SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 78


__ADS_3

Alfaro segera memeluk Kirana dan memindahkan Kirana kedalam pangkuannya sambil terus melihat dokumen penting di dalam layar komputer lagi, sesaat Alfaro terdiam ketika mengingat apa yang dilihatnya tadi.


"Honey..jangan kau pikirkan lagi tentang mereka, iklhas kan ya, ada aku sekarang, apa masih kurang cukup untukmu?" Ucap Kirana berusaha mengalihkan apa yang ada dalam pikiran Alfaro.


"Tentu saja, aku akan mencobanya, dan temani aku melalui semua ini honey..apapun yang terjadi jagan pernah meninggalkan ku" ucap lirih Alfaro sambil memeluk sang istri tercinta.


Kirana membalikkan duduknya, lalu membingkai wajah suaminya, dicium keningnya pelan dan berucap.


"Sudah malam honey..aku ngantuk dan ingin tidur dalam pelukanmu" ucap Kirana


Alfaro tidak bisa menolak lagi, segera menutup komputernya dan menggandeng istrinya keluar dari ruang kerja dan segera masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.


**


Pagi yang masih sangat dingin di Paris, namun Kirana dan Alfaro harus segera bangun untuk mengantar kepergian Daddy dan saudara-saudara nya ke Bandara.


Tepat jam delapan pagi pesawat sudah terbang menuju ke Indonesia, perpisahan yang hanya sementara tetap menyisakan kesedihan di hati Alfaro, begitu juga dengan Kirana yang harus berpisah lagi dengan semuanya keluarganya.


"Aku akan berangkat dengan Hani saja honey..kamu bisa pergi bersama dengan Ronan, biar kita tidak kelamaan sampai di tempat kerja" ucap Kirana.


"Hem.. hati-hati dijalan, aku akan berangkat bersama Ronan" ucap Alfaro yang kemudian mencium bibir dan kening Kirana sebelum akhirnya masuk ke mobil mewah yang di beri oleh Aliando.


"Maaf pak..jangan berangkat dulu, kita tunggu sampai mobil suami saya berangkat agak jauh" Ucap Kirana membuat Hani bingung dengan apa yang dilakukannya.


"Ada apa?" tanya Hani kemudian.


"Ayo pak..kita kembali ke Mansion Daddy Aliando dulu, ada barang saya yang ketinggalan" ucap Kirana sambil memberikan kode ke Hani untuk tetap tenang dan diam.


Sampai di Mansion, Kirana segera mengajak Hani untuk ikut masuk dengannya, menuju ke ruang kerja Aliando dan menghidupkan komputernya kembali.


"Tunggu-tunggu...ini sebenarnya ada apa Kirana ..kenapa kau memindahkan semua file itu, apa ada sesuatu?" Tanya hani semakin penasaran.

__ADS_1


Kemudian Kirana segera menceritakan tentang isi dari file yang untuk saat ini harus dirahasiakan dulu dari Alfaro, mengingat gangguan kejiwaan nya yang masih belum bisa di bilang stabil.


"Astagfirullah..jadi Vaden Fernandes yang_"


"Sstt..jangan terlalu keras ngomongnya Han, untung Cctv di ruangan ini masih mengalami perbaikan, yok kita berangkat lagi.." ucap Kirana dan berangkat kembali ke Agensi untuk bekerja bersama dengan Hani.


*


Ibu Aisyah kini sudah disibukkan dengan mempersiapkan Rancangan baju dan juga modelnya yang akan mengikuti Fashion show malam ini bersama dengan Agensi NAHA dan juga masih banyak yang lainnya.


Nada panggil suara di handphone nya membuatnya terkejut, Rupanya Kirana sedang menghubunginya, sesaat kemudian perbincangan keduanya mengalir, pembahasan tentang acara nanti malam yang menjadi topik utama.


"Jadi..perusahaan pendukung terbesar yang mengadakan acara ini adalah Fernandez Company dan juga Nolan Company?" Ucap Kirana.


"Iya Kirana, aku juga tau barusan, awalnya aku kira ini pergelaran tunggal Fashion show, murni hanya dari Agensi, tapi ternyata ada beberapa perusahaan besar yang ikut terlibat di dalamnya..apalagi ada perusahaan Fernandes company dan juga Nolan Company, aku benar-benar tidak suka dengan pemilik kedua perusahaan ini"


"Sudahlah Bu..kita harus profesional.. Bismillah semoga semua di lancarkan" sahut Kirana


"Amin.., apa suamimu tau akan hal ini?" Tanya ibu Aisyah.


