
Alena mempercepat langkahnya dengan menahan sedikit pusing yang masih tersisa. Dilihatnya Kirana yang sepertinya juga menahan sesuatu saat masih berbincang dengan Zahra dan Christopher, lalu Alena segera mendekat dan memegang tangannya.
"Ada yang penting, bisa ikut dengan ku sebentar?" Ucap Alena.
"Iya baik..maaf, saya tinggal sebentar Nona Zahra" ucap Kirana yang sesungguhnya tidak tahan lagi dengan rasa pusing dan mual yang semakin menjadi.
"Kak..aku_"
"Aku tau, melangkah lah dengan tenang, jangan panik, jaga tubuhmu jangan sampai ambruk disini, kita sedang di awasi seseorang" ucap Alena lirih, sambil berjalan biasa sambil menahan tubuh Kirana.
Hingga tiba di sebuah Toilet dan Alena segera menarik masuk Kirana, melepaskan hijabnya membuka baju bagian atas hingga terlihat punggungnya.
"Ada apa sebenarnya kak, apa kita teracuni?"
"Iya..diam dan tetap tenang, aku akan mengeluarkan racun di tubuh mu, akan sedikit sakit, dan nyeri di dada mu" sahut Alena.
Dengan tenaga dalam yang dimiliki oleh Alena, tidak akan sulit untuk mengeluarkan racun yang ada dalam tubuh Kirana.
Tak lama setelah menempelkan kedua telapak tangannya ke punggung Kirana, Alena berusaha mengeluarkan racun hingga membuat Kirana sedikit menjerit sakit yang ditahan saat rasa nyeri di dadanya sangat terasa.
"Kak..!"
"Sedikit lagi, bertahanlah.." sahut Alena.
Lalu kemudian, apa yang diharapkan oleh Alena akhirnya tercapai, semua racun dalam tubuh Kirana bisa di netralisir oleh kekuatan Alena.
Kirana tidak hanya merasakan tubuhnya lemah, tapi rasa sakit perlahan sudah menghilang, pusing dan mual pun mulai sirna.
"Bagaimana..?" Tanya Alena sambil membantu membenarkan baju dan hijab Kirana.
"Sudah mendingan kak, semakin membaik, siapa yang tega meracuni kita kak?" Tanya Kirana masih tak habis pikir.
"Aku tidak tau, yang jelas ini direncanakan dengan baik, dan racun itu sangat kuat untuk melumpuhkan syaraf-syaraf manusia, walaupun tidak begitu mematikan" jawab Alena.
"Oh ya..itu berarti mereka tidak berniat membunuh kita, hanya melumpuhkan saja, bukan begitu kak?"
"Iya, sepertinya begitu, kita harus berhati-hati" ucap Alena.
Lalau kemudian, keduanya segera keluar dari Toilet dan menuju ke tempat semula, nampak Zahra dan Christopher menunggu mereka.
"Maaf nona Zahra, kita lanjutkan pembicara soal tadi, jadi_"
"Tidak perlu" sahut Zahra membuat Kirana segera menghentikan perkataan nya.
"Semua yang anda katakan sudah sangat jelas Nona Kirana, dan saya sudah mengerti, sebaiknya saya segera pergi karena ada suatu hal yang mendesak untuk saya hadiri" ucap Zahra lagi membuat alasan agar segera bisa pergi.
Christopher sempat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Zahra, namun dirinya sangat mengerti kalau saat Ini sahabatnya memang butuh ketenangan hati untuk menerima kenyataan pahit yang dialami.
__ADS_1
Hingga keduanya segera pamit meninggalkan Alena dan Kirana yang masih terdiam ditempatnya sambil menikmati minuman hangat yang baru saja dipesan kembali, tentunya kali ini Alena memindai racun terlebih dahulu, sebelum menikmati air minumnya.
*
Christopher terkejut saat Zahra menjerit tidak terima, menangis tersedu-sedu didalam mobil yang dikendarai nya, lalu segera menepikan mobilnya tepat di depan pusat pembelanjaan yang masih tampak ramai.
"Ra, tenangkan dirimu.." ucap Christopher yang melihat tangisan Zahra semakin pecah.
Christopher benar-benar tidak tega melihat keadaan sahabatnya saat ini, berusaha menenangkan dengan kata-kata pun tidak berarti, hingga akhirnya Christopher memberikan pelukan untuk mengurangi bebannya.
Tanpa diduga ternyata ada sosok wanita yang terbelalak tidak percaya dengan apa yang tengah mereka lakukan saat ini, hingga Christopher terjingkat kaget saat menyadari ada wanita yang tengah menyorot tajam padanya.
"Astaga.. Louise..?!" Ucap Christopher langsung melepaskan pelukannya.
Louis yang tidak sengaja lewat setelah dari pusat pembelanjaan tidak percaya harus melihat pemandangan yang membuat panas hatinya, dia pun segera melesat pergi begitu saja.
"Louise tunggu..!!"
Teriak Christopher yang meninggalkan Zahra begitu saja dan berlari mengejar Louise yang sudah menghilang ditengah ramainya orang berlalu lalang.
"Oh..sial..!!" Umpat Christopher yang telah kehilangan jejak wanitanya, lalu berlari kembali masuk ke dalam mobil.
