
Kirana segera masuk ke dalam sebuah gudang besar saat dirinya telah berhasil melumpuhkan kawanan penjaga yang ada di pintu masuk, selanjutnya, masih dengan waspada dirinya berjalan pelan menuju sebuah ruangan yang di pastikan dirinya mendengar teriakan Hani.
*
Sesaat yang lalu.
Hani mengeratkan genggaman tangannya saat rasa perih di beberapa luka di tubuhnya dapat dia rasakan, tamparan dan bahkan pukulan dari orang-orang yang menyiksanya terasa sangat menyakitkan baginya.
Tak lama kemudian Louise tersadar saat tubuhnya di guyur oleh air, Hani berusaha memanggil namanya dan menenangkan dirinya.
"Tidak.. jangan..pergi..!!" Teriak Louise.
"Diam!!"
PLAK
satu tamparan kini sudah mendarat di pipinya, Louise menangis dan mundur ke belakang sambil menyembunyikan wajahnya, tubuhnya tergetar menahan ketakutan yang luar biasa.
"Louise tenanglah..ada aku, ini aku Hani.. Louise!" Ucap Hani berusaha menyadarkan Louise yang terlihat masih histeris.
"Jangan sakiti wanita itu, kalian bisa melampiaskannya padaku, lakukan apa yang kalian mau..jangan sakiti temanku!" Teriak Hani.
Beberapa laki-laki yang menyiksa mereka berdua tertawa seketika, bagi mereka penyiksaan yang mereka lakukan sangat menarik saat mangsanya terlihat begitu takut.
Beruntung tak lama kemudian Louise berani menatap Hani dan saat itulah Louisa terkejut melihat bagaimana keadaan temannya.
"Hani.. Han..!" ucap Louise.
"Sstt..tenanglah..kita harus kuat okey..sebentar lagi Kirana akan menyelamatkan kita.. bertahanlah" ucap Hani memberikan support ke Louise.
Di saat itulah, dari mereka merasa emosi melihat interaksi dari kedua wanita yang ada di hadapannya.
"Apa kita akan menghabisi mereka sekarang?" Tanya salah satu dari mereka.
"Hem, tapi jangan menyia-nyiakan kesempatan, kita cicipi dulu tubuh wanita-wanita ini, pasti sangat nikmat..kita hangatkan ranjang kita malam ini dengan berpesta menikmati tubuhnya, setelah itu kita habisi mereka" ucap salah satunya.
Suara gelak tawa yang mengerikan terdengar di telinga Hani dan juga Louise, keduanya segera merapatkan tubuhnya setelah tali yang mengikat tangan mereka di lepaskan, dan sesaat kemudian keduanya segera di seret paksa masuk kedalam sebuah kamar.
Dihempaskan tubuh keduanya hingga terjerembab di atas tempat tidur.
"Jangan berani mendekat..kalian semua binatang!!" Teriak Hani yang berusaha mundur sambil memeluk Louise yang sudah menangis ketakutan.
__ADS_1
"Terserah kau mau bicara apa nona..malam ini kalian adalah bintang di pesta kita, aku semakin tidak sabar ingin menja-mah tu-buhmu, percuma kau melawan, tidak akan ada yang bisa menolong mu" ucap salah satunya.
Empat orang kini sudah ada di dalam kamar, mereka semua siap menerkam Hani dan Louise untuk dijadikan pemuas na-fsunya.
Louise menjerit saat tubuhnya kini berhasil ditarik oleh salah satu dari mereka, sementara Hani meronta-ronta ketika tangan kekar sudah membuatnya terlentang di atas tempat tidur.
"Aku penasaran sekali dengan tubuhmu Nona, kau begitu menutupinya hingga tak terlihat siapapun..dan sekarang aku yang akan membuka semuanya hingga kau telan-jang"
"Bajingan..tidak akan aku biarkan!!' teriak Hani yang kemudian menggigit kuat tangan laki-laki yang akan memaksa membuka bajunya.
"Akh..!, Diam Ja-lang!!" Teriak kesakitan laki-laki itu.
PLAK PLAK PLAK
Tamparan dilayangkan di wajah Hani berulang kali,.hingga bibirnya pecah dan berdarah, Hani meringis kesakitan namun dia tidak menyerah, terus melawan dan memukuli laki-laki yang kini ada diatas tubuhnya.
Louisa yang tidak tahan dengan penderitaan Hani, segera berlari dan menerjang laki-laki itu hingga terguling ke samping.
"Kalian jahat..kalian Bangsat..aku tidak akan membiarkan kalian berbuat seenaknya!!' teriak Louise kemudian.
Yang terjadi kemudian, Louise menjerit saat sebilah pisau kini menyayat wajahnya.
