SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 60


__ADS_3

Kini semuanya telah bersiap, Alena sudah berada di meja makan menatap Kirana yang memasang wajah aneh saat ada di depannya.


"Kau kenapa?" Tanya Alena.


"Nggak ada, memangnya kenapa?" tanya balik Kirana.


"Sepertinya ada wanita cantik yang sedang kesal denganku?" Sahut Alena lagi sambil tersenyum melihat Kirana.


"Memangnya kenapa aku harus marah, hanya sebel saja sama kak Al yang sudah keterlaluan!" Jawab Kirana membuat Alena bingung dengan apa yang diucapkannya.


"Keterlaluan bagaimana?, Ngomong tu yang jelas, aku gak paham apa yang kau bicarakan Kirana" ucap Alena.


"Desa*han yang kamu lakukan tadi pagi membuat Kirana penasaran dan ingin segera mencobanya denganku Al, iya kan?"


"Uhuk- uhuk" Alena langsung tersedak


Byur


Kirana menyemburkan air yang sudah masuk dalam mulutnya.


"Faro!!" Teriak Kirana seketika.


Alfaro terkekeh melihat dua wanita itu kini tengah menatap tajam kearahnya, perlahan mengambil tissue dan memberikan ke mereka.


"Wajah kalian itu kenapa, ini..bersihkan, berantakan sekali" ucap Alfaro tanpa dosa.


Sementara itu Edward yang baru saja ikut bergabung menatap ketiga orang di meja makan dengan wajah yang heran.


"Apa aku melewatkan sesuatu?" Tanya Edward.


Seketika Kirana melototkan matanya ke Alfaro, memberikan peringatan untuk tidak bicara macam-macam lagi didepan Edward, sementara Alena masih sibuk membersihkan bajunya, Edward menatap sekali lagi dan merasa aneh dengan sikap diam mereka.


CUP.


Tiba-tiba saja Edward menarik wajah istrinya lalu mengecup bibirnya di depan Kirana dan Alfaro tanpa sungkan.


"Kak Ed, bisa nggak sih kalau ciuman gak usah di depan umum, aku jadi_"


"Pengen" sahut Alfaro.


"Faro!!" Teriak Kirana semakin jengkel.


Alena dan Edward tertawa melihat tingkah kedua pasangan yang ada di depannya, lalu tak lama kemudian datang Edoardo yang juga sudah bersiap untuk bergabung sarapan pagi.

__ADS_1


"Rupanya sudah ramai disini?!" Ucap Edoardo.


"Iya Dad, lihat tontonan menarik di pagi hari, ayok kita makan dan setelah itu kita pergi ke Mansion mu Kirana, aku rasa Kaisar pasti sudah menunggu kita, terutama Alfaro" ucap Edward sambil melirik sepupunya sekilas.


"Iya, dan kau harus konsentrasi saat menghadapi Kaisar nanti Faro, jangan membuat kami malu karena semalam kau sudah menyusahkan kami" ucap Edoardo.


**


Sementara itu di Mansion Kirana, sudah ada Kaisar yang di temani Ronan yang menyambut kedatangan Alfaro dan yang lainya.


Hani berlari menjemput Kirana yang baru saja masuk ke dalam Mansion, bersama dengan yang lainnya.


Begitu juga dengan Ronan yang sudah memeluk Alfaro saat sudah ada di dekatnya, Kaisar segera beranjak menuju ke arah Edoardo yang sudah tersenyum kepadanya, tidak membuang waktu lagi, kini semua berkumpul di halaman belakang Mansion untuk segera melakukan pertarungan.


"Aku ingin kita bicara dulu, ikut aku faro" ucap Kaisar dan segera melangkah pergi menjauh dari semuanya dan diikuti oleh langkah Alfaro yang ada di belakangnya.


Perbincangan pun terjadi, Kirana beberapa kali melihat ke arah mereka yang tampak serius membicarakan sesuatu, begitu juga dengan Alena dan Edward yang saling pandang menebak apa yang terjadi di antara keduanya.


"Tenanglah..Kaisar tidak akan melakukan tindakan berlebihan, percayalah!" Ucap Edoardo yang sudah duduk sambil menikmati kopinya.


"Aku harap begitu tuan Edoardo, aku sangat khawatir dengan Alfaro" ucap Ronan yang juga tampak sangat cemas.


Tak berapa lama akhirnya keduanya sudah siap bertarung dengan kekuatan masing-masing, awal yang menegangkan saat Kaisar dengan cepat menyerang Alfaro, terlihat beberapa kali Alfaro gagal menghadang serangannya dan terkena pukulan telak di bagian perutnya.


Kirana tampak cemas saat melihat keadaan Alfaro, namun dirinya berusaha menahan diri untuk tidak lepas kendali, begitu juga dengan Ronan dan Hani yang merasa sangat cemas melihat keadaan Alfaro saat ini.


