
Terlihat Ronan juga sedang meringis kesakitan saat Hani mengobati luka di lutut dan di sikunya akibat terjatuh saat berlari menolong Alfaro.
"Pelan Han..perih banget!" Ucap Ronan.
"Tahan dulu, yang penting gak infeksi, aku bersihkan dulu, lagian juga ngapain kamu tadi larinya kenceng banget" sahut Hani.
"Ya gimana gak panik, lihat Alfaro kayak gitu, benar-benar brengsek anak itu..ternyata hanya acting saja"
"Tau deh ah..bikin aku jantungan juga" sahut Hani kesal juga, hingga tak sengaja menekan luka ringan dengan keras.
"Aah!, Han..pelan, oh ****!!" Ucap Ronan terkejut saat merasakan nyeri yang hebat dil lukanya, hingga tanpa sengaja memegang tangan Hani untuk menjauhkan dari luka di sikunya.
Hani terkejut diam mematung merasakan sentuhan Ronan yang baru pertama kali, keduanya saling menatap satu sama lain, menelusuri apa yang ada dalam pandangan mata yang menembus pikiran keduanya, hingga kemudian mereka terjingkat saat suara seseorang terdengar di telinganya.
"Apa aku mengganggu kalian?"
"Ha, apa?..oh tidak.. tentu saja tidak..aku permisi dulu" ucap Hani yang sudah melesat cepat menghindari dua mahluk yang ada di depannya.
"Kau ini..kenapa menggangguku..belum cukup dengan ulah mu tadi..dasar!!' ucap Ronan yang sudah menyemprot Alfaro karena perbuatannya, Alfaro terkekeh melihat muka masam sahabatnya.
"Nggak usah mengalihkan omongan, suka sama Hani?" Tanya Alfaro.
"Kalau iya memang kenapa..masalah buat kamu?" Sahut Ronan masih mode kesalnya.
"Jelas masalah.." jawab Alfaro.
"Maksudmu?" Tanya Ronan terkejut.
Alfaro bukanya menjawab malah terkekeh melihat ekspresi kaget dan cemas Ronan yang tampak lucu dimatanya.
"Kau akan kecewa kalau hanya suka saja, wanita seperti mereka tidak akan mau membuang waktu untuk yang namanya hubungan teman dekat atau pacaran, tau kan maksudku?"
"Oh itu..aku tau, tapi aku masih ragu Faro, apa aku pantas untuknya?, Apalagi sekarang ini aku tidak punya apa-apa" ucap Ronan sambil menundukkan pandangannya.
"Hei..kau lupa ada aku.. come on..masih ada aku sahabatmu Ronan, dan nasip kita sama kan, sama-sama gak punya apa-apa" Sahut Alfaro yang membuat keduanya tertawa bersama-sama mengingat nasip nya yang sekarang pengangguran karena tidak punya apapun lagi untuk dikerjakan.
"Iya ya..kita ini gak punya kekayaan apa-apa lagi, tapi kenapa aku semakin bisa merasakan bahagia ya?" Ucap Ronan yang merasa heran.
__ADS_1
"Mungkin Allah ingin memperlihatkan ke kita, bahwa harta dan kekayaan bukan ukuran untuk kita bahagia" sahut Alfaro
"Siapa yang hatinya yakin kepada Allah, maka hatinya akan di genggam oleh-NYA, biarkan Allah genggam Hatimu, karena jika Allah menggenggam hati hambanya, DIA tidak akan mungkin membuat hati itu kecewa, Pasti diarahkan kepada kebaikan-kebaikan yang membuat kita bahagia" ucap Edward yang ternyata sudah berada tepat di belakang mereka.
Alfaro dan Ronan langsung berbalik, menatap Edward sejenak lalu menundukkan pandangan.
"Aku merasa malu, begitu congkaknya kami dulu hingga melupakan-Nya, dan kami pantas menerima semua ini" ucap Alfaro lagi.
"Apapun ketentuan Allah ikuti saja, Apapun kehendak allah kita terima, Karena selalu ada kebaikan di setiap pemberian Allah,
Walaupun pemberian itu hal-hal yang tidak kita sukai, bahkan sangat menyakiti" jawab Edward lalu merangkul Alfaro dan Ronan sambil tersenyum.
Ronan terkejut setengah mati, saat mendapat rangkulan dari seseorang yang sangat dia hormati, seorang Edward dimatanya adalah sosok idola milyarder muda sukses bertangan besi dan ternyata sangat murah hati.
"Ayo jangan bengong, kalian ditunggu di ruang tengah..ada hal serius yang ingin dibicarakan, Daddy sudah menunggu kalian" ucap Edward kemudian melangkah duluan menuju ruang tengah, yang kemudian diikuti oleh Alfaro dan Ronan.
Terlihat Edoardo sedang berbicara serius dengan Edward, sementara Kaisar dan Alena juga terlibat pembicaraan.
"Ada apa ini paman?" Tanya Alfaro penasaran.
"Rumah Sakit..?, Apa terjadi sesuatu degan Daddy paman?" Tanya Alfaro mulai tampak cemas.
"Memang terjadi sesuatu dengan Daddy mu Faro, tapi sesuatu yang baik" Jawab Edoardo.
"Maksud paman?" Sahut Alfaro.
Kemudian Edoardo segera menjelaskan tentang keadaan Aliando yang kini sudah sadar dari koma, namun kemampuan bicara dan geraknya masih belum sepenuhnya normal kembali, butuh waktu yang tidak sedikit untuk memulihkan keadaan Aliando seperti dulu sebelum sakit.
Alena juga memberitahukan bahwa setelah ini kelurga Nugraha akan memboyong Aliando ke Indonesia untuk mendapatkan perawatan medis sekaligus Tenaga dalam dari klan Nugraha yang hanya bisa dilakukan secara maksimal oleh Kakek dan Kakaknya Alex.
"Bagaimana menurut pendapatmu..tapi sebelum kami kembali ke Indonesia, kalian harus menikah resmi terlebih dahulu, aku tidak ingin kalian membuang waktu lagi, masalah yang kalian hadapi tidak gampang..aku sangat tau itu, dan jangan membohongiku Alfaro" ucap Alena.
Alfaro terdiam, sebenarnya ingin rasanya mengungkapkan satu persatu permasalahan yang dia hadapi, tapi itu tidak mungkin, dia ingin bertanggungjawab menyelesaikan semuanya dengan sekuat tenaganya, dia yakin masih mampu untuk mengatasi semua masalah yang dihadapinya.
"Aku bukannya berbohong..tapi aku ingin berusaha menyelesaikan masalah ku sendiri dengan sekuat tenaganya, karena aku merasa masih mampu melakukan itu dan tidak ingin merepotkan kalian"
"Hhhh..ternyata kau dan Kirana tidak jauh beda..baik, aku ikuti keinginan kalian, selesaikan masalah kalian, tapi saat kalian merasa tidak mampu lagi, jangan lupakan kami..sebuah keluarga itu ada bukan tidak ada Maksud disana, Kami akan selalu siap untuk kalian, apa kau mengerti dengan yang aku bicarakan?" Ucap Alena.
__ADS_1
Alfaro tersenyum sambil menatap Alena, baginya sosok wanita di depannya ini selalu bisa membuat orang merasa nyaman dengan kata-kata dan perlindungannya.
"Jangan sampai aku mencolok matamu Alfaro?!" Kata seseorang yang langsung mengagetkan Alfaro dan yang lainnya.
"Hehehe..sorry..aku gak sengaja, senang saja punya ipar seperti Alena, sumpah Ed..tidak ada apa-apa lagi di kepala ku selain rasa syukur mendapat keluarga seperti kalian" ucap Alfaro
Sementara yang lain sudah tersenyum melihat kecemburuan Edward yang sudah biasa terjadi saat ada seseorang yang memperhatikan istrinya.
Alena melihat luka-luka di tubuh Alfaro dan juga Ronan sejenak.
"Sebelum kita kerumah sakit, biar aku bantu obati dulu luka di tubuh kalian, aku risih melihatnya" ucap Alena.
Alfaro yang sudah tidak heran lagi dengan kekuatan tenaga dalam Alena untuk menyembuhkan, segera menyiapkan dirinya, perlahan Alena menyalurkan tenaga dalamnya dengan telapak tangan di beberapa bagian tubuh yang penuh luka, dan perlahan luka-luka itu menutup, hanya ada sedikit bekas luka yang masih terlihat di bibir dan pelipis Alfaro namun sudah mengering.
"Apa aku juga harus mengobati luka dalam akibat pukulan tenaga dalam Kaisar padamu Faro?" Tanya Alena.
"Tidak usah..kalau itu aku bisa menyembuhkannya dengan meditasi tenaga dalam yang aku lakukan nanti" jawab Alfaro.
Sementara Ronan yang melihat dengan mata kepalanya sendiri apa yang sudah dilakukan oleh Alena membuat jantungnya hampir saja berhenti, rasanya semua ini seperti mimpi, hingga dia terpaku diam mematung.
Alena tersenyum dan segera berpindah untuk menyembuhkan luka yang ada ditubuh Ronan.
"Apa kau siap Ronan?" Tanya Alena.
"Ha..oh siap..iya saya siap Nona Alena..maaf!" Ucap Ronan ter gugup, dan Alena segera mengarahkan telapak tangannya ke luka yang ada di tubuh Ronan.
Sejenak Alena terkejut saat ada sesuatu di tubuh Ronan yang membuat Alena mengerutkan alisnya. Edward yang melihat gelagat tidak beres segera beranjak dan mendekat tepat di belakang istrinya.
"Ada sesuatu Bee?" Tanya Edward lirih.
"Hem, aku akan ceritakan nanti" ucap Alena lirih dan kini kekuatan tenaga dalamnya mulai mengatasi luka yang ada di tubuh Ronan.
Bersambung.
Jangan lupa memberi VOTE, HADIAH, LIKE, KOMEN sebanyak-banyaknya dan menangkan hadiah di akhir Episode nanti.
Baca juga BONUS CHAPTER 3 kisah Alena dan Alex di Novel AKULAH WANITAMU yang semakin seru.
__ADS_1