SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 58


__ADS_3

Saat Kirana berusaha membersihkan tetesan air matanya, dirinya dikejutkan dengan suara seseorang.


"Kirana..are you okay?" Tanya seorang Laki-laki.


Kirana terkejut lalu segera menoleh ke belakang.


"Chris..kau_?"


"Hem, kebetulan aku lewat dan melihat mu, apa kau menangis?" Tanya Christopher.


"Maaf, aku masuk dulu" jawab Kirana yang langsung ingin beranjak menghindari Christopher.


"Tunggu..maafkan aku Kirana, aku mohon" ucap Christopher lantang, hingga membuat beberapa orang yang kebetulan melewatinya melihat ke arah mereka.


Kirana menghentikan langkahnya, lalu berbalik ke arah Christopher Nolan.


"Tidak ada yang perlu dimaafkan ataupun disalahkan, aku hanya ingin kau menyadari, bahwa Cinta akan dunia jangan sampai membutakan mata hatimu" ucap Kirana.


"Tapi aku sungguh-sungguh mencintaimu Kirana, tidak bisakah kau melihat sedikit saja apa yang aku rasakan terhadapmu, aku bahkan sanggup mengorbankan segalanya untukmu"


"Cintamu membuatku semakin takut akan Azhab yang bisa di berikan padaku Chris, jangan terlalu mencintai dunia hingga kau lupa siapa sebenarnya yang berhak mendapatkan semua itu" jawab Kirana.


"Jadi menurutmu, hanya Alfaro yang berhak atas dirimu.. begitu?"


"Kau salah Chris, Cintailah manusia karena sang Pencipta, bukan hanya karena obsesi mu semata, itu akan membuat cintamu lebih bermakna dari pada nafsu yang ada" jawab Kirana.


"Aku tidak perduli..kau hanya milikku, apapun yang akan terjadi Kirana" ucap Christopher yang kini sudah melangkah maju mendekat dan tangannya menjulur untuk memegang Kirana.


"Dan yang akan terjadi..aku tidak akan segan memotong tanganmu kalau berani menyentuh Kirana, aku juga tidak akan ragu membunuhmu kalau kau berani menyakitinya"


Sahut seseorang yang mengejutkan mereka berdua.


"Faro.?!" Ucap lirih Kirana, setelah mundur beberapa jengkal untuk menghindari sentuhan tangan Christopher.


Sementara Alfaro langsung berjalan cepat menjemput Kirana dan menarik tangan Kirana untuk segera berada di belakangnya.


"Oh..rupanya kau sudah ada disini tuan Alfaro, dan aku lihat sepertinya kalian sangat dekat..atau jangan-jangan apa yang diberitakan itu memang benar adanya?" Ucap Christopher lantang dan sukses membuat beberapa peliput berita yang tidak sengaja lewat segera fokus ke mereka.

__ADS_1


"Dasar bajingan..!!, jangan bicara omong kosong, kau sangat tau itu semua tidak benar Christopher Nolan!!" Ucap Alfaro semakin geram.


"Oh ya..kita lihat saja, dan kalian semua..!!, Ini kesempatan emas kalian wawancara dengan pasangan fenomenal saat ini, silahkan!!" Teriak Christopher sengaja menarik perhatian para wartawan untuk menyerbu Alfaro dan Kirana.


"Faro, apa yang harus kita lakukan?!" Tanya Kirana yang semakin cemas dengan keadaan saat ini, Alfaro semakin menajamkan kewaspadaannya dengan melindungi tubuh Kirana sebelum diserbu oleh para wartawan yang mulai mendekat, hingga kemudian..


Suara gelegar sebuah mobil mewah meledak hancur terbakar dan membuat para wartawan langsung terkejut dan berbalik arah berlari ke sumber suara untuk mencari berita kehebohan yang sedang terjadi.


Para wartawan terkejut saat mendapati ternyata mobil mewah seorang Christopher Nolan sudah hangus terbakar dengan kobaran api yang membumbung tinggi, petugas keamanan dan pihak kepolisian segera berdatangan.


Dan yang terjadi, kini Christopher Nolan berlari dengan beberapa pengawal untuk menghindari para wartawan yang ingin mencari penjelasan akan hal yang telah terjadi.


Sementara itu ditengah keterkejutannya, Alfaro dan Kirana masih dalam posisi yang sama, hingga di kagetkan dengan seseorang yang menegurnya.


"Jangan terlalu lama berduaan, ingat..yang ketiga bisa setan"


"Kai.?!" Ucap lirih Alfaro yang segera menjaga jaraknya dengan Kirana.


"Kakak..kau yang melakukan hal itu?" Tanya Kirana yang kini sudah mendekat dan ada di samping Kaisar.


"Aku hanya penasaran saja, ingin melihat mobil mewah kalau terbakar itu seperti apa" jawab Kaisar lalu segera pergi meninggalkan keduanya yang tengah melongo mendengar jawaban darinya.


