
Tiga bulan telah berlalu dan kini semuanya berjalan sesuai dengan yang direncanakan, Ronan dengan perusahaan barunya dan juga Hani yang kini sudah memimpin Agensi SEM untuk menjadi lebih maju.
Kirana siang itu yang sedang menuju ke restoran untuk menunggu Hani makan siang, tanpa di sengaja bertemu dengan Louise disana.
"Kebetulan sekali kita bertemu disini ya, bagaimana kalau kau ikut bergabung sekalian dengan Kita Louise" ucap Kirana saat Hani baru saja datang dan duduk diantara mereka.
"Tentu saja, aku sangat senang bisa bertemu dengan kalian disini" sahut Louise yang kemudian ikut bergabung dan menikmati makan siang.
Saat tengah asik makan, Kirana seperti melihat sosok yang dia kenal sedang berjalan tak jauh dari sana, "Sepertinya itu Christopher Nolan, apa benar ya, coba deh kalian lihat" ucap Kirana.
Sontak Louise dan Hani menoleh ke arah tatapan Kirana, dan benar saja, ternyata disana ada Christopher yang tengah berbincang dengan sosok wanita cantik berhijab yang juga mereka kenal.
"Tunggu..bukannya itu adalah Nona Zahra Malina Milton?" Ucap Louise.
"Iya..sepertinya aku juga tak asing dengan wajah wanita itu, bukankah itu wanita yang pernah dikenalkan oleh tuan Alfaro dan Ronan ke kita Kirana?" Sahut Hani memastikan.
"Hem..iya, sepertinya begitu" jawab Kirana.
"Dan meraka tampaknya sangat akrab" sahut Louise yang kemudian memutuskan pandangan dan melanjutkan makan siangnya.
Hani menoleh sekejab ke Kirana sambil tersenyum, mereka berdua seakan mengerti kalau ada rasa tidak suka di wajah Louise saat melihat Christopher Nolan bersama dengan seorang wanita saat ini.
"Ehem..kita langsung pulang atau berbincang dulu ini?" Tanya Kirana saat makan siang akhirnya telah selesai.
"Maaf..aku langsung kembali ke kantor dulu ya, soalnya pekerjaan menumpuk, maklum sekarang saya bekerja sendirian membantu tuan Alfaro" sahut Louise.
"Oke-oke..silahkan, dan hati-hati di jalan ya Louise, ingat..jangan terlalu banyak pikiran saat menyetir" pesan Hani yang aneh di mata Louise membuatnya mengerutkan kening.
"Maksud nya?" Sahut Louise.
"Hehe.. maksudnya ya hati-hati saja, memang salah aku ngomongnya?" Tanya Hani dengan senyuman yang sulit diartikan oleh Louise.
"Oh..ya sudahlah.. okey..aku pulang dulu" ucap Louise langsung berpamitan dan melangkah pergi.
Tanpa di duga, rupanya Christopher juga bergegas untuk kembali ke Perusahaannya, dirinya sempat terkejut saat berdiri hendak pergi dan melihat keberadaan Louise yang berjalan keluar dari tempat dimana ada Hani dan juga Kirana disana.
"Ada apa?" Tanya Zahra.
"Oh tidak..aku pergi dulu Zahra, kau juga hati-hati saat kembali, terimakasih sudah mengajakku makan siang"
"Kau ini bicara apa, kita sahabatan sejak masih di bangku kuliah, aku yang harusnya berterimakasih padamu, sudah banyak membantuku dulu..bahkan kau begitu melindungi ku, aku sudah menganggap mu seperti kakak kandungku" ucap Zahra.
__ADS_1
"Iya..aku tau, dan aku pergi dulu ya" ucap Christopher segera berlalu dengan langkah cepat keluar dari restoran.
Sementara itu, Louise yang sudah membuka pintu mobil di kejutkan dengan suara seseorang yang mengagetkan nya dari belakang. "Bagaimana kabarmu?!"
"Oh sh-it..!" Ucap Louise saat merasakan jantungnya hampir lepas.
"Sorry..aku mengagetkan mu?!"
"Tidak..hanya membuat jantungku mau copot saja" jawab Louise yang kini sudah membalikkan badan dan berhadapan dengan Christopher Nolan yang sudah tertawa melihat ekspresi Louise.
"Sekali lagi sorry.. bagaimana kabarmu?" Tanya Christopher yang sudah lama tidak bertemu dengan Louise.
"Baik..kau sendiri?"
"Beginilah..seperti yang kau lihat" sahut Christopher.
"Oh..okey..aku pergi dulu"
"Hanya itu saja?" Tanya Christopher merasa heran dengan sikap Louise yang menurutnya sangat aneh dan sedikit tidak ramah seperti biasanya.
"Maksudnya?" Ucap Louise yang membalikkan badannya lagi dan membuat dirinya mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam mobil.
"Yah..biasanya kau banyak sekali yang ditanyakan saat bertemu denganku dulu" jawab Christopher Nolan.
"Okey..silahkan, hati-hati, dan kamu pasti mengenal wanita yang bersamaku tadi kan? Ucap Christopher.
