SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 136


__ADS_3

Beberapa saat yang lalu, Akhirnya Louise dan Christopher sampai di Apartemen, Alfaro hanya berdiri di depan pintu, tentu saja Louise dibuat bingung dengan sikapnya, "kenapa diam saja, memangnya kamu gak masuk, atau memang mau berdiri disini saja.?" Ucap Louise akhirnya.


"Ambilkan ID card di kantong celanaku, kamu gak lihat kedua tanganku menenteng tas begini?" Ucap Christopher.


"Oh ya Tuhan, mahluk apa dia ini..sikapnya sungguh menyebalkan" batin Louise yang akhirnya dengan terpaksa merogoh kantong celana Christopher dengan sangat hati-hati tentunya.


Christopher tersenyum dan menggerakkan tubuhnya seolah tidak disengaja, hingga membuat Louise makin kesulitan untuk meraih ID card yang ada di kantong celana Christopher.


"Kau ini..jangan gerak terus, Diam..!, Aku susah ngambilnya" ucap Louise yang semakin dibuat jengkel oleh Christopher.


"Ya cepetan mangkanya, Dikira aku juga gak capek berdiri dari tadi disini" sahut Christopher sambil menahan tawanya.


Louise mendengus jengkel, lalu akhirnya mendapatkan apa yang raihnya di dalam kantong celana, segera Louise membuka pintu dan membiarkan Christopher masuk kedalam duluan.


Louise mengikuti Christopher dari belakang lalu membantu memasukkan beberapa tas yang masih ada di luar pintu Apartemen, hingga tidak tersisa apapun lagi, dengan cepat Louise melangkah menuju pintu untuk segera pamit, namun tiba-tiba..


Klek


Suara pintu rupanya telah terkunci otomatis, Louise yang mendengar itu langsung meraih gagang pintu dan mencoba untuk membukanya, "Chris..ini kenapa pintunya terkunci?" Tanya Louise yang masih berusaha membuka pintunya.


"Oh, itu kunci otomatis, kalau tertutup lebih 15 menit akan mengunci sendiri, memangnya kenapa?"


"Aku mau pulang, tugasku mengantarmu sudah selesai kan, anggap saja aku sudah ngasih bonus kamu dengan membantu membawakan barang-barang mu sekalian tadi, bisa kau buka pintunya?" Ucap Louise.


"Aku masih sedikit pusing, bisa aku minta tolong temani aku sebentar lagi kan, sekalian buatkan aku minuman hangat, dari pada berdiri di sana, ayo ikut aku..ku tunjukkan dimana letak dapurnya" sahut Christopher tanpa dosa.


Sementara Louise makin melebarkan matanya tak percaya mendengar jawaban dari laki-laki yang sudah membuatnya lelah seharian ini, "Tunggu Chris.. apa maksudmu, aku nggak mau menuruti kemauan aneh-aneh kamu lagi ya, buka pintunya dan aku akan segera pulang, aku benar-benar sudah capek ya!!" Ucap Louise sedikit keras.


"Aku hanya.."


Set

__ADS_1


Rupanya Id card sudah berpindah tangan ke Louise dengan cepat.


"Louise..apa yang kamu lakukan.. kembalikan id card itu!" Teriak Christopher, tapi tentu saja tidak akan di berikan begitu saja oleh Louise, dengan sedikit berlari Louise yang sudah menyambar id card dari tangan Christopher segera melakukan tindakan untuk membuka pintu.


Sementara Christopher tersenyum aneh dan hanya melihat apa yang dilakukan oleh Louise, sekali, dua kali, dan akhirnya berkali-kali Louise mencoba membuka pintu dengan kode seperti saat dirinya masuk, tapi yang terjadi zonk, pintu masih tetap tertutup tanpa berubah sedikit pun.


"Percuma saja, Pin masuk dan keluar beda, mau kamu coba berapa kali juga gak bakal bisa" ucap Christopher yang sudah berlalu santai menuju dapur untuk membuat minuman hangatnya.


Tentu saja Louise semakin murka, dia ikut berjalan ke dapur dengan hati yang dongkol, "kalau begitu buka pintunya dan aku akan segera pulang Chris, ini sudah hampir malam loo..gak usah macam-macam, dari tadi aku sudah melakukan apa yang kamu mau" protes Louise.


Christopher masih sibuk membuat minuman hangat tanpa memperdulikan omongan Louise yang memohon untuk segera dibebas tugaskan.


"Ini, minum dulu..gak capek dari dari ngomel terus?" Ucap Christopher yang kini sudah duduk di meja makan sambil meneguk segelas minuman hangat yang dibuatnya sendiri.


Terpaksa Louise juga ikutan duduk dan meminum apa yang di berikan Christopher setelah merasakan haus juga. sesaat keduanya fokus menikmati minuman tanpa mengucapkan sepatah kata pun, sementara Christopher masih menikmati pemandangan indah dengan intens menatap kearah Louise yang semakin salah tingkah.


