
Acara tengah berlangsung, Kirana yang sedang menikmati acara bersama dengan Louise tersenyum gembira di saat beberapa model dari agensinya kini tengah tampil di atas catwalk.
"Aku selalu suka semua baju rancangan dari NAHA Agensi" ucap Louise.
"Terimakasih..semua berkat Hani, sayang malam ini dia tidak diijinkan ikut acara ini" sahut Kirana.
"Tentu saja, perutnya yang sudah membesar pasti membuat Ronan khawatir, dan sepertinya nanti tuan Alfaro akan bersikap lebih dari itu.." sahut Louise dan membuat keduanya tertawa kecil.
Louise melihat Christopher yang terlambat datang dan sedang menuju kearahnya, lambaian tangannya membuat sang kekasih segera bergegas dan tersenyum ikut bergabung.
"Christopher sudah ada disini, aku akan keruangan dimana para model dari agensiku tengah bersiap untuk penampilan-penampilan berikutnya" ucap Kirana berpamitan.
"Bukannya semua sudah ada yang handle?" Tanya Christopher.
"Sudah, tapi mereka perlu semangat dariku, apalagi Hani juga tidak ada disana" jawab Kirana.
"Baiklah..tapi jangan terlalu kecapekan ya ibu hamil, ingat itu, tuan Alfaro sudah berpesan untuk mengingat kan mu" sahut Louise.
"Siap.. Kalian tenang lah, aku hanya mendampingi tim ku bekerja saja, jangan khawatir " jawab Kirana yang kemudian segera pergi meninggalkan tempat duduknya.
Tepat disaat Kirana sedang berjalan menuju ke ruangan yang di tuju, dirinya sempat terkejut ketika merasakan seperti ada yang menyengat di bagian tubuhnya disaat berjalan di tengah keramaian, rasa itu hanya sesaat hingga Kirana hampir saja tiba dan merasakan tubuhnya seperti melayang.
Brug
Kirana akhirnya terjatuh ke dalam pelukan seseorang.
Ada yang aneh dirasakan, kepalanya terasa berat dan saat matanya terbuka Kirana sangat terkejut dengan keadaannya.
"Astagfirullah..di mana ini?" Kirana berusaha menajamkan pandangannya, melihat sekitar dan rupanya benar, dia tidak mengenal tempat itu sama sekali.
Berusaha mengingat semua kejadian sebelum dirinya berada di tempat ini, dan akhirnya Kirana menyadari kalau dirinya saat ini sedang di sekap oleh seseorang.
"Aku harus memulihkan tenaga ku" batin Kirana yang kini segera duduk bersila dan mengatur nafas, menggunakan kekuatan tenaga dalamnya untuk memperbaiki keadaan nya.
Beberapa menit kemudian, Kirana segera menghentikan aktifitas nya saat mendengar langkah kaki mendekati kamar yang di tempati. Dengan jantung berdebar Kirana segera waspada.
Terbuka pintu kamar dan disaat itulah terlihat sosok yang sangat mengejutkan dirinya. "Kau_!!" Ucap Kirana tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Selamat datang dan berjumpa kembali dengan ku Kirana" ucapnya yang terus berjalan untuk mendekat.
__ADS_1
Kirana masih terdiam, melihat dengan tajam laki-laki yang tengah menuju ke dirinya.
"Apa yang kau lakukan tuan Dillon?" Ucap Kirana dengan tangan yang terkepal.
"Aku hanya ingin bertemu secara pribadi denganmu, apa itu salah?" jawab Dillon menatap lurus ke depan.
"Tentu saja, apa yang kau lakukan ini sudah tindakan kriminal, kau tau apa resikonya bukan?" Ucap Kirana.
Dan justru tawa dari mulut Dillon terdengar keras di depan Kirana.
"Aku tidak peduli sama sekali akan hal itu, saat ini pesanku pasti sudah sampai ditangan Zahra, dan selanjutnya _"
"Apa maksudmu?" Sahut Kirana terkejut.
"Hehh.. sepupu ku itu sangat sulit untuk menyerahkan perusahaan nya, dan aku sangat menginginkan hal itu, dengan adanya kau disini bersamaku saat ini, itu pasti akan mempermudah Zahra untuk menandatangani surat pengalihan perusahaan"
"Dasar Baji-ngan, rupanya itu tujuan mu membawaku?"
