
Alfaro memulai pembicaraan dengan wajah yang sangat serius.
"Apa kau benar-benar iklhas menikah dengan ku?" Tanya Alfaro membuat Kirana menatapnya dengan malas.
"Apa sekarang itu penting dibicarakan?, Ingat, kau akan bertarung dengan kak Kai, fokuskan dulu ke hal itu Faro" ucap Kirana.
"Ini penting bagiku Kirana, tolonglah, katakan yang sejujurnya" ucap Alfaro lagi.
"Kau ini, okey..aku jujur dan dengarkan baik-baik, aku tidak bisa memastikan aku iklhas apa tidak..yang jelas, aku ikhlas memenuhi janji yang sudah aku ucapkan, seberat apapun itu" jawab Kirana
"Apa tidak ada cinta untukku lagi Kirana?" Tanya Alfaro yang membuat Kirana terkejut.
"Aku lebih mementingkan cintaku terhadap sang Pencipta ku, untuk itu aku sedapat mungkin berusaha mendapatkan Ridho-NYA dari semua yang aku lakukan di Dunia, apa ada pertanyaan konyol mu lagi?" Tanya Kirana yang mulai kesal dengan Alfaro saat ini, bagaimana bisa laki-laki didekatnya itu masih menanyakan cinta, padahal sudah jelas-jelas Kirana sedang mengkhawatirkan keselamatannya, apa lagi itu namanya kalau bukan salah satu bentuk dari Cintanya.
"Aku gemas sekali denganmu..boleh aku_"
Dug
Kirana langsung menendang kaki Alfaro saat laki-laki itu mendekatkan wajahnya.
"Awh..!!"
Teriak Alfaro menahan sakit di kakinya
"Mundur..sekali lagi mendekat, aku akan menghajar mu!" Ucap Kirana dan tentu saja apa yang terjadi dengan mereka menarik perhatian Edoardo dan Kaisar yang sedang asik berbincang.
"Kalian itu kenapa?" Tanya Edoardo heran.
Keduanya segera menoleh ke arah Edoardo dan tersenyum serempak dengan wajah aneh mereka, Kaisar menatap tajam ke arah Kirana dan memberikan kode untuk segera pindah di dekatnya, sementara Alfaro segera menarik tangan Kirana untuk duduk kembali di sampingnya.
"Berani sekali kau Alfaro!" Ucap Kaisar memperingatkan Alfaro dengan tatapan tajam nya.
"Maaf, aku hanya ingin berbincang dengan calon istriku saja Kai, apa itu sebuah kejahatan?" Sahut Alfaro tidak mau kalah.
__ADS_1
Kaisar segera berdiri dan berjalan cepat, lalu menarik tangan Kirana untuk beranjak dari sisi Alfaro segera, tanpa sengaja Kirana berteriak lirih karena cekalan tangan Kaisar yang sedikit membuat lengannya sakit.
"Jangan kasar dengan Kirana, kau menyakitinya!" Ucap Alfaro dan Reflek mendorong tubuh kaisar agar menjauh dari Kirana.
"Kau berani!!" Teriak Kaisar dengan amarahnya.
"Cukup..!!, Apa-apaan kalian ini, biarkan Kirana duduk di dekatku, adil kan?!" Sahut Edoardo yang tak habis pikir dengan kelakuan dua laki-laki yang ada di depannya, Kirana segera berpindah dan duduk di samping Edoardo sambil mengusap lengannya yang masih terasa sakit.
"Maaf Kirana, kakak tidak sengaja, tanganmu tidak apa-apa?' tanya Kaisar yang kini sudah memijat lembut tangan Adiknya.
"Aku baik-baik saja kak Kai, sebentar lagi juga enakan, aku gak apa-apa" ucap Kirana tersenyum dengan lembut ke arah Kaisar.
Sementara Alfaro tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali mencemaskan keadaan Kirana
di dalam hatinya, lalu dia pun akhirnya berjalan keluar untuk menenangkan dirinya dari pengaruh emosi yang sempat menghampiri hatinya.
Sementara Kaisar dan Edoardo kini sudah terlibat perbincangan kembali, Kirana merasa khawatir dan tidak enak hati dengan keadaan Alfaro yang ada di luar ruangan, hingga akhirnya Kirana memberanikan diri untuk pamit keluar mencari Alfaro.
"Kenapa kamu repot-repot mencarinya, dia bukan anak kecil yang tidak tau arah untuk kembali, jangan buang tenaga dan waktu mu Kirana" ucap Kaisar.
"Sudah..Kirana, kau carilah Alfaro, dan kau Kaisar..aku akan menceritakan sesuatu padamu" ucap Edoardo.
Kirana segera beranjak pergi dari ruangan untuk mencari keberadaan Alfaro.
Edoardo melihat langkah Kirana yang akhirnya menghilang dari pandangannya, sejenak dirinya menatap Kaisar lalu segera mendekat dan duduk disampingnya.
