SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 63


__ADS_3

Alfaro melesat menerjang Kirana dan segera memegangi pisau yang ada dalam genggaman wanitanya.


"Apa yang kau lakukan Faro, lepaskan!!" Teriak Kirana dengan kuat memegang pisau yang akan direbut oleh Alfaro dari tangannya.


Alfaro berhasil merebut senjata tajam itu lalu membuangnya ke lantai.


"Apa kau sudah gila!!" Bentak Alfaro tepat didepan Kirana yang terkejut dengan apa yang dilakukan olehnya.


"Apa maksudmu, kau yang Gila!!, Seenaknya saja melakukan permainan yang membuatku menguras energi untuk menangisi mu, keterlaluan..!!" Teriak Kirana membalas perkataan Alfaro.


"Tapi tidak dengan bunuh diri seperti ini, kau boleh marah atau menghajar ku Kirana!" Sahut Alfaro yang semakin membuat Kirana bingung.


"Bunuh diri?, Kau itu sudah sinting ya..memangnya siapa yang mau bunuh diri?!" Ucap Kirana semakin tidak mengerti.


"Tentu saja kamu, memangnya buat apa kau memegang pisau itu?!" Sahut Alfaro.


"Apa?!" Ucap Kirana kaget.


Bug


"Awh!, Kirana apa yang kau lakukan, kenapa kau memukul kepalaku!" Teriak Alfaro sambil mengusap kepalanya yang sudah dihantam bantal sofa oleh Kirana.


"Biar isi kepala kamu bener lagi, gak Ambyar kemana-mana, lihat dengan baik apa yang aku lakukan, aku mau mengupas buah mangga, memangnya bisa tanpa pisau itu, dasar saraf.!!" Ucap Kirana sambil berjalan melewati Alfaro dan segera mengambil pisau yang tergeletak di lantai karena perbuatan laki-laki yang ingin sekali di hajar nya.


Sementara Alfaro terbengong dan tersenyum aneh setelah tahu akan kekonyolan nya yang mengira Kirana akan bunuh diri karena marah padanya.


"Hehe..maaf..aku gak tau, habisnya kamu tadi lari sambil nangis, aku kira segitu marahnya padaku hingga ingin mengakhiri hidupmu"


"Cih..pede sekali anda, gak mungkin aku bunuh diri, yang ada aku ingin sekali membunuhmu tadi"


"Maaf..?" Ucap Alfaro yang kemudian meringis saat merasakan nyeri di bibir dan pelipisnya yang sobek.


Beberapa detik kemudian Alfaro terkejut saat tubuhnya dihempas kan Kirana ke sofa, nafasnya terasa terhenti saat Kirana kini tengah mendekatkan wajahnya tepat di depan mukanya.


"Ki.. Kirana, tunggu, apa yang ingin kau lakukan, kita masih belum Sah..jangan berbuat aneh-aneh, Keluarga Nugraha akan menghabisi ku" ucap Alfaro dengan otak mesumnya.


Kirana yang terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Alfaro langsung menyentil luka di pelipisnya.


"Akh..!, Sh*it..Sakit..!, apa yang kau lakukan Kirana!!' Teriak kesakitan dari mulut Alfaro.


"Itu untuk menyadarkan mu dari pikiran kotor, aku hanya memeriksa lukamu Faro, kau kira aku akan melakukan apa?, Dasar me*sum.. diam disitu, aku akan membersihkan dan mengobati lukanya, jangan kemana-mana" ucap Kirana yang segera pergi mengambil kotak obat.


Sementara Alfaro merutuki apa yang sudah dipikirkannya.


"Sialan..ada apa dengan otakku ini" ucap Alfaro lirih sambil menahan nyeri di sekitar tubuhnya yang sudah mulai terasa.


Tak lama kemudian Kirana sudah datang membawa sebuah kotak obat, kemudian mendekat ke arah Alfaro, jantung Alfaro kini berpacu kembali, sudah banyak memang wanita yang pernah jatuh dalam pelukannya dengan mudah, namun untuk wanita yang satu ini berbeda. Kirana bisa membuat Alfaro kehabisan nafas bahkan mungkin yang lebih parah adalah serangan jantung.

__ADS_1


"Kau kenapa tegang seperti itu, aku hanya akan mengobati lukamu Faro, bukan mau membu*nuh mu" ucap Kirana yang sudah mulai fokus membersihkan luka di wajah Alfaro.


"Tunggu..aku pinjam kamar mandinya saja, biar aku bersihkan sendiri, aku masih laki-laki Normal kirana, mau aku memakan mu sekarang juga?, Minggir..kau membuatku takut" Ucap Alfaro yang kemudian segera bergegas menuju ke kamar mandi yang ada diruangan kerja Kirana.


"Ada apa dengan Alfaro..kenapa takut dengan ku, dasar..apa gak salah?!" Gumam Kirana heran dengan kelakuan Alfaro.


Kirana melanjutkan mengupas mangga nya, sesekali dirinya melihat ke layar laptop untuk memeriksa beberapa pekerjaan yang sempat tertunda.


Dirinya terkejut saat melihat banyaknya email yang masuk berasal dari para model dan pegawai yang dulu ada di agensi SEM, perlahan Kirana membuka satu persatu, rupanya hampir semua mengirimkan email permohonan kerja untuk ikut bergabung di Agensi miliknya.


Jari lentik Kirana mulai menanyakan satu persatu alasan mereka dan seperti yang diduga oleh Kirana, semua karena ulah Viona yang membuat peraturan dimana isinya sangat merugikan bahkan melecehkan mereka.


"Hhhh.. jadi semua karena Viona, wanita itu benar-benar tidak bisa menempatkan dirinya dengan baik, Dikiranya Agensi adalah tempatnya melampiaskan Arogansinya, Dasar wanita Gila!!' ucap Kirana lirih.