"Tentu saja, tapi bukan hanya itu Cantik" sahut Dillon maju lebih mendekat.
"Jangan berani macam-macam denganku!" Ucap Kirana mundur menjaga jarak dengan laki-laki yang ada di depannya.
"Aku juga mengingatkan mu" ucapnya.
"Selain perusahaan Zahra, aku juga mengingatkan mu menjadi milikku"
"Jangan kurang ajar tuan Dillon, kau tau sedang berurusan dengan siapa bukan?" ucap lantang Kirana.
"Aku tau, akan ku buat seperti kecelakaan.. semua akan mengira kau mati nantinya, dan untuk seterusnya aku akan membawamu pergi jauh hingga tidak ada lagi yang kau ingat ataupun mengingat mu" sahut Dillon dengan senyum miringnya.
Kirana terdiam, berusaha membaca suasana walaupun dirinya kini sangat terkejut dengan rencana gila laki-laki yang terobsesi dengannya.
Tak lama kemudian, munculah beberapa anak buah Dillon yang mengabarkan semua rencana berjalan seperti yang diinginkan.
**
Zahra, Christopher dan juga Louise kini tengah berkumpul di ruang tengah, semua dalam keadaan tegang menunggu kedatangan Hani dan juga Ronan.
"Sebaiknya kalian bersiap, kita ke Mansion tuan Aliando sekarang juga, kabar ini sudah terdengar oleh beliau" ucap Ronan yang baru datang dan segera bergegas pergi bersama dengan yang lain.
__ADS_1
Louise dan Hani tampan saling berpelukan sejenak, wajah khawatir sangat nampak disana, begitu juga Zahra yang kini begitu mencemaskan Kirana.
"Maaf, semua karena diriku" ucapnya lirih disaat kursi roda yang membawa dirinya sudah sampai di dekat mobilnya.
"Bukan salahmu, semua tidak menyangka akan terjadi hal seperti ini, tenanglah dan kita perlu bergerak cepat dan tepat untuk keselamatan Kirana" ucap Christopher.
Louise dan Hani memegang tangan Zahra untuk menenangkan, kemudian semuanya segera menuju ke Mansion milik Aliando dan tentu saja sudah ditunggu kedatangannya.
"Maaf tuan Aliando, kami tidak bisa menjaga Kirana dengan baik" ucap Christopher saat semuanya sudah duduk diruang tengah.
"Ini bukan salah siapapun juga, yang terpenting kita harus segera bergerak dengan cepat, kapan nona Zahra menerima pesan itu?" Tanya Aliando yang tengah duduk bersama sang istri di dekatnya.
"Kurang lebih satu jam yang lalu tuan, dan saya segera menghubungi semuanya" ucapnya.
"Apa perlu kita menghubungi pihak yang berwajib secepatnya?" Tanya Christopher.
"Tunggu dulu, ditakutkan itu akan membahayakan keadaan Kirana disana" sahut Ronan.
Terlihat Aliando tengah berpikir keras, tidak mungkin Kirana bisa dibawa begitu saja, dan besar kemungkinan dalam keadaan tidak sadar disaat penculikan itu dilakukan.
"Kita tunggu sebentar lagi, aku tau Alfaro sedang melakukan hal terbaik untuk kondisi ini" ucap Aliando.
Tak lama kemudian ada beberapa pengawal yang masuk dan memberi kabar bahwa kemungkinan posisi Kirana sudah ditemukan.
"Hem..jangan bergerak sebelum aku memberikan perintah, sterilkan keadaan sekitar saja sebelum kita sampai disana" ucap Aliando yang sudah berdiri dan mengambil handphone untuk menghubungi seseorang.
**
Alfaro yang sudah merasakan sesuatu terjadi dengan istrinya segera bersiap penerbangan tercepat dengan pesawat pribadinya.
Butuh berapa lama kita sampai?"
"Satu jam lagi tuan, saya harap anda bersabar, dari yang saya dengar..kini semua sudah berkumpul di mansion tuan Aliando " ucap salah satu pengawalnya.
"Hem..kita akan langsung kesana"
"Baik Tuan"
Alfaro menatap lurus ke depan, menggertak kan giginya penuh emosi yang tertahan, "Berani kau membuat masalah denganku Dillon Mark Milton, dasar Baji-ngan!" Ucapnya lirih dan penuh penekanan.
__ADS_1
jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMENnya.
Bersambung.