SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 93


__ADS_3

Alfaro menatap Kirana dengan rasa penasaran. "Kenapa kau tersenyum seperti itu honey?" Tanya Alfaro.


"Aku menemukan cara terbaik menurutku honey..tapi sebelumnya aku minta maaf, kau harus menjawab dengan jujur pertanyaan ku"


"Tentu saja aku bersedia melakukan hal itu honey..tidak ada yang aku tutupi darimu selama ini" ucap Alfaro.


"Kapan terakhir kau melakukan nya dengan Viona?"


"Apa..maksudnya?" Sahut Alfaro bingung dengan apa yang ditanyakan istrinya.


Kirana menarik nafas panjang, dirinya sudah menduga kalau suaminya akan terkejut dengan pertanyaan nya, namun perlahan Kirana segera menjelaskan kalau dirinya merencanakan pemeriksaan ulang hasil USG ke dokter kandungan dengan di temani oleh Alfaro dan juga dirinya, dokter kandungan yang di akan memeriksa pun akan dirahasiakan dari Viona, sampai pemeriksaan dilakukan.


Alfaro setuju dengan apa yang direncanakan oleh istrinya, dia juga merasa itu adalah jalan keluar terbaik saat ini dan layak untuk di coba.


"Okey aku setuju, tapi dengan syarat..besok kita lakukan Jumpa Pers untuk mengumumkan hubungan kita ke publik, biar seluruh dunia tau kamu sudah sah menjadi milikku" ucap Alfaro.


"Besok?, Apa tidak terlalu cepat honey, bagaimana kalau kita tunggu masalah dengan Viona ini selesai dulu, aku rasa _"


"Tidak ada alasan lagi, jangan kau pikirkan Viona, justru apa yang aku lakukan untuk mencegah Fitnah-fitnah yang lain muncul, bukan hanya dari Viona"


Kirana terdiam dan akhirnya mengangguk, tidak ada alasan lagi untuk dirinya tidak menyetujui apa yang dikatakan suaminya. Dirasa sudah cukup pembicaraan yang dilakukan, Alfaro mengalihkan perhatiannya untuk melanjutkan pekerjaan yang tertunda, begitu juga dengan Kirana.


Sesaat mereka berdua telah sibuk dengan pekerjaan masing-masing, hingga Kirana dan Alfaro di kejutkan dengan suara deringan handphone dari milik mereka masing-masing.


Keduanya saling pandang sejenak lalu menerima panggilan di handphone mereka bersamaan.


Terlihat wajah serius dari keduanya, tak lama kemudian senyuman muncul di wajah Kirana, begitu juga dengan Alfaro, lalu keduanya segera mengakhiri perbincangan di dalam handphone.


Alfaro kini berjalan menuju Kirana dan duduk di sampingnya, "Aku lihat kau tampak bahagia sekali honey, ada apa hem?" Ucap Alfaro yang kini sudah tersenyum.


Kirana menoleh dan menatap mata suaminya, dengan senyuman di bibirnya Kirana mendekatkan bibirnya dan


CUP


Bibir ranumnya kini sudah mendarat di bibir suaminya. Alfaro menatap lekat Kirana sambil menaikkan alisnya.


"Rencana ku berhasil honey, perusahaan Fardat Kertoz memutuskan kerjasama dengan Fernandez Company, dan Hani besok sudah boleh pulang, begitu juga Louise"

__ADS_1


"Alhamdulillah..aku juga ada kabar baik honey..Artes Hotler sudah berpaling dari Perusahaan Vaden, dan mereka ingin bekerjasama dengan perusahaan Eagle Company dalam waktu yang cukup lama"


"Alhamdulillah..kali ini Vaden Fernandes akan benar-benar hancur, sebentar lagi dia akan kehilangan kekuasaannya, tidak ada lagi uang besar yang akan mengalir dari perusahaanya, dan aku sangat yakin, tidak akan menunggu lama perusahaanya akan segera hancur"


"Tapi perlu kita ingat honey..disaat inilah kita harus sagat waspada, aku yakin dia menyelidiki masalah ini dan tak akan lama menemukan bahwa kita yang telah mencuri informasi dari perusahaanya" ucap Alfaro.


Kirana menjawab penjelasan suaminya dengan anggukan. Alfaro tersenyum lalu mendekatkan dirinya, memeluk dan mencium bibir istrinya.


"Sangat manis.." ucap lirih Alfaro membuat Kirana langsung waspada.


Alfaro menarik tubuh istrinya yang sedikit menjauh, hingga kini bibirnya mendapatkan kembali apa yang diinginkannya, luma-tan gigitan dan ciuman panas dengan lidah yang saling membelit pun terjadi.


"Ohh honey..cukup..!," Ucap Kirana segera menahan dada suaminya.


"Kenapa?" Tanya Alfaro heran.


"Besok kita akan bekerja keras dan butuh energi ekstra, sebaiknya kita siapkan tenaga kita untuk besok, aku mohon..jangan meminta hal itu sekarang okey, please..?" Ucap Kirana memohon dengan wajah yang sangat menggemaskan.