"Bisa tidak tatapan kamu itu dikondisikan, aku risih kamu lihat seperti itu, memangnya ada yang salah dengan ku?" Tanya Louise kemudian.


Terdengar suara pintu Apartemen yang sepertinya telah terbuka.


"Pulanglah, kau membuat jantung ku tidak aman, aku takut kau sengaja membuatku khilaf dan melakukan sesuatu terhadapmu"


"Aku.?" Tanya Louise menunjuk dirinya sendiri tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Christopher.


"Sialan.. kau pikir aku disini ingin menggoda mu, begitu..?, Dasar..!" Ucap Louise yang kemudian segera beranjak pergi dengan muka yang benar-benar murka dan rasanya ingin sekali menabok Christopher seandainya dia bisa.


*


Waktu berjalan begitu cepat, hampir enam bulan kerja sama sudah terjalin erat antara Eagle Company dan juga Milton Company, di saat itu juga keberadaan Alfaro dan juga Zahra dalan satu tempat sering terjadi karena sebuah kerjasama bisnis.


Rupanya selama itu Kirana juga sudah berusaha untuk melakukan berbagai terapi dan bahkan bayi tabung, namun rupanya Allah masih mempunyai rencana yang lain, hingga semua usaha yang dilakukan masih mengalami kegagalan.

__ADS_1


Di suatu malam menjelang tidur, Kirana memberanikan diri untuk mengatakan sesuatu, "honey, aku ingin membicarakan sesuatu" ucap Kirana.


Alfaro yang baru saja keluar dari kamar mandi setelah membersihkan diri, segera duduk di samping istrinya, "Ada apa?, Kau ingin mencoba bayi tabung lagi?, Kata dokter nunggu tiga bulan dulu dari yang pertama, nanti kita coba kembali" ucap Alfaro dengan santai dan kini sudah menata tempat untuk berbaring.


"Bukan itu..emm..Aku lihat perkembangan perusahaan makin baik setelah kerja sama dengan Milton Company" ucap Kirana sambil tersenyum dan ikut berbaring dan memeluk suaminya.


"Hem, Alhamdulillah.. memangnya kenapa?" Tanya Alfaro.


"Tidak ada, Zahra hebat ya, dia bisa membawa kerjasama perusahaan dengan sukses, jarang wanita muda seperti itu mampu melakukannya"


"Hem, dia kan memang sudah dilatih dari kecil oleh orang tuanya, apa kamu lupa dia anak siapa?, Wajar lah kalau dia bisa se sukses ini diusia yang masih muda" sahut Alfaro.


"Iya sih..Bagaimana dengan Zahra, Cantik kan?" Ucap Kirana tiba-tiba.


Alfaro menatap mata istrinya dengan dalam, tidak memberikan jawaban apapun akan pertanyaannya, dan detik berikutnya dia langsung menyambar bibir Kirana, melu-matnya dengan penuh ga-ir-ah yang memuncak, hingga Kirana dibuat terkejut akan apa yang dilakukannya.


"Honey..Jawab dulu!" Teriak Kirana yang sekejab berhasil menghindar dari ci-uman ganas suaminya.


"Aku lebih suka menikmati mu dari pada harus membicarakan wanita lain honey" jawab Alfaro kembali melu-mat bibir istrinya, dan kali ini diikuti dengan tangan yang sudah aktif mencari celah untuk masuk dan membelai kulit lembut yang selalu dia rindukan.


Alfaro tersenyum saat Kirana kini merespon apa yang dilakukannya, bahkan permainan panas siap dilakukan untuk membawa terbang istrinya ke puncak kenik-matan yang sesungguhnya.


Suara len-guhan mulai terdengar dari bibir Kirana, menikmati setiap sen-sasi yang didapatkan dari sentu-han sang suami yang selalu bisa membuat dirinya seolah terbu-ai oleh kenik-matan.


"Honey..ough..!" Era-ngan mulai terdengar dari keduanya saat penyatuan berhasil dilakukan dengan sempurna. Tidak akan pernah satu kali Alfaro melakukan nya, setiap inci tubuh istrinya bahkan akan dia nikmati berkali-kali untuk menghilangkan dahaganya.


Teriakan kli-ma-ks yang kesekian kali akhirnya menggema dengan indah memenuhi ruangan kamar mereka, suara nafas yang masih memburu dan derasnya keringat yang membanjiri tubuh terlihat begitu nyata bahwa mereka benar-benar menikmati setiap proses penyatuan penuh ga-ir-ah cinta.


Ayo waktunya VOTE VOTE VOTE.. Jangan lupa ya, ditunggu juga HADIAH, LIKE, dan KOMENnya.


Ketik: Sinho Channel di YouTube, untuk menikmati Cerpen-cerpen karya Author yang tak kalah seru.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2