"What..!!, Tunggu kak Kai!" Teriak Kirana yang ingin segera berlari menyusul namun segera di cekal lengannya oleh Alfaro.


"Jangan berlari, nanti kamu terjatuh, jalan saja yang benar" ucap Alfaro.


Kirana segera menghentikan langkahnya dan berbalik menatap wajah Alfaro dengan senyum manisnya, Alfaro yang mendapat perlakuan dadakan, sontak membuat jantungnya hampir melompat, tubuhnya sedikit bergetar dan salah tingkah.


"Kenapa menatapku seperti itu, bukannya kau mau mengejar kakakmu?" Tanya Alfaro sambil mundur berapa langkah.


Kirana makin menatap dengan intens, diapun melangkah maju perlahan mendekati Alfaro yang makin kelabakan dan perlahan mundur untuk menjaga jarak dengan wanita di depannya yang semakin membuatnya tidak bisa bernafas.


"Tunggu Kirana, jangan maju lagi..apa yang kau lakukan?!" Ucap Alfaro tergetar dan tidak bisa melangkah mundur lagi karena terhadang sebuah tembok bangunan.


Kini jarak Kirana sangat dekat, lalu dirinya lebih mendekatkan lagi wajahnya hingga hanya berjarak beberapa senti di depan wajah Alfaro yang diam mematung dengan wajah yang sangat tegang.


"Aku akan menjaga hatiku untukmu, Calon suamiku.." ucap Kirana lirih dan membuat dunia Alfaro seakan berhenti berputar.

__ADS_1


Kirana tersenyum dan tangannya membelai lembut pipi Alfaro lalu segera pergi begitu saja, meninggalkan Laki-laki yang rasanya hampir pingsan karena perbuatannya.


"Astagfirullah.. Kirana..hampir saja membuatku pingsan, sial..dia sampai membuatku berkeringat dingin seperti ini" ucap Alfaro yang kini tengah mengatur nafasnya dan debaran jantungnya, namun kemudian, nampak senyuman yang mengembang ketika dirinya teringat akan ucapan Kirana.


Sementara Kirana kini tengah berlari kecil merasakan kebahagiaan dan terhibur melihat ekspresi aneh Alfaro yang membuatnya tertawa sendiri.


"Dasar Casanova cap Teri...di begitu kan saja langsung shock..hahaha.." ucap lirih dan tawa Kirana sambil melangkah masuk menyusul keberadaan Kakaknya.


Kaisar yang baru saja duduk di samping Edoardo terkejut melihat kedatangan Kirana dengan senyuman yang tiada henti dari bibirnya.


"Sepertinya adikmu itu sedang menang undian, lihat senyumnya..sungguh menggemaskan" ucap Edoardo yang ikut terkekeh melihat Kirana yang mulai mendekat kearahnya.


"Dan sepertinya Keponakan paman yang sudah memberikan undian kemenangan ke Kirana" sahut Kaisar ikut tertawa.


"Benarkah?" Sahut Edoardo yang kembali tertawa.


"Benar paman, aku semakin ingin menghajar keponakan paman saja" ucap Kaisar yang masih dalam mode tertawa.


"Aku ijinkan, asal kau ingat..Kirana adikmu, dan dia tidak akan rela membiarkan Alfaro terluka" ucap Edoardo.


"Itu yang membuatku dilema.." ucap Kaisar dengan wajah di buat se menderita mungkin hingga keduanya kini kembali tertawa.


Kirana segera berhentikan senyumnya dan mengerutkan alis untuk mengetahui apa yang membuat kedua orang laki-laki yang kini tengah ada didepannya sedang tertawa sambil sesekali menatap dirinya.


"Paman dan Kak Kai kenapa?, Ada yang lucu dengan ku sampai harus membuat kalian tertawa seperti itu?" Tanya Kirana heran.


Kaisar segera menghentikan tawanya, menepuk tempat duduk disampingnya untuk memberi kode ke kirana agar duduk disampingnya, Kirana segera melangkah mengambil tempat sesuai harapan kakaknya.


"Dimana Alfaro?" Tanya Kaisar dan membuat Kirana terheran.


"Kenapa kakak menanyakannya?" Tanya Kirana penuh dengan curiga.


"Aku juga mencemaskan keadaannya, dia baik-baik saja bukan?" Tanya Kaisar dan membuat Kirana tersenyum.


"Sepertinya dia tadi hampir pingsan kak, sekarang mungkin sedang menenangkan diri" jawab Kirana asal dan membuat kedua laki-laki yang ada disampingnya terkejut dan bingung dengan apa yang diucapkannya.


Sementara Kirana hanya senyum-senyum menikmati duduk santainya.

__ADS_1


Bersambung.


Yok jangan lupa VOTE, VOTE, VOTE..ditunggu juga HADIAH, LIKE, KOMEN dan MENANGKAN HADIAH dari Author yang akan di umumkan sebentar lagi di Bab ke 60..ayo buruan berikan dukungan ke Karya ini untuk memenangkan hadiahnya.


__ADS_2