Alfaro tertawa melihat apa yang dilakukan istrinya, "Memangnya kenapa, apa kau meragukan tenaga ku untuk besok?" Goda Alfaro.


"Kalau malam ini sekali saja?"


"Nggak mau..mana mungkin kamu mintanya cuma sekali" sahut Kirana lebih menjauhkan lagi dirinya, hingga membuat Alfaro makin terkekeh.


"Okey..deal untuk malam ini, tapi tidak untuk malam-malam selanjutnya" ucap Alfaro kemudian sambil mengerlingkan matanya nakal ke Kirana.


"Ish.. dasar..!" Ucap Kirana memukul dada Alfaro saat dirinya di tarik kembali ke dalam pelukan suaminya.


**


Keesokan paginya Konferensi Pers siap di lakukan, Alfaro dan Kirana kini sudah duduk dengan tenang di kursi yang sudah disediakan oleh Tim yang ditugaskan.


Sejenak terdengar suara panggilan dari handphone Alfaro dan segera diangkat, seketika ekspresi wajah Alfaro berubah, Kirana yang melihat hal itu terus memperhatikan apa yang sedang diucapkan oleh suaminya.


"Jangan macam-macam Viona, kau tau apa yang bisa aku lakukan kalau kau sampai berbuat nekat dan mengacaukan acara ini" ucap Alfaro dengan tegas lalu segera menutup Handphone nya kembali.


Kirana menggenggam tangan Alfaro untuk membantunya menenangkan diri. "Apa itu tadi Viona?" Tanya Kirana.

__ADS_1


"Hem, wanita ini benar-benar keterlaluan, masih berani dia mengancam ku" ucap Alfaro tanpa menjelaskan apapun, dan Kirana hanya terdiam sambil tersenyum menggenggam tangan suaminya untuk menenangkannya kembali.


Acara Konferensi Pers sudah dimulai, Alfaro menjelaskan semua yang terjadi antara Kirana dan dirinya, semua dibuat terkejut saat Alfaro mengatakan bahwa telah menikahi SAH Kirana beberapa bulan yang lalu, dengan semua bukti foto beserta dokumen pernikahan yang ada, semua awak media dibuat bungkam dan tidak ada yang berani bertanya lagi.


Hingga kemudian kejadian yang tidak pernah di sangka muncul.


"Memang benar apa yang mereka katakan, tapi Aku juga sedang mengandung anaknya!" Ucapan lantang dari seorang wanita yang tak lain adalah Viona.


Sontak acara siaran langsung itu heboh seketika, kini Viona dengan percaya diri mengatakan kalau dirinya tengah mengandung anak dari Alfaro.


"Dasar wanita bodoh, bagaiman bisa dia dengan bangga merusak reputasinya sendiri di depan publik seperti ini" ucap lirih Alfaro.


"Viona benar-benar tidak bisa berpikir panjang, apa otaknya benar-benar rusak?!" Sahut Kirana yang tidak menyangka akan kelakuan gila Viona.


"Jadi anda yang sebenarnya melakukan hubungan terlarang selama ini dengan Tuan Alfaro nona Viona?" Tanya salah satu wartawan.


Viona yang terkejut dengan pertanyaan itu, gelagapan tidak bisa menjawab.


"Wah wah..berarti anda selama ini memfitnah nona Kirana, padahal anda sendiri yang melakukan tindakan tidak terpuji, apalagi sampai hamil di luar pernikahan, sangat memalukan" sahut wartawan yang lain.


Viona makin bingung dan juga emosi.


"Apa maksud kalian, disini aku adalah Korban, Alfaro yang selalu memintaku untuk melayaninya, dan sebagai wanita yang sangat mencintainya, aku rela menyerahkan segalanya"


"Tapi tidak benar juga kalau anda malah memfitnah nona Kirana, padahal anda sendiri yang bobrok..kami sangat kecewa dengan anda nona Viona, sungguh di sayangkan!" ucap para wartawan dan membuat Viona semakin panik.


Kini wartawan kembali menyerbu Alfaro dengan pertanyaan seputar kehamilan Viona yang mengaku akibat dari perbuatannya.


Alfaro dan Kirana kini ikut bingung harus menanggapi seperti apa, karena status kehamilan Viona juga belum jelas, pemeriksaan pun masih baru akan dimulai.


Di tengah-tengah keadaan yang terpojok, datanglah seseorang yang tidak pernah disangkanya.


"Aku punya bukti bahwa dia bukan benih dari Alfaro Rich Eagle!" Teriaknya lantang.


siapakah yang datang..hayuuk silahkan di kepoin gaes, tapi jangan lupa dukungannya ya..VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMEN selalu ditunggu.


Mampir juga di channel YouTube, ketik: Sinho Channel dan silahkan membaca beberapa karya Cerpen yang ada disana.

__ADS_1


__ADS_2