"Siapa yang gila?" Tanya Alfaro tiba-tiba dari arah belakang.


"Astagfirullah faro..kau mengagetkanku!!" Sahut Kirana yang kini berbalik menatap Alfaro yang sudah mengobati lukanya sendiri.


"lihat saja sendiri" ucap Kirana sambil menggeser laptop nya, tampak raut wajah terkejut dari Alfaro setelah melihat beberapa email dari pekerjanya yang dulu ada di agensi SEM.


"Viona benar-benar kelewatan..kurang ajar!!"


"aku juga tidak habis pikir dengan wanitamu itu, se arogan itu dia memimpin sebuah Agensi, bahkan menjual modelnya sendiri, keterlaluan!" ucap Kirana begitu geram.


"Aku merasa bersalah dengan mereka, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa selain melepaskan Agensi SEM saat ini" ucap Alfaro.


"Terimakasih Kirana, aku tau apa yang kau pikirkan, maaf membuatmu ikut terlibat"


"Tidak apa-apa, sesama model sudah semestinya aku membantu mereka, aku rasa aku punya solusi untuk hal itu" ucap Kirana yang sudah tersenyum penuh maksud.


"Apa?" tanya Alfaro yang kemudian meringis merasakan sakit di sudut bibirnya.


"Nanti juga kamu tau sendiri, Sudut bibir mu masih berdarah Faro..masih kurang benar caramu mengobatinya, mana obatnya?, Biar aku oleskan lagi," ucap Kirana yang langsung menyambar kotak obat dari tangan Alfaro.


Perlahan Kirana dengan lembut mengoleskan salep obat luka di bibir Alfaro untuk menghentikan perdarahannya, dan jari jemari Kirana dengan lembut menekan sejenak luka yang ada di sudut bibir Alfaro untuk menghentikan perdarahannya.


Kedua mata saling bertemu, sejenak rasanya Dunia berhenti berputar, magnet keduanya saling tarik menarik dengan kuat, Alfaro yang sudah tidak bisa mengontrol hasratnya lagi, perlahan mendekatkan bibirnya, sedangkan Kirana yang masih kali pertama mengalaminya terdiam mematung, seolah tubuhnya susah untuk di gerakkan.


Hampir saja bibir Alfaro menyentuh sesuatu yang sangat lembut di depannya, hingga kemudian mereka berdua di kejutkan degan suara bentakan seseorang yang sudah membuka dan berdiri di depan pintu.


"Apa yang kalian lakukan!" Teriak Alena.


BRUG


Posisi Kirana hampir saja jatuh, beruntung tangan Alfaro menahan tubuhnya


"Awh!!" Teriak Alfaro kesakitan.

__ADS_1


"Maaf Faro..aku gak sengaja" ucap Kirana yang panik akan posisinya dan tanpa sengaja malah menekan dengan kuat luka yang ada di bibirnya.


"Ada apa?" Tanya Kaisar yang sudah ada di belakang Alena.


"Mereka mau berbuat me*sum, hampir saja berciu*man, beruntung aku segera datang" sahut Alena mendramatisir.


"Tidak!" Teriak keduanya hampir bersamaan.


"Kalian benar-benar keterlaluan!!" Bentak Kaisar dengan geram, lalu segera menarik nafas panjang untuk mengontrol emosinya, sedangkan Kirana segera berdiri dan berjalan cepat mendekati Kaisar untuk memberikan penjelasan.


"Kak, dengar dulu, kalian salah paham" ucap Kirana memaksa.


"Tidak bisa, ingat Kirana, besok pagi kalian harus sudah menikah, tidak ada tawar menawar lagi, Mengerti?!" Sahut Kaisar yang sudah pergi begitu saja meninggalkan mereka, begitu juga dengan Alena yang berjalan menjauh sambil tersenyum aneh mengedipkan satu matanya.


"Kak Alena keterlaluan..!!, Kak Kai..tunggu, kenapa besok?, Alfaro mana siap!!"teriak Kirana memberikan Alasan.


"Kau bicara apa, tentu aku siap, bahkan sekarang juga, kalau kau yang minta pasti aku akan menikahi mu"


"Ish..kau ini, kenapa tidak mendukungku sama sesekali..besok itu terlalu cepat Faro!!" Teriak Kirana semakin jengkel.


"Sudahlah..memangnya kamu nggak ikhlas?"


"Ikhlas lah"


"Nggak Ridho aku jadi suamimu"


"Ridho Faro!!"


"Berarti kamu Cinta?"


"Ya Cinta lah"


"Sama siapa?"


"Ya sama ka_" seketika ucapan Kirana terhenti saat menyadari sesuatu, sedangkan Alfaro tersenyum bahagia melihat ekspresi terkejut Kirana sambil membungkam mulutnya.


CUP


"Faro!!, Dasar Gila..!!"


Teriak Kirana lalu melempar bantal ke Alfaro yang sudah berlari keluar ruangan sambil tertawa, Kirana segera mengusap punggung tangannya yang terkena cium bibir Alfaro sekejap saat di gunakan untuk menutup mulutnya tadi.


"Astagfirullah..untung bibirku aku tutup pakek tanganku, kalau tidak..Aaaa!" Teriak Kirana ketika membayangkan bibirnya dicium oleh Alfaro.


Bersambung.


Yuk gaes beri dukungan dengan memberi VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMEN sebanyak-banyaknya.. Rebut hadiah menarik di akhir Episode.

__ADS_1


Telah Update terbaru Chapter 3 lanjutan kisah masa kecil ALENA di dalam novel AKULAH WANITAMU..yuk segera mampir gaes.


__ADS_2