Perlahan Edoardo memulai ceritanya, kaisar yang masih enggan untuk berbicara mulai mendengar satu persatu penjelasan Edoardo.
"Jadi Alfaro pernah membina rumah tangga, lalu kematian tragis yang bagaimana hingga membuatnya hampir saja gila paman?" Tanya Kaisar yang sangat terkejut dengan apa yang telah di ceritakan.
"Istri dan anaknya meninggal dengan cara yang tidak pantas, bahkan bisa disebut siapapun yang melakukannya bukan lagi seorang manusia, Alfaro menemukan tubuh anak dan istrinya ada dalam sebuah koper yang dikirim seseorang di pagi hari"
"Apa, koper?..maksud paman?" Tanya Kaisar yang makin terkejut.
__ADS_1
"Mereka sengaja membunuh dan me*mu"ti"la"si keduanya, lalu jasadnya disimpan dalam koper dan dikirim ke Alfaro, dengan kedua tangannya sendiri Alfaro membuka koper itu satu persatu, kau dapat membayang kan apa yang terjadi bukan?"
"Astagfirullah...benarkan itu Paman, siapa yang tega melakukan hal itu padanya, apa pelakunya sudah bisa ditemukan?" tanya Kaisar yang masih shock dengan apa yang sudah terjadi dengan Alfaro.
"Belum, sampai sekarang semuanya masih menjadi sebuah misteri, bahkan aku dan Aliando waktu itu sudah mati-matian mencari informasi dengan mengerahkan semua koneksi untuk menyelidiki hal ini, namun hasilnya masih Nol sampai sekarang"
"Apa keluarga Nugraha tau paman?" Tanya Kaisar lagi.
"Tidak, kami berusaha menyembunyikan masalah ini dan tidak ingin merepotkan keluarga Nugraha, bahkan Edward saja tidak tau secara jelas kematian keluarga Alfaro, aku hanya memberitahu soal kematiannya saja, tidak menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya"
Begitulah Edoardo menjelaskan kisah pilu yang pernah dialami oleh Alfaro dalam hidupnya, dan karena hal itu Alfaro juga mengalami trauma kejiwaan yang harus bolak balik dalam perawatan psikolog, bahkan beberapa Minggu setelah kejadian itu, dia tidak bisa memejamkan matanya walaupun sekedar untuk tidur.
Kaisar menyandarkan kepalanya, dia tidak bisa membayangkan apa yang sudah menimpa oleh Alfaro, seketika Kaisar teringat akan keluarga kecilnya, diapun tidak akan pernah sanggup seandainya itu terjadi padanya.
"Maafkan aku paman, aku terlalu kejam menghakimi Alfaro tanpa tau betapa menderitanya dia selama ini, aku kira di laki-laki brengsek yang berada di jalan yang salah karena nafsu dunia saja, rupanya juga karena trauma yang di alaminya" ucap Kisar lalu menarik nafas panjang berulang kali.
Edoardo tersenyum dan menepuk bahu Kaisar.
"Aku tau, siapapun yang tidak mengerti keadaan Alfaro sebenarnya, pasti akan berpikiran sama denganmu, dia tetap salah karena pernah tidak percaya lagi dengan Allah, mentalnya benar-benar hancur saat itu dan berada dalam pelarian yang keliru"
Kaisar dan Edoardo terdiam sesaat, mereka ada dalam pikiran masing-masing, menyelami semua kejadian yang dialami oleh Alfaro.
Tanpa disadari oleh mereka, sepasang telinga rupanya telah mendengar semua penjelasan tentang kisah Alfaro, dan deraian air mata tidak bisa lagi di bendung olehnya, yah..Kirana yang tanpa sengaja berbalik arah untuk mengambil handphonenya yang tertinggal, mematung di balik pintu mendengar semua yang di ceritakan oleh sang paman.
Kirana mundur perlahan dan kemudian melangkah cepat meninggalkan tempat dan kemudian segera berlari untuk menenangkan dirinya, nafasnya terengah-engah ketika dirinya sampai di sebuah taman yang ada di dalam Area Rumah Sakit, Kirana terduduk lemas dan berusaha mengontrol pikirannya.
"Astagfirullah..Alfaro..." Hanya itu yang bisa keluar dari mulut Kirana dengan air mata yang masih menetes di pipinya.
Saat Kirana berusaha membersihkan tetesan air matanya, dirinya dikejutkan dengan suara seseorang.
Bersambung.
Hari ini UPDATE lebih dari sekali ya.
__ADS_1
Yang makin penasaran..yuk kasih VOTE, VOTE, VOTE, Mumpung ada di HARI SENIN, jangan lupa HADIAH, LIKE dan KOMENnya selalu ditunggu.
PROMO: Jangan lupa baca juga keseruan masa kecil ALENA dan ALEX yang dilanjutkan dalam novel AKULAH WANITAMU.