
Keesokan harinya Alfaro dan Ronan berangkat ke perusahaanya, mengadakan rapat dengan beberapa staf untuk menjelaskan tentang kerjasama dengan Agensi NAHA.
Sesaat setelah rapat selesai, Alfaro mendapat kabar terjadi kericuhan yang disebabkan oleh Viona yang membuat ulah di Agensi SEM.
"Ada apa?" Tanya Ronan saat melihat gurat kecemasan nampak jelas di wajah Alfaro.
"Aku akan ke Agensi SEM dulu, Viona berbuat ulah disana" jawab Alfaro.
"Aku temani?"
"Tidak usah, kau lanjutkan saja urusan disini, biar Viona aku yang tangani" ucap Alfaro dan segera bergegas pergi meninggalkan Perusahaan menuju ke Agensi SEM Untuk mengatasi permasalahan yang ada di sana.
Tak berapa lama, Alfaro akhirnya tiba di tempat yang dituju, jelas terlihat beberapa karyawan ketakutan saat ada beberapa pengawal yang dibawa Viona ikut mengacak-acak beberapa ruangan tanpa maksud yang jelas.
Beberapa karyawan terkejut sekaligus lega saat melihat Sang Bos akhirnya datang dan sudah memasuki ruangan, petugas keamanan yang di buat tidak berkutik oleh para pengawal Viona berusaha memberitahukan keadaannya ke Alfaro.
"Hentikan..!!" Teriak Alfaro mengejutkan Viona dan anak buahnya.
"Oh, rupanya kau datang juga..bagus.." ucap Viona sinis.
"Suruh semua anak buah mu keluar dari gedung ini, atau aku akan menggunakan kekerasan untuk mengusir kalian!" Alfaro memperingatkan.
"Tidak, sebelum kau meminta maaf dan mengubah keputusan gila mu itu, aku tidak terima!!" teriak Viona dengan wajah yang begitu emosi.
"Maaf Viona, tidak ada yang bisa merubah keputusanku..aku harap kau bisa menerima kenyataan, apa perlu aku ucapkan lagi di depan banyak orang seperti ini?" Ucap Alfaro berusaha untuk bersabar menghadapi Viona yang berada di bawah kendali emosi nya.
"Lalu apa mau mu?" ucap Alfaro lagi.
"Kembali padaku..dan jangan berani memutuskan lagi hubungan kita" jawab Viona tidak tau malau sama sekali.
Tentu saja semua orang di Agensi itu mendengar apa yang dikatakan Viona, mereka baru mengerti permasalahan yang sebenarnya, dimana seorang Viona ternyata tidak terima di putuskan oleh Bos nya, banyak yang mencibir sikap Viona yang terlihat murahan dan tidak punya harga diri.
Sementara Alfaro hanya memejamkan mata sekejab, berusaha menahan emosi di dadanya, dia tidak habis pikir dengan sikap Viona, bagaimana bisa dia mempermalukan dirinya sendiri.
"Aku peringatkan sekali lagi Viona, bawa anak buah mu pergi dari gedung ini, dan soal keputusanku atas dirimu, tidak akan pernah berubah, ku harap kau bisa mengerti" ucap Alfaro dengan menatap tajam ke arah Viona.
__ADS_1
"Brengsek..!, Kau pikir kamu siapa tanpa pengorbanan ku ha!!, Semuanya..serang dia dan beri pelajaran yang setimpal, siapapun yang membantunya, kalian boleh menghajarnya juga!" Teriak Viona memberi perintah ke anak buahnya.
Alfaro terkejut, dan segera memundurkan dirinya, bersiap untuk kemungkinan terburuk dia harus mengahadapi anak buah Viona.
"Kalian semua masuk ke dalam ruangan, jangan ada yang ikut campur!" Ucap Alfaro lantang dan bersiap menghadapi serangan musuh.
Namun tidak dengan petugas keamanan yang berhasil lolos dan kini ikut bergabung di samping Alfaro.
"Kalian amankan saja para pegawai, Pastikan mereka tidak tersentuh oleh anak buah Viona, mereka bukan lawan kalian, biar aku yang menghadapi mereka" ucap Alfaro kepada para petugas kemanan.
Semuanya masuk kedalam ruangan yang aman dengan para satpam, dan beberapa anak buah Viona sudah maju untuk menyerang Alfaro, bukan hal mudah untuk mereka bisa menyentuh Alfaro begitu saja, justru mereka terpental jatuh di lantai dengan meringis kesakitan saat Alfaro memberikan tendangan dan pukulan.
