
Kirana menatap tajam Alena yang masih mentertawakan nya. Sedangkan Hani masih berusaha menahan tawa.
"Sudah..jangan menggoda calon pengantinnya, apa masih lama?" Tanya ibu Aisyah yang sudah berdiri di samping Kirana yang sedang di make-up, dan Tim make-up menjawab kurang lebih 1 jam lagi selesai.
"Maaf Nona Alena, bisakah saya minta tolong untuk di temani melihat keadaan tuan Aliando?" Ucap Ibu Aisyah.
"Tentu saja Bu..sekalian saya juga ingin melihat keadaan Paman..mari?!" Jawab Alena lalu mengajak ibu Aisyah menuju ke kamar Aliando.
Kini keduanya sudah berada di dalam kamar Aliando yang rupanya sudah rapi bersiap untuk menemani Alfaro.
"Wah..paman Ali sangat tampan sekali, kabar paman baik?" Tanya Alena.
Aliando tersenyum dan mengangguk memberikan jawaban, beberapa detik kemudian dirinya di kejutkan dengan suara seorang wanita yang berada di belakang Alena.
"Alhamdulillah, rupanya keadaan tuan Aliando sudah semakin baik, maaf saya baru bisa menjenguk anda hari ini" sapa ibu Aisyah.
Aliando mengangguk dan tersenyum kembali, bibirnya ingin sekali mengeluarkan kata-kata, namun masih terlalu susah untuk dilakukannya.
"Nggak apa-apa tuan Aliando, jangan di paksa untuk bicara, butuh waktu untuk membuat anda pulih, sekalian saya datang membawakan minuman herbal yang bermanfaat untuk kesehatan syaraf dan menghangatkan badan, mungkin bisa anda coba sekarang?" ucap ibu Aisyah kemudian memberikan botol minuman khusus yang berisi minuman herbal.
Alena membantu Memberikan minuman herbal kepada Aliando untuk diminum perlahan, Bu Aisyah juga ikut membantu membersihkan bibir Aliando yang belum sempurna untuk digunakan, hingga membuat sedikit belepotan.
Sejenak keduanya saling menatap, Aliando tersenyum dan bahagia merasakan kelembutan perhatian dari Ibu Aisyah terhadap dirinya.
Alena melihat pemandangan yang penuh haru saat melihat bagaimana ibu Aisyah membantu Pamannya.
"Ehem..apa kita sudah bisa kembali ke kamar Kirana, atau saya harus menunggu sampai ada yang menyatakan cinta disini?" Ucap Alena, sontak membuat ibu Aisyah terkejut dan malu, begitu juga dengan Aliando yang hanya bisa tersenyum aneh.
Ibu Aisyah segera pamit kepada Aliando dan menitipkan kepada perawat yang di ambil khusus dari rumah sakit untuk membantu melakukan perawatan Aliando selama ada di Mansion.
"Oh iya Nona Alena, ini ada minuman herbal khusus untuk kita minum nanti, minuman ini dibuat untuk mengatasi udara dingin saat ini" ucap Ibu Aisyah sambil berjalan berdampingan menuju kamar Kirana.
"Oh ya..wah, pengen segera merasakan minumannya Bu, pasti hangat nih di badan, ibu buat sendiri?"
"Iya nona Alena, resep turun temurun dari nenek saya dulu, beliau ahli obat herbal di zamannya" jawab ibu Aisyah membuat Alena terkejut mendengarnya.
"Oh..jadi begitu, ibu juga paham soal obat herbal?"
__ADS_1
"Begitulah, hanya jarang saya gunakan, soalnya sibuk dengan pekerjaan mengurus Agensi"
"Sayang sekali Bu, padahal obat herbal itu sangat bagus untuk tubuh jika tepat pada sasaran, saya sendiri walaupun dokter, jarang sekali menggunakan obat kimia saat sakit kalau masih bisa di atasi dengan obat herbal, soalnya obat herbal saya rasa paling aman untuk tubuh karena bebas bahan kimia yang bisa jadi racun dengan penggunaan yang tidak tepat" ucap Alena panjang lebar dan membuat ibu Aisyah ikut menyimak dengan serius.
"Alhamdulillah..dapat ilmu bermanfaat dari anda hari ini Nona Alena, terimakasih" ucap Ibu Aisyah sambil tersenyum.
"Sama-sama Bu, saya juga dapat ilmu dari anda, dan tolong Bu, bisakah memanggil saya dengan Alena saja?, Biar saya merasa nyaman" sahut Alena yang kemudian mendapat anggukan dari ibu Aisyah.
**
Pernikahan siap dilaksanakan, saat semua syarat nikah sudah lengkap, semua yang hadir dan ikut menyaksikan hari penting bagi Kirana dan Alfaro sudah tidak sabar lagi menunggu kedatangan sang pengantin.
Alfaro sudah duduk bersiap di sebuah tempat yang sudah disediakan untuk melakukan Ijab Qabul, tak lama kemudian Kirana nampak berjalan menuruni tangga dengan di dampingi Alena, Hani dan Ibu Aisyah.
Kaisar berjalan menyambut Kirana, menatapnya sejenak lalu memeluk dengan erat sang adik tercinta, tidak terasa Kaisar akhirnya meneteskan air matanya, begitu juga dengan Kirana.
"Setelah ini kau akan menjadi tanggung jawab suamimu Kirana, jadilah istri yang baik dan bisa diandalkan, jaga kehormatan suami dan keluargamu nanti" pesan yang disampaikan Kaisar saat Kirana masih setia dalam pelukannya.