Pertarungan dimulai kembali, saat ini Kaisar langsung mengeluarkan serangan dengan tenaga dalamnya, Kirana yang melihat hal itu sangat terkejut dan berteriak memberikan peringatan ke Alfaro.


"Faro..jaga konsentrasi mu!!" Teriak Kirana spontan keluar dari mulutnya begitu saja.


Alfaro tersenyum melihat apa yang dilakukan oleh Kirana, hingga konsentrasinya sedikit Ambyar dan tentu saja dimanfaatkan oleh Kaisar untuk melakukan serangan tajam ke arah Alfaro.


Tubuh Alfaro seketika terpental kebelakang tidak sempat lagi menghindari serangan kaisar yang begitu kuat menghantam tubuhnya. Berikutnya pukulan diwajahnya menyusul dan terasa sangat keras hingga luka robek di bagian mulut dan juga pelipisnya.


Darah segar terlihat mulai nampak mengalir dari luka yang ada di pelipis dan bibirnya, Kirana berdiri seketika.


"Kak Kai, jangan keterlaluan!!" Teriak Kirana.


"Jangan ikut campur urusan ini, duduk..!! atau aku tidak akan memberi Restu" ucap Kaisar dan membuat Kirana terpaksa duduk kembali dengan hati yang semakin resah.


Sementara Ronan dan Hani masih berdiri dengan hati yang sangat khawatir akan keadaan Alfaro saat ini.


"Ya Allah, kenapa mereka harus menyelesaikan masalahnya dengan cara seperti ini sih, ini mengerikan!" Ucap Hani.

__ADS_1


"Aku juga tidak mengerti dengan keluarga ini, dan Alfaro juga..kenapa masih mau menerima tantangan tuan Kaisar, padahal dia tau tidak mungkin untuk bertahan menghadapinya, dasar!!" Sahut Ronan.


Sementara itu, Edward sudah hampir saja melangkahkan kakinya untuk beranjak.


"Tunggu, kau mau kemana Ed?" Tanya Edoardo.


"Aku akan memberikan peringatan ke Kaisar Dad, dia sudah menggunakan pukulan penuh untuk menghajar Alfaro, ini bahaya Dad" ucap Edward


"Duduk..dan jangan berani beranjak dari sini sebelum pertarungan selesai, jangan ikut campur urusan mereka, kita hanya sebagai penonton saja, mengerti?!" Ucap Edoardo memperingatkan Edward yang akhirnya duduk kembali.


"Jadi.. Daddy akan membiarkan Alfaro terluka parah, bahkan bisa saja mati ditangan Kaisar?"


"Honey, tenanglah...aku yakin itu tidak akan terjadi, bukan begitu Dad?" Sahut Alena menenangkan suaminya.


"Kita lihat saja nanti" jawab Edoardo dengan santai.


"Oh ya Tuhan..jangan sampai kau membuat masalah Kaisar.. Edward akan membu*nuh mu kalau sampai kau menghabisi Alfaro" batin Alena yang juga mencemaskan keadaan.


Kaisar tersenyum miring melihat Alfaro berusaha bangkit kembali, kini mereka bersiap untuk melakukan pertarungannya lagi.


"Bagaimana Alfaro..apa kau menyerah, aku akan senang hati menggagalkan pernikahan mu dengan Kirana" ucap Kaisar.


"Jangan mimpi..aku bahkan tidak akan perduli walaupun harus kehilangan nyawaku demi Kirana!" Ucap Alfaro lantang dengan menyeka tetesan darah yang ada di wajahnya.


"Bagus, sepertinya kau memang ingin mati di tangan ku" ucap Kaisar yang kemudian segera bersiap untuk melakukan serangan.


Kali ini Kaisar tidak main-main, dikeluarkan kekuatan Awan putihnya untuk menyerang Alfaro kembali, tidak butuh waktu lama kini Kaisar membuat Alfaro kewalahan menghindari serangannya, bahkan hantaman di dada Alfaro beberapa kali didapatkan dari serangan tenaga dalam Kaisar.


Alfaro jatuh tersungkur namun masih berusaha tetap berdiri untuk mempertahankan tubuhnya, di saat yang sama Kaisar sudah meluncurkan kekuatan Awan putihnya menghantam tubuh Alfaro kembali.


"Hentikan!!" Teriak Edward melompat cepat ke arah Kaisar


"Jangan!!'" Teriak Kirana.


Sedangkan Alena segera melompat cepat mengeluarkan perisainya untuk menghadang serangan Kaisar namun terlambat.


Yuk kita mengatur nafas dulu gaes..yang sudah tegang segera di rileks kan, yang kurang tegang..tunggu episode selanjutnya.


Bersambung.


segera kirim VOTE, VOTE, VOTE, jangan lupa HADIAH, LIKE, dan KOMEN di tunggu.


Pengumuman PEMENANG hadiah akan di tampilkan di JAM TUJUH MALAM ya..ditunggu gaes, ayo masih ada kesempatan untuk memenangkan hadiahnya dengan memberikan dukungan lebih banyak lagi.

__ADS_1


__ADS_2