
Ethan berusaha bersikap biasa saja agar tidak menimbulkan kecurigaan yang lebih jauh lagi.
"Tuan..Tuan..?" Ucap Ethan melihat laki-laki yang ada didepannya masih diam mematung dalam keterkejutannya.
Hingga kemudian salah satu pengawalnya berusaha menyadarkannya, "Tuan Bima, anda tidak apa-apa?"
Bima segera memutuskan tatapannya dari Ethan, "aku baik-baik saja, dan kalian aku maafkan..lain kali hati-hati dan pakai mata kalian saat berjalan" ucap Bima dengan kata-kata kasar, lalu pergi begitu saja tanpa menoleh kembali ke arah mereka.
"Ai..kau tidak apa-apa kan?" Tanya Evan Sabil melihat keadaan adiknya.
"Aku baik-baik saja kak, makasih tadi sudah membantuku, untuk kak Evan datang..hehe" jawab Ailina.
"Kau ini, lain kali hati-hati kalau berjalan, gak semua orang yang kita temui itu memaklumi apa yang terjadi, contohnya orang tadi" sahut Evan.
"Siap kak.." jawab Ailina.
Sementara Ethan masih terdiam dan berpikir sejenak hingga Ailina bertanya karena penasaran. "Ada apa kak Ethan, jangan bilang kakak menggunakan kekuatan untuk menembus pikiran orang tadi."
"Sorry Ai..hanya untuk berjaga-jaga saja, sudahlah..lain kali hati-hati saat kamu berjalan, mengerti?" Ucap Ethan yang kemudian mendapat jawaban dari Ailina dengan sebuah anggukan yang menggemaskan, Ethan tersenyum, lalu merangkul Ailina dan berjalan kembali ke tempat mommy nya dengan di dampingi Evan yang sudah berjalan di sampingnya.
Ethan sengaja tidak menceritakan apa yang dilihatnya karena berpikir mungkin laki-laki itu hanya teman bisnis Aunty nya saja.
Sementara itu Alena tersenyum saat melihat kedatangan Kirana dengan berlarian dan meninggalkan langkah suaminya.
"Kak Al..aku kangen.." ucap Kirana dan langsung menubruk tubuh Alena untuk dipeluknya dengan erat, Alena menyambut pelukan itu dengan hangat.
"Kak Ratu..akh..!, Kangen banget aku kak!" Teriak Kirana yang kini sudah berganti memeluk wanita yang berstatus istri kakak kandungnya dan sangat dia sayangi, Ratu tersenyum sambil memeluk erat Kirana, "kakak juga kangen banget Kirana, maaf kemaren tidak bisa datang di hari penting saat ijab qobul pernikahan mu."
"Gak apa-apa kak, makasih sudah datang" ucap Kirana lalu melepaskan pelukannya.
"Dimana mereka?" Ucap Kirana setelah celingukan mencari sosok yang ingin segera ditemuinya.
"Kau ini..aku kakak kandungmu..belum memelukku sudah menanyakan yang lain" sahut Kaisar yang kini maju memeluk adik tercintanya, Kirana terkekeh dan kemudian menyambut pelukan hangat kakaknya.
__ADS_1
Tak lama datang Alfaro yang sudah menggandeng ketiga ponakan kembarnya dan berlarian saat melihat Kirana ada di sana.
"Aunty..!!" Teriak mereka hampir bersamaan dan seketika membuat ramai ruang tunggu di bandara, jangan tanya bagaimana banyak tatapan mata yang kagum akan kecantikan dan ketampanan dari ketiga bocah kembar ini karena mereka sangat mencolok dan berbeda dari anak-anak lainnya.
Pertunjukan mengharu biru dan kebahagiaan yang begitu dalam kini terlihat, dimana Kirana berlari dan memeluk ketiga bocah kembar bersamaan. Semuanya bahkan terdiam dan menikmati momen indah di depan mata, hingga sebagian dari mereka ikut meneteskan air mata saat Kirana tidak bisa membendung lagi air matanya.
"Sudah.. Aunty jangan menangis, nanti cantiknya ilang lo" ucap Ethan berusaha menenangkan Kirana, karena memang Ethan lah yang terlihat jauh lebih dewasa dari kedua saudara kembarnya.
Akhirnya Kirana bisa lebih tenang menghadapi ketiga ponakan kembarnya yang sangat dia rindukan. Ethan, Evan Dan Ailina tersenyum setelah mencium pipi Aunty nya.
Alfaro segera mendekat ke Istrinya setelah menyapa Kaisar, Alena dan Ratu sebelumnya, "Kau baik-baik saja honey?" Ucap Alfaro yang kemudian memeluk dan mencium kepala Kirana dari belakang setelah istrinya mengangguk menjawab pertanyaannya.
Lalu semuanya segera berjalan menuju mobil yang sudah disiapkan oleh Alfaro untuk menuju ke Mansion Dady Aliando.
Sementara itu, rupanya ditempat lain yang masih dalam satu bandara dengan kedatangan keluarga Nugraha, nampak Bima juga tengah menyambut kedatangan enam orang dengan kekuatan Supranatural misterius yang akan membantunya menjalankan misi.
