
"Fey! kak Restu sedang ada pasien, jadi kamu pulang saja dulu dan beristirahat di rumah, ini kak pras kasih uang buat naik taksi, biar Aron dijaga sama suster," Seru kakak Pras.
"Oh, yasudah, terimakasih kak, kalo begitu aku pamit dulu dan dadah aron." Jawab Fey sambil bergegas keluar ruangan dan pulang ke rumah menggunakan taksi.
Di tengah perjalanan aku menyuruh sopir taksi itu untuk pergi ke sekolah yang akan aku masuki besok, sekolah tersebut bernama SMAN 1 Gading, sekolah tersebut lumayan besar, dan aku pun menyuruh supir itu untuk berhenti sejenak di depan pintu gerbang sekolah dan akupun berfikir "sekolah baru, kehidupan baru dan semoga saat aku bersekolah disini hari-hari ku lebih menyenangkan."
"Yasudah pak kita jalan lagi!." Seru Fey.
Sesampainya di rumah kakak ku, aku melihat seorang anak laki-laki yang sedang berdiri di depan pintu, laki-laki itu bisa dibilang cukup ganteng, aku pun bertanya dan berjalan mendekat ke arah laki-laki tersebut, semakin aku mendekat semakin jelas terlihat tubuh laki-laki itu, tubuhnya tinggi dan sangat indah, sangat cocok dengan pakaian nya yang rapi, menggunakan kaos putih dan celana jins hitam, aku fikir mungkin dia rajin berolah raga "Permisi, kamu siapa ya? dan ada keperluan apa datang kesini?," Tanya Fey.
Laki-laki tersebut sedikit terkejut dengan kedatangan ku, dan menjawab sambil tersenyum "Oh kakak, namaku adalah Fadil, aku datang ke sini untuk mengirim barang, tapi sejak dari tadi aku memanggil, tidak ada seorang pun yang keluar dari rumah ini, jadi aku tunggu disini sebentar."
Aku pun berjalan menuju ke sebuah vas bunga yang ada di sebelah cendela rumah untuk mengambil sesuatu "lho kok gak ada? biasanya kuncinya ditaruh disini!." Ucap batin Fey.
"Fadil! sini ikut aku sebentar!." Seru Fey sembari melepas tudung jaketnya.
"kemana kita akan pergi?" Jawab fadil.
"Kita akan coba lewat dari belakang!." Jawab Fey sembari menarik tangan fadil.
"Tunggu kak!, l..lebih baik kakak hubungi kak pras dulu" Seru Fadil.
"Jangan pangil aku kakak, panggil aku fey! lagi pula baterai hanpone ku habis! emang kamu punya nomor kak pras? ikut saja aku jangan banyak tanya" Ucap Fey yang sedikit kesal karena tidak bisa masuk kedalam rumah.
"Kemana semua penghuni rumah ini? apa mereka sedang bertamasya, ugh sial." Ucap batin Fey.
(Di rumah sakit)
"Say kemana Fey?" Tanya kak Restu.
"Sudah aku suruh dia pulang duluan" Jawab kak pras.
"Apa! bibi kan tidak ada di rumah, jadi kuncinya aku bawa." Sahut kak Restu yang kesal.
__ADS_1
"Aku tidak tau kalau kuncinya kamu bawa say" Sela kak pras yang khawatir.
"Aku tidak menyangka, hari ini akan ada banyak pasien, say sekarang kamu tidak ada pekerjaan kan? jadi kamu pulang saja dulu dan kemaren aku pesan jahe merah ke paman, mungkin barangnya sudah sampai di rumah." Ucap kak Restu.
***
Karena pintu belakang juga tidak bisa di buka, sambil menunggu kak pras pulang, Fadil pun ingin mengajak Fey untuk berkeliling di daerah nya menggunakan sepeda nya "Fey sambil menunggu kakakmu pulang, gimana kalo ikut aku sebentar? biar gak bosan." ajak Fadil.
"Kemana? jangan macam-macam yah, lagi pula aku tidak pernah melihat mu saat aku berkunjung kerumah kakak", Cetus Fey.
" Yah, kamu kan jarang main kesini! kalau pun kamu kesini, pasti cuma didalam dan gak akan keluar dan aku juga gak bisa sering-sering main kesini." Kitik Fadil.
I..iya sih, yasudah ayo, awas klo macam-macam dengan ku" Cetus Fey.
"Iya, kamu bisa pegang kata-kataku, aku gak akan menculikmu kok, ini ada surat untuk kak restu." Jelas Fadil sambil menunjuk kan surat yang ada di dalam sakunya.
Tak lama kemudian ada seorang ibu-ibu yang berteriak memangil Fadil "Fadil kesini sebentar!" kamipun menghampiri wanita penjual buah tersebut.
Ini ada buah segar untukmu, kelihatannya pacarmu tidak enak badan ya?, kok pakaiannya seperti itu?" Ucap ibu penjual buah sambil tersenyum.
Kami pun terkejut dengan perkataan ibu
penjual buah tersebut dan secara refleks kami berkata secara bersamaan, ("bukan! kami itu cuman teman." Ucap fadil.) dan ("bukan! kami itu cuma kebetulan bertemu." Ucap Fey.)
