SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 150


__ADS_3

Harry masih di buat shock dengan apa yang dilakukan oleh Edward, dia tidak pernah membayangkan bahwa kekuatan supranatural yang hanya pernah di dengarnya saja ternyata nyata dan sangat mengerikan jika di gunakan.


Sementara itu beberapa saat yang lalu, di sebuah perusahaan Eagle Company, Alfaro bertemu dengan Zahra di tempat rapat kerjasama perusahaan nya. Pagi itu semua di sibukkan dengan masalah-masalah perusahaan dan ide untuk menyelesaikan dari kedua perusahaan yang saling bekerja sama.


Rapat kilat satu jam sudah cukup untuk mencari solusi yang terbaik, hingga akhirnya selesai, "Terimakasih atas semua kerjasamanya tuan Alfaro" ucap Zahra sebelum beranjak pergi meninggalkan ruangan rapat.


"Iya sama-sama, aku selalu profesional dalam bekerja, namun jika ada yang mencampur adukkan pekerjaan dengan urusan yang lain hingga membahayakan, aku juga tidak akan tinggal diam"


"Maksudnya?" Ucap Zahra terkejut.


"Tolong sampai kan ke tuan Harry, jangan sampai merusak hubungan kerja sama yang sudah kita bangun dengan baik, aku tidak akan tinggal diam"


"Maaf, ada apa sebenarnya, aku benar-benar tidak mengerti" sahut Zahra.


"Tanyakan sendiri pada tuan Daddy mu, apa yang sudah diperbuatnya terhadap istriku dan Alena, kau akan tau" ucap Alfaro.


Deg


"Apa?!, Maksud mu Daddy _?"


"Iya, tanyakan langsung padanya, aku titip salam..jangan berani macam-macam dengan keluarga Eagle dan Nugraha kalau tidak ingin hancur sendiri "


Seketika Zahra terdiam penuh tanda tanya, dia berpikir keras apa yang sebenar telah terjadi, hingga kemudian dirinya melangkah pergi setelah berpamitan untuk kembali ke perusahaannya.


Didalam mobil Zahra masih terngiang akan perkataan Alfaro yang tidak bisa dia mengerti, akhirnya dirinya segera memberi perintah untuk mengobati rasa penasarannya.


"Kita ke Mansion!" Ucap Zahra ke supir pribadinya.


"Baik nona"


Sementara itu, setelah kepergian Zahra, rupanya seorang wanita terduduk sambil tak percaya dengan apa yang dia dengar, siapa lagi kalau bukan Louise yang tidak sengaja mendengar percakapan Alfaro dan Zahra.


"Oh my God, benarkah apa yang aku dengar, Harry Milton berusaha mencelakai Kirana dan Nona Alena, berani sekali??" Ucap Lirih Louise yang kemudian dikejutkan dengan deringan suara handphone nya.


Rupanya Christopher Nolan sedang menelponnya hanya untuk menanyakan keadaanya pagi ini, dan rupanya sudah sampai di lantai bawah gedung perusahaan Eagle Company untuk segera menemui Alfaro membicarakan soal bisnisnya.


Tak berselang lama, Terlihat Christopher sudah tersenyum diambang pintu ruang kerja Louise untuk menyapa, "Apa aku menggangu ibu sekretaris?" Goda Christopher.


Louise segera menoleh kearahnya dan tersenyum, "Tentu saja" jawab Louise yang kini berdiri dan mendatangi kekasihnya.


"Tuan Alfaro sudah menunggumu" ucap Louise.


"Tunggu_!" Sahut Christopher segera mendorong tubuh Louis untuk masuk kembali ke ruangannya dan menutup pintu.


"Ada apa?" Tanya Louise terkejut dan tidak mengerti apa yang dilakukan Christopher

__ADS_1


Cup


Satu ciuman tepat di bibir Louise mendarat dengan sempurna, tentu saja Louise sangat terkejut dan memukul lengan Christopher.


"Kau ini, ini di kantor, kalau sampai dilihat orang lain aku malu, dasar..!" Ucap Louise.


Christopher hanya tersenyum dan merapikan lipstik kekasihnya dengan jari jemarinya.


"Sorry..aku terlalu merindukanmu, ya sudah aku akan keruangan Alfaro, apa kau tidak ikut juga?" Tanya Christopher Nolan.


"Tidak perlu, nanti kalau Tuan Alfaro membutuhkanku, dia pasti akan memanggilku" Jawab Louise.


Christopher tersenyum, lalu segera membalikkan badannya hendak keluar, namun tiba-tiba saja Louise mengingat sesuatu tentang Zahra.


"Tunggu Chris..Zahra_" ucap Louise tertahan saat ada seseorang yang tiba-tiba datang.


"Rupanya kau ada disini, aku sudah menunggumu, ayo cepatlah, ada yang ingin aku bahas" sahut Alfaro yang rupanya keluar ingin menanyakan kedatangan Christopher.


Christopher segera menyambut kedatangan Alfaro dan lupa akan apa yang tadi diucapkan oleh Kekasihnya, Louise pun sangat tau diri bahwa kali ini ada sesuatu yang lebih penting untuk di bahas Christopher ketimbang kabar soal Zahra yang akan dia sampaikan.