"Iya juga, ya sudah..kita bekerja secara profesional dengan niat yang baik, selebihnya kita pasrahkan sama Allah..yang maha segalanya" ucap ibu Aisyah


Kirana segera mengucap salam dan mengakhiri panggilannya, lalu bergegas menyiapkan semuanya untuk acara besar pergelaran fashion show nanti malam.


"Ada kabar Apa Kirana?" Tanya Hani yang muncul dari belakang lalu ikut membantu Kirana.


"Tidak ada, ibu Aisyah juga sedang bersiap seperti kita saat ini, dan satu lagi.."


"Apa?" Ucap Hani.


"Malam ini kita akan bekerja dengan perusahaan Vaden dan juga Christopher, Agensi SEM juga akan ikut meramaikan acara ini"

__ADS_1


"Apa?, Kok bisa, bukannya acara ini hanya untuk para Agensi Modeling dan Fashion saja?" Tanya Hani terkejut.


"Entahlah..aku juga tidak tau akan hal ini, sudah..gak usah dipikirkan, kita kerja profesional saja, aku yakin tidak ada masalah Han"


"Kita sih gak akan ada masalah..cuman mereka itu yang biasanya cari masalah, aku khawatir akan hal itu Kirana" sahut Hani.


"Tenang Han, kita pasti bisa menghadapinya serahkan saja semua kepada-NYA, selesai kan?" Ucap Kirana, dan membuat Hani mengangguk pasrah.


Setelah menghubungi Alfaro dan pamit kalau hari ini langsung bersiap ke lokasi untuk acara Fashion show, Kirana segera meluncur ke sebuah gedung besar yang memang di pesan khusus untuk acara Fashion show malam ini.


Kirana dan Tim segera memasuki sebuah ruangan yang di persiapkan untuk mereka semua, waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam, ini berarti kurang satu jam lagi acara akan segera dimulai.


Kirana berjalan keluar ruangan menuju ke mobilnya untuk mengambil sesuatu yang tertinggal, disaat yang sama dirinya bertemu dengan Christopher yang tengah memasuki Ruangan kehormatan dan sekilas pandangan keduanya Bertemu.


"Oh ya Allah.. syukurlah.. Christopher melihatku sekilas saja, sepertinya dia tidak begitu memperhatikan ku secara inten seperti biasanya" gumam Kirana sambil berjalan kembali menuju Ruangannya.


Baru saja dirinya hampir meninggalkan basemen ruang Parkir, tiba-tiba saja telinganya menangkap pelan suara seorang wanita yang menjerit dan meminta tolong.


Kirana segera berbalik dan mencari sumber suara yang semakin jelas terdengar olehnya, dan Kirana akhirnya menyadari ada sesuatu yang tidak beres saat melihat sebuah mobil mewah yang bergoyang.


Lalu Kirana segera mendekat dan sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya, seorang wanita rupanya tengah dipaksa untuk memuaskan naf-su seorang laki-laki yang sangat Kirana kenal.


Sesaat Kirana ingin segera menerjang dan menyelamatkan wanita itu, namun sedetik kemudian dirinya terdiam dan tersenyum miring penuh misteri, Kirana segera melompat dan menendang kaca bagian samping hingga pecah dan bunyi alarm mobil pun berbunyi.


Laki-laki itu mengumpat dan sangat terkejut dengan apa yang tejadi, hingga terpaksa melepaskan sang perempuan yang ternyata seorang model muda dari sebuah Agensi yang akan mengikuti acara malam ini.


Kirana yang sudah melompat kembali dan menyembunyikan diri tersenyum melihat banyaknya penjaga keamanan yang berdatangan ke tempat laki-laki brengsek itu gagal melakukan aksi bejatnya.


"Kena kau Vaden Fernandes..dasar Bajingan, aku akan menghancurkan mu perlahan dan bahkan tanpa kau sadari" ucap lirih Kirana yang sudah mengantongi sebuah rekaman video perbuatan bejat dari laki-laki yang kini diincarnya.


Bersambung.

__ADS_1


Yuk kasih VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMEN sebanyak-banyaknya untuk semangat author menulis kelanjutannya.


PROMO: Cuplikan Novel tentang Ketiga Bocah Kembar (ETHAN, EVAN, AILINA) yang akan di Rilis setelah menyelesaikan Novel ini, sudah tayang di Channel YouTube, Ketik: Cerpen SELEBAR DAUN KELOR by Sinho..yang penasaran, yuk segera mampir.


__ADS_2