
(Di pintu gerbang sekolah)
"Whoa, mobil sport siapa itu, pasti punya orang kaya" bisik-bisik.
"Whaaa... itu kan mobil ku, kenapa bisa ada disini!." batin Fey.
Fey pun bersembunyi di balik pagar dan berusaha melihat pengemudi yang mengendari mobil nya tersebut.
"Whaaa itu kan kak rudi!, kenapa kak Rudi ada disini? dan pakai mobil ku pula, apa dia bodoh? aku kan pindah ke sekolah ini agar tidak ada yang ada yang tau kalau aku itu sebenarnya adalah Feyza Amelia." bisik Fey sambil bersembunyi di balik pagar.
"Aku harus menelfonya" Ucap Fey sambil menjauh dari pagar dan pergi ke toilet.
tringgggg... (bunyi ponsel)
"Kakak bodoh, bodoh bodohhh! kenapa pergi ke sekolahku pakai mobil sport ku, nanti kalau ada yang tau aku ini Feyza Amelia gimana?" teriak Fey dari telfon.
"Kenapa? kan mobil ini jarang di pake jadi gk akan ada yang tau kalau ini mobilmu, kalau pakek mobil ibu ku pasti akan ketahuan, soalnya mobil ibu ku sering muncul di media untuk menjemputmu kan, jadi kakak pake mobilmu." Ucap Rudi.
"Tapi!... mobil sport!... disekolah!... ak.. aku tidak bisa membayangkan nya lagi, cepat tuker kak! aku gak mau identitas ku ketahuan" seru Fey yang sedikit kesal sama kakaknya.
"Kamu ini ngerepotin!, kamu tinggal pake apa kek, untuk menutupi wajahmu itu, dan tasmu tinggal kamu titipkan ke teman mu saja kan beres, kamu pasti sudah punya teman kan? ha-ha-ha" Ejek Rudi sambil tertawa.
"Ka.. kakak ugh.. terserah lah" jawab Fey yang sangat kesal sambil menutup telfon nya.
"Aku harus mencari Linda dan Amel di perpus pasti mereka belum pulang!" Ucap Fey sambil berlari menuju ke perpustakaan.
Sesampai nya diperpus, "Tamat lah aku! mereka benar-benar sudh pulang! sekarang aku harus bagai mana? apa aku pinjam kemeja pak Roni yah?, mana mungkinnnnn!" batin Fey sambil duduk lemas di perpus.
"Aku tau! aku akan pesan taksi saja!, biar saja kak Rudi nunggu disini, ha-ha-ha." Ucap Fey sambil tertawa.
(Di pintu gerbang sekolah.)
"Pft...lihat! itu dia adik kecil ku yang cantik dan lucu, apa dia sudah menyerah hingga keluar seperti itu? (keluar menggunakan seragam biasa dan tidak menutupi wajahnya)" Ucap rudi sambil menahan tawa.
__ADS_1
"Tunggu! kenapa ada taksi?...." Ucap Rudi sambil tercengang melihat Fey yang sedang naik taksi.
"Rasain" cetus Fey sambil masuk ke taksi, "Ayo jalan pak" pinta Fey.
Rudi adalah anak dari Bu indah menejer ku, dia berusia 22 tahun dengan tinggi 175, dia cukup ganteng dan dia sering meniru penampilan artis-artis K-Pop, Rudi sudah aku anggap seperti kakak ku sendiri dan sebalik nya dia juga menganggap ku seperti adik kandungnya sendiri.
(Di cafe)
"Fey kamu keterlaluan" Ucap Rudi sambil membuka pintu.
"Siapa suruh kamu pakai mobilku, dan kenapa kamu bisa pakai mobilku?" cetus Fey sambil berjalan masuk ke kafe.
"Ah, itu.. karena Ayahmu yang membawanya kesini, mobil beliau sedang bermasalah jadi dia memakai mobilmu" jawab Rudi.
"A.. ayah?, kenapa ayah juga datang? apa terjadi sesuatu yang sangat buruk sampai-sampai ayah datang hingga meninggalkan pekerjaannya, biasanya dia tidak akan mau berurusan sama hal yang kecil seperti ini? " tanya Fey sambil berjalan menuju meja yang sudah dipesan kakaknya.
"menurut ku itu bukan masalah yang kecil Fey, makannya kakakmu tidak menjemput mu, kakakmu sudah berada disini sejak dua jam yang lalu." jawab Rudi yang mulai serius.