*
Keesokan paginya Mansion Aliando terlihat begitu ramai, tampak Rona bahagia yang begitu nyata dari Aisyah yang sedang bercanda dengan ketiga bocah kembar yang sangat menggemaskan baginya.
"Aku rela capek dan lelah asal bisa berbagi kebahagiaan dan suka cita dengan ketiga bocah itu, rasanya aku seperti memiliki seorang anak, mereka luar biasa yang" ucap Aisyah.
Alena yang mendengar percakapan Aliando dan Aisyah segera mendekat, "Anggap saja mereka seperti anak sendiri Bibi Aisyah, mereka pasti sangat senang, dengan satu syarat..jangan terlalu memanjakannya, biar mereka mengerti tanggung jawab" ucap Alena sambil tersenyum dan berlalu menuju ke Kirana yang sedang membantu menyiapkan sarapan pagi.
Aisyah terkejut, dia tidak pernah menyangka akan di beri kesempatan untuk lebih dekat lagi dengan ketiga bocah kembar itu, namun dengan syarat yang tidak pernah dia sangka.
"Pantas saja ketiga bocah itu begitu pintar dan tidak manja sama sekali, bahkan jauh dari sifat anak seorang milyarder yang biasanya sangat sombong dan angkuh" ucap Ibu Aisyah.
"Hem.. itulah Alena, aku sangat menyukainya, selain cantik, dia begitu mandiri dan tidak pernah sombong akan kekayannya, pantas saja sifat Kirana begitu mirip, rupanya hal seperti itulah yang dicontohkan oleh keluarga Nugraha" sahut Aliando.
Dan tak lama kemudian semuanya kini sudah berkumpul di meja makan untuk sarapan pagi bersama.
Hari pertama di Paris tidak disia-siakan begitu saja oleh Alena dan juga yang lain, semua kini berjalan-jalan keluar mansion bersama di sebuah pusat pembelanjaan.
__ADS_1
"Kak Al, bagaimana kalau kita feeting baju untuk acara pernikahan Hani sekalian juga baju di hari resepsi Kita nanti, bagaimana kak?" Ucap Kirana yang kini satu mobil dengan Alena dan Alfaro.
"Boleh juga, bukannya besok sudah harus pernikahan Hani?"
"Iya kak, untuk itu aku ingin membeli dress tertutup untuk acara pernikahan Hani nanti" sahut Kirana.
Alena mengangguk tanda setuju untuk mengikuti keinginan Kirana, tak lama kemudian keduanya sudah berada di sebuah butik megah salah satu milik Agensi NAHA, kini keduanya sudah berjalan memilih gaun sesuai yang diinginkan.
Sebuah gaun yang sangat indah sudah di dapatkan, Alena menoleh ke sana kemari mencari keberadaan Kirana, namun belum bisa dia temukan, hingga akhirnya tertarik dengan pernak pernik yang indah di sebuah Toko besar yang ada di sebelah butik.
"Sebaiknya aku kesana dulu, sepertinya Kirana juga masih belum selesai memilih gaunnya," ucap Alena dalam hati, lalu kemudian dirinya melangkah masuk ke pertokoan dan melihat beberapa barang unik yang menarik perhatiannya.
Begitu serius Alena memilih barang yang diinginkan, dirinya tanpa sengaja menabrak seseorang, dan Alena sangat terkejut saat merasakan sesuatu.
Rupanya orang itu reflek melakukan serangan yang sepertinya tidak bisa di kontrol oleh dirinya sendiri, hingga kemudian Alena segera menangkisnya dengan cepat.
"Oh..s-hit!, Ada apa dengan ku?" Ucap laki-laki yang kini sudah mulai bisa mengontrol tubuhnya.
"Maaf..apa anda baik-baik saja?, Saya tidak sengaja menabrak anda tadi, dan apa yang anda lakukan ini..bukankah sangat berlebihan?" Ucap Alena.
"Maaf Nona, saya tidak sengaja.. tiba-tiba saja tubuh saya beraksi dengan anda," ucap laki-laki itu, dan kemudian terjadi lagi, dimana laki-laki itu mengeluarkan sesuatu dari tangannya tanpa bisa dia kendalikan.
Tidak ada jalan lain lagi bagi Alena, sebelum laki-laki ini bisa membahayakan semua pengunjung, terpaksa Alena mendorong nya masuk ke sebuah toilet yang dekat dengan tempatnya.
"Apa yang kau lakukan Nona.. Aku..ahh!!" Teriak laki-laki itu begitu kesakitan.
"Diamlah..kau bisa meledakkan tempat ini!" Teriak Alena yang kini sudah menekan beberapa titik syaraf untuk menghentikan kekuatan laki-laki itu.
Tak lama kemudian, semuanya berakhir, Alena memegang telapak tangannya, memastikan semuanya baik-baik saja, "Alhamdulillah..apa anda baik-baik saja?" Tanya Alena yang tanpa sadar berada sangat dekat dengan lelaki yang kini tengah terperangah menatap dirinya tak percaya.
"Seperti wanita ini mempunyai kekuatan yang luar biasa dahsyat" batin laki-laki itu.
Yang makin penasaran..yuk, jangan lupa waktunya memberikan VOTE, VOTE, VOTE..biar karya Author makin di promosi kan dan jangan lupa HADIAH LIKE dan KOMENnya.
__ADS_1
Bersambung.