
Acara meeting yang dilakukan disebuah ruangan di dalam sebuah hotel buyar seketika, Ronan meminta maaf kepada beberapa kolega agar tidak merasa terlalu kecewa dengan sikap Alfaro yang sudah pamit keluar dari ruangan.
"Faro tunggu...ya Tuhan..Faro!!" Teriak Ronan berusaha mengejar keberadaan Alfaro yang diikuti juga oleh Louise Anastasya.
"Antar aku ke tempat Kirana berada" ucap Alfaro ke dua orang yang mengawalnya, "dan Kalian bisa pulang duluan naik Taksi" ucap Alfaro lagi.
Ronan tidak menggubris omongan Alfaro dan ikut masuk kedalam mobilnya, begitu juga dengan Louise Anastasya yang kini sudah ikut duduk di samping Ronan.
"Jalan!" Ucap Alfaro yang tidak memperdulikan lagi dua orang yang ada disampingnya.
"Faro..ingat..apapun yang kau lakukan nanti terserah, tapi aku mohon kendalikan emosimu.. disana banyak sekali wartawan dan Kamera, jangan sampai membuat keributan" ucap Ronan yang semakin khawatir dengan Alfaro.
"Diamlah Ron, kau membuatku semakin pusing, bajingan itu sudah berani menyentuh istriku, Bangsat..!!" Ucap Alfaro.
"Istri?, Maksud nya..Nona Kirana istri_?" Ucap Louise terkejut.
"Iya..diamlah..Rahasiakan hal ini dulu, kau mengerti Louise?" Sahut Ronan.
"What!, Oke-oke, Oh my God.. " jawab Louise sambil menggelengkan kepala masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
**
Kirana kini sudah kembali ke Ruangan bersama dengan Hani, dirinya segera masuk ke Toilet dan membasuh wajahnya berulang kali membayangkan bagaimana kulit pipinya tersentuh oleh wajah Christopher Nolan.
"Kau benar-benar bajingan Christopher Nolan.. sialan..!!" Teriak Kirana lalu kemudian berusaha menahan emosinya.
Hani menunggu dengan cemas di depan toilet, lalu manggil Kirana beberapa kali untuk memastikan sahabatnya baik-baik saja.
Tak lama Kirana keluar dan tampak sudah lebih tenang.
"Kau baik-baik saja Kirana?" Tanya Hani khawatir.
"Aku tidak apa-apa Han, sebaiknya aku menghindari Christopher Nolan dulu, sebelum aku kehilangan kendali dan menghajarnya.. dia benar-benar bajingan, kurang ajar!!" Ucap Kirana yang masih menahan emosinya.
Kini Hani, Kirana dan semua Tim membereskan semua barang milik Agensi untuk segera di masukkan ke dalam mobil dan di bawa kembali ke Agensi, mereka semua juga tersenyum senang merayakan kesuksesan Agensinya yang sudah mendapatkan penghargaan.
**
__ADS_1
Sementara itu di sebuah ruangan, terlihat Viona tertawa didepan seorang laki-laki yang hanya tersenyum melihat apa yang dilakukan olehnya.
"Aku benar-benar tidak menyangka kau berani melakukan hal itu Chris, kau tau..bayangkan sebentar lagi foto dan video kalian tadi akan menyebar, aku yakin mereka akan bertengkar hebat"
"Maksud mu Alfaro?" Tanya Christopher Nolan
"Tentu saja, siapa lagi, aku tau sosok Alfaro seperti apa saat milik nya di Sentuh orang lain, apalagi ini kekasihnya..wow.. bersiaplah kamu Chris, aku yakin dia juga akan mendatangi mu" ucap Viona sambil tertawa.
"Benarkah..oh..jadi begitu, aku ingin melihat mereka ribut besar, misi ku menghancurkan hubungan mereka sepertinya menemui jalan yang terang" sahut Christopher Nolan dengan senyuman puas.
"Aku berharap juga begitu, tapi kita harus tetap waspada dan hati-hati, aku melihat Kirana adalah wanita yang tidak akan mudah percaya dan menyerah, dia sangat berbeda dengan yang dulu aku kenal"
"Hem.. karena itulah aku tidak akan pernah merelakan dia menjadi milik orang lain"
Christopher Nolan segera keluar dari ruangan Viona saat perbincangan sudah selesai, Viona yang juga akan meninggalkan ruangan dan kembali untuk pulang terkejut saat kakaknya tiba-tiba saja datang menghampiri.
"Kak, kau mengagetkanku..ada apa, Kakak tidak pulang?" Tanya Viona.