Perkelahian Terjadi begitu sengit, perlawanan yang tidak sepadan karena satu orang Alfaro melawan lebih dari sepuluh orang yang punya ilmu bela diri yang lumayan, Alfaro merasa sudah cukup bersabar untuk meladeni mereka, hingga akhirnya dia terpaksa mengeluarkan tenaga dalamnya.
"Aku peringatkan ke kalian semua, hentikan dan tinggalkan tempat ini, atau kalian akan terluka parah setelah ini, aku tidak main-main!!" Ucap Alfaro sambil mengatur nafasnya yang terengah-engah.
Mereka tidak merespon dan justru ada yang tertawa dengan apa yang diucapkan oleh Alfaro.
"Baik, kalian sendiri yang minta!" Ucap Alfaro yang kemudian melompat begitu tinggi dan membuat semua mata terkejut melihatnya.
"Rasakan ini!!" Ucap Alfaro menyerang bertubi- tubi sosok pemimpin anak buah Viona, hingga terjatuh dengan luka yang cukup parah, sontak semua musuh Alfaro mundur melihat ketua mereka roboh tidak berdaya.
"Kalau nasip kalian ingin seperti dia, baik, aku akan mengabulkan apa yang kalian minta!" Ucap Alfaro dengan tatapan tajamnya.
Semua anak buah Viona mundur dan keluar dari gedung itu sambil membawa ketua mereka yang terluka cukup parah, sedangkan Viona ikut berlari keluar.
"Aku belum selesai Alfaro, tunggu pembalasanku!!" Teriak Viona.
Alfaro menyimpan kembali tenaga dalamnya, semua karyawannya satu-persatu sudah berani keluar saat Alfaro memberitahukan keadaan sudah aman.
"Aku minta rekaman Cctv Jangan sampai hilang, akan kita gunakan saat tiba waktunya nanti, kalian mengerti?" Ucap Alfaro ke petugas keamanan yang menjaga Cctv.
"Baik tuan Alfaro, terimakasih sudah menyelamatkan kami semua" ucap salah satu petugas keamanan nya.
"Iya sama-sama, aku akan kembali ke perusahaan, tolong bereskan semua kekacauan ini, nanti jam 3 sore saya akan kesini dan kita melakukan meeting penting, persiapan diri kalian"
__ADS_1
"Baik pak!!" Ucap serentak beberapa karyawannya.
Alfaro segera kembali ke perusahaan Eagle Company 2, sampai disana disambut oleh Ronan dengan wajah yang khawatir.
"Kau tidak apa-apa?" Tanya Ronan memindai tubuh Alfaro yang penuh dengan keringat.
"Aku baik-baik saja, hanya sedikit berolah raga tadi disana" ucap Alfaro yang kemudian melangkahkan kakinya menuju keruang kerjanya, namun dengan sigap Ronan menahannya.
"Ada apa?" Tanya Alfaro terkejut dengan sikap Ronan.
Ronan terdiam dan nampak bingung harus bagaimana menjelaskan ke Alfaro, hingga kemudian Alfaro menarik nafas panjang dan menepuk bahu Ronan.
"Ada apa?, Kenapa kau mencegahku masuk ke ruangan kerjaku sendiri?" Tanya Alfaro menyelidik.
"Maaf Faro, tadi ada seseorang kesini dan aku tidak bisa mencegahnya untuk masuk ke dalam ruang kerjamu"
"Maksudnya?" Tanya Alfaro tidak mengerti dengan perkataan Ronan.
"Itu..di dalam ada_, ada_"
"Siapa Ron, kenapa denganmu, bicaralah yang jelas, kau membuatku bingung!" Ucap Alfaro sedikit kesal dengan sikap Ronan yang makin tidak jelas dimatanya.
"Bukan begitu, berjanjilah kau tidak akan menggunakan emosimu saat tau siapa yang di_"
"Minggir!, Biarkan aku masuk dan melihatnya sendiri, kau itu membuatku semakin pusing!!" Teriak Alfaro yang dibuat makin kesal oleh sikap Ronan.
Alfaro akhirnya melangkahkan kakinya kembali menuju ke ruang kerjanya, tangannya membuka perlahan daun pintu dan masuk kedalam, sungguh sesuatu yang sangat mengejutkan.
Alfaro terdiam, tatapannya mengunci pada sosok yang kini tengah berdiri di hadapannya, mulutnya kelu tidak bisa berucap apapun, dadanya terasa penuh dengan entah rasa apa yang tidak jelas baginya. Kerinduan atau kebencian tidak bisa dia bedakan. Semua bercampur menjadi satu seolah membakar tubuhnya yang kini tengah menatapnya.
Bersambung.
Yang penasaran..yuk segera VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMEN..HARI INI UPDATE 2 KALI.
PROMO: Cerpen di YouTube (Sinho Novel)
__ADS_1