
Edward masih terdiam sambil menatap intens mata Harry Milton dengan wajah serius, lalu kemudian menyandarkan tubuhnya di kursi, "Maaf Tuan Harry..boleh tau kenapa anda begitu berminat dengan kerjasama ini?" Tanya Edward.
"Tentu saja, karena kami ingin melebarkan sayap dalam hal bisnis di Asia, dan saya rasa perusahan anda bisa membantu kami melakukan hal itu..bukan begitu Dad?" Sahut Zahra yang dari tadi masih terdiam.
"Oh.. apa benar hanya itu?" Tanya Edward.
"Tentu saja, sepertinya itu fokus Kita" ucap Zahra sambil tersenyum kearah Edward.
Sementara Alena tidak perduli dengan apa yang sedang diperdebatkan, dan lebih pastinya, dia sedang fokus memperhatikan gerak gerik kedua orang asing yang ada di depannya, terutama Zahra.
"Hem..wanita yang sangat ambisius, berhijab tubuhnya tapi pikirannya sepertinya masih belum, lebih agresif dan suka menyerang, rasa sabar yang buram akan perasaannya yang selalu ingin berkuasa, sungguh..wanita yang punya power kekuasaan..tapi sayang, terlalu menganggap remeh seseorang" batin Alena.
Hingga akhirnya Alena dikejutkan dengan sentuhan tangan Edward yang ingin meminta pendapatnya, tentu saja Alena langsung tersentak dan tidak mengerti apa yang dipertanyakan oleh suaminya.
"Iya..ada apa honey?" Tanya Alena.
"Bagaimana menurutmu, apa kita perlu waktu lebih lama untuk memikirkan kontrak kerjasama ini?" Tanya Edward mengulangi.
"Tidak" ucap Alena pasti.
"Maksud anda?" Sahut Zahra terkejut.
"Saya tidak setuju dengan kerja sama ini, maaf..bukan apa, tapi kami terlalu jauh mengawasinya, dan sepertinya banyak persimpangan jalan pikiran antara kita dan mereka honey" ucap Alena.
"Hem..aku tau, sepertinya memang begitu" sahut Edward sambil tersenyum menatap istrinya.
"Tunggu.. apa anda bercanda tuan Edward, istri anda bukan seorang pem bisnis, bagaimana mungkin anda meminta dan menyetujui mendapatnya begitu saja?" Ucap Harry Milton yang tidak rela dengan apa yang Edward lakukan.
"Mungkin tuan Edward belum tau bahwa perusahan Milton Company adalah perusahaan yang selalu diidamkan oleh semua perusahaan asing untuk bisa bekerja sama" sahut Zahra menimpali.
"Saya sangat tau akan hal itu, dan Eagle Company perusahaan saya juga bukan perusahaan yang ada di bawah anda.. mungkin anda lupa akan hal itu Nona Zahra?! Dan satu lagi.. istri saya adalah wanita dari keluarga Nugraha, mungkin anda juga lupa akan hal itu hingga tuan Harry bisa berkata demikian" Ucap Edward penuh penekanan.
Deg
Zahra langsung terdiam, dia mengingat bagaimana berkuasanya perusaan Eagle Company milik Edward yang ada di Indonesia, bahkan pamornya sudah melejit ke Eropa, ditambah dengan perusahaan Nugraha Company yang menggandeng kerja sama dengannya, sungguh sulit di bayangkan bagaiman sekarang ini perusahaan Edward sangat berkuasa.
"Sial.. mereka benar-benar orang yang mempunyai karakter kuat dalam dunia bisnis, kenapa aku bisa bertanya seperti itu soal Istrinya" batin Harry merasa tidak enak hati.
Dan akhirnya makan malam itu pun berakhir dengan sebuah keputusan yang masih mengambang, yang intinya Edward masih belum berminat menerima tawaran kerja sama bisnis untuk saat ini dengan Milton Company.
__ADS_1
Sebuah perjalanan yang cukup melelahkan disaat Alena akhirnya tertidur disaat perjalanan pulang menuju Mansion yang ditempati oleh Kirana dan Alfaro.
*
Keesokan paginya, dihari yang cerah, Alfaro sengaja mengajak istri dan juga saudaranya ketempat joging disebuah taman yang dekat dengan tempat tinggalnya.
"Apa kalian tidak bekerja hari ini?" Tanya Alena saat tiba di sebuah taman yang sangat indah.
"Tenang saja, kita memang berencana berangkat agak siang, sekarang waktunya kita mengeluarkan racun dalam tubuh dengan berkeringat" sahut Alfaro yang sudah bersiap.
Suasana yang menyenangkan saat itu, dimana keempat orang dengan ketampanan dan kecantikan diatas rata-rata menjadi pusat perhatian di pagi itu.
Dan Rupanya dalam sebuah mobil, ada seseorang yang sedang memperhatikan apa yang tengah mereka lakukan. "Hem..aku mungkin bisa menggunakan Tuan Alfaro untuk membantu kita" ucapnya.
"Aku juga berpikir begitu Dad, mereka sangat mirip dan kelihatan begitu dekat, pasti Alfaro bisa membantu kita" ucap seorang wanita yang duduk bersama dan tak lain adalah Zahra.
