
Kirana terdiam, hatinya perlahan menghangat saat tubuhnya kini berada dalam pelukan suaminya, begitu juga dengan Alfaro yang masih begitu erat memeluk tubuh istrinya seolah tidak ingin melepasnya lagi.
Beberapa pengawal yang melangkah ke arahnya dibuat bingung harus berbuat apa, sedangkan mereka harus memberitahu bahwa ada tamu yang ingin segera bertemu.
Mereka saling dorong untuk mendekati dua majikannya yang sedang merasakan pelukan hangat di pinggiran kolam, dan akhirnya salah satu akhirnya terjatuh dan mengejutkan mereka berdua, Alfaro segera melepaskan pelukannya.
"Kalian ini kenapa..jangan bermain seperti anak kecil sampai jatuh seperti itu!" Ucap Alfaro, sedangkan Kirana kini tertawa melihat sikap pengawalnya yang salah tingkah setelah berdiri dan ingin menyampaikan sesuatu.
"Maaf tuan..itu, di depan ada tamu yang ingin bertemu dengan tuan Alfaro" ucap salah satu pengawalnya.
"Baik, suruh mereka menunggu, aku akan segera kesana" ucap Alfaro yang kemudian segera mendekat kembali ke istrinya.
"Ayo masuk..sudah sore honey, udara akan semakin dingin, nanti kau sakit..aku akan menemui tamu sebentar, nanti kita lanjutkan perbincangan Kita" ucap Alfaro, lalu mengecup kening sang istri dan menggandeng masuk ke dalam Mansion.
Alfaro segera kembali ke bawah untuk menemui tamu yang sudah menunggunya.
"Ini semua bukti yang bisa kita kumpulkan sampai hari ini, tuan" ucap laki-laki yang ternyata adalah anak buah Alfaro.
"Hem, jadi rekaman ini satu-satunya bukti yang dilakukan anak buah Vaden saat merusak mobil Daddy ku?" Tanya Alfaro.
"Iya tuan, dan kami tidak bisa lagi melacak orang itu karena sepertinya keberadaannya sengaja sembunyikan" jawabnya.
"Baik, usahakan kau terus mencari nya, aku berharap secepatnya kita akan menemukannya, hanya orang ini satu-satunya saksi yang bisa menyeret bajingan itu untuk menerima hukuman nya" ucap Alfaro.
Setelah itu perbincangan serius itupun selesai, Alfaro segera kembali berjalan masuk ke dalam kamar untuk membersihkan diri.
Kirana kembali ke kamarnya menuju balkon dan membuka laptop yang berisi beberapa email yang dikirimkan oleh Hani, mulai membaca dan mempelajari apa isi dari beberapa email tentang perjanjian kontrak kerja yang ingin tawarkan ke beberapa perusahaan besar yang menginginkan jasa Agensinya.
"Yap.. sepertinya ini salah satu perusahaan yang lama bekerja sama dengan perusahaan Fernandes company, kebetulan sekali, aku akan memulai semuanya dari sini, bersiaplah Vaden" ucap lirih Kirana.
Dan tanpa disadari rupanya Alfaro sudah ada di belakangnya.
"Apa kau menyebut nama Vaden?" Ucap Alfaro.
Kirana terkejut dan langsung menoleh ke belakang, perlahan tangannya bergerak menutup laptopnya.
"Honey...?!"ucap Kirana.
"Hem.. kenapa, apa aku mengejutkanmu?" Tanya Alfaro lalu duduk di samping istrinya.
"Iya, aku kira kau akan ke ruang kerjamu, jadi aku memeriksa beberapa email yang dikirim dari Agensi, soal aku menyebut nama Vaden, itu tentang masalah kemaren bagaimana dia bisa ikut andil dalam pertunjukan fashion show" jawab Kirana berusaha mencari alasan yang tepat.
Alfaro hanya tersenyum melihat bagaimana begitu tampak nyata istrinya takut akan membuat nya marah kembali.
"Sudahlah.. sini..aku ingin kau di pangkuanku" ucap Alfaro menarik Kirana jatuh ke dalam pangkuannya.
Alfaro mencium lembut bibir Kirana, tangganya mengusap pelan pipi sang istri tercinta.
__ADS_1
"Aku minta maaf sudah membuatmu sedih, apa kau sudah memaafkan ku?" Ucap Alfaro.
Kirana menatap intens mata Alfaro kemudian mengangguk beberapa kali.
"Aku juga minta maaf sudah berani melawan mu, tidak seharusnya sebagai istri aku berbuat seperti itu" jawab Kirana.
"Tidak..aku yang salah honey...dan mulai besok kau bisa bekerja kembali" ucap Alfaro ambil tersenyum.
"Benarkah.. Alhamdulillah..maksih Honey..kau yang terbaik"
Cup Cup Cup
Kirana memberikan ciuman berkali-kali di wajah suaminya, dan tentu saja hal itu membuat sesuatu di bawah sana bangkit tanpa permisi.
"Honey.. kau_?" Ucap Kirana tertahan saat merasakan milik suaminya terasa keras di bawah sana.
"Kau harus bertanggung jawab..!!" Ucap alfaro
"Ahh..honey..!!" Teriak Kirana, saat suaminya langsung mengangkat tubuhnya dan membawanya terjatuh di atas tempat tidur.
"Jangan sekarang..!,ini masih sore!" Teriak Kirana berusaha menghindar namun percuma.
"Tidak bisa, siapa yang berbuat harus bertanggung jawab"
"Emmh..tapi...emmh.." sahut Kirana yang gagal berbicara karena sudah di bungkam oleh ciuman panas suaminya.