*


Sementara itu, Zahra segera terhenti saat tiba di Mansion, setelah keluar dari mobilnya dia terkejut ada mobil yang sepertinya pernah dia kenal terparkir di halaman. "Bukankah itu salah satu mobil Alfaro?" Batin Zahra sambil mengerutkan kening.


Zahra segera berjalan masuk, dan disaat yang sama, dia dikejutkan oleh seseorang yang membuka pintu untuk keluar dari Mansion.


"Hem, selamat pagi Nona Zahra" sahut Edward sambil berlalu pergi begitu saja.


Zahra masih terpaku ditempatnya, sampai akhirnya dia tersadar dan segera berlari masuk ke dalam.


"Apa ini..!!" Teriak Zahra sangat terkejut melihat keadaan di dalam Mansion yang porak poranda, belum lagi keadaan beberapa pengawal yang terluka lumayan parah, ditambah dengan keadaan Daddy-nya yang kini terduduk di sofa sambil bersandar.


Zahra segera berlari menghampiri Harry, lalu kemudian memeriksa keadaanya. "Daddy tidak apa-apa?" Tanya Zahra begitu cemas.


"Tidak, hanya leher Daddy masih sedikit nyeri" jawab Harry.


"Gila, siapa yang melakukan ini Dad, apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Zahra.


"Ini hanya salah paham saja" ucap Harry berusaha menutupi perbuatanya dari Zahra.


"Maksud Daddy salah paham dengan tuan Edward?" Tanya nya dengan tidak sabar.


"Hem.."


"Ya Allah Dad, bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi, jadi ini semua karena tuan Edward?" Tanya Zahra semkian penasaran.

__ADS_1


"Sudahlah, Daddy pusing, sebaiknya bantu aku kembali ke kamar, aku ingin istirahat " jawab Harry.


Zahra segera menuntun Daddy nya untuk masuk kedalam kamar, Harry merebahkan tubuhnya yang masih terasa sakit semua diatas tempat tidur.


"Dad..aku mohon jujurlah, apa Dady melakukan sesuatu dengan Kirana dan nona Alena?" Tanya Zahra yang sudah tidak tahan dengan rasa penasarannya.


"Itu bukan urusanmu Zahra, jangan ikut campur apa yang Daddy lakukan, fokuslah di karir mu saja, perusahaan yang kau pegang sekarang ini sangat besar" ucap Harry.


"Aku tau Dad, tapi aku harap Daddy tidak melakukan kecerobohan yang akan merugikan diri Daddy sendiri, apalagi dengan keluarga Nugraha dan Eagle, aku tau mereka bukan orang pada umumnya, mereka orang-orang spesial yang diberi kekuatan supranatural, belum lagi kekuasaan perusahaan mereka tidak bisa dianggap remeh" Zahra memperingatkan.


"Lalu, kau takut dengan mereka, begitu maksudmu?" Jawab Harry sedikit emosi.


"Bukan begitu Dad, tapi kita jangan mengusik mereka, cukup kita bekerja sama dan memajukan perusahaan kita saja" sahut Zahra.


Harry terdiam, lalu kemudian menyuruh Zahra untuk keluar karena ingin beristirahat. Terjadi ketegangan antara mereka berdua, namun Zahra tidak bisa berbuat apapun.


"Aku harap Dady tau apa yang Deddy lakukan" ucap Zahra yang kemudian keluar dengan wajah yang sangat kecewa.


*


Sementara Louise yang dijemput oleh Christopher saat pulang dari perusahaan, segera menceritakan apa yang terjadi, Christopher sangat terkejut lalu segera berniat menghubungi Zahra dengan mengambil handphone di sakunya.


"Kamu mau menghubungi Kirana?" Tanya Louise.


"Tidak"


"Tuan Alfaro?" Tanya Louise lagi.


"Bukan, Zahra" sahut Christopher.


Louise langsung merebut handphone Christopher dengan wajah sangarnya.


"Kenapa yang kau malah menghubungi Zahra, bukannya seharusnya Kirana?" Tanya Louise terheran.


"Kirana sudah banyak yang ngurus, bayangkan Zahra, dia hanya punya Daddy dan aku saja saat ini" sahut Christopher, dan tentu saja Louise langsung melebarkan matanya tak percaya.


"Terserahlah..!" Ucap Louise jengkel.


"Hei..ayolah honey, jangan marah, kasian Zahra, hatinya saat ini terluka, ditambah dengan masalah yang cukup berat dari Daddy nya, bisa kamu maklumi kan?"


Louise sedikit terkejut saat Christopher memanggilnya honey, "kau memanggil ku apa?" Tanya Louise.


"Kenapa, tidak suka aku memanggilmu begitu?"


"Nggak, kita masih baru jalan, geli aku dengarnya, panggil biasa saja dulu" sahut Louise lalu segera memberikan handphone Christopher yang direbutnya, kemudian terdiam dan memberikan persetujuan untuk menghubungi Zahra.

__ADS_1


Jangan lupa hari Senin waktunya VOTE VOTE VOTE..ditunggu juga HADIAH LIKE dan KOMENnya.


Bersambung.


__ADS_2