Semua terharu melihat pemandangan itu, begitu juga dengan Alfaro yang tadi masih melongo melihat kecantikan calon istrinya, kini ikut merasakan haru dengan apa yang dilihatnya saat ini.
Tak lama kemudian, Seketika ruangan menjadi sunyi, dan Lantunan Ijab Qobul yang khusuk terdengar dari satu kali hembusan nafas Alfaro, hingga akhirnya terdengar kata..
Serempak semua berteriak lalu mengucapkan Alhamdulillah hampir bersamaan, setelah semuanya lancar diucapkan.
Kirana merasakan tubuhnya tegang, gemetar, sekaligus lega setelah ijab qobul lantang terdengar tanpa ada kendala, Rasa syukur dan bahagia terucap dengan linangan air mata yang sudah tidak bisa dibendung lagi.
Begitu juga dengan Alfaro yang sudah bermandikan keringat saking takut dan tegangnya saat melakukan Ijab Qabul yang akhirnya bisa diselesaikan dengan baik.
Aliando yang duduk di kursi roda dengan di dampingi seorang perawat dan ibu Aisyah di belakangnya ikut meneteskan air mata.
Kini Alfaro beranjak dari tempatnya dan menghampiri wanita yang kini sudah Sah sebagai Istrinya, Kirana segera berdiri saat Alfaro sudah tepat di depannya.
Alfaro merasakan getaran hebat dan haru bercampur bahagia yang bercampur aduk, saat wanita yang sangat dia hormati dan cintai menunduk menyerahkan hati untuk dirinya mulai saat ini.
Alfaro tersenyum lalu mencium kening Kirana pelan dan dalam, tak terasa dia meneteskan air matanya.
Kirana yang merasakan tetean air mata Alfaro terkejut lalu segera mendongak untuk mengusapnya dengan lembut.
__ADS_1
Alfaro mendekat kan bibir nya untuk mencium bibir istrinya.
"Stop..!! Adegan dewasa dilarang..masih ada yang bujang disini!" Teriak Hani mengagetkan semuanya dan sesaat kemudian terdengar suara tawa.
tiba saatnya Dari dan Kirana meminta restu dengan bersimpuh di depan Aliando, dengan gemetar Aliando memeluk anak satu-satunya, usapan lembut di kepala Alfaro membuat seketika suasana menjadi haru biru, hingga akhirnya Kirana mencium tangan ayah mertuanya meminta restu, Aliando tersenyum dengan linangan air mata bahagia saat keduanya bergantian memeluk erat dirinya.
Alfaro kini sudah ada dihadapan Kaisar.
"Terimakasih Kai, kau sudah memberikan kepercayaan padaku untuk menjaga Kirana" ucap Alfaro.
"Aku titipkan Kirana padamu Alfaro, aku yakin kau mampu membuatmu bahagia dengan limpahan Cinta dan kasih sayang, jangan pernah menyakitinya, dia sudah terlalu menderita dari kecil bersamaku, aku tidak ingin melihatnya menderita lagi"
Kaisar dan Alfaro saling berpelukan, memberikan rasa kebahgiaan yang dirasakan bersama-sama, begitu juga selanjutnya, kedua penganten itu bergantian meminta restu kepada anggota keluarga yang lain terutama Edward dan Alena.
Pesta yang hanya dihadiri oleh keluarga dan teman dekat saja berlangsung dengan suka cita, walaupun sudah sepakat untuk merahasiakan dulu pernikahan mereka.
Alena dan kaisar menyarankan resepsi akan di lakukan nanti di waktu yang tepat, saat semua masalah sudah teratasi dengan baik.
Kirana dan Alfaro juga setuju akan hal itu.
Soal kabar buruk yang beredar tentang hubungan terlarang keduanya, dimanfaatkan untuk membuat nama mereka semakin terkenal dan membuat para wartawan penasaran dengan kedekatan keduanya.
Pesta telah usai, Ronan segera mengantar Hani dan Ibu Aisyah pulang ke tempatnya masing-masing, Sedangkan yang lain tetap tinggal di Mansion Aliando untuk malam ini.
"Jadi kau akan mengantar ibu Aisyah dan Hani sekarang?" Tanya Alfaro ke Ronan.
"Iya, kasian kalau terlalu malam, dan aku nanti akan pulang dulu di Rumah kita, beberapa hari sudah tidak ada yang mengurusnya, kau tinggal saja disini bersama dengan yang lain, aku bisa jaga diri, jangan khawatir ok?!"
"Ish..kau ini, kenapa tidak sekalian tinggal disini saja dulu, tentu saja aku menghawatirkan mu, ingat..kalau ada apa-apa dengan tubuhmu seperti yang di jelaskan oleh Alena..segera hubungi aku, mengerti?!" Ucap Alfaro panjang kali lebar.
"Iya, cerewet sekali kau ini, sudah sana..jangan terlalu kasar buka segel istrimu, itu akan sangat menyakitinya, lebih bersabarlah karena Kirana masih belajar.. jangan kau samakan dengan wanita-wanita mu dulu!" Teriak Ronan sambil berjalan keluar mansion.
"Dasar mulut ember..!" Gumam Alfaro sambil menoleh kanan dan kiri takut teriakan Ronan didengar oleh yang lain, terutama Kirana.
Bersambung.
Yang makin penasaran..sabar dulu, yok kirim dulu VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMEN sebanyak-banyaknya.
__ADS_1
Yang belum membaca keseruan Alex dan Alena segera mampir di novel AKULAH WANITAMU.