Ibu itu pun tertawa karena jawaban kami yang sedikit berbeda, "Ha-ha-ha kalian ini gak usah mengelak! dari tadi ibu melihat dari jauh, gadis itu menarik tanganmu seperti anak kecil yang sedang bermain bersama orang tuanya di taman liburan, kalian cocok kok!, bener kan?," Tanya ibu penjual buah tersebut sambil tertawa.
"Iya cocok kok" Jawab pelanggan yang sedang membeli buah sambil tersenyum.
Dan Fey pun berkata "I, ibu bisa aja, kami itu cuman kebetulan bertemu," Tiba-tiba Fadil menarik tangan Fey menjauh dari kerumunan, Fadil berfikir kalo di lanjutin pembicaraan ini pasti tidak akan ada habisnya, sembari berkata "Ya sudah bu, kami permisi dulu dan terimakasih atas buahnya." Ucap Fadil.
"Tung ..tunggu dulu dil, aku harus menjelaskan kesalah fahaman ini," Ucap Fey sambil berusaha melepaskan tangan Fadil.
"Gak usah, kalo di ladenin nanti akan semakin panjang." Potong Fadil sembari menarik tangan Fey menjauh.
__ADS_1
Fadil pun menarik tangan Fey dan bergegas menuju ke suatu tempat, di sana terdapat sebuah sungai yang mengalir dan ada anak-anak yang sedang bermain dengan sangat riang gembira, kamipun berjalan menyusuri tepian sungai tersebut menggunakan sepeda dan berhenti di sebuah pohon besar, di pohon tersebut terdapat sebuah gubuk diatasnya, pohon itu nampak begitu indah, sebuah pohon besar di pinggir sungai yang mengalir di sepanjang area persawahan, karena ini sudah pukul 16.30 jadi cuacanya tidak terlalu panas.
"Fey! kamu bisa naik pohon kan?," Tanya Fadil.
"Aku tidak bisa naik pohon, dari kecil aku sudah takut sama ketinggian, aku tunggu dibawah saja, kamu naik saja sendiri." Jawab Fey.
"Yah padahal ini waktu yang tepat untuk melihat matahari terbenam dari atas rumah pohon" Ucap Fadil yang sedikit kecewa.
"Dari sini sudh kelihatan kok, dan entah kenapa suasana seperti ini membuat ku teringat akan sesuatu, asal kamu tau yah! aku sebenernya sulit untuk akrab dengan seseorang yang baru aku kenal, tapi entah kenapa kamu seperti seseorang yang sudah aku kenal cukup lama." Fey berkata sambil melepas tudung dan maskernya.
Fadil pun tersipu saat melihat Fey yang sedang membuka tudung jaketnya dan maskernya, rambut Fey yang terurai karena tertiup angin, dan di tambah sinar mata hari yang menyinarinya membuat Fey nampak begitu sempurna di mata fadil, Fey pun memakai headset nya dan membentangkan kedua tangannya, Fey pun menikmati angin yang berhembus sangat lembut sembari mendengar kan musik kesukaan nya.
Fadil pun mendekat kan telinganya ke telinga Fey, dan berkata "Hem, lagu apa yang begitu membuat mu sampai tersenyum seperti itu?"
Fey pun terkejut dan secara reflek menjauh dari Fadil sambil berkata "A, apa kamu bilang, jangan bercanda dan jangan dekat-dekat, kita kan baru kenal, jangan sok akrab dengan ku!."
Dan kemudian Fadil pun duduk di atas bongkahan kayu yang ada di bawah pohon besar itu, dan menatap ke langit sembari berkata "Oh, begitu! baru kenal yah!."
"Apa yang di pikirkan anak ini?." batin Fey.
"Apa maksudmu berkata seperti itu, Kita kan memang baru kenal." ucap Fey sambil mengerutkan alisnya.
Dan Fadil pun menjawab "begitu ya!."
"Dasar aneh." Ucap Fey.
Fadil pun tertawa, karena menurut Fadil perkataan Fey sangat lucu dan dia pun menatap Fey dan berkata "gak apa-apa kalo sekarang kamu hanya menganggap ku sebagai orang asing, Oh iya Fey, sebenarnya tempat ini menyimpan begitu banyak kenangan ku bersama dengan seseorang yang aku suka waktu kecil, tapi sayangnya orang itu menghilang sekitar sembilan tahun yang lalu, dan aku harap orang itu baik-baik saja sampai sekarang, yah, meskipun sekarang aku tidak tau dia ada dimana, dan dia juga takut sama ketingian, sama seperti kamu Fey, aku sering memanggilnya dengan sebutan Putri, karena sewaktu kecil aku berfikir dia itu sama seperti putri dari negeri dongeng yang sering diceritakan ibuku."
"Oh begitu ya, lalu menurut mu kemana perginya anak itu sekarang?," Tanya Fey yang penasaran.
"Aku gak tau! dan entah kenapa waktu aku melihat mu, aku jadi teringat gadis kecil itu." Jawab Fadil Dangan serius.
Fey pun bertanya sambil duduk di samping Fadil "Oh, benarkah?"
__ADS_1