Zahra nampak terkejut melihat wajah yang begitu cemas dari Christopher sahabatnya, lalu Christopher segera menjalankan mobilnya.
"Chris..kita mau kemana?" Tanya Zahra saat melihat arah jalan yang tidak biasa.
"Aku akan pulang naik taksi setelah sampai di apartemennya, gak apa-apa kan aku tidak ikut menjelaskan ke Louise?" Ucap Zahra dan mendapat anggukan dari Christopher.
Sampai di Apartemen Louise, Zahra segera memesan taksi untuk pulang, sedangkan Christopher langsung menaiki lif menuju ke Apartemen yang dituju.
Tombol di pencet beberapa kali, dan tentu saja sang pemilik Apartemen segera keluar untuk melihat siapa yang sudah sangat berisik memainkan bel pintu berulang kali.
"Siapa sih..sabar_!" teriak Louise.
Ceklek
Sang pemilik Apartemen yang tak lain adalah Louise, sangat terkejut melihat siapa yang sudah ada didepan pintunya saat ini
"Chris..?!" Ucapnya sambil terkejut, dan dengan bergerak cepat ingin menutup pintunya kembali.
"Louise tunggu..!!" Ucap Christopher yang telah sigap menahan pintu hingga tidak bisa tertutup dengan baik.
"Apa yang kau lakukan..jangan menahan pintuku, pergi..!!" Teriak Louise yang masih mempertahankan posisinya.
"Aku gak akan pergi, biarkan aku masuk dan menjelaskan semuanya, aku mohon!" Ucap Christopher memaksa.
"Gak perlu..gak butuh penjelasan..pergi, jangan tahan pintuku Chris..!" Sahut Louise dengan nada emosi.
__ADS_1
Bukannya pergi, Christopher malah mendorong keras pintu hingga akhirnya Louise tidak sanggup menahannya dan dengan sekejab Christopher sudah ada di dalam Apartemen.
Louise segera berjalan masuk dan masih resah penuh emosi menahan kekesalan dihatinya. "Apa mau mu!" Teriak Louise kemudian setelah Christopher kini tepat ada dihadapannya.
"Aku ingin menjelaskan salah paham yang kau lihat tadi, Zahra_"
"Tidak butuh penjelasan mu..!!" Teriak Louise yang makin emosi saat Christopher menyebut nama Zahra, lalu dengan sengit mendorong tubuh Christopher untuk keluar dari pintu yang tak jauh letaknya.
"Louise.. dengarkan dulu, jangan dorong begini, Louise..!" Ucap Christopher masih berusaha menahan tubuhnya.
"Dasar breng-sek..aku gak butuh kamu, pergi dari hidupku..!!" Teriak Louise makin menjadi.
Diluar dugaan, Christopher langsung menangkap tubuh Louise lalu mendorongnya ke tembok, menci-um bibirnya dengan paksa.
"Chris, lepas!..dasar Baji-ngan!!" Teriak Louise terus meronta.
Sementara Christopher semakin menjadi dan memaksa mengulangi ciu-man nya yang semakin menuntut, sedikit kasar dan mengigit bibir Louise hingga memekik, lidah ajaib Christopher segera menyusuri dalamnya mulut Louise, dan semua itu membuat wanitanya tersentak namun terdiam seketika.
Louise memang melepaskan cengkeraman tangannya, namun disaat itu tumpahan air mata menetes perlahan dari matanya, Christopher sangat terkejut dan menghentikan segera apa yang telah dilakukannya.
"Maaf.." ucap Christopher kemudian. Lalu jari jemarinya menangkap butiran air mata di pipi Louise dan menyekanya perlahan.
Louise terduduk lemas di sofa, menutupi wajah dengan kedua tangannya, tangisnya kini menghilang pelan-pelan, tampak Louise kini telah tenang kembali, sementara Christopher dengan lembut memeluk Louise dari samping.
"Aku sangat mencintaimu Louise, aku harap kau tau itu, maafkan sikapku, kalau kau memberikan kepastian padaku, aku akan menjaga jarak dengan Zahra jika hal itu bisa membuatmu tidak seperti ini lagi" ucap lirih Christopher.
"Aku_, tidak tau Chris, aku merindukanmu, tapi juga kadang begitu membencimu, namun hatiku sakit saat kau berdekatan dengan wanita lain, ada apa denganku?" Sahut lirih Louise.
"Apa perlu aku jelaskan kalau rasa itu adalah sebuah _"
"Cinta.." Louise menyahut.
"Iya, Terimakasih " ucap lirih Christopher yang kini tersenyum, dia sangat bersyukur telah mendengar dengan jujur perasaan Louise saat ini, dan itu artinya cintanya ter sambut.
*
Tidak seindah situasi Louise dan Christopher saat ini, Justru Alena merasakan akan ada sesuatu yang akan terjadi di perjalanan pulangnya kali ini, kedua wanita dengan insting yang begitu kuat kini telah bersiap.
"Kak..apa kau merasakannya?"
"Hem.. ada dua mobil mengikuti kita" sahut Alena.
Sementara kedua pengawalnya yang satu mengemudi dan satu lagi ada di kursi depan saling melirik saat menyadari juga apa yang terjadi.
Jangan lupa VOTE HADIAH LIKE dan KOMENnya.
Bersambung.
__ADS_1