"Tunggu kakak?. kenapa kamu tidak pakai mobil kakak saja" bisik Fey.
"Alasan yang konyol" gumam Fey.
kami pun duduk di kursi yang sudah di siapkan, dipertemuan ini ada ayah, kak Restu, kak Rudi, kak Pras, Aron, Pak bagus dan Bu indah. Entah kenapa suasana di sini sangat berat, dan hanya ada tujuh orang di kafe ini dan ditambah satu lagi sama Aron...
Fey berfikir apa tempat ini semuanya sudah dipesan oleh kakak ku?. karena hanya ada 8 orang di tempat ini, ditambah hanya ada beberapa pelayan di belakanh, dan di Pitu.
"Fey aku langsung ke inti nya saja, meskipun kamu kemarin dengan sangat mudah menebus semua biaya denda dari beberapa kontrak yang sudah kamu batalkan, tapi kontrak kali ini sangat sulit untuk di batalkan, kalau kamu ingin membatalkan semua kontrak dari pak Jhon, maka kamu harus menebus nya dengan harga yang sangat tinggi, kira-kira senilai 1 triliun dan kamu tidak mempunyai uang yang cukup untuk menebusnya." tegas pak bagus dengan sangat serius.
"Ja.. jadi apa yang harus aku lakukan?" tanya Fey yang mulai cemas.
"Yah.. begini Fey! karena kamu telah membatalkan semua kontrak dari pak jhon, jadi dia memberi kamu dua pilihan, pertama kamu harus pergi ke new York untuk membuat sebuah filem yang menggelontorkan dana hingga 9,8 triliun, kedua kamu harus membayar denda sebanyak 1 triliun!" jelas pak bagus Sambil menundukkan kepalanya dan memainkan bolpin diatas meja.
"Ke.. kenapa bisa sebanyak itu?, A...ayah, kenapa tiba-tiba aku merasa pusing!" jelas Fey sambil memegang kepala nya.
__ADS_1
"Fe.. Fey hidungmu keluar darah!" teriak Rudi dengan ekspresi yang sangat cemas.
"Be...benar kah, A.. " Fey pun pingsan dan tidak sadarkan diri.
*****
"Dimana ini?" tanya Fey yang sedang kebingungan.
Disana Fey melihat ada anak laki-laki yang sedang duduk di kotak pasir, Fey pun mendekat dan menyapa nya "Hey adik kecil, kamu sedang apa?" tanya Fey sambil memegang kepala anak kecil tersebut dari belakang.
Anak itu menoleh sambil berkata "Kakak tolong jangan sakiti kakak ku!" Pinta anak kecil tersebut sambil berlinang air mata.
"A.. apa maksudmu? dan siapa kakakmu?" tanya Fey yang mulai ketakutan sambil mundur ke belakang.
Kemudian anak itu lari ke pada Fey dan menembusnya.
"Aku mendapatkan nya! aku mendapat kan nya!" teriak anak kecil tersebut sambil meloncat-loncat kegirangan karena sudah mendapatkan selembar kertas dari tubuh Fey.
"M... emang buat apa kertas itu adik kecil?" tanya Fey sambil mendekat.
"Buat.. menggambar!, sebentar kak! aku akan mengambar sesuatu untuk kakak!" Ucap anak kecil tersebut. "Sudah selesai, ini kak ambillah!" Pinta anak kecil tersebut sambil memberikan gambarnya.
"Ha..hati? Gambar hati? apa maksud nya adik ini menggambar hati." tanya Fey sambil melihat gambar Tersebut.
Setelah memberikan gambar itu ke pada Fey, kemudian Anak itu berlari menjauh, dan kemudian berhenti sejenak. "Tolong jangan sampai hilang ya kak! dan jaga lukisan itu untukku! aku pergi dulu sampai jumpa!" Ucap anak itu dari kejauhan, sambil melambaikan tangannya, dan kemudian kembali berlari menjauh ke sebuah lorong yang di ujung nya bercahaya.
Aku pun berlari mengikuti anak kecil tersebut ke arah cahaya itu.
"Fey.. Fey.. Fey.." suara misterius yang memangil fey.
Karena suara tersebut Fey pun berhenti berlari "Siapa itu?" teriak Fey sambil sambil berjalan mundur. Fey pun memejamkan matanya karena ketakutan sembari berkata "Pergi jangan ganggu aku!"
(Sunyi)
__ADS_1
"Apa sura itu sudah menghilang?" tanya Fey sambil membuka matanya secara perlahan.