(WARNING..21++)
Keduanya kini semakin menggila karena terbakar gair-ah, Alfaro dan Kirana saling bekerja sama melepaskan penghalang yang ada ditubuhnya, hingga keduanya kini terbebas dari semua kain yang menempel di tubuhnya.
Dengan satu kali hentakan, sang pusaka kini berhasil masuk sempurna di dalam milik Kirana, era-ngan seketika terdengar dari bibir Kirana, merasakan kenikmatan yang tidak bisa digambarkan saat mendapati serangan demi serangan dari Suaminya.
"Honey..ough.." ucap Kirana yang lolos terdengar di telinga Alfaro.
"Sshh.. aahh.." de-sis suara Alfaro saat miliknya keluar masuk mengguncang tubuh istrinya, tangan Alfaro memegang erat pinggang Kirana, hentakan yang sangat kuat akhirnya terjadi.
"AAHH!"
Teriak keduanya saat sama-sama mencapai kli-ma-ks.
Alfaro yang masih ingin mencari kenikmatan kembali, segera menarik sang istri ke pangkuannya.
"Ayo honey..saatnya kau yang pegang kendali" bisik Alfaro ditelinga Kirana.
Seperti gayung bersambut, Kirana mulai mengerti apa yang diinginkan suaminya, dirinya segera menyambar bibir Alfaro, melu-mat nya, menggigit dan memasukkan lidahnya kembali.
Seketika ga-irah segera bangkit kembali, sang pusaka semakin berdiri kokoh hingga terasa mengganjal di pan-tat Kirana, tidak mau melewatkan kesempatan itu, Kirana segera mengangkat tubuhnya, memastikan sang pusaka tepat di jalan masuk miliknya.
__ADS_1
"Akh..sshh, honey..!" Teriak Kirana saat merasakan sang pusaka mele-sak masuk dan terasa penuh ada di dalam miliknya.
"Nikmat hemm?" Bisik Alfaro yang juga mulai menggoyang kan bagian bawahnya mengikuti irama hentakan yang diciptakan oleh tubuh bagian bawah istrinya.
Suara jeritan dan era-ngan dari keduanya akhirnya terdengar disaat puncak kenikmatan dapat diraih bersama.
Tubuh Kirana terjatuh lemas di atas tubuh suaminya, Alfaro segera bersandar di tepian tempat tidur, membawa tubuh sang istri yang penuh dengan keringat kedalam pelukannya.
(Bebas 21++)
"Honey..kau tidak apa-apa?" Tanya Alfaro yang sedikit khawatir saat tidak ada pergerakan apapun dari istrinya yang masih berada diatas tubuh nya.
"Honey..?" Ucap Alfaro sekali lagi.
"Hem..aku capek..jangan di ajak bicara dulu, kau keterlaluan honey..menerjang ku berkali-kali, tubuhku rasanya remuk redam" sahut Kirana pada akhirnya.
Alfaro terkekeh, kemudian mencium kening istrinya berulang kali dan memeluknya kembali.
"Honey..aku sudah menemukan orang dibalik kecelakaan Daddy" ucap lirih Alfaro.
"Apa?!, Siapa honey?" Tanya Kirana terkejut dan segera bergeser duduk di sebelah Alfaro dengan tubuh yang berbalut selimut.
"Vaden Fernandes"
"Keterlaluan..sepertinya laki-laki ini benar-benar harus diberi pelajaran yang setimpal atas perbuatannya honey" ucap Kirana yang makin geram dengan berita yang didengarnya.
"Aku sudah punya rencana untuk membuat dia membayar semua yang sudah di perbuat nya, untuk sementara dia sangat susah di jerat dengan hukum, ada banyak kaki tangannya yang ada di pemerintahan" sahut Alfaro.
"Lalu, apa yang akan kau lakukan honey?" Tanya Kirana
"Aku akan menghancurkan perusahaan nya, dan sekarang kami sedang mencari jalan menuju kesana"
"Kebetulan sekali honey..aku tau nama-nama perusahaan besar yang selama ini membantu dan bekerja sama dengannya, dan salah satu dari mereka menawarkan kerja sama dengan Agensiku"
"Oh ya..benarkah?" Tanya Alfaro yang terkejut.
" Iya honey..bagaimana kalau kita mulai dari sana, aku akan memperlihatkan kebobrokan dari pemilik perusahaan Fernandes company, yaitu Vaden Fernandes, aku sudah punya beberapa bukti video tentang kebusukan sikap Vaden yang sebenarnya" ucap Kirana.
"Tapi honey..itu berbahaya buatmu, kalau sampai maksud dan tujuanmu di ketahui oleh mereka, keselamatan mu bisa terancam, bagaimana kalau kamu serah kan semua itu padaku?" Ucap Alfaro.
"Tidak bisa honey..untuk lebih cepat menuju hasil yang kita inginkan, kita harus bekerja sama dengan baik" jawab Kirana.
"Hem..baiklah, tapi kamu harus selalu berhati-hati dengan mereka honey, dan aku akan bekerja sama dengan beberapa perusahaan besar yang ada di belakang perusahan Vaden Fernandes.
"Baiklah..aku akan selalu berhati-hati honey, nanti akan aku bawakan arsip perusahaan mana saja yang bekerja sama dengannya" ucap Kirana yang kini sudah ada dalam pelukan suaminya kembali.
Bersambung.
__ADS_1
Hari SENIN waktunya kasih VOTE, VOTE, VOTE jangan lupa HADIAH, LIKE, dan KOMEN selalu ditunggu.
Yang belum baca Episode terbaru kisah ALEX dan ALENA..segera mampir di Novel AKULAH WANITAMU.