SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 44


__ADS_3

Dan empat hari sudah berlalu, kabar pun akhirnya sampai ke telinga Kirana,


"Aku dengar mereka sekarang menjual semua asetnya, bahkan mobil mewahnya tinggal satu yang belum laku terjual" ucap Hani saat berbincang di ruang kerja Kirana.


"Aku tau.." ucap Kirana.


"Kasian sekali mereka, aku tidak menyangka begitu besar hutang perusahaan Eagle Company 2, sampai harus menjual begitu banyak aset-aset mereka" ucap Hani menyesalkan dengan musibah yang menimpa Alfaro dan Ronan.


Tidak dengan Kirana yang malah tersenyum penuh arti.


"Tenang saja Han" ucap Kirana membuat Hani terkejut tidak mengerti.


"Maksudnya, kamu senang dengan musibah yang sekarang mereka hadapi..begitu?" Sahut Hani.


"Lihat dengan benar apa yang Allah sedang lakukan dengan mereka Han..Allah sedang menunjukkan kasih sayang dan pengampunan nya dengan membersihkan semua harta mereka yang mungkin di dapatkan dengan cara yang tidak benar, atau bisa saja harta mereka bercampur dengan harta yang didapatkan dengan cara yang tidak halal" ucap Kirana dengan senyumannya.


Deg


Hati Hani tergetar, sungguh pemikiran Kirana diluar dari yang dia perkirakan, sebuah pemikiran yang Arif dan penuh makna yang begitu dalam, selalu berbaik sangka kepada sang Pencipta.


"Astagfirullah..ampuni aku ya Allah.. tidak bisa melihat kasih sayangmu yang begitu besar" ucap Hani penuh sesal karena sejenak berpikiran apa yang terjadi dengan Alfaro dan Ronan adalah sebuah hukuman saja..padahal ada hikmah besar di dalamnya.


Kirana hanya tersenyum melihat ke sahabatnya sejenak dan bersyukur dalam hati, masih diberi mata hati yang bisa melihat dengan benar akan ketentuan Allah akan umatnya.


"Jadi tinggal satu mobil mewah Ronan yang belum terjual?" Tanya Kirana.


"Iya, aku dengar sih begitu..dan sepertinya mereka juga akan melelang Agensi SEM" Jawab Hani.


"Kapan?" Tanya Kirana.


"Besok, acara lelang akan dibuka" jawab Hani.


"Aku ingin kau urus pembelian mobil mewah Ronan, dan aku akan menyiapkan dana untuk ikut pelelangan Agensi SEM" Sahut Kirana yang kemudian akan beranjak pergi.


"Apa, maksudnya..?, Jadi.., kau akan membantu mereka?, Benar begitu Kirana..?!!" Teriak Hani yang tampak begitu bahagia.


"Siapa bilang aku membantu, aku hanya menginginkan mobil mewah Ronan yang kebetulan dijual, dan ingin melebarkan sayap Agensi kita, lalu membuat cabang dengan membeli Agensi SEM" jawab Kirana santai dan segera berlalu pergi.


"Ish..dasar..selalu saja tidak mau jujur saat membantu orang, ada saja alasan nya" ucap Hani lirih.


Hani segera pergi ke ruangannya sendiri untuk melakukan tugas yang diberikan oleh Kirana dengan menghubungi Ronan untuk menanyakan tentang mobil mewahnya, sontak Ronan yang saat itu sedang bekerja terkejut mendengar apa yang dikabarkan oleh Hani.

__ADS_1


"Jadi..Kirana mau membelinya?"


"Iya Ron, hari ini cash..lalu kapan aku bisa bertemu kalian dan melakukan pembelian, aku tidak ingin membuang waktu, yah..mumpung Kirana belum berubah pikiran juga nih.." sahut Hani untuk memastikan.


Ronan segera menyetujui dan akan bertemu dengan Hani nanti ditempat kerjanya, dirinyapun segera menyiapkan segala surat-surat yang di butuhkan, tak lama kemudian Ronan kini sudah berada di depan Hani yang ada dalam ruangan kerjanya.


Transaksi segera dilakukan, baik Ronan dan Hani tidak ada yang diberatkan dalam pembelian mobil yang sudah di serah terima kan, hingga keduanya akhirnya terlibat pembicaraan.


"Aku ucapkan terimakasih sudah membantu ku dengan membeli mobil ini, pertolonganmu sangat menentukan nasip Eagle Company 2" ucap Ronan kepada Hani.


"Sama-sama, kebetulan juga Kirana menginginkan mobil mewah yang kamu jual Ron, jadi aku segera mengurusnya sebelum ada orang lain yang mengambilnya, jadi Agensi SEM juga akan di lelang?" Tanya Hani.


Ronan tertunduk sedih, ada guratan kekhawatiran di wajah Ronan, hingga Hani memulai pembicaraan lagi.


"Ada apa?, Kau bisa ceritakan padaku kalau mungkin aku bisa membantu" ucap Hani.


"Kita kehilangan segalanya Han, aku benar-benar tidak menyangka hal ini akan terjadi, dan sekarang kita akan memulai dari Nol lagi, sekuat tenaga mempertahankan Eagle Company 2 yang kita punya"


"Hem..aku mendengar semua kabar tentangmu dan tuan Alfaro, kalian juga sudah pindah tempat tinggal?" Tanya Hani.


