SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 115


__ADS_3

Christopher segera memutuskan pandangannya, lalu kemudian wanita itu segera pergi menuju pintu Apartemen untuk melihat siapa yang sudah datang berkunjung di pagi hari.


Christopher bernafas lega saat wanita itu kembali sendirian dan membawa sekantung obat yang kini sudah berada di tangganya.


"Maaf, aku tadi menyuruh seseorang untuk membeli obat yang diresepkan oleh dokter yang merawat anda semalam, dan perkenalkan Namaku Louise Anastasya, panggil saja Louise" ucap wanita itu.


Christoper terkesiap, dan kemudian dirinya menyebutkan Namanya, "Kenapa kau mau menolongku?" Tanya Christopher penasaran.


"Tentu saja karena anda yang memaksa" jawab Louise.


"Maksudnya?" Tanya Christopher.


"Kau lupa dengan apa yau kau lakukan padaku semalam?"


"Maaf, aku masih belum tau maksud mu Louise" sahut Christopher masih tidak mengerti.


"Kau ini, semalam kau sudah mengambil kepera-wanan ku"


"What..!, Apa kau bercanda?" Teriak Christopher Nolan tak percaya.


"Oh.. maaf.. maksudnya kepera-wanan bibir ku, kau sudah mengambil ciuman pertamaku dengan paksa dan...aku dengan terpaksa juga membiarkanmu, karena kau meminta tolong saat itu, sudah ingat?" Ucap Louise yang terlihat sungguh keberatan.


Christopher Nolan mengusap dadanya, dia sedikit tenang dengan penjelasan yang di berikan Louise, dimana itu pertanda dia hanya menikmati bibir wanita yang ada di depannya saja, tidak lebih.


"Jadi itu alasanmu kenapa menolongku?" Tanya Christopher Nolan lagi.


"Tentu saja tidak, terlalu konyol kalau aku menolong orang asing yang sudah kurang ajar mencuri ciuman pertamaku" jawab Louise yang kini sudah menatap lekat kedua mata Christopher Nolan hingga membuatnya terkejut dan salah tingkah.


"Lalu?, Apa alasanmu?" Tanya Christopher berusaha menghindari tatapan mata wanita yang ada di depannya saat ini, dan membuat jantungnya maraton berkilo-kilo meter.


"Katakan dengan jujur, siapa Kirana yang terucap di bibirmu berulang kali sebelum kau pingsan dan ketika akan tersadar tadi?"


Deg


Christopher seketika memasang wajah cemas, teringat akan keselamatan Kirana yang masih berada dalam genggaman Tuannya.


"Kau kenapa Chris?, Apa kau baik-baik saja?" Tanya Louise cemas dengan perubahan sikap Christopher Nolan.


"Tidak..maaf, aku baik-baik saja, hanya saja..aku teringat akan keselamatan wanita yang sangat spesial di hatiku"


"Kirana?"

__ADS_1


"Iya, itu adalah namanya"


"Apa yang kau maksud adalah Kirana yang ini?" Tanya Louise sambil menunjukkan sebuah foto yang ada di majalah model.


Deg


Christopher segera menyahut majalah itu dan melihatnya perlahan, kemudian memeluk majalah itu dengan erat dengan mata terpejam, perlahan Christopher mengangguk menjawab pertanyaan Louis.


"Ya Tuhan..dia adalah temanku sekaligus istri dari atasanku, apa ada hubungannya lukamu itu dengan Kirana?" Tanya Louise yang sudah tidak sabar lagi ingin tau apa yang sebenarnya sudah terjadi antara Christopher Nolan dan Kirana.


"Hem..dan dia kini dalam bahaya, aku harus memberitahu kan suami dan keluarganya yang bisa menyelamatkannya" ucap Christopher Nolan.


"Tenanglah..aku sudah menghubungi Tuan Alfaro dan keluarga mengenai hal ini, kita di larang keluar apartemen sampai mereka datang, keadaan kita saat ini mungkin saja sedang tidak aman" sahut Louis.


Louise segera menyiapkan makanan, dan membantu Christopher untuk melanjutkan makannya, ada getaran aneh dan sentuhan lembut menghangatkan hati Christopher saat beberapa kali tatapan mereka beradu.


Hingga kemudian suasana menjadi begitu hening, dimana Keduanya diam melakukan aktifitas nya masing-masing, tak lama kemudian Louise membereskan peralatan makannya lalu membawanya pergi ke dapur.


Bel Apartemen berbunyi kembali, Louise segera beranjak dan berjalan cepat menuju pintu, berharap Alfaro yang akan muncul di hadapannya, mengingat keadaan gawat yang tengah terjadi dengan Kirana, yang di khawatirkan oleh Christopher Nolan.


Louise dengan bersemangat membuka pintu Apartemen begitu saja, Seakan bisa memastikan bahwa yang datang adalah seseorang yang sangat diharapkannya, Namun betapa terkejutnya ketika empat orang dengan tampang yang sangar menerjang masuk.


