
Seorang wanita berjalan cepat dengan nafas yang memburu dan wajah yang penuh dengan emosi, sebuah pintu ruangan kerja di bukanya dengan kasar hingga seorang laki-laki yang ada di sana sangat terkejut melihat kedatangan nya.
PLAK
Sebuah tamparan keras kini mendarat di wajah laki-laki itu.
"Brengsek..apa yang kau lakukan Viona!" Teriak Vaden saat tiba-tiba saja sebuah tamparan keras sudah melayang ke pipinya.
"Masih berani kakak bertanya kenapa, apa yang kau lakukan denganku di malam itu ha!, Kenapa kau tega melakukanya, bajingan..!!" Teriak Viona dengan deraian air mata dan pukulan bertubi-tubi ke tubuh Vaden Fernandes.
"Hentikan..!, Semua sudah terjadi, aku juga tidak menyangka hal ini akan di ketahui oleh publik seperti ini, bukan saatnya kau menangisi semuanya, tapi kita harus membalas apa yang sudah mereka lakukan" teriak Vaden menghentikan pukulan Viona.
"Kau gila kak!!, Lalu bagaimana dengan kehamilanku, aku tidak ingin benih ini, sangat menjijikkan..aku tidak mau!!" Teriak Viona.
"Kau ini..pakai otakmu, gugurkan saja kandungan mu, dan itu bukan hal yang sulit, kenapa harus kamu tangisi, ada yang lebih penting untuk kau pikirkan, lihat perusahaan ku..sekarang dalam keadaan krisis, banyak investor dan teman Bisnis memutuskan kontrak kerjasama karena kabar ini, apa kau tau itu ha!, Jadi hentikan rengekan mu!" Ucap Vaden cukup keras.
Viona terduduk di sebuah kursi kalau menghentikan tangisannya, dirinya juga sangat bingung saat ini, karena di Agensinya juga terjadi gonjang ganjing yang cukup besar dimana banyak model dan pekerjanya berhenti bekerja.
Keduanya kini termenung dan diam, Vaden menatap lekat Viona yang juga tampak sedang memikirkan sesuatu.
"Aku tidak berani lagi menampakkan diriku kak, apa yang bisa aku lakukan sekarang?"
"Kita akan membunuh mereka semua, setelah itu kita bis membuat rekaman palsu untuk menutupi Video yang mereka sebarkan untuk membersihkan nama kita" ucap Vaden yang kemudian membuat Viona terdiam.
*
Tiga hari kemudian.
Di pagi hari yang sangat cerah, Kirana sedang duduk melihat sebuah berita kehebohan Vaden dan Viona yang di bahas di semua media, perusahaan Fernandez Company pun tak luput dari pemberitaan di mana semua investor dan rekan bisnis tidak sudi lagi bekerja dengan perusahaan nya.
Belum lagi kabar tentang Agensi SEM yang sangat memprihatinkan, hampir separo model dan pegawainya mengundurkan diri, hingga terjadi Collap pada Agensi.
Kirana di kejutkan dengan kedatangan Aliando, "Pagi Kirana" sapa Aliando.
Kirana segera menoleh ke sumber suara, lalu tersenyum, "Pagi juga Daddy, bagaimana kabar pagi ini?" Tanya Kirana.
"Alhamdulillah..baik, sedang melihat kabar kehancuran dua bersaudara itu lagi?" Tanya Aliando.
__ADS_1
"Iya Dad, aku tidak menyangka akan secepat ini, kasihan sebenarnya..tapi mereka sangat keterlaluan, dan kekejaman mereka harus segera di hentikan" ucap Kirana.
"Apa kau juga sudah mengetahui siapa yang membunuh anak dan istri Alfaro ?"
DEG
Kirana terkejut saat Aliando menanyakan hal itu.
"Maaf Dad, aku lancang mengambil semua file tentang hasil penyelidikan Daddy di komputer"
"Tidak masalah, aku justru berterima kasih kau segera mengamankannya, aku sangat khawatir semua rahasia itu di ketahui oleh Alfaro saat ini, takut mengganggu psikologis nya yang baru saja mulai sembuh"
"Syukurlah Daddy punya pemikiran yang sama denganku, tapi_, dari mana Daddy bisa mengetahui semuanya?"
Aliando tersenyum, lalu dia menjelaskan bahwa sebenarnya di dalam ruangan kerjanya ada CCtv tersembunyi lain yang di pasang oleh anak buahnya atas perintahnya, sedangkan Cctv yang nampak hanya untuk mengecoh saja.
GLEK
Seketika Kirana terkejut, pasalnya dia dan suaminya juga pernah melakukan hubungan suami istri di sana.
Melihat wajah cemas Kirana, Aliando tersenyum seakan mengerti apa yang sedang di pikirkan oleh menantunya.
"Terimakasih Dad, maaf" ucap Kirana dengan wajah yang merah karena malu.
Aliando melanjutkan pembicaraan tentang rencananya untuk segera menyerahkan bukti-bukti kejahatan Vaden ke pihak yang berwajib disaat yang tepat.