"Semoga, dan bagaimana dengan perasaan mu?" Tanya sang Daddy.
"Perasaan ku?" Tanya Zahra sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Hem, jangan kau kira Daddy tidak bisa melihat isi hatimu sayang, ingat sudah bertahun-tahun kau hidup satu atap dengan ku" ucap Harry sambil tersenyum.
"Lalu..apa kau berniat melakukan hal itu?" Tanya Harry Milton.
"Apa Daddy mendukung ku?" Tanya balik Zahra.
"Aku rasa kalau memang istri Alfaro memberikan restu padamu, itu tidak masalah, dan justru akan semakin menguntungkan kita, hubungan kita akan semakin erat dengan keluarga Eagle, dan Edward pasti akan menyetujui kerjasama kita, disaat itulah kau tau sendiri kan.. sebesar apa keuntungan yang akan kita dapatkan?" Sahut Harry Milton.
"Hem..Daddy memang sangat pintar membaca peluang, dan aku akan sangat senang melakukan hal itu" sahut Zahra.
"Tapi ingat..jangan jatuhkan harga dirimu Zahra, kau adalah sosok wanita yang sangat berkuasa, gunakan cara terhormat untuk mendapatkan Alfaro"
"Tentu saja Dad, aku pasti melakukan hal itu" jawab Zahra.
Perbincangan didalam mobil antara anak dan Daddy-nya berakhir setelah keduanya memutuskan untuk kembali ke perusahaan untuk bekerja.
Begitu juga dengan Alfaro dan Edward yang mengajak istrinya untuk beristirahat lalu segera kembali ke kediaman karena waktu hampir menunjukkan jam tujuh pagi.
Dalam perjalanan Alfaro tersenyum miring sekejab di saat melihat sekelebat mobil yang sepertinya dia kenal dan tengah meninggalkan parkiran yang ada di taman.
__ADS_1
"Apa kau menolak kerja sama dengan Milton Company?" Tanya Alfaro tiba-tiba membuat Edward yang ada di sampingnya sedikit terkejut.
"Bagaimana kau tau?" Sahut Edward.
"Tentu saja aku tau, aku harap kau berhati-hatilah, mereka bukan orang yang pantang menyerah"
"Dan menggunakan segala cara untuk mencapai tujuannya..begitu bukan?" Sahut Edward melanjutkan.
"Hem..mungkin, aku juga belum seberapa tau karakter tuan Harry seperti apa" ucap Alfaro.
"Kalau anaknya yang bernama Zahra..sudah jelas, dia sosok wanita yang sangat ambisius dan menginginkan kesempurnaan dalam hal apapun, itu sangat berbahaya dan bisa membutakan mata hatinya" sahut Alena yang duduk dibelakang bersama dengan Kirana.
"Jadi kak Alena bertemu juga dengan Zahra?" Tanya Kirana menimpali.
"Begitulah, aku sempat bercakap, dari situ aku bisa sedikit menilai, sosok wanita yang kuat, dan terlalu percaya diri" ucap Alena.
Kirana terdiam, tiba-tiba saja hatinya merasakan suatu kekhawatiran yang tidak dia pahami, hingga nafas yang diambilnya terlalu panjang dan disadari oleh Alena.
"Kau khawatir sekarang?" Tanya Alena.
"Aku..entahlah kak, tapi apa mungkin wanita seperti Zahra menginginkan seseorang yang sudah berkeluarga?, Bukankah dia bisa memilih yang lebih dari Alfaro" ucap Kirana dengan keraguan yang begitu nyata Dimata Alena.
Alena tersenyum, "lalu kenapa kau bertanya seperti ini padaku, kalau kau yakin Zahra tidak menginginkan suamimu?"
"Masa sih kak, aku harap kekhawatiran ku ini berlebihan saja, mungkin aku merasa bersalah karena telah mempunyai niatan mendekatkan Zahra dengan Alfaro" ucap Kirana berusaha menenangkan pikirannya.
"Semoga saja begitu..tapi seandainya benar, segera jauhkan Zahra dari Alfaro, itu antisipasi yang bisa segera kau lakukan sebelum hal buruk akan terjadi, ini juga bukan sepenuhnya salah Zahra..tapi juga salahmu yang sudah sembarangan memutuskan sesuatu tanpa berpikir panjang" ucap Alena.
"Sudah..jangan terlalu menyalahkan istriku Al..kau bisa membuatnya tambah stres!" Sahut Alfaro sedikit keras.
"Dan jaga bicaramu Faro, jangan berbicara dengan istriku dengan nada yang keras, kau mau aku hajar sekarang juga..?!" Sahut Edward tidak terima.
"Eh.. sudah-sudah, kalian ini kenapa, malah adu mulut gak jelas" ucap Alena dan membuat kedua laki-laki yang ada di kursi depan segera diam, sementara Kirana semakin memikirkan apa yang dikatakan oleh Alena.
Ayo waktunya VOTE VOTE VOTE.. Jangan lupa ya, ditunggu juga HADIAH, LIKE, dan KOMENnya.
Ketik: Sinho Channel di YouTube, untuk menikmati Cerpen-cerpen karya Author yang tak kalah seru.
Bersambung.
__ADS_1