Sudah terlambat Louise menutup pintu apartemennya, kini dirinya sudah diseret masuk dengan tangan kokoh yang memegang erat rambutnya.


Lalu kemudian dengan keras tubuh Louise dihempaskan ke lantai begitu saja hingga ambruk dan berguling.


"Katakan dimana kau sembunyikan laki-laki itu, Cepat!!" Ucap salah satu dari mereka.


"Aku tidak atau apa maksudmu, dan disini tidak ada siapapun kecuali aku!" Jawab Louise dengan tajam.


Salah satu dari mereka maju dengan senyuman iblis nya, menginjak paksa salah satu tangan Louisa hingga berteriak kesakitan.


"Hentikan..sakit..Akh!, Kalian bajingan..!!' teriak Louise begitu kesakitan saat tulangnya terasa seperti mau patah karena injakan yang semakin keras dirasakannya.


"Aku akan mematahkan tanganmu satu persatu kalau kau tidak mau berbicara, akan aku mulai dari yang ini nona..teriak lah sekeras nya!!" Ucap laki-laki itu yang kini sudah bersiap melakukan apa yang dikatakannya.


"Hentikan..!!" Suara seseorang yang tengah berusaha berjalan tegak keluar dari salah satu kamar.


"Chris, apa yang kau lakukan...masuk dan bersembunyi lah, mereka akan mencelakai mu!!" Teriak Louisa.


Christopher tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Louise, "Jangan menyakiti wanita itu, dia tidak ada hubungan apapun dengan masalah ini, lepaskan..!!" Ucapnya.

__ADS_1


"Tentu saja akan aku lepaskan..tapi aku pastikan dulu kau ikut dengan kami tanpa membuat masalah" ucap laki-laki yang masih menginjak tangan Louise.


Christopher melangkah maju perlahan untuk menyerahkan dirinya, menatap Louise yang masih kesakitan menahan injakan kaki yang terasa sangat nyeri di tangannya.


"Chris, aku mohon, jangan ikut mereka..kau harus menyelamatkan Kirana, please..??" Ucap Louise di tengah tangisnya lirihnya.


Christopher masih terus melangkah, melihat ke dalam mata Louise, hatinya bercampur aduk melihat bagaimana wanita di depannya menahan sakit karena menolongnya, hingga tanpa disadari, Christopher sudah bersiap mengeluarkan bola api yang berada di telapak tangannya.


"Kalian akan mati!!" Teriak Christopher.


BLAR..


Satu serangan bola api dari tangan Christopher berhasil menghantam dada laki-laki yang sudah berani menyakiti Louise.


Dengan cepat Christopher menyambar tubuh Louise untuk berlindung di ruangan yang lain.


"Chris..kau_?" Ucap Louise yang tidak percaya dengan apa yang baru saja dilakukan oleh Christopher dengan kekuatannya.


"Jangan berisik.. diam..." Ucap Christopher pelan.


Namun kemudian keduanya di kagetkan dengan dobrakan pintu yang begitu keras dan menghancurkan nya, seketika kedua orang itu menyerang Christopher dengan cepat.


Dengan keadaan Christopher yang masih lemah, membuatnya tidak mungkin untuk memenangkan keadaan, hingga akhirnya Christopher terlempar keluar dan menabrak dinding saat tubuhnya dihempaskan.


Sementara Louise berusaha berlari menuju kamar untuk mengambil handphone yang akan digunakan untuk menghubungi Alfaro, namun tubuhnya ikut melayang dan terlempar di samping Christopher.


Tangan seseorang dari mereka kini sudah mencengkram kuat leher Louise.


"Hentikan..apa yang kau lakukan!" Teriak Christopher dalam ketidak berdayaannya.


Bukannya melepaskan Louise, malah Seringai iblis orang itu makin terlihat nyata melihat Louise semakin membiru karena tidak bisa bernafas.


"Aku mohon hentikan..jangan sakiti dia!, Kalian bisa membunuhnya!" Teriak Christopher dengan tubuh yang lemah berusaha menggapai tangan laki-laki yang tengah memperkuat cengkraman di leher Louise.


Hingga kemudian tiba-tiba saja keadaan semakin mencekam saat tiga orang musuh yang berdiri di dekat Christopher melayang dan menghantam tembok cukup keras hingga membuatnya mereka tidak bisa bangun kembali.


Seketika cengkeraman itu terlepas, Louise ambruk lemas dilantai sambil ter batuk dan berusaha mengisi paru-parunya kembali, sedangkan Christopher terseok-seok menghampiri Louise. Keduanya terkejut melihat kedatangan seseorang yang menyelamatkannya.


Jangan lupa beri dukungan dengan memberi VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMEN.


Telah hadir kembali kelanjutan Cerpen terbaru Author yang Seru dan menarik, Ketik: Cerpen Akhirnya AKU, Episode Terakhir by Sinho di Channel YouTube.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2