"Iya, kami mulai dari hidup yang seadanya, tinggal di rumah yang tidak terlalu mewah tapi lumayan juga, mobil ku juga tidak semewah dulu, yah..mungkin ini hukuman untuk kami"


Hani tertawa kecil mendengar keluh kesah Ronan hingga membuatnya terkejut.


"Tentu saja, aku bahkan sangat bersyukur dengan apa yang menimpa kalian sekarang" sahut Hani, semakin membuat Ronan terkejut tidak menyangka kalau Hani akan setega yang dia kira.


"Kau_?!" Ucap Ronan tertahan.


"Kenapa?, Jangan salah paham dulu, aku pun juga terkejut saat Kirana tersenyum bahagia ketika aku beri tahu kabar tentang kalian, namun aku tersadar pikiranku terlalu dangkal saat itu"


"Maksudnya?" Tanya Ronan semakin tak mengerti.


"Lihat baik-baik bagaimana Allah menentukan kejadian ini pada kalian..apa kamu yakin, Harta kekayaan yang kalian dapatkan selama ini sudah benar?" Ucap Hani.


"Apa, jadi kau menuduh kami mencari uang dengan cara yang haram?" Sahut Ronan mulai terlihat emosi.


"Kau ini..jangan emosi dulu, lihat baik-baik maksud ucapan ku..jangan gunakan isi kepalamu yang tumpul"


"Apa!, Sekarang kau mengatakan aku bodoh..begitu?!" Ucap Ronan yang tambah lagi tingkat emosinya.


"Ish..dasar..susah sekali ngomong sama kamu sih Ron..okey..aku langsung pada pokoknya saja..biar kamu gak makin salah paham dan tambah murka..wajahmu jelek banget saat termakan emosi" sahut Hani.

__ADS_1


"Kau_!"


"Diam!, Mau dengar penjelasan ku apa tidak?"


"Mau, lanjutkan..!" Sahut Ronan yang masih agak jengkel.


"Okey..begini..terkadang kita manusia suka lupa..ini berlaku baik padamu atau padaku, saat kita mendapat Rizki kita kadang lupa ada hak orang lain juga disana, yang harusnya kita keluarkan untuk bersedekah dan lain sebagainya..benar bukan?"


Deg


Ronan langsung terdiam, merasa kalau dirinya tidak pernah memikirkan hal itu, dan akhirnya Ronan menarik nafas dengan dalam, mulai mengerti apa yang dimaksudkan oleh Hani.


"Allah membersihkan apa yang tidak baik dan tidak halal harta kita dengan cara yang terkadang membuat kita tidak Nyaman, bahkan seperti yang kau rasakan..kau salah paham dengan apa yang kini di tetapkan Allah padamu" lanjut Hani berbicara.


"Jadi maksudmu, ada harta kekayaanku yang memang itu tidak baik untuk kami?"


"Bisa jadi, untuk itu Allah sekarang ini membersihkan harta kalian dan akan digantikan yang lebih baik lagi..cuman caranya mungkin yang kalian tidak pahami..dengan cara seperti ini otomatis kalian akan di bersihkan dari harta yang mungkin haram..iya kan?"


"Astagfirullah..kenapa aku malah berburuk sangka..ampuni kami ya Allah" ucap lirih Ronan yang mulai mengerti maksud perkataan Hani.


"Alhamdulillah..selalu berbaik sangka lah kepada-NYA, dengan begitu kita bisa melihat dengan jelas, limpahan Berkah yang sebenarnya sedang di tabur untuk kita, Allah tidak rela melihat kita hambanya menikmati sesuatu yang tidak baik, jadi dia selalu menjaga semuanya dengan cara-NYA"


Ronan tertunduk, dia baru menyadari apa yang dikatakan Hani benar adanya, dirinya meraba dalam hati, mungkin ini karena hartanya yang didapat dari pinjaman uang seorang mafia yang jelas uangnya di dapat dengan cara yang tidak benar, dan Ronan maupun Alfaro tau akan hal itu.


"Aku rasa sudah waktunya kita bekerja kembali Ron, tidak ada yang ingin di bicarakan lagi kan?"


"Hem, tidak ada, tapi aku sangat suka disini dan berbincang denganmu " ucap Ronan keluar dari mulutnya begitu saja.


"Ha!, Maksudnya?" Tanya Hani terkejut dan heran.


"Oh..maaf, tidak begitu..maksudku..itu..apa ya..okey, aku pamit dulu, sepertinya Alfaro sedang mencari ku" sahut Ronan yang langsung berdiri bingung dan segera beranjak.


"Tunggu..!" Ucap Hani yang tentu saja langsung menghentikan langkah Ronan.


"Kami akan ikut dalam pelelangan Agensi kalian besok!" Ucap Hani membuat Ronan terkejut dan langsung membalikkan badannya melihat kearah Hani kembali.


"Benarkah?" Ucap Ronan dengan senyuman mengembang di bibirnya.


Hani juga membalas senyuman itu tanpa berkata-kata, tampak wajah bahagia Ronan yang kemudian memutuskan tatapannya dan berbalik melangkah meninggalkan ruang kerja Hani dengan mengucap salam.


Bersambung.

__ADS_1


Apa yang akan terjadi selanjutnya..makin penasaran..?, yuk segera kasih VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMEN di karya Novel ini.


__ADS_2