"Akh..!" Teriak Louise seketika sambil memegangi wajahnya yang berlumuran darah karena luka robek yang cukup lebar di pipinya.
Sebuah tangan mencekal kuat Rambut Louise, menariknya ke belakang hingga menengadah tepat di depan Hani.
"Lihat baik-baik..aku akan menggoreskan pisau ku ke wajahnya setiap kau memberontak tidak menuruti kemauan kami, jadi jangan macam-macam" ucap salah satu penjahat itu memberikan peringatan ke Hani.
"Kalian gila..apa yang kau kalian lakukan!!" teriak Hani.
"Buka bajumu sendiri..telan-jangi dirimu dengan tanganmu di depan kami, lalu kau harus memu-askan kami satu persatu!" Ucap laki-laki yang masih mengarahkan pisau di wajah Louise.
"Bajingan..kalian kejam..jangan lakukan Han, jangan ikuti kemauan mereka..mereka Ib-lis..dasar Bina-tang!!" Teriak Louise.
Hani tidak tau harus berbuat apa, dirinya saat ini sangat bingung harus bagaimana, tidak mungkin dia menuruti apa yang mereka inginkan, tapi taruhannya adalah Louise yang kini ada dalam genggaman mereka.
Salah satu dari mereka rupanya sudah tidak kuat lagi menahan hawa na-fsunya, lalu kemudian didekatinya Hani yang masih terdiam dan langsung meraih bajunya yang hendak ditariknya. Disaat itulah..
BRAK
sebuah pintu di tendang dengan sangat kuat oleh seseorang hingga mengenai salah satu dari mereka.
__ADS_1
"Kirana!" Teriak Hani yang masih berada dalam kungkungan seorang laki-laki.
"Bangsat kalian..!" Teriak Kirana.
Dan detik berikutnya, Kirana sudah melesat bersama dengan awan di sekitar tubuhnya, tidak ada lagi kesempatan bagi keempat penjahat itu untuk terkejut, hanya bola mata yang melebar melihat sesaat melihat perubahan Sosok Kirana yang menyerang mereka begitu brutal dan tanpa ampun.
Emosi yang menguasai Kirana saat melihat apa yang dilakukan oleh penjaga itu terhadap teman-temannya ter luapkan sudah, tidak ada satu pun dari mereka yang bisa berdiri kembali. Bahkan tubuhnya ada yang hampir remuk dengan kondisi yang mengenaskan.
"Kirana..hentikan.." Ucap Hani perlahan dan memeluk Kirana dari belakang.
Sementara itu Louise terpaku seolah tidak bisa bergerak dari tempatnya, melihat keadaan Kirana dengan kekuatan supranatural yang tidak pernah dibayangkan olehnya.
Kirana menghentikan serangan dan menyimpan kembali tenaga dalamnya, dirinya segera berbalik dan memeluk Hani dengan erat, sementara Louis terhuyung dan jatuh pingsan Seketika.
Beruntung Kirana berhasil menyambar tubuhnya.
"Kita secepatnya harus keluar dari sini, ada Cctv dimana-mana" ucap Kirana.
Hani mengangguk sambil meringis merasakan sakit di sekitar tubuhnya semakin terasa perih dan nyeri, Kirana menggenggam tangan Hani, matanya berkaca-kaca melihat keadaan sahabatnya.
"Maafkan aku Han..tidak seharusnya kamu mengalami hal ini" ucap Kirana merasa bersalah.
"Sudahlah..bukan saat yang tepat membahas hal ini sekarang, Ayo kita pergi, aku tidak apa-apa" ucap Hani berusaha menutupi kondisinya.
Kirana segera menggendong Louise di punggungnya, lalu kemudian perlahan pergi meninggalkan kamar itu bersama dengan Hani, langkah mereka tidak terhalang apapun, hingga hampir sampai di pintu keluar, namun tiba-tiba.
BYAR..
Semua lampu di dalam ruangan itu menyala, hingga tampak Gudang yang awalnya Remang kini sudah terang benderang dengan sorotan lampu yang ada dimana-mana.
"Kalian pikir bisa keluar dari sini semudah itu, jangan harap!!" Teriak seorang laki-laki yang berdiri di sebuah tangga.
Kirana dan Hani segera menghentikan langkahnya, tangan Kirana menarik perlahan Hani untuk pindah di belakang tubuhnya, diturunkannya Louise dan di letakkan di sebuah meja yang ada di belakangnya.
Hani beralih di dekat Louise untuk menjaganya.
"Kirana..mereka sangat banyak, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Hani yang mulai ketakutan melihat banyaknya lawan yang ada di depan matanya.
Bersambung.
Jangan lupa berikan VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMEN.
__ADS_1
Yang belum baca Episode terbaru kisah ALEX dan ALENA..segera mampir di Novel AKULAH WANITAMU.