"Sebaiknya kita menunggu sebentar lagi disaat Vaden sudah tidak punya kekuasaan apapun, dan aku rasa itu tidak akan lama lagi" ucap Aliando.
"Aku setuju Dad, dan aku perlahan akan mencari cara memberitahukan masalah ini ke Alfaro, mau tidak mau Alfaro harus tau kebenarannya Dad"
"Hem, aku percaya padamu Kirana, terimakasih sudah menjaganya dengan baik" jawab Aliando. Keduanya saling melempar senyum sesaat sebelum akhirnya dikejutkan dengan kedatangan Alfaro.
Tak lama kemudian keduanya kini sudah meninggalkan Mansion, Alfaro segera menuju ke Rumah Sakit setelah mengantar Kirana ke tempat kerjanya.
Rupanya Ronan sudah bersiap menyambut kedatangan Alfaro yang akan mengantarnya keluar dari Rumah Sakit hari ini juga.
"Apa kau sudah siap?" Tanya Alfaro.
__ADS_1
"Tentu saja, aku sudah tidak betah berlama-lama disini Faro, cepatlah" jawab Ronan.
Alfaro terkekeh, Beberapa pengawalnya membantu membawakan barang, keduanya kini berjalan menuju mobil dan segera meluncur ke Rumah Ronan,
"Apa tidak sebaiknya kau menginap di Mansion ku dulu, setidaknya biar ada yang membantumu merawat dirimu dulu?" Ucap Alfaro sambil membantu Ronan meletakkan beberapa barang nya ke dalam lemari.
"Tidak perlu aku sudah sembuh, aku akan mulai bekerja kembali, tidak enak kalau harus menganggur sendirian di rumah, lebih baik aku gunakan untuk bekerja"
"Iya tapi kan luka operasinya belum sembuh total Ron, aku tidak mau terjadi hal buruk lagi padamu"
Ronan hanya tersenyum sesaat lalu menjawab Alfaro kembali dan menjelaskan bahwa dia akan tetap pada pendiriannya, akhirnya Alfaro menyerah dan membiarkan saja apa yang di inginkan oleh Ronan.
Sementara itu Kirana yang kini sudah bekerja di dampingi oleh Hani, merasa ada yang aneh dengan sahabatnya, hingga akhirnya menghentikan pekerjaannya sesaat.
"Ada apa?" Tanya Hani heran.
"Aku yang harusnya tanya ada apa, kau ini dari tadi aku ajak bicara banyak tidak nyambungnya, kalau memang tidak enak badan sebaiknya kamu Istirahat dulu Han, pulanglah dan biarkan aku yang meng handel semua pekerjaan ini"
"Maaf Kirana"
"Ceritakan padaku jika memang ada yang menganggu pikiranmu, sebentar lagi kita akan ikut rapat dengan Perusahan Eagle Company terkait dengan kerjasama kita tempo hari"
"Emm..bolehkan aku ijin untuk tidak ikut kesana?"
"Tentu saja tidak..tenaga dan pikiran mu di butuhkan disana, apa lagi akan ada perusahaan besar yang akan bergabung nantinya, katakan apa yang membuatmu keberatan untuk ikut kesana?, Jangan bilang karena Ronan dan Louise, karena kita akan bertemu mereka nanti" ucap Kirana menatap ke mata Hani.
"Ck..ya sudah aku ikut, tidak perlu membahas mereka saat ini, aku pergi untuk bersiap dulu" sahut Hani yang media segera keluar dari ruang kerja Kirana, sebelum banyak lagi pertanyaan yang akan membuat dirinya lebih pusing lagi.
Perjalanan lancar tanpa gangguan hingga datang tepat waktu sesuai yang di rencanakan, Kirana dan Hani segera masuk ke Gedung perusahaan Eagle Company, semua orang yang kini sudah mengetahui Status Kirana sebagai istri Bos mereka, segera memberi hormat.
Kirana sedikit terkejut dan hanya tersenyum setelah menyadari apa yang terjadi, begitu juga dengan Hani, "Rupanya mereka mengadakan penyambutan istri Bos" ucap Hani menggoda Kirana.
"Diamlah.." sahut Kirana yang merasa aneh di perlakukan oleh mereka.
Hani tertawa melihat ekspresi aneh dari sahabatnya, apalagi saat Kirana menatap tajam kearahnya untuk memberikan peringatan menghentikan apa yang dilakukannya.
Hani berjalan beriringan dengan Kirana, menuju sebuah ruangan pertemuan, hingga kemudian dirinya dikejutkan dengan sesuatu yang terjadi di salah satu ruangan kerja, dimana seorang wanita tengah membuka kemeja sang laki-laki yang tanpa sengaja terlihat dari kaca pintu yang tembus pandang.
__ADS_1
Yang penasaran...sabat dengan episode selanjutnya, Hari seni waktunya memberikan VOTE, VOTE, VOTE,..Jangan lupa HADIAH, LIKE, dan KOMEN di tunggu.
Bersambung.