"Iya..jangan khawatir, kami bekerja sama cukup baik, dan dia adalah bos di wilayah kerjaku"
BRAK
Louise segera menutup pintu mobilnya dan pergi begitu saja meninggalkan Christopher yang masih tertegun dengan sikap wanita yang hampir tiga bulan tidak pernah kontak dengannya.
"Ada apa dengan Louise, atau hanya perasaanku saja ya?" Batin Christopher Nolan, yang kemudian juga segera masuk ke mobilnya dan pergi dari tempat itu.
Setiba di perusahaan Eagle Company tempatnya bekerja, Louise langsung duduk di kursinya sambil menyandarkan kepalanya di meja, "heh..kenapa perasaanku jadi begini ya..ketemu laki-laki itu malah merusak mood ku..dasar!" Ucapnya lirih.
"Kamu kenapa?" Suara seseorang mengagetkannya.
"Ya tuan..maaf" ucap Louise segera menegakkan kepalanya.
"Kalau sakit sebaiknya pulang saja, istirahat dirumah" ucap Alfaro yang sudah berdiri di depan meja kerja Louise.
__ADS_1
"Enggak tuan..hanya sedikit pusing saja, sekarang udah baikan, oh ya..tadi saya makan siang bersama dengan istri anda dan juga Hani"
"Benarkah..pantas aku mengirimkan pesan belum sempat di balas, ya sudah..kau siapkan berkas ini dulu, jangan ada yang terlewat, setelah aku makan siang dengan Ronan..kita akan langsung berangkat ke lokasi pertemuan"
"Siap Tuan..akan segera saya kerjakan" jawab Louise dan segera sigap mengerjakan tugasnya, Alfaro tersenyum sebelum akhirnya keluar dari ruangan Louise menuju ke Resto untuk makan siang.
Sementara itu, di pusat gedung megah perusahaan Milton Company, terlihat seorang wanita cantik yang tak lain wakil direktur, anak dari sang pemilik perusahaan yaitu Zahra Malina Milton sedang mengecek persiapan rapat yang akan di lakukan siang ini.
"Bagaimana sayang..apa semuanya sudah kamu Persiapkan?" Tanya Harry Milton.
"Tentu saja Dad..kali ini aku akan mengikut sertakan perusahaan Nolan Company untuk bergabung juga.. bagaimana menurut Daddy?"
"Hem..bagus, bagaimana kabar Christopher Nolan, apa kau sudah bertemu dengannya?" Tanya sang Daddy.
"Sudah yah..baru saja aku makan siang bersama sambil membicarakan rencana kerja sama Bisnisku, dan dia siap bergabung mendukungku bersama dengan Eagle Company"
"Kau memang bisa diandalkan, aku berharap perusahan kita akan semakin berjaya dibawah kepemimpinan mu nantinya, Daddy sudah tidak sabar melihat hal itu sayang.."
Zahra tersenyum dan kemudian memeluk Harry dengan erat, seolah tidak ingin jauh dari Daddy-nya sedikitpun. "Bukan aku yang hebat, tapi Dady yang berhasil mendidik ku dengan baik, terimakasih Dad" ucap Zahra.
Harry tersenyum bahagia, setelah melepaskan pelukannya, dirinya duduk dan melihat wajah berseri anaknya, "Menurut mu bagaimana kepribadian Alfaro Rich Eagle?" Tanya Harry mengagetkan anaknya.
"Tuan Alfaro..?, Dia.., baik..cukup baik, dan pertanggung jawab akan pekerjaannya"
"Itu saja?"
"Dad..apa maksud Daddy sebenarnya?, Jangan membuat penilaian yang aneh-aneh ya" sahut Zahra memperingatkan.
Harry tersenyum penuh maksud, "Daddy hanya merasa kamu memperlakukannya sedikit berbeda dengan yang lain, kau sepertinya terlihat begitu nyaman, tidak biasanya seorang Zahra Malina Milton bisa dengan mudah bersikap baik dengan orang baru di dunia bisnis"
"Common Dad.. aku memperlakukannya biasa saja, jangan berlebihan menilai sikapku"
Harry terkekeh lalu kemudian segera beranjak, sebelum keluar dari ruangan itu, dirinya mengatakan sesuatu, "apapun itu, kendalikan dirimu sayang, ingat..ada wanita yang sudah mendampingi nya"
"Dad..?" Sahut Zahra memperingatkan.
"Okey.. Daddy pergi, tapi tolong, ingat baik-baik pesan Daddy ya?!"
"Ya Tuhan..ayolah Dad!" Sahut Zahra lagi dan akhirnya Harry pun pergi dengan meninggalkan perasaan cemas di hari Anaknya, sementara Zahra hanya terdiam sejenak dan menarik nafas panjang seolah menahan beban yang menghimpit dadanya.
Ayo waktunya VOTE VOTE VOTE.. Jangan lupa ya, ditunggu juga HADIAH, LIKE, dan KOMENnya.
__ADS_1
Ketik: Sinho Channel di YouTube, untuk menikmati Cerpen-cerpen karya Author yang tak kalah seru.
Bersambung.