
Vaden tercengang dengan pemandangan yang ada didepannya melihat sosok wanita yang ambruk dan mengejang lalu terdiam karena nyawanya telah melayang.
"Viona.. tidak..Viona..!!" Teriak Vaden yang kini mengguncang tubuh Viona yang sudah tidak bernyawa. "Bajingan kau Alfaro..aku tidak akan mengampuni mu, kau harus mati..!!" Teriak Vaden kemudian dan menyerang Alfaro membabi buta.
"Kau yang akan mati..!!" Teriak Alfaro yang kini sudah menyerang Vaden, memukul, menendang dan bahkan dengan kekuatan supranatural nya telah mematahkan tulang kaki dan tangganya, hingga Akhirnya Vaden tergeletak tak berdaya.
"Hahaha...ternyata kau tidak jauh beda denganku Alfaro.. bagaimana Hem, apa hatimu yang haus akan kekejaman sudah merasa puas..belum bukan..lakukan sekarang.. bu-nuh aku..!!" Teriak Vaden yang sudah tidak bisa berbuat apapun.
"Dengan senang hati akan aku lakukan Vaden Fernandes, bahkan dengan cara yang sangat mengerikan dan akan kau ingat sampai ke alam kubur mu..!" Teriak Alfaro lalu segera menyeret Vaden dan mendudukkan di sebuah kursi, diambilnya sebilah pi-sau, lalu jari-jari tangan Vaden diletakkan di atas meja.
"Apa yang akan kau lakukan..bu-nuh aku sekarang juga bajingan..!!" Teriak Vaden ketakutan.
"Aku akan melakukan seperti apa yang kau lakukan terhadap anak dan istriku, bedanya..aku akan melakukannya di saat tubuhmu masih bernyawa, pasti rasanya sangat nikmat bukan..?" Alfaro menyeringai.
Krak
Satu jari Vaden terputus oleh pi-sau.
"Akh.., Sakit...Hentikan!!" Teriak Vaden.
Namun Alfaro tersenyum senang, luka dihatinya saat mengingat bagaimana kematian anak dan istrinya membuatnya seakan tidak sadar dengan apa yang dilakukan nya sekarang, hingga lima jari Vaden kini sudah terputus satu persatu.
"Honey..hentikan..!!" Teriak Kirana yang baru saja masuk dan melihat apa yang dilakukan oleh suaminya.
"Jangan ikut campur urusanku yang ini Honey..aku hanya membalas apa yang sudah mereka lakukan terhadap kematian anak dan istriku!" Teriak Alfaro dengan kilatan matanya.
DEG
Kirana terkejut saat mengetahui ternyata suaminya sudah tau siapa dalang dibalik terbunuhnya anak dan istrinya dulu.
Kirana segera mendekat dan memeluk Alfaro, "Aku mohon, jangan berbuat sesuatu yang akan membuat beban mu seumur hidup, Alfaro Rich Eagle bukan seorang pembunuh" ucap Kirana sambil membelai lembut wajah suaminya.
"Tapi dia_"
"Aku tau.. dan kematian adalah hukuman terlalu ringan untuk Vaden Fernandes, penderitaan hidupnya di penjara yang paling pantas untuknya, jadi serahkanlah dia ke pihak berwajib honey" ucap Kirana.
"Tidak.. bu-nuh aku sekarang juga Alfaro, aku yang sudah membu-nuh istri dan anakmu.. bu-nuh aku!" Teriak Vaden dengan penuh kecemasan.
"Maaf..anak buah mu yang berada di dalam penjara karena semua perbuatan mu, sudah menunggu kedatangan mu, bersiaplah kau hadapi penderitaan yang sesungguhnya di dalam penjara!" Sahut Kirana.
__ADS_1
Dan tak lama kemudian kegaduhan segera terjadi di saat petugas hukum telah datang dan mengangkat semua orang yang terlibat dan masih hidup.
Kirana tersenyum menatap Alfaro, di peluknya kembali suaminya untuk menenangkan hatinya, "Ayo kita pulang, Alhamdulillah.. semua sudah selesai honey.." ucap Kirana.
Aliando berjalan cepat mendekati Alfaro, melihat keadaan Alfaro dengan banyaknya luka di tubuhnya membuatnya sangat khawatir, "apa kau baik-baik saja?" Tanya Aliando.
"Daddy..aku tidak apa-apa, bagaimana dengan Daddy?" Tanya Alfaro balik dengan wajah yang tak kalah cemas.
"Aku baik-baik saja, terimakasih kau sudah bisa menjaga dan mengendalikan dirimu dengan baik Faro, Daddy sangat bersyukur akan hal itu, kita ke Rumah sakit Sekarang, beberapa lukamu harus di rawat secepatnya" ucap Aliando.
"Sorry Dad, aku hanya ingin pulang, rasanya lelah sekali, bisakah aku dirawat di rumah saja honey?" Pinta Alfaro dengan menatap istrinya.
"Baiklah, biar aku yang membantu merawat semua lukanya, nanti dokter keluarga akan kita panggil untuk melihat keadaanmu di rumah saja, bagaimana?" Tanya Kirana.
Alfaro menjawab dengan anggukan, dan Aliando juga menyetujui hal itu, Ronan dengan susah payah mendekat ke arah mereka, dengan memegangi dadanya, dirinya tersenyum melihat keadaan Alfaro yang sudah selamat.
"Alhamdulillah..Alfaro kau baik-baik saja" tanya Ronan.
"Tentu saja, terimakasih sudah membantuku Ron, ikut aku ke Mansion, luka operasi mu juga perlu di periksa, setelah apa yang kau lakukan tadi" ucap Alfaro, lalu memeluk Ronan sesaat.
Hani dan ibu Aisyah yang sedang mondar mandir berada di Mansion Aliando, akhirnya lega melihat kepulangan orang-orang yang dikhawatirkan nya.
"Kau ini kenapa harus memaksakan diri ikut bertarung dengan mereka Ron, sudah aku bilang kan kau masih harus mengembalikan kondisimu setelah operasi,..kenapa kau senang sekali membuatku khawatir sih" ucap Hani banyak sekali, membuat Ronan dan yang lainnya tersenyum.
"Oh,..rupanya ada yang menghawatirkan ku?" Ucap Ronan.
"Tentu saja.. bagiamana kalau terjadi sesuatu denganmu, Aku_" Hani baru menyadari apa yang dilakukannya dan terdiam.
"Aku apa?, Kenapa tidak dilanjutkan?" Tanya Ronan sambil tersenyum menatap Hani yang masih terkejut.
"Ish..kau ini..dasar, ikut aku ke kamar tamu!" Ucap Hani lalu membantu Ronan berjalan kembali menuju ke sebuah kamar.
Perlahan Hani menidurkan tubuh Ronan diatas tempat tidur, setelah sebelumnya membersihkan diri di kamar mandi, "tunggu sebentar, aku akan melihat luka operasinya, masih aman atau tidak" ucap Hani, yang kemudian perlahan melepas kancing baju Ronan satu persatu.
Ronan tersenyum, lalu memegang tangan Hani, "Aku tidak apa-apa, biar nanti dokter yang memeriksanya, aku takut khilaf kalau kau yang membuka bajuku" ucap Ronan di balas dengan tatapan terkejut dari Hani.
"Oh..okey..sorry..baiklah, sebaiknya aku keluar dulu" ucap Hani.
"Tunggu..!" Sahut Ronan segera menghentikan langkah Hani.
__ADS_1
"Apa lagi?"
"Jadi..apa jawabanmu Han?"
"Tidak perlu aku jawab, harusnya kau sudah tau dan bisa merasakannya" ucap Hani.
Ronan tersenyum, "Terimakasih Han, kau sudah mau menerimaku, kapan kita datang ke orang tuamu?, Aku sudah tidak sabar melihatmu membuka kancing bajuku saat Halal menjadi milikku" ucap Ronan
Hani membelalakkan mata terkejut dengan apa yang di katakan oleh Ronan, "Tunggulah sampai kau baikan dulu, luka operasi mu saja belum kering benar..dasar..!" Jawab Hani disambut suara tawa dari Ronan.
*
Sementara itu sambil menunggu kedatangan Dokter yang sudah di panggil untuk melihat keadaan Alfaro, Aliando merebahkan badannya di atas kasur di bantu oleh ibu Aisyah dan asisten rumah tangganya, beberapa luka ringan sudah ibu Aisyah bersihkan dan obati.
"Maaf merepotkan mu Aisyah" ucap Aliando.
"Tidak..hal seperti ini sangat mudah, mana mungkin merepotkan ku, Alhamdulillah.. semua sudah terlewati, aku ikut Lega" ucap Aisyah.
"Hem..iya, Alhamdulillah.."
Aisyah tersenyum, lalu segera beranjak dan hendak pergi meninggalkan kamar Aliando.
"Tunggu..!"
Ibu Aisyah menghentikan langkahnya, "apa ada yang bisa aku bantu lagi?" Tanya Ibu Aisyah.
"Iya, aku ingin untuk sementara kau tinggal di Mansion ini dulu, Aku_"
"Kenapa?" Tanya ibu Aisyah.
"Aku..tidak.. maksud ku.. begini..emm..aku hanya takut kalau kau akan mendapat gangguan dari mantan suami mu lagi" ucap Aliando yang sebenarnya tidak ingin berpisah dengan Ibu Aisyah, karena dirinya merasa nyaman dengannya.
Aisyah tersenyum, "Aku tinggal di Mansion Hani, disana aman, apa kau lupa?" Ucap Aisyah kemudian melanjutkan langkahnya keluar dari kamar Aliando.
Jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMEN selalu ditunggu.
PROMO: Cerpen terbaru dari Sinho Channel di YouTube, caranya ketik: Cerpen Akhirnya Aku by Sinho..selamat menikmati.
Bersambung.
__ADS_1