"Kau sendiri, tidak ingin pulang?" Tanya Vaden.
"Aku ini juga mau pulang kak"
Di ciumnya pundak Viona dengan sedikit gigitan, Viona terkejut dengan apa yang dilakukan oleh kakaknya, dan berniat menggeser tubuhnya.
"Kak..apa yang kau lakukan!!" Teriak Viona yang tubuhnya sudah tertahan tangan Kakak nya dan tidak bisa bergeser lagi.
"Diamlah..aku hanya ingi memeluk mu saja, jangan berisik..!!" Ucap Vaden langsung mencium leher Viona dan menghisap bau tubuh adiknya berkali-kali.
"Kak..lepaskan, apa kau sudah gila, aku Viona .. adikmu..sadarlah..kau pasti dibawah pengaruh obat..iya kan!!" Teriak Viona dan kemudian segera mendorong tubuh kakaknya.
"Kakak ingin pesta atau hanya satu saja?" Tanya Viona kemudian, lalu mengambil handphone untuk menghubungi anak buahnya.
"Aku ingin satu saja, malam ini tidak ingin ada pesta, kau tidak ikut pulang ke Mansion?" Tanya Vaden.
"Tidak Kak, aku kembali ke apartemen, kakak pulanglah dulu, wanita yang kau minta sudah menunggu di dekat mobilmu" ucap Viona.
**
__ADS_1
Sosok laki-laki terdiam sejenak saat melihat Kirana sudah melangkahkan kaki meninggalkan gedung menuju ke basemen.
Dan tak lama kemudian laki-laki itu berlari berusaha mengejar keberadaan Kirana yang sudah mendekati mobilnya.
"Kirana tunggu!!" Ucap laki-laki itu.
Kirana masih terdiam, dia tidak ingin membalikkan badannya karena sangat tau bahwa orang yang ada di belakangnya saat ini adalah Christopher Nolan.
"Pergilah Crish..sebelum aku membalikkan badan dan menghajar mu" ucap Kirana.
"Oh ya.. kenapa, berbalik lah..dan aku ingin tau seperti apa kau akan menghajar ku" ucap Christopher Nolan lalu terkekeh menertawakan perkataan Kirana.
Disaat itulah Kirana langsung membalikkan badan, menatap tajam kearah Christopher Nolan lalu segera melompat dengan kepalan tangan yang siap menghantam Christopher Nolan.
Namun apa yang terjadi di luar perkiraan Kirana, karena Christopher rupanya sudah memancing beberapa wartawan ketempat nya saat ini, Kirana segera menghentikan aksinya dan merubah ekspresinya.
"Brengsek, sialan kau Chris..licik sekali dirimu!!" Teriak Kirana yang kemudian mundur menjaga jarak dengan Christopher.
"Hahaha..kenapa Hem, kau bisa saja mengeluarkan kemampuan supranatural mu ,ayo..lakukan sekarang juga, pasti akan sangat seru berita tentangmu nantinya" ucap Christopher.
Kirana masih terdiam menahan emosi nya, kemudian dia mengambil langkah mundur untuk segera masuk ke dalam mobil, namun Christopher dengan lancang mencekal tangan Kirana dan menariknya kembali.
"Christopher.. lepaskan..kau sudah sangat keterlaluan..!!" Ucap Kirana, lalu berusaha melepaskan pegangan Christopher tanpa menggunakan tenaga dalamnya, dan sesaat kemudian.
BRAK..
Tubuh Christopher terpental dan terlepas dari Kirana, kali ini bukan dengan sebuah gerakan tangan yang mengeluarkan tenaga dalam, namun karena tarikan yang sangat kuat dari seseorang yang tak lain adalah..
"Alfaro.?!" Satu kata terucap dari mulut Christopher saat tubuhnya sudah terhempas ke lantai dan melihat sosok laki-laki yang kini ada di depan Kirana.
"Honey...kau tidak apa-apa?" Tanya Alfaro.
Kirana hanya mengangguk, kemudian dirinya yang akan maju menyerang Christopher kembali dikejutkan dengan kedatangan banyak wartawan hingga membuat Christopher Nolan segera bangkit dan pergi dari sana dengan tawa.
"Brengsek..dasar Bajingan..!!" Gumam Alfaro sambil menatap tajam kepergian Christopher Nolan, sementara Ronan yang baru saja sampai bersama dengan Louise merasa lega karena tidak terjadi apapun di depan Para wartawan.
Bersambung.
__ADS_1
yuk jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMEN ditunggu..
Yang belum baca Episode terbaru kisah ALEX dan ALENA..segera mampir di Novel AKULAH WANITAMU.