SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 98


__ADS_3

Tubuh Alfaro seketika ambruk setelah peluru berhasil menembus tubuhnya, atas perintah sang pimpinan Alfaro kini diangkat dan dimasukkan ke salah satu mobil dan pergi dari tempat itu.


Sementara Kirana yang mengambil minumannya diatas meja merasakan denyutan nyeri di tubuhnya hingga tak sengaja membuat tangannya melepaskan gelas begitu saja dan..


Prank..


Seketika gelas yang terjatuh pecah berkeping-keping.


Kirana segera mundur dan berjongkok untuk membereskan pecahan gelas kaca, "Astagfirullah..kenapa ini, perasaanku tidak enak, kenapa aku teringat Alfaro?" Batin Kirana, hingga kemudian dirinya dikejutkan dengan kedatangan salah satu pegawainya yang langsung menggantikan membersihan pecahan gelas.


Kirana segera menghubungi handphone Alfaro untuk menenangkan pikirannya, panggilan pertama tidak ada jawaban sampai beberapa lama, diulanginya lagi panggilan ke dua masih juga sama dan yang ketiga hasilnya sama saja.


"Ya Allah..ada apa ini, kenapa Alfaro tidak mengangkat panggilanku?" Ucap lirih Kirana yang mulai cemas, hingga kemudian dirinya teringat akan Ronan, "oh ya.. Ronan" ucap Kirana dan segera menghubungi Ronan.


Namun jawaban yang diberikan Ronan membuat hatinya bertambah kalut, keterangan bahwa Ronan keluar bersama dengan Alfaro menguatkan feeling-nya bahwa telah terjadi sesuatu dengan Suaminya.


Kirana duduk sambil berdoa di dalam hati untuk menenangkan dirinya dan berpikir langkah apa yang akan dilakukan selanjutnya, "Tidak mungkin juga aku membuat Daddy Aliando cemas, mengingat kesehatannya baru saja pulih" batin Kirana yang kemudian teringat akan sahabatnya Hani.


Setelah sholat Magrib di ruang kerjanya, Hani muncul dengan tergesa-gesa dan masuk ke dalam dengan mengucap salam, melihat kedatangan Hani, Kirana tidak bisa lagi membendung air mata ditengah kebingungan yang dialaminya.


"Sabar Kirana..sebaiknya kita kembali ke Mansion dan menceritakan ini semua ke Tuan Aliando, aku rasa hanya beliau satu-satunya orang yang bisa membantu kita saat ini" ucap Hani


"Tapi Han..Daddy baru saja sembuh"


"Aku tau..tapi mau bagaimana lagi, hanya tuan Aliando yang punya kekuasaan untuk mencari tahu keberadaan suami mu saat ini, lagi pula dia Daddy nya, kalau sampai ada apa-apa dan kamu menutupi semua darinya, apa kau tidak merasa itu hal yang salah" ucap Hani memberikan pengertian.


Akhirnya Hani segera menggandeng Kirana untuk masuk ke mobilnya dan diantarkan ke Mansion, kebetulan sekali Daddy Aliando ada di ruang tengah sedang menikmati acara Televisi, hingga Kirana yang ditemani Hani segera menyapa dan duduk di dekatnya.


"Ada apa dengan kalian, kalian Ini aneh sekali, dimana Alfaro?" ucap Aliando yang mulai curiga saat Menantunya tidak datang bersama dengan suami nya.


"Dad, kami juga sedang mencari Alfaro, dan sepertinya..dia..dia..maaf Dad" ucap Kirana yang tidak bisa membendungnya air matanya lagi.

__ADS_1


Sontak melihat apa yang dilakukan oleh Kirana, Aliando merasa ada yang tidak beres dan membahayakan, sesaat kemudian Kirana pun akhirnya bercerita juga.


"Astagfirullah..tunggu, aku akan meminta bantuan anak buah Alena lagi yang sepertinya masih berada di negara ini dan belum pulang" sahut Aliando.


Dengan gerak cepat Aliando dan juga Kirana di bantu dengan Hani segera menghubungi beberapa koneksi yang bisa mendeteksi keberadaan Alfaro.


Disaat yang sama Aliando tiba-tiba saja mengalami serangan keluar keringat dingin di seluruh badannya, seketika Kirana terkejut dan panik, lalu menidurkan Aliando dan menutupi tubuhnya dengan selimut yan tebal.


"Dad, bagaimana..sudah enakan?" Tanya Kirana yang merasa bersalah sudah merepotkan Aliando yang baru saja sembuh dari sakitnya.


"Aku tidak apa-apa, minuman herbal dari Bu Aisyah habis, aku tidak bisa menghangatkan tubuhku dengan baik, karena itulah reaksi Tubuh ku seperti sekarang ini" sahut Aliando.


"Bagaimana kalau kita jemput Bu Aisyah kesini saja, tadi aku lihat ibu Aisyah membuat serbuk minuman herbal untuk tuan Aliando" ucap Hani.


"Kalau begitu biar aku suruh supir dan pengawal menjemput ibu Aisyah Dad" sahut Kirana.


"Tunggu, jangan merepotkan ibu Aisyah, dia butuh ketenangan setelah Trauma yang dialaminya tadi"


Ibu Aisyah segera di jemput dan saat tiba di Mansion Aliando, dirinya segera masuk ke dapur dan menyiapkan minuman herbal yang di buatnya.


Perlahan Kirana membantu Aliando meminum ramuan herbal itu, dan seperti yang di harapkan, sesaat kemudian tubuh Aliando kembali lebih baik.


Ibu Aisyah tersenyum dan duduk di dekat Aliando, mengatakan pantangan apa saja yang sebaiknya di hindari.


Kirana bersyukur dalam hati karena Bu Aisyah sangat baik membantu dan merawat Aliando. ditatapnya ini Aisyah dengan senyuman, "Terimakasih Bu, dan maaf aku tidak membantu ibu disaat mengalami kesulitan tadi, Hani menceritakan semuanya" ucap Kirana.


Ibu Aisyah membalas senyuman Kirana, "Aku tidak apa-apa, justru aku prihatin dengan apa musibah yang menimpamu saat ini, semoga suamimu segera ditemukan" jawab ibu Aisyah, dan Kirana pun meng Amini.


*


Byur

__ADS_1


Suara siraman Air kini menghantam muka seorang laki-laki yang masih belum tersadar dengan benar, Alfaro langsung terbangun dari pingsannya karena air yang mengguyur Kepalanya.


Masih dengan wajah yang baru saja tersadar, Alfaro tampak bingung dengan keadaan sekitar dan kemudian baru menyadari bahwa dirinya telah menjadi korban sebuah penculikan"


"Bangsat kalian..lepaskan ikatan ku dan panggil Bos kalian, aku akan menghajarnya saat ini juga" teriak Alfaro, meronta berusaha melepaskan diri.


Sesaat kemudian, terdengar langkah kaki semakin mendekati ruangan dimana Alfaro berada.


"Bagaimana kabarmu Alfaro?, Sepertinya kau baik-baik saja, dan aku kurang suka melihat hal itu..ha ha ha"


Alfaro yang masih familier dengan suara laki-laki itu, segera mendongakkan kepalanya dan tersenyum sinis. "sudah ku duga, kau lah pelakunya Vaden Fernandes, bangsat!!" Teriak Alfaro berusaha melepaskan diri.


Melihat Alfaro meronta dan menatap dirinya tajam, Vaden menampar dengan keras wajah Alfaro hingga bibir nya berdarah, sebuah pukulan keras pun dilayangkan oleh Vaden di wajah dan juga perutnya, sontak Alfaro meringis kesakitan mendapati serang bertubi-tubi.


"Apa kau tau ha!, Kau berhasil membuat ku sangat marah Alfaro Rich Eagle, keberadaan mu sangat merepotkan ku, dan aku ingin sekali menikmati setiap jeritan mu yang tersiksa, hingga kau meraung-raung dan memejamkan mata!" Ucap Vaden yang masih duduk di kursi kebesarannya.


Kini Vaden bersiap melakukan hal yang keji lagi, dengan mencambuk dan menyalurkan aliran listrik ke tubuh Alfaro, teriakan Alfaro terdengar begitu kencang, menahan sakit dan nyeri di sekujur tubuhnya.


"Kau kuat sekali rupanya, tapi aku yakin sekuat apapun dirimu, saat ini tidak ada yang bisa kau lakukan Alfaro Rich Eagle, dan aku suka sekali suara teriakan mu, saatnya aku mengu-liti tu-buhmu" ucap Vaden dan kemudian segera beranjak dari duduknya mengambil sebuah pisau, lalu mendekat ke arah Alfaro.


"Sial..tubuhku masih begitu lemah karena tembakan bius itu, aku benar-benar tidak bisa berbuat apapun saat ini, ya Alloh..lindungi hamba mu ini" batin Alfaro memohon di dalam hati.


Dengan tawa yang mengerikan, Vaden mendekatkan pisaunya ke muka Alfaro, dan bersiap menggo-res wajahnya.


Namun sebuah tarikan kuat menghalangi keinginan Vaden, hingga akhirnya pisau itupun terlempar.


"Kau...!!" Teriak Vaden terkejut.


Makin Penasaran siapa yang datang menolong Alfaro..yuk silahkan kepo dan jangan lupa memberikan VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMEN.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2