semalam yang telah dia alami.
Sementara itu Alfaro meminta ijin Istrinya untuk melihat keadaan Ronan kembali, Alfaro segera berjalan menuju ruang perawatan Ronan, saat sampai disana terlihat Louisa sedang membantu Ronan untuk makan.
"Ekhem..Maaf, apa aku menganggu?" Kata Alfaro setelah mengucap salam sebelumnya.
Ronan dan Louise sontak melihat ke arahnya, Alfaro tersenyum dan kini sudah ada didekat Ronan.
"Faro.. bagaimanapun keadaan Hani?" Tanya Ronan kemudian dan sesaat terlihat perubahan raut wajah Louise yang ada di sampingnya.
__ADS_1
"Ish kau ini, gak sungkan menanyakan keadaan wanita lain, sementara di sisimu ada wanita cantik sedang menyuapi mu makan, dasar!" Jawab Alfaro dan melihat senyuman kaku dari Louise.
"Kau ini bicara apa.." sahut Ronan.
"Kami tidak ada hubungan apapun tuan Alfaro, dan saya melakukan semua ini karena Ronan adalah teman saya" Ucap Louise.
Hingga perbincangan hangat pun terjadi di dalam sana, sesekali Alfaro membantu mengambilkan minuman dan juga Cemilan untuk Ronan yang masih belum bisa leluasa menggerakkan tangannya.
Pada akhirnya suara Kirana mengagetkan mereka, lalu dirinya ikut bergabung. Kirana berusaha memperhatikan dengan jelas wajah Louise yang begitu bahagia saat berada di samping Alfaro untuk membantunya, entah kenapa Kirana merasa resah sendiri melihat hal itu.
"Mungkinkah Louise menaruh hati dengan Ronan?, Lalu bagaimana dengan Hani, apa dia juga tau akan hal ini, atau jangan-jangan Hani sudah mengetahuinya" batin Kirana.
Tak lama kemudian Alfaro melihat istrinya tampak kelelahan, hingga akhirnya diapun pamit untuk segera pulang.
"Maaf Nona Kirana, saya ucapkan terimakasih sudah menolong kami waktu itu dan saya malah merepotkan anda karena jatuh pingsan" ucap Louise.
"Oh itu..sudahlah, tidak apa-apa, aku memakluminya, aku pulang dulu ya, sekalian nitip Hani, dia masih beristirahat di ruangannya, kalau butuh apa-apa, ada pengawal diluar ruangan kalian, bisa minta tolong pada mereka" ucap Kirana.
Ronan dan Alfaro berpelukan sejenak, lalu segera beranjak dari tempatnya, dan merekapun akhirnya pergi meninggalkan Rumah Sakit.
**
Di sudut ruangan yang lain, tampak seorang wanita berpikir keras untuk mengatasi masalahnya saat ini.
"Sialan..kenapa harus ada janin ini dalam perutku disaat seperti ini, dan aku bingung siapa yang terakhit kali menyentuh tubuhku saat itu..brengsek..aku benar-benar tidak bisa mengingat siapa yang sudah meniduri ku waktu itu..Akh..!!" Teriak frustasi dari Viona.
Disaat itulah terdengar suara handphonenya nya berbunyi, Viona segera mengangkat handphone saat terlihat nama Christopher dalam layar panggilan.
"Kenapa kau mengundur jadwal jumpa Pers, apa terjadi sesuatu?" Tanya Christopher Nolan.
"Maaf Chris, aku ..aku ada sedikit masalah, perlu waktu untuk berpikir dulu, mangkanya aku undur jam 7 malam nanti"
"Terserah..asal hari ini harus kau lakukan rencana kita, jangan sampai kau menundanya lagi, atau kau ingin kehilangan Alfaro pada akhirnya" ucap Christopher penuh penekanan.
"Aku tau, pasti aku lakukan malam ini" ucap Viona, lalu segera menutup handphonenya, tiba-tiba saya Viona tersenyum seperti menemukan jalan baru melancarkan serangan untuk membuat Alfaro kembali dalam pelukannya.
Bersambung.
__ADS_1
Yuk kasih VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMEN sebanyak-banyaknya agar Author semangat nulisnya.
PROMO: Cuplikan Novel tentang Ketiga Bocah Kembar (ETHAN, EVAN, AILINA) yang akan di Rilis setelah menyelesaikan Novel ini, sudah tayang di Channel YouTube, Klik: Cerpen SELEBAR DAUN KELOR by Sinho..yang penasaran, yuk segera mampir.