
Alena segera menyimpan kekuatanya kembali, setelah itu duduk didepan Ronan dengan Wajah yang sangat serius.
"Apa yang kau rasakan sekarang?" Tanya Alena.
"Maaf..sa...saya, maksudnya?" Tanya Ronan terkejut mendapati pertanyaan aneh yang dilontarkan oleh wanita cantik yang ada didepannya.
Alena mengangguk dan menunggu jawaban dari Ronan, semetara itu dari arah belakang datang Kirana dan Hani yang ingin ikut bergabung.
"Emm, saya merasa tubuh saya sedikit lemas Nona, mungkin pengaruh luka saya yang tadi" ucap Ronan kemudian.
"Bukan, tapi saat aku memasukan tenaga dalam ku, terpaksa harus membuang parasit yang ada dalam tubuhmu, kau tau apa maksudku?" Tanya Alena dengan tatapan yang sangat tajam.
Glek
Seketika Wajah Ronan tampak cemas dengan apa yang dipikirkan nya, lalu kemudian semua mendekat untuk tau apa yang sebenarnya terjadi.
"Saya..saya..maaf nona Alena, tapi saya tidak bisa menceritakan disini" ucap Ronan.
"Baik, bagiku itu tidak perlu kau ceritakan, asal kau tau saja, tubuhmu sudah bersih seperti semula, mungkin akan sedikit melelahkan bagi fisikmu untuk beradaptasi kembali, tapi semua akan baik-baik saja, dan jangan lagi bermain dengan hal seperti itu, akan sangat merugikan dirimu Ronan" ucap Alen lalu segera menjauh dari Ronan yang masih duduk termenung.
"Ada apa sebenarnya?, Tanya Alfaro heran.
"Aku akan menceritakan nya nanti Faro" ucap Ronan, dan Alfaro tidak bertanya apapun lagi, hanya mengangguk tanda dia menyetujuinya.
Hani yang ingin juga bertanya segera mengurungkan niatnya melihat wajah sedih dari Ronan, Hingga akhirnya semua orang segera bersiap untuk berangkat ke Rumah sakit melihat keadaan Aliando.
Dalam perjalanan Edward membahas kembali apa yang di tanyakan soal Ronan, rasa penasarannya membuat dirinya segera bertanya ke Alena.
"Ada apa dengan Ronan, Bee?" Tanya Edward.
"Dia mengisi tubuhnya dengan susuk penguat tubuh dan juga pemikat, mungkin Ronan tidak menyadari bahwa dia sudah menyerahkan tubuhnya untuk wadah mahluk ghaib melakukan kejahatannya" Ucap Alena.
"Apa?!, Untuk apa Ronan melakukan itu semua?!' sahut Edward heran dan terkejut.
"Aku tidak tau pasti Honey..hanya Ronan sendiri yang bisa menjelaskan tentang itu, yang aku Khawatir kan bukan hal itu, tapi ada sesuatu yang lain" ucap Alena membuat Edward sejenak menatap dirinya.
"Jangan bilang kau melempar susuk itu ke pemiliknya Bee, itu akan membuat mereka marah" ucap Edward.
"Aku tidak perduli, heran sekali aku dengan pemikiran orang-orang di era yang katanya sudah modern ini, masih juga menggunakan bantuan iblis untuk menyelesaikan masalah di Dunia" jawab Alena.
__ADS_1
"Hhh..kau ini selalu keras kepala, tapi aku sangat menyukainya, sini..!" Ucap Edward yang sudah menarik tubuh istrinya kedalam pelukannya.
"Aku ingin kau lebih berhati-hati bee, aku menduga, pasti kau juga tau orangnya seperti apa kan Bee?" Sambung Edward lagi.
"Sekilas aku nampak dalam penglihatan ku Honey..tapi tidak begitu jelas, sepertinya dia terkejut saat aku mengembalikan apa yang dia tanam di tubuh Ronan" jawab Alena memberikan penjelasan.
Edward hanya tersenyum, membisikkan sesuatu ke telinga sang istri dengan lembut.
"Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu Bee"
Alena ikut tersenyum dan langsung menyambar bibir suaminya yang selalu menggoda baginya, Edward membiarkan apa yang dilakukan istrinya dan tentu saja dia juga begitu menikmatinya.
"Sudah cukup..kita sampai Bee" ucap Edward yang menghentikan luma*tan nya lalu membersihkan sisa saliva nya dengan mengusap lembut bibir Alena.
**
Kehadiran semua orang membuat Aliando hanya bisa tersenyum tanpa bisa mengucapkan sepatah katapun karena sangat kesulitan saat melakukannya.
Alfaro yang datang bersama dengan Ronan, Hani dan Kirana segera berlari masuk dan memeluk Aliando sambil mengucapkan kata maaf berkali-kali. Aliando tidak kuasa menitikkan air matanya sambil merangkul Alfaro.
Semua orang yang melihatnya saat itu ikut terharu, Kirana dan Hani bahkan sudah berlinangan air mata, begitu juga dengan Alena yang kini sudah ada dalam pelukan suaminya.
Empat orang kuasa hukum perusahaan segera berbicara dengan semuanya, terutama Alfaro akan maksud kedatangannya.
"Sesuai permintaan tuan Aliando Runcel Eagle, bahwa sekarang saatnya beliau ingin menyerahkan kepemilikan Eagle Company pusat atas nama tuan Alfaro Rich Eagle"
"Apa?!" Ucap Alfaro sangat terkejut dengan apa yang sudah diungkap kan oleh kuasa hukum perusahaan Eagle Company.
Sejenak Alfaro menatap Aliando lalu mendapatkan anggukan pelan dan senyuman darinya, perlahan Alfaro mendekat lagi ke Daddy-nya, lalu dengan pelan mengatakan.
"Dad..pantaskah aku mendapatkan semua ini, setelah apa yang aku lakukan padamu, aku bahkan tidak becus menjagamu hingga Daddy menjadi seperti sekarang ini" ucap Alfaro
Aliando mengusap tangan Alfaro beberapa kali lalu menggenggamnya erat, tatapan matanya mengatakan bahwa Alfaro satu-satunya yang mampu memimpin perusahaanya saat ini.
"Perusahaan membutuhkan mu Alfaro, sudah beberapa hari tidak ada yang mengurusinya, aku disini hanya membantu sebisaku kemaren, mau siapa lagi kalau bukan kamu..Aliando sudah mempersiapkan semua ini hanya untukmu anak satu-satunya" ucap Edoardo yang kini sudah mendekat dan menepuk bahu Alfaro untuk memberikan support.
"Lagian kau itu pengangguran Faro..tidak malu sama calon istri kamu?" Sahut Edward mengoloknya.
"Kau ini..dasar..!!" Ucap Alfaro menjawab keusilan Edward.
__ADS_1
"Lagi pula ada Ronan di sampingmu..semua pasti akan baik-baik saja, kalian pasti bisa mengembangkan perusahaan itu lebih besar lagi nanti" sahut Alena.
"Setuju!" Ucap Edoardo dan Edward hampir bersamaan.
"Saya..?!" Ucap Ronan terkejut saat namanya disebut.
"Tentu saja, mau siapa lagi yang bisa mendampingi Alfaro, aku tidak menyarankan ada wanita yang akan mendampingi Alfaro menjalankan perusahaanya, itu terlalu Riskan, bisa-bisa setiap pulang kau akan bertarung dengan Kirana" sahut Alena
"Hahaha" semua tertawa hampir bersamaan, dan Kirana hanya senyum-senyum saja.
"Bukan hanya bertarung, aku akan membuatmu tidak bisa berjalan kemanapun, kalau sampai aku tau kau main perempuan, dasar Casanova cap teri!" Batin Kirana sambil tersenyum mengerikan menatap Alfaro.
Tak berapa lama kemudian dokter yang merawat Aliando masuk lalu memberikan penjelasan tentang keadaan Aliando yang diluar dugaan.
"Saya benar-benar tidak menyangka, tuan Aliando akan sadar secepat ini, saya bersyukur sekali, dan dari semua hasil pemeriksaan Laboratorium dan penunjang lainnya, dinyatakan tuan Aliando boleh dirawat di rumah, namun harus rutin melakukan terapi di rumah sakit sesuai jadwal kontrolnya" ucap sang dokter.
"Alhamdulillah.." ucap semuanya dan serempak mengucap syukur.
Segera Edoardo dan Edward mengurusi administrasi Rumah Sakit untuk bersiap membawa Aliando pulang.
Sementara Alfaro dan Ronan mengurus Aliando yang akan di bawa pulang ke Mansionnya, Alfaro juga memutuskan untuk tinggal di Mansion Daddy nya sementara waktu bersama dengan Ronan.
Keesokan harinya Alfaro dan Ronan sangat sibuk mempersiapkan acara pernikahan, beberapa orang yang sudah ditunjuk untuk membantu mempersiapkan pesta sederhana pernikahan Alfaro dan Kirana juga mulai sibuk seliweran menyiapkan tempat ijab Qabul yang akan di adakan di Mansion Aliando, mengingat keadaan Aliando tidak boleh terlalu capek dan masih belum bisa berdiri maupun berjalan.
Disebuah kamar yang disiapkan khusus untuk merias calon pengantin, tampak Hani tersenyum puas karena rancangan bajunya sukses membuat semua mata yang melihat penampilan Kirana terpesona.
"Waw..amazing my girl..kamu sangat mempesona, bukan begitu kak Al?" tanya Hani.
"Luar biasa, kau sangat cantik Kirana, aku tidak yakin Alfaro sanggup menahan diri untuk tidak segera menerjang mu nanti" goda Alena.
Glek
Seketika senyuman indah dari bibir Kirana pudar karena membayangkan apa yang akan dialaminya masih begitu mengerikan baginya.
"Jangan menakuti calon pengantin nona Alena, kasian Kirana..lihat dia langsung pucat begitu"
"Ibu Aisyah?!" Ucap Kirana dan Hani bersamaan, sementara Alena segera menoleh ke sumber suara sambil terkekeh.
Bersambung.
__ADS_1
Yuk gaes beri dukungan dengan memberi VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMEN sebanyak-banyaknya.. Rebut